
Setelah selesai sholat, Zaidan duduk di sofa sambil membaca ayat suci al quran. Ia menunggu Kirana pulang, karena gadis itu ingin mengajak Zaidan untuk pergi ke suatu tempat.
Suara bel berbunyi, Zaidan langsung turun untuk melihat siapa yang datang. Tak lupa, Zaidan melihat melalui kamera kecil terlebih dahulu seperti perintah Kirana.
"Maaf, cari siapa ya?" tanya Zaidan dibalik pintu besar tersebut.
"Apakah anda tuan Zaidan? Karena kami diminta oleh nona Kirana untuk merias tuan Zaidan" ucap salah satu MUA yang datang ke rumah Kirana.
"Iya saya Zaidan, tapi untuk apa dirias?" tanya Zaidan heran. Mereka masih berkomunikasi lewat kamera kecil yang terpasang di pintu utama rumah Kirana.
"Kalau untuk hal itu, kami kurang tau tuan. Bisakah kami masuk? Karena nona Kirana memerintahkan kami untuk segera merias anda" jawab MUA tersebut.
Zaidan pun memutuskan untuk membuka pintu, dan membiarkan mereka masuk.
Zaidan membawa mereka ke kamar tamu, karena tidak mungkin Zaidan membawa mereka ke kamar utama. Disana sudah penuh dengan barang-barang Zaidan yang sudah siap untuk dibawa pergi ke Lombok.
Zaidan diminta untuk berganti pakaian dengan jas berwarna hitam dan juga dasi dengan warna senada menambah kesan mewah jas tersebut.
"Ini buat apa ya mas? Saya punya jas yang simpel dan biasa aja, kalau saya pakai jas ini kesannya seperti ingin menikah" ucap Zaidan terkekeh melihat jas yang dipegang oleh MUA suruhan Kirana.
"Pakai aja tuan, nona Kirana punya kejutan buat tuan" ucap salah satu dari mereka memaksa Zaidan untuk memakai jas indah tersebut.
Zaidan pun menuruti perintah mereka, Zaidan keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan jas indah yang dipesan khusus oleh Kirana. Ukuran jas tersebut sangat cocok di tubuh Zaidan, skintone Zaidan yang kuning langsat menambah indah kemeja tersebut saat ia kenakan.
"Masya Allah, tampan sekali suami nona Kirana" goda salah satu MUA dan membuat Zaidan tersipu malu.
Mereka merias Zaidan dengan sangat hati-hati, karena kulit Zaidan sangat sensitif dan hanya produk tertentu yang bisa ia kenakan. Karena wajah Zaidan sudah sangat tampan, jadi para MUA hanya memoles sedikit saja wajah Zaidan.
"Sudah selesai tuan" ucap mereka dan membiarkan Zaidan bercermin untuk melihat penampilannya.
"Kenapa tebal banget bedaknya? Zaidan kan minta tipis aja" ucap Zaidan sedikit kesal, karena menurutnya make up nya terlalu tebal dan ia juga merasa aneh dengan wajahnya.
"Itu udah tipis tuan, tipis banget malah" goda salah satu dari mereka.
Zaidan hanya pasrah, tapi sesekali ia juga mengelap wajahnya dengan tisu agar make up yang ia gunakan bisa hilang dari wajahnya.
__ADS_1
Zaidan diantar oleh supir ke sebuah restoran bintang lima dengan nuansa klasik modern ditambah dengan pohon sakura di pintu utama menambah indah restoran tersebut. Zaidan melangkah dengan sangat pelan, ia di arahkan untuk duduk di sudut dengan lampu yang mengarah padanya.
Zaidan berdecak kagum dengan penataan dan pencahayaan di restoran tersebut, walaupun cahaya nya sedikit remang, namun menambah kesan unik dan tersendiri untuk restoran tersebut.
Mata Zaidan menyipit saat sebuah cahaya terang masuk ke dalam matanya, setelah itu, ia mendengar suara gadis yang tak asing lagi di telinga Zaidan.
"Lagu ini saya nyanyikan untuk pria hebat dan sabar yang berada di ujung sana" ucap gadis tersebut.
Zaidan masih penasaran dengan gadis yang memainkan piano sambil menyanyikan lagu beautiful in white By Shane Filan menambah kesan romantis di dalam restoran tersebut. Zaidan tersipu malu, padahal ia tidak yakin kalau lagu tersebut dinyanyikan khusus untuknya.
Setelah lagu tersebut usai, gadis yang sejak tadi memainkan piano lantas berbalik arah menuju Zaidan sambil membawa kotak kecil berisikan cincin berlian.
Semua mata tertuju pada Kirana yang menggunakan gamis berwarna putih bercampur dengan warna biru yang dibalut dengan mutiara di setiap sisinya,.
