Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Lamaran


__ADS_3

Pagi hari yang cerah dengan suara burung berkicauan. Kirana masih tertidur pulas dengan wajah yang terdapat masker muka, yang ia tempel sebelum tertidur. Suara alarm berdering sangat keras, yang membuat pemilik kamar terbangun karena merasa terusik, dengan suara alarm yang begitu kerasa dan sangat berisik.


Sebenarnya Kirana sangat malas untuk bangun pagi macam hari ini, tapi karena Zaidan dan sekeluarga akan datang pagi ini, ia akan rela melakukannya. Zaidan telah melukai harga dirinya dengan menolak dirinya, yang mana sangat diinginkan pria lain diluar sana. Kirana harus melancarkan aksinya. Kirana sudah tak terlalu memusikan Zaidan gay atau tidak. Jika Zaidan gay, berarti ia harus menyembuhkanya dengan tubuhnya yang seksi dan menawan ini. Dan jika bukan, ia sangat beruntung karena akan menikmati seluruh tubuh Zaidan setelah pernikahan, membayangkan saja sudah membuat Kirana tersenyum bahagia.


"Otak elu cuci sana, pasti lagi mikir mesum ya lu" tuduh Adrian yang datang untuk membangunkan kakaknya, tapi yang ia lihat kakaknya sudah terbangun seraya melamunkan sesuatu sambil terseyum seperti orang gila.


"Ganggu aja!" teriak Kirana sambil menatap adiknya yang datang tiba-tiba tanpa mengetuk pintu kamar miliknya


"Diperintahkan oleh pasangan singa bangunin kakakku yang super jelek untuk bangun tidur" ujar Adrian yang masih saja sempat menghina kakaknya


"Sorry, gue itu anak gadis yang rajin jadi gue bisa bangun sendiri, lihat gue udah bangun bocah" kata Kirana yang membuat Adrian ingin muntah saat kakaknya menyebut dirinya sendiri rajin.


Adrian sangat nyakin kalo kakaknya rajin hari ini, karena ingin bertemu dengan calon lakinya yang pengen ia sentuh-sentuh itu. Adrian merinding melihat kelakuan kakaknya yang sangat genit. Adrian lebih memilih berjalan keluar dari kamar, karena ia takut tertular virus genit.


Kirana dengan hati riang melangkah ingin memasuki Kamar mandi, tapi sebelum memasuki kamar mandi, ia menyuruh para maid untuk membersihkan kamarnya serapih mungkin dan harus harum karena ia akan membawa Zaidan lebih tepatnya mengurung Zaidan didalam kamarnya.


Keluarga Fernandao sudah siap dengan acara lamaran resmi yang akan dihadirkan oleh kedua keluarga Assaba dan Fernando, kedua keluarga besar sepakat untuk melakukan acara lamaran hanya anggota keluarga inti, kalo cara pertunangan baru mereka akan mengundang para kerabat terdekat. Aarav beserta istrinya menyiapkan acara keluarga ini dengan begitu sempurna, namun ada sedikit rasa khawatir takutnya ada kekurangan dalam penyambutan atau makanan yang telah mereka persiapkan semalaman.


Adrian dengan kemeja putih dan jins hitam melangkah keluar dari kamarnya dengan sangat percaya diri. Dengan langkah cool Adrian melangkah menuruni anak tangga, mencari keberadaan couple singa yang sangat sibuk. Adrian melihat para maid yang mondar-mandir untuk menyiapkan acara lamaran saja.


"Ayah, inikan acara lamaran bukan tunangan, kenapa heboh sekali si" ucap Adrian yang mendapat pukulan yang lumayan keras oleh ayahnya


"Mending lihat kakakmu sana, sudah rapih atau belum" perintah Aarav


"Gak mau malas, masa Adrian mulu yang panggil, emang cowok tampan ini maid apa" ketus Adrian


"Tadi niat hari ini ingin mengembalikan kartu debit dan kredit milikmu, tapi gak jadi deh terlalu malas ngeluarin dompet" ujar Aarav seraya meminum secangkir kopi dengan santai


"Lapor, Adrian akan menuju lokasi kakak Kirana berada komandan" kata Adrian seraya melangkah menaiki anak tangga kembali menunu ruang si cewek genit


Tok...Tok...Tok


"Orang tampan ingin masuk boleh" teriak Adrian supaya kakaknya mendengar.


Adrian yang tak mendengar suara balasan dari dalam kamar, segera memasuki kamar.


