
Kirana sedang rebahan di kasur seraya melanjutkan menonton film horor di laptop, aksi santainya yang tadi tertunda akibat melihat list perjodohan itu.
Brak....
Kirana sangat terkejut, bukan karena film horor melainkan pasangan dari raja singa yang datang. Menurut Kirana lebih menakutkan wanita yang ada hadapannya, dari pada hantu yang ia lihat di film tadi.
"Kamu tuh anak perawan malas amat, kerjaannya nonton film mulu" omel Carissa yang datang tiba-tiba mirip jelangkung, melangkah mendekat menuju kasur yang mana putrinya sedang bersantai ria sambil menonton film
' Tuhkan lebih seram ratu singa penghuni rumah ini ' batin Kirana
"Kamu tuh kenapa si hobby banget sama nonton hantu-hantu mulu" omel Carissa yang tak henti-henti membuat Kirana rasanya ingin kembali lagi ke alam dia belum dilahirkan.
"Hantunya mirip si Adrian, jadi suka aja" sahut Kirana yang di balas pukulan di kepala oleh Carissa.
"Enak aja, masa Adrian di samain hantu yang bermuka hancur itu!" balas Carissa yang tak terima anak bungsu disamakan oleh hantu.
"Bunda ku yang paling cantik menurut ayahanda Aarav, mau apa gerangan engkau datang ke tempat gadis perawan yang malas ini?" tanya Kirana akhirnya agar cepat membuat Bundanya pergi dari tempat sucinya
Carissa menepuk jidatnya, ia lupa tujuan utamanya datang ke kamar putri sulungnya.
"Bunda tau kamu marah sama ayah dan bunda tentang keputusan sepihak pernikahan mu itu, tapi ini demi kebaikan kamu kok Kirana" ucap Carissa yang sedari tadi sudah duduk di samping Kirana.
"Emang si kesal tapi ya sudahlah, ayah sama bunda atur saja pernikahan putri kalian yang super cantik dan imut ini, aku akan ikut saja" balas Kirana menatap sang bundanya
__ADS_1
"Kamu masih bisa milih cowonya kok, jika gak ada yang memenuhi kriteria kamu bilang sama bunda" ucap Carissa
"Iya bunda, aku percaya sama kalian. Jadi bunda aku ingin bersantai jadi bisakah bunda pergi, kumohon" kata Kirana seraya mengatupkan kedua tangannya mengusir penuh halus dan hormat kepada bundanya itu
Carissa bisa sedikit tenang, ia takut putrinya marah karena keputusan sepihak ini, Carissa pun melangkah pergi untuk keluar dari kamar Kirana, Carissa harus cepat bergegas membereskan pakaian yang akan digunakan suaminya untuk perjalanan keluar kota karena urusan pekerjaan. Sebelum membereskan pakaian suami tercintanya, ia mencari suaminya karena ingin membicarakan sesuatu.
Aarav ayah Kirana dan Adrian sedang mengurus perkerjaan di meja kerjanya, ia melihat belahan jiwanya datang mendekat kepada dirinya yang tampan ini. Ia pun menghentikan sejenak kegiatan mengurus berkas yang sangat menumpuk itu. Ia lebih memilih menatap istrinya yang sangat cantik dari pada berkas putih hitam yang membuat dirinya pusing tujuh keliling.
"Apa Kirana sudah bilang sama kamu, siapa cowok yang disukainya dari salah satu list itu?" tanya Carissa mendekat kearah suaminya tercinta
Aarav mengelengkan kepalanya atas pertanyaan istrinya yang sangat ia cintai itu.
"Terus gimana ayah?" Tanya Carissa khawatir.
"Baiklah" kata Carissa seraya melangkah pergi tanpa memeperdulikan suaminya yang cemberut karena dirinya.
Aarav mendengus sebal melihat istrinya yang datang hanya bertanya, ia kira istrinya sudah sangat merindukan dirinya, makanya kekasih hatinya datang keruang kerjanya untuk menemui dirinya yang tampan ini. Tapi diluar ekspektasi istrinya hanya bertanya masalah anaknya saja. Setidaknya sebelum pergi ada ciuman atau pelukan malah tidak ada. Aarav melanjutkan urusannya, dengan wajah ditekuk karena bad mood akan istrinya yang sangat tak peka masalah hati suaminya yang butuh belaian dari istri tercintanya.