"Perhatian semuanya malam ini saya akan mengutarakan perasaan saya pada seorang pria yang selama ini selalu sabar menghadapi sikap saya yang sedikit egois. Pria yang selalu mendukung saya, pria yang selalu memberikan perhatian kecil pada saya. Pria mandiri dan juga pria hebat yang saya punya di dalam hidup saya setelah ayah saya sendiri. Dia bagaikan berlian dan juga cahaya kehidupan bagi saya, dia menunjukkan jalan yang benar bagi saya" ucap Kirana sambil berjalan ke arah Zaidan ditemani dengan instrumental musik romantis, membuat orang yang melihatnya akan merasa iri.
"Terimakasih karena sudah merubah jalan pikiran ku, terimakasih untuk semua cinta dan kasih mu. Aku tidak peduli dengan orang diluar sana yang berpikir bahwa aku telah berlebihan untuk hal ini, karena setiap detik dari sekarang kamulah pangeran surgaku. Zaidan Brian Alvaro Assaba, maukah engkau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya? Walaupun kita sudah menikah, namun aku ingin bertanya tentang hal ini" ucap Kirana menekuk lututnya tepat di depan Zaidan sambil membuka kotak kecil berisikan cincin berlian yang baru saja ia pesan.
Zaidan meneteskan air mata, ia sangat terharu dan tidak menyangka akan dilamar seperti ini oleh Kirana. Ia sudah berpikir bahwa pernikahan ini akan berakhir, namun takdir Allah benar-benar tidak bisa ditebak.
"Byy, gimana? Diterima atau ditolak? Saya udah pegel nih" ucap Kirana bercanda karena Zaidan terus menatapnya tanpa memberikan jawaban.
Orang-orang yang berada disana terkekeh mendengar ucapan Kirana.
"Maaf Kirana" ucap Zaidan yang membuat Kirana dan penonton kecewa.
" Ya gak apa-apa mungkin ini balasan atas sikapku selama ini pada mu mas" ucap Kirana lekas berjalan menjauh dari Zaidan
"Tunggu" ucap Zaidan yang membuat Kirana memperhatikan langkahnya
" Beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang kamu.
Boleh saja, bila mendapatkan kesulitan yang besar jika itu bersamamu. Tapi, bukankah segala hal di dunia ini selalu diterima dengan konsekuensi? Tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri.
Kesulitan selalu seiring dengan kebahagiaan. Jadi maukah engkau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya? " ucap Zaidan menekuk lututnya tepat di depan Kirana sambil membuka kotak kecil berisikan cincin berlian yang sudah lama ia pesan
__ADS_1
"Ya aku mau" jawab Kirana menyerahkan tangan kirinya untuk dipakaikan cincin oleh Zaidan.
Suara riuh tepuk tangan dari para pelanggan di restoran tersebut menambah meriah acara lamaran ini. Padahal Kirana merencanakan acara ini hanya dalam beberapa jam.
Zaidan menggenggam tangan Kirana dengan lembut dan menyematkan cincin berlian di jari manis Zaidan.
" Jangan pernah dilepas ya" ucap Zaidan
"Kamu juga jangan pernah dilepas ya, kecuali jika kamu sedang melakukan tindakan operasi atau tugas darurat" ucap Kirana mengecup punggung tangan Zaidan, kemudian ia berdiri dan mengecup pipi Zaidan dengan lembut.
"Jadi tadi cuma prank?" ucap Kirana
" Iya, seharusnya mas yang lamar kamu" ucap Zaidan
"Terimakasih mas" ucap Kirana dengan lembut menyender pada dada bidang Zaidan.
"Untuk apa heum? Seharusnya mas yang berterimakasih sama kamu" ucap Zaidan kembali mencium puncak kepala Kirana.
" Karena mau menerima aku" ucap Kirana
"Udah sekarang kita makan malam dulu heum?" ucap Zaidan mempersilahkan Kirana untuk duduk, setelah itu Zaidan duduk di depan Kirana.
Zaidan masih senyum-senyum sendiri. Ia tidak menyangka kalau Kirana ternyata bisa romantis juga, padahal ia menamai Kirana beruang es (kutub), namun kali ini ia sangat romantis dan membuat Zaidan masih terkesima.
"Kenapa lihatin wajah Kirana gitu? Cantik ya" goda Kirana membuat Zaidan berpaling ke arah lain.
“By” panggil Kirana membuat Zaidan kembali menatap.
"Kalau boleh jujur, sebenarnya aku gak rela kamu harus pergi ke Lombok. Tapi, inilah pekerjaan mu dan Kirana akan tetap mendukung kamu" ucap Kirana dan membuat Zaidan semakin terkesima dengan sikapnya.
"Mulai sekarang gak ada lagi rahasia diantara kita, semuanya harus dibicarakan dari hati ke hati, promise ?" tanya Kirana memberikan jari kelingkingnya.
"Promise" jawab Zaidan menautkan jari kelingkingnya di jari Kirana.
Mereka berdua menikmati momen indah tersebut, karena besok pagi Zaidan sudah harus berangkat untuk melaksanakan tugasnya.
__ADS_1