"Bunda ada hantu bunda, tolong anak ku yang tampan ini" teriak Adrian histeris


"Berisik bodoh!" balas teriak Kirana


Adrian mengelus dadanya, bagimana ia tak bilang kakaknya mirip hantu. Kakaknya yang sedang berdandan di meja rias miliknya, bukannya cantik malah mirip hantu.


"Edit ulang sana muka elu" perintah Adrian yang berkedik ngeri melihat muka kakaknya tebal akibat dari pemakaian make up yang berlebihan


"Gue cantik kaya gini" balas Kirana


"Kalo dandan macam kaya elu, calon kakak ipar gue bisa kabur bodoh" ujar Adrian yang sangat greget dengan tingkah kakaknya


"Minta dihajar tuh mulut lemes" sahut Kirana tak terima


"Serius kakakku tersayang, Aku saranin dandan yang natural saja seperti biasa. Kakakku Kirana kan sudah cantik dari lahir" ujar Adrian yang sedikit berbohong agar kakaknya menghapus make up seram itu, agar tak membuat keluarga Fernando ditertawakan akibat kelakuan kakaknya yang sangat aneh itu.


"Kemarin saja make up biasa gak buat si Zaidan tertarik, jadi gue putusin buat dandan yang heboh biar Zaidan tertarik sama gue" ujar Kirana


"Kata kak Calvin, Zaidan suka cewek yang dandannya natural jadi keliatan cantik alami" bohong Adrian yang padahal sama sekali kak Calvin tak mengatakan apapun pada dirinya


"Owh gitu ya, oke deh" balas Kirana seraya menghapus make up tebalnya dan mengubahnya menjadi lebih natural


Adrian yang mendapatkan pesan masuk dari ayahnya yang menyuruh ia dan Jelia turun, karena keluarga Assaba telah tiba.


"Kakakku ayo turun calon besan sudah datang" ucap Adrian


"Adrian ingat ya, kalo gue udah berada dikamar ini sama Zaidan, elu harus jagain pintu kamar gue biar gak ada yang masuk, okay adikku sayang" perintah Kirana yang dibalas angukan kepalad oleh Zaidan tanda menyetuji keinginan kakaknya itu

__ADS_1


Adrian dan Zaidan pun menuruni anak tangga dan melihat keluarga Assaba dengan formasi lengkap sudah datang, dan duduk dikursi yang berada di ruang tamu.


Kirana melihat Zaidan dengan balutan kemeja biru cerah dengan lengan kemaja dilipat, menambah kehotan calon suaminya. Kirana benar-benar sudah tak sabar menyentuh tubuh indah dan kekar milik calon suaminya.


Adrian mengikuti arah pandang kakaknya sedang menatap calon kakak iparnya dengan tatapan siap menerkam mangsanya. seluruh keluarga pun berkumpul. Acara lamaran pun dimulai.


Zaidan meminta ke ayahnya Kirana untuk menyerahkan putrinya ke keluarga Assaba untuk menjadi istri dan menantu dari keluarga Assaba. Aarav dan Carissa menyetujinya. Daniel pun menatap Kirana, menunggu tanganpan dari calon mantunya dan Kirana pun menganggu setuju. Kedua keluarga pun terseyum bahagia atas berhasilnya perjodohan yang mereka lakukan.


Zaidan pun menatap calon istrnya yang terseyum.


Adrian hanya menatap kakaknya yang lagi berakting sok imut.


"Buat calon kakak ipar elu memasuki kamar gue Adrian" perintah Kirana dengan suara berbisik


"Mau gue blok kartu yeng elu pakai dan menyuruh ayah untuk memperpanjang masa ditangguhkannya kartu milik elu" ancam Kirana saat melihat Adrian yang ingin membantah perintah dirinya ini.


Dengan sangat terpaksa ia pun menyetujui perintah dari kakaknya yang super nyebelin itu. Kakaknya sama ayahnya sama saja, tukang ancam dirinya. Adrian pun melangkah mendekati calon kakak iparnya.


"Kakak ipar" panggil Adrian berbisik


"Hm" gumam Zaidan saat melihat adiknya Kirana berada disampingnya


"Bisa bicara sebentar?" tanya Adrian yang di setuju oleh Zaidan


Adrian mengkode kakaknya agar cepat naik ke atas dan dirinya akan segera menyusul, jika Kirana sudah sampai di dalam kamar miliknya. Zaidan hanya mengikuti langkah adiknya Adrian yang ingin berbicara berdua pada dirinya ini.


