
Kirana memperlihatkan isi kamarnya, untungnya dirinya yang cantik ini sudah membersihkan kamarnya dengan sangat rapih jadi tak memalukan. Zaidan melihat isi kamar calon istrinya, yang menurutnya terkesan biasa saja untuk ukuran gadis kaya disampingnya. Kirana melihat calon suaminya yang sedang berkeliling, ia memperhatikan dari belakang, matanya sangat tak fokus melihat punggung kekar milik calon suami yang baru ia temui hari ini.
Kirana yang tak kuat iman pun, melangkah mendekat untuk memeluk punggung calon suaminya. Dirinya yang cantik ini sudah tak peduli akting image polosnya, ia harus menuntaskan hasrat kurang belaian laki-laki. Ia pun melangkah dengan sangat percaya diri. Ia pun sudah mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk pinggang calon suaminya.
Plakat..
Adrian tak peduli lagi tentang dosa memukul kakaknya, ia lebih memilih menyelamatkan calon kakak iparnya, yang hampir saja disentuh singa kurang belaian.
Adrian menarik Kirana agar menjauh dari zona calon kakak iparnya berada. Ingat kan Kirana untuk membakar habis gamenya si Adrian, agar adik laknatnya itu tak akan berani lagi menganggu atau berani membantah pada dirinya ini.
Zaidan yang sedang asik melihat foto masa kecil milik Kirana, memutar badannya saat ia mendengar suara milik Adrian. Ia pun melihat sepasang kakak beradik itu tertawa tak jelas saat melihat dirinya. Zaidan tak peduli apa yang mereka tertawakan. Ia pun melangkah keluar ingin lebih melihat isi rumah dari keluarga Fernanda. Kirana menatap adiknya yang sudah menganggu dirinya untuk menyentuh suaminya...eh calon suami. Ia mendorong bahu Adrian dengan sangat keras. Sekilas menatap tajam adiknya agar adiknya itu tak berani lagi menganggu kemesraan, yang sedang terjalin antara dirinya dengan calon suaminya, lalu ia melangkah pergi mengikuti calon suaminya itu.
Adrian sudah tak peduli lagi kepada pasangan baru itu, biarlah calon kakak iparnya kena terkam kakaknya Kirana. Lagi pula mereka akan menjadi suami istri jadi tidak masalah, kakaknya Kirana memaksa melakukan hubungan suami istri kepada calon kakak iparnya, ia pun dia tak peduli, ia sudah terlanjur kesal akan kakaknya yang selalu saja menang melawan dirinya yang tampan ini. Adrian pun melangkah ke tempat couple singa berada.
"Zaidan" panggil Kirana seraya melihat Zaidan yang sedang asik menatap taman kecil milik keluarga Fernando
"Hm" gumam Zaidan tanpa melihat orang yang memanggilnya
"Umur mu berapa?" tanya Kirana yang penasaran sedari tadi
"28 tahun" sahut Zaidan singkat menatap gadis disampingnya
Kirana sedikit terkejut melihat umur Zaidan, dia kira calon suami sudah berumur 30 tahun ke atas.
"Apa saya ketuaan buat kamu?" tanya Zaidan seraya melihat gadis didepannya terkejut
__ADS_1
"Tidak, kamu kemudaan buat aku Zaid...eh maksudnya Zaidan" sahut Kirana seraya terkekeh melihat wajah calon suaminya
"Kamu kok hobby ketawa gak jelas si?" tanya Zaidan seraya mengerutkan keningnya
Kirana dalam sejarah hidupnya, baru pertama kali orang mempertanyakan ketawanya yang sangat menawan menurut dirinya. Tapi pria yang didepannya mengatakan ketawanya tidak jelas. Calon suami minta dicium dan dilumat bibirnya nih, karena berani bicara seperti itu kepada calon istrinya yang cantik ini. Kirana tak menjawab pertanyaan aneh dari pria dihadapannya karena dirinya juga bingung, mungkin nanti ia bisa bertanya kepada adiknya tercinta atas pertanyaan dari calon kakak iparnya itu.