Dikamar Kirana, ia benar-benar sangat kesal. Habis terang terbitlah gelap, ibundanya pergi muncullah si Adrian. Hidupnya tak bisa tenang dirumah ini, selalu saja ada penganggu yang akan terus mengusik waktu dirinya untuk bersantai.
Adrian dengan sangat santai tiduran dikamar sang kakak, tepatnya disamping Kirana yang sedang menatap Adrian dengan sorot mata sarat akan pembunuhan, tapi Adrian tak peduli ia lebih asik memainkan game dihapdhone pintar miliknya.
"Keluarlah!" teriak Kirana berusaha menahan kesabaran karena adik laknatnya yang gak tau diri itu menganggu hidupnya.
__ADS_1
Adrian mengelengkan kepalanya, ia dengan santai bermain game di gadgetnya kembali, tanpa melihat sang kakak yang akan segera mengamuk.
"Bermainlah dikamarmu!" teriak Kirana mendorong tubuh Adrian dengan sangat keras tapi tak membuat Adrian pergi meninggalkan kamarnya.
"Tak bisa kakakku yang sok cantik, sok seksi, sok pintar dan so imut, ini adalah perintah dari sang raja singa yang akan pergi keluar kota dan aku sebagai anak yang berbakti, menuruti perintahnya untuk menjaga mu selama ayah bekerja" ujar Adrian menatap sekilas kakaknya lalu melanjutkan kembali bermain gamenya yang akan segera menang.
Kirana menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan lagi, ayahnya selalu saja setiap dia pergi bekerja ke luar kota, selalu saja ia dikurung di dalam kamar dengan adik laknatnya ini. Apalagi kalo jadwal ia balapan, couple singa dan adiknya seperti satpam dadakan, mengawasinya dari pagi sampai malam. Kalo ia tak pintar dan cerdik bisa gak pernah balapan mobil lagi.
"Oh ya kakakku yang tampan, kata ayah 1 minggu lagi dia akan mendapatkan pria yang kau minta, jadi kakakku yang sangat tampan tunggu saja ya" ucap Adrian dengan santai
Kirana yang mendengar penuturan adiknya, langsung memukul pipi Adrian yang sangat mulus, bagaimana bisa adiknya memberitahu kriteria pria yang ingin dinikahi. Adiknya benar-benar minta dikirim ke planet Mars.
Adrian sangat terkejut, tiba-tiba ia dipukul di pipi yang imut ini, kakaknya sangat tak berperikemanusiaan, bagimana jika kadar ketampanannya hilang, kasihan sama cewek diluar sana yang merindukan cowok tampan dan seksi macam seperti dirinya. Kakaknya benar-benar sangat keterlaluan tidak patut dicontoh karena menyiksa adiknya yang sangat tampan.
"Kau ini bodoh sekali Adrian, bagaimana bisa kasih tau raja singa itu" kata Kirana dengan raut wajah penuh kekesalan seraya menatap adiknya yang masih saja asik bermain game.
"Emang kenapa si, Adrian yang tampan ini tak mengerti" sahut Adrian seraya terus bermain gamenya
"Kau ini memberitahu ke raja singa, kalo gue ingin suami yang penurut, tak menuntut apapun dan yang paling penting kalo ada jadwal balapan gue bisa bebas balapan mobil" ucap Kirana seraya menarik handphone milik Adrian
"Kakakku yang tampan, adikmu yang sangat seksi nan manis ini, tak sebodoh yang kau kira, aku membohongi ayahmu itu" kata Adrian menarik kembali handphonenya ditangan sang kakak.
Kirana menghembuskan nafas lega, ia kira si Adrian sudah hilang akal, karena beraninya membocorkan misi mencari suami yang ia idamkan. Jika si Adrian yang jelek itu memberitahukan misi yang mereka jalankan, ia akan menguleti seluruh kulit bersih dan putih milik Adrian. Ia tak memperdulikan akan dicap kakak kejam oleh seluruh penghuni rumah ini atau seluruh dunia.
__ADS_1