"Kenapa kita masuk kekamar Kirana?" tanya Zaidan yang bingung


"Kakak ipar, sebenarnya kakakku ingin berbicara kepadamu" balas Adrian


"Dimana Kirana?" tanya Zaidan


"Berada didalam kamar" balas Adrian


"Kakak ipar, aku beri saran nih. Kakakku itu kalo lagi bersikap aneh harus segera dicium, agar normal kembali" ujar Adrian yang membuat Zaidan bingung


"Oke, terimakasih"balas Zaidan


Zaidan pun membuka kamar Kirana. Sesuai perintah kakaknya, ia akan menjaga didepan pintu kakaknya agar tak ada yang menganggu pasangan baru itu.


Zaidan memasuki kamar calon istrinya tersebut, ia melihat Kirana sedang membaca buku diatas tempat tidur, Zaidan melangkah mendekati Kirana. Zaidan ingin bertanya kenapa calon istrinya menyuruh ia untuk datang ke kamarnya.


"Kata Adrian kamu memanggil ku?" tanya Zaidan sudah berdiri disamping Kirana


"Iya" jawab Kirana


"Kenapa?" tanya Zaidan yang masih bingung dirinya dipanggil oleh Kirana


Kirana yang dibuat bingung sendiri, ia sangat tak ahli basa-basi. Kirana sudah sangat gemas ingin langsung ke intinya saja. Tapi jika itu terjadi bisa-bisa calon lakinya bisa kabur. Kirana pun menyuruh Zaidan untuk duduk disampingnya dan Zaidan pun menuruti perintahnya.


"Zaidan, kita akan jadi suami istri nih. Coba ceritakan tentang mu" pinta Kirana


"Tak ada yang menarik" balas Zaidan seraya menatap Kirana


Kirana rasanya ingin memukul kepala calon suaminya, Kirana harus bersabar mengajak calon lakinya bicara.


"Kamu punya pacar gak?" tanya Kirana akhirnya karena si Zaidan balasnya begitu saat dirinya bertanya sebelumnya tadi


"Gak" sahut Zaidan sangat singkat yang membuat Kirana semampu mungkin menahan kesabarannya


"Kamu kerja apa?" tanya Kirana lagi, berusaha mengorek informasi tentang hidup pribadi calon suaminya


"Cuma jadi Dokter Biasa dan Karyawan Biasa di tempat Kak Calvin" balas Zaidan

__ADS_1


"Oh" tanya Kirana dengan nada yang sedikit meninggi


"Kamu kenapa Kirana?" tanya Zaidan yang melihat calon istri memijat keningnya


"Gak apa-apa" balas Kirana seraya menatap calon suaminya inteins


"Apa?" tanya Zaidan yang bingung melihat Kirana menatap dirinya dengan sorot mata yang serius


"Zaidan" panggil Kirana


"Hm" balas Zaidan


"Kamu punya sesuatu kelainan gak dalam diri kamu?" tanya Kirana dengan hati-hati seraya menatap Zaidan untuk menunggu reaksinya


"Aku punya" ucap Zaidan yang membuat Kirana melotot sempurna, Kirana sangat tak menduga kalo Zaidan akan sangat cepat terbuka dengan dirinya. Harapannya tadi ingin menyentuh Zaidan jadi drop, karena Zaidan sudah mengkonfirmasi kalo emang dia itu gay.


"Aku kalo libur suka main game sampai gak ingat waktu, makan dan minum. Aku tuh pengen kehilangan kelainan itu karena Mama dan papa marah-marah mulu" ujar Zaidan


Ucapan Zaidan tadi masih dicerna dengan baik di telinga Kirana, sangat tumben otak Kirana mencerna pendengarannya sangat lama. Otak jeniusnya sudah kembali, ia masih punya harapan kalo Zaidan bukan gay.


"Zaidan kamu gay ya?" Kirana akhrinya karena sudah sangat penasaran


Zaidan yang mendengar penuturan calon istrinya merasa sangat terkejut. Ia tak bodoh hingga tak mengerti maksud gay itu apa. Zaidan sangat terkejut dengan pemikiran Kirana. Ia dan Kirana saja baru bertemu dan dengan gampangnya Kirana bicara kalo dirinya gay. Memang si ia gak pernah pacaran, tapi bukan artinya ia gay hanya ia ingin mencari istri saja bukan cari cewek yang akan dipacarin lalu ujungnya putus.


