
Selepas pulang dari kediaman keluarga Fernando. Zaidan pun memasuki kamar miliknya, ia menuju meja kerjanya. Maksud hati ingin mengerjakan pekerjaan kantor yang deadline. Tapi hati dan pikirannya masih terbayang akan sentuhan yang diberikan Kirana kepada dirinya. Ia belum pernah melakukan hal itu kepada wanita, saat dirinya menginjak dewasa pun, ia tak pernah mau pacaran karena para wanita sifatnya sangat yang ribet.
Walupun semua teman disekitarnya selalu mengatur kencan untuk dirinya, ia selalu menolak. Gimana dirinya tak menolak, temannya saja yang punya pacar harus lapor 24 jam kepada kekasihnya, bahkan saat ngumpul untuk bermain game dan tak membalas chatan kekasihnya, pasti para wanita itu menuduh para pria selingkuh, itu juga termasuk alasan Zaidan tak ingin pacaran. Karena dirinya sangat hobby game, ia tak ingin hobbynya terganggu akibat konflik drama percintaan.
Tapi tahun ini, tepatnya disaat dirinya berumur 28 tahun. Ia menghadapi calon istrinya yang sifat dan perilakunya sering berubah-ubah. Zaidan sangat menyesal tak pacaran dahulu, jika dirinya pacaran pasti ia sudah berpengalaman dalam menghadapi para wanita. Ia sangat bingung dengan cara menghadapai calon istrinya. Ia sudah mengikuti saran dari calon adik iparnya itu dengan mencium kalo Kirana bersikap aneh. Tapi malah bibirnya dilahap habis oleh Kirana.
Masih terekam jelas memori tadi saat dirinya dan Kirana berciuman hanya berdua dan didalam kamar. Entah kenapa seperti ada desiran saat ia dan Kirana saling bersentuhan.
"Apa aku harus bertanya kepada abang Calvin?" pikir Zaidan yang masih bingung dengan perasaan ini. Ia pernah mengalami desiran hati ini saat dirinya memenangkan juara umum lomba game.
Zaidan pun mencari di google cara menghadapi wanita yang selalu bersikap aneh dan yang ia temukan hanyalah 20 cara jitu merayu pacar, berikan wanita itu hadiah mewah dan bunga disaat ngambek, dan pelukan yang menenangkan. Zaidan semakin pusing saat membaca blog yang isinya semakin aneh menurut dirinya.
' Besok pagi gue akan bertanya kepada abang Calvin tentang kiat menghadapi para wanita ' batin Zaidan
Ting... Ting
Saat Zaidan masih melamun dengan pemikirannya, ia dikejutkan dengan suara chat masuk, Zaidan pun melihat nomer yang tak dikenal. Entah kenapa jantung Zaidan berdegup saat dirinya membuka isi chat itu dan baru mengetahui kalo sang calon istrinya lah yang mengirim pesan masuk itu.
📥 Kirana: Zaidan ini nomer calon istri elu
📤 Zaidan: Iya
📥 Kirana : Hemat dong!
📤 Zaidan : Sudah
📥 Kirana : Kok lo nyebelin si?
📤 Zaidan : Apanya?
📥 Kirana : Tau ah gelap
__ADS_1
📤 Zaidan : Rumah kamu gelap Kirana?
📥 Kirana : Otak elu yang gelap
📤 Zaidan : Otak mana ada yang gelap
📥 Kirana : Dasar gak peka
Read.
Zaidan yang ingin membalas pesan Kirana tapi nomernya sudah diblock oleh Kirana. Tuh kan dirinya sangat serba salah, jika saja Kirana memahami kalo dirinya sangat tak ahli dalam menghadapi wanita. Ia harus banyak belajar, karena ia akan segara menikah dengan Kirana.
Kirana sungguh sangat kesal dengan cowok itu, baru pertama kali ia mendapatkan laki-laki model macam kaya si Zaidan. Harusnya kan saat dirinya chat, Zaidan basa basi kepada dirinya. Tapi ini malah dibalas singkat dan padat, hati Kirana sungguh gondok. Ia tak pernah diperlakukan begini sama cowok lain, mantannya dahulu ingin dirinya membalas chat mereka dengan cepat. Lah ini si Zaidan dibalas cepat gak tau diri. Kirana pun tertidur dengan perasaan kesal karena ulah calon lakinya.
Di pagi yang cerah seorang wanita cantik dan anaknya menuju kamar Kirana dan
Byur....
Lagi dan lagi dirinya selalu dibangunkan dengan hujan buatan.