"Umur mu berapa Kirana?" tanya Zaidan lagi
"25 tahun" kata Kirana
"Saya tidak ingin melanjutkan perjodohan ini!" ucap Kirana tiba-tiba ketus dan membuat Zaidan terhentak kaget.
"Kalau begitu tolak perjodohan ini!" Zaidan menimpali perkataan Kirana.
"Tolak aja sendiri! Aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak ingin menyakiti perasaan Ayah ku" sambung Zaidan memutar bola matanya malas.
Zaidan yang mendapat lirikan seperti itu langsung berdecak kesal " Kalau begitu silahkan batalkan perjodohan ini! Berusahalah sendiri, jangan bawa-bawa aku!"
"Jika kamu tidak ingin di ajak kerjasama, maka baiklah kita lihat aja nanti setelah pernikahan apa yang akan saya lakukan dengan pria setampan kamu!" ucap Kirana penuh dengan teka-teki dan membuat Zaidan bergidik ngeri.
Zaidan menepis rasa takutnya dan menjawab perkataan Kirana " Coba aja kalau bisa! Aku gak takut sama kamu! Aku hanya takut pada Allah!" ucap Zaidan lalu pergi meninggalkan Kirana sendiri di halaman.
"Aku rasa udah gak ada lagi yang perlu dibicarakan! Aku permisi!" sambung Zaidan pergi.
"Ya silahkan!" jawab Kirana ketus.
__ADS_1
Kirana yang tersadar pun segera mengikuti langkah calon suaminya yang pergi menuju ruang tamu.
"Sudah berkeliling nak?" tanya Carissa penuh lembut yang melihat kedatangan calon mantunya yang habis berkeliling melihat isi rumahnya
"Aarav dan keluarga maaf ya tak bisa lama-lama disini, karena ada urusan mendadak jadi kita harus cepat pergi dan masalah pertunangan aku bisa kapan mu. Jadi jika kau sudah siap hubungi Daniel Assaba" ujar Daniel seraya bangkit dari sofa saat melihat putranya yang semakin mendekat menuju dirinya ini
Aarav yang mengerti mengangguk kepalanya saja, memaklumi kesibukan Daniel yang sangat padat itu. Ia pun bersalaman dengan Daniel dan Zaidan mencium telapak tangan Carissa dan Zaidan. Kirana pun mengikuti calon suaminya mencium telapak tangan calon papah mertuanya.
Kirana ia melangkah menuju ruang pakir untuk menghantarkan keluarga Assaba itu. Keluarga Fernanda melambaikan tangannya saat melihat mereka sudah pergi dengan menaiki masing-masing satu mobil mewah milik bapak dan anak itu.
Couple singa pun memasuki rumah terlebih dahulu meninggalkan kedua anak mereka. Adrian merangkul kakaknya yang sedang sangat kesal itu. Kirana berusah melepaskan rangkulan adiknya yang sedari tadi membuat tekanan darahnya naik dari permukaan.
"Kakaku yang paling ku sayangi, kamu mau tau gak tentang perbincangan tadi antara para orang tua" kata Adrian yang masih merangkul kakaknya dengan sekuat tenaga
"Tidak" ketus Kirana
"Ini tentang calon suami mu itu" ucap Adrian
"Tidak tertarik" ketus Kirana
Kirana pun menyikut perut adiknya dengan sangat keras, ia pun terlepas dari rangkulan adiknya yang super nyebelin itu, ia melangkah menaiki anak tangga, Adrian berusaha mengejar kakaknya yang tak ingin mendegar gosip dari dirinya ini.
"Calon suami elu tuh gay" teriak Adrian disaat kakaknya sudah ingin memasuki kamar milik kakaknya sendiri
Langkah Kirana terhenti mendengar penuturan dari adiknya yang tak waras itu. Ia memutar badannya menghadap adiknya yang juga menatap dirinya. Tapi Kirana masih tak percaya, ia melangkah ke adiknya yang sedang berdiri tak jauh dari kamarnya. Kirana dengan sadis menendang bokong Adrian dengan keras. Habis sudah kesabaran Kirana yang sudah ditahan sedari tadi. Adiknya sudah sangat keterlaluan.
__ADS_1
"Apa maksud mu" kata Kirana tegas penuh penekanan di setiap kalimat yang keluar dari mulutnya