"Tentu saja tidak, pemikiran dari mana kamu?" tanya Zaidan dengan nada yang sedikit marah karena tak terima disebut gay


"Aku mau bukti kalo kamu bukan gay" kata Kirana


"Buktinya aku akan menikah sama seorang perempuan" balas Zaidan seraya membalas menatap calon istrinya


Kirana benar-benar sangat gemas dengan tingkah polos milik calon suaminya. Kalo film yang ia nonton dulu. Kalo ada yang ngatain cowo gay pasti cowonya, akan membuktikan kalo cowok itu bukan gay dengan cara mencium bahkan ada yang berhungan badan dengan cewek yang menuduh cowok itu gay. Lah ini malah calon lakinya gak ada niat ingin sentuh dirinya yang sangat cantik dan bohay ini. Kirana hanya bisa menepuk jidatnya melihat kelakuan calon suaminya yang sangat tak tau apapun tentang cara memahami perempuan.


"Kamu kenapa si?" tanya Zaidan yang melihat Kirana berubah lesuh


"Tau ah gelap" balas Kirana dengan nada yang sangat kesal


Zaidan sangat bingung dengan wanita yang duduk disampingnya yang sering moodnya berubah-ubah suasana. Emang dirinya melakukan kesalahan apa hingga Kirana tadi bersikap lembut berubah nada bicaranya kepada dirinya ini. Zaidan tiba-tiba mengingat tentang saran yang diberikan calon adik iparnya itu. Tapi Zaidan sangat ragu untuk melakukan saran yang diberikan Adrian, bagaimana kalo Kirana sangat marah kalo ia menciumnya tiba-tiba. Masa iya dirinya harus meminta izin dahulu, tapi kan sangat aneh karena dirinya belum pernah melakukan hal itu.


' Salah satu alasan dirinya juga yang tak ingin pacaran, karena ia tak ingin di ribetkan dengan cara pola pikir cewek yang sering berubah-ubah ' batin Zaidan


Zaidan masih melihat Kirana dengan muka seperti menahan kemarahan, yang ia tak tau juga kenapa Kirana bersikap seperti itu. Mau tak mau Zaidan lebih mendekat kepada Kirana dan......


Cup...


Zaidan mencium pipi Kirana dengan sangat cepat. Zaidan melakukan saran yang diberikan Adrian.


Ciuman tadi di pipi putih bersih miliknya dirinya ini membuat jantung Kirana berdegu kencang. Ia sangat bingung, ini memang sering berciuman dengan mantan pacarnya yang sangat banyak itu. Tapi entah kenapa dirinya yang hanya dicium pipinya sudah sangat bahagia dan yang paling membuat dirinya terkejut adalah jantungnya berdegup kencang.


Zaidan menatap Kirana sehabis dirinya mencium calon istrinya itu. Ia menunggu reaksi calon istrinya, tapi hanya dia termenung. Mungkin memang benar kalo calon istrinya kalo sedang marah harus dicium.


"Zaidan" panggil Kirana


"Iya" balas Zaidan seraya menatap Kirana yang juga menatap dirinya


"Kau sudah sangat salah membangunkan macan betina yang kurang belaian" ujar Kirana yang membuat Zaidan mengerutkan keningnya bingun akan perkataan yang keluar dari mulut Kirana


"Maksu....." Ucap Zaidan yang terpotong karena Kirana menempelkan bibirnya dengan bibir dirinya ini. Ia masih sangat terkejut, ia belum pernah sama sekali melakukan seperti ini kepada wanita diluar sana.


Kirana melepasakan bibirnya dari bibir Zaidan, menatap calon lakinya dengan seksama seraya tersenyum saat sudah merasa sedikit bibir Zaidan.


"Sepertinya harus aku sendiri yang membuktikan kalo dirimu gay atau bukan" kata Kirana


Sebelum Zaidan ingin membalas perkataan calon istrinya. Mulutnya sudah tertutup akibat Kirana yang menempelkan bibirnya kepada dirinya. Ia sangat bingung harus melakukan apa. Ia merasakan kalo Kirana seperti ingin memakan bibirnya.

__ADS_1


Kirana melepas kembali setelah dirinya ******* sedikit bibir calon lakinya. Ia sangat yakin kalo Zaidan sangat tak ahli dalam berciuman dan tugas ia sekarang adalah membuat Zaidan ahli dalam berciuman. Sudah sangat yakin kalo calon suaminya bukan seorang gay. Detik ini Kirana sangat bahagia karena telah berhasil memperawani bibir calon suaminya itu, yang sangat dirinya yakin kalo Zaidan tak pernah berciuman dengan siapapun kecuali keluarga intinya saja.


__ADS_2