' Apa keluarga ini tak bisa membangunkannya dengan normal gitu ' batin Kirana yang sudah tak terkejut lagi
"Cepat bangun, kita akan ke butik melihat gaun pernikahan!" tegas Carissa lalu meninggalkan putrinya yang sudah basah kuyup
Adrian masih tertawa dengan sangat keras hingga perutnya sangat sakit. Bagimana ia tidak tertawa, idenya membawa air di dalam ember disetujui oleh Bundanya dengan sangat mudah. Adrian menatap kakaknya yang lagi-lagi harus mandi dalam kasur.
Kirana menendang perut Adrian sebelum pergi ke kamar mandi dengan berlari. Ia sangat kesal dengan adik gilanya itu, ia sudah hafal kalo Adrian lah yang melakukan ide gila itu.
Carissa dan Kirana memasuki mobil dan yang mengendarainya adalah si Adrian yang sok tampan tapi emang benar tampan. Mereka pun melangkah keluar dan memasuki butik yang sudah dipesan kemarin oleh para nyonya besar keluarga Assaba dan Fernando. Kirana melihat gaun putih yang berjejer sangat rapih, Kirana tak pernah membayangkan akan secepat ini menikah.
Padahal dirinya hanyalah ingin balapan mobil sampai usianya 30 tahun lalu habis itu dirinya akan menikah. Malah rencananya semua terbalik karena orang tuanya yang ingin dirinya menikah secepatnya. Tapi Sekarang Kirana menerima semuanya, setelah dirinya mengetahui kalo calon lakinya itu sama kaya si Adrian, ganteng-ganteng bodoh dan lemot. Tapi dengan kepolosan calon lakinya itu bisa membuat dirinya bisa kembali ke dunia balapan mobil, dirinya tak masalah.
__ADS_1
Ia melihat mamahnya Zaidan sudah datang pun segera memeluknya. Kirana hanya duduk disofa yang disediakan pemilik butik, para wanita cantik itulah yang sibuk memilih gaunnya. Kirana mempersilahkan mereka untuk memilih gaun yang cocok akan dirinya, lagian pula ia sangat tak terlalu paham dengan baju itu, yang ia faham adalah baju untuk pergi balapan mobil. Sungguh Kirana rindu akan balapan mobil, ia hanya bisa berdoa agar waktu cepat berlalu agar dirinya cepat bisa balapan mobil lagi.
"Woy genit" panggil Adrian yang sialnya Kirana menengok saat dipanggil seperti itu
"Sok kenal lu sama gue" sahut Kirana yang membuat Adrian malah semakin mendekat kepada kakaknya
"Eh, kok calon laki elu gak ada ya?" tanya Adrian yang melihat seluruh butik mewah itu mencari keberadaan calon kakak iparnya
"Mati kali" sahut Kirana yang mendapat pukulan dari Adrian
"Kalo si Zaidan mati, status elu perawan rasa janda gitu, jaga ucapan elu bodoh!" maki Adrian yang kesal akan ucapan ceplas ceplos kakaknya itu
"Gue kesal tuh sama cowok polos itu" kata Kirana
"Kenapa lagi sama dia?" tanya Adrian yang sudah mulai kepo
"Gak peka" timpal Kirana
"Gimana maksudnya bodoh" kata Adrian yang bingung dengan perkataan kakaknya
"Pas gue chat semalam, gue kan mau dia bahas tentang ciuman itu, malah balesnya kaya orang minta perang tuh cowok, kaku bener dah tuh orang" curhat Kirana seraya menatap adiknya itu
"Mungkin dia takut kali sama elu gegara elu terlalu agresif jadi cewek" kata Adrian
"Masa iya, itu kan namanya inisiatif dalam berhubungan" ujar Kirana
"Ya inisiatifnya gak gitu juga kali, paksa orang ciuman emang bener genit lu" ucap Adrian yang mendapat delikan mata tak suka akan ucapan Adrian kepada Kirana
"Gue kan kaya gitu, mau buat si Zaidan jatuh hati sama gue sampai mati, hingga si Zaidan mau ngelakuin apapun yang gue mau" ujar Kirana
Adrian sedikit terkejut dengan ucapan Kirana, kakaknya ngelakuin itu pasti karena si Kirana ingin tak ada yang melarangnya untuk balapan mobil lagi. Hingga ingin membuat calon kakak iparnya tergila-gila kepada kakaknya Kirana, agar tak bisa menolak keinginan kakaknya hanya untuk melakukan balapan mobil.
__ADS_1