Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Membujuk


__ADS_3

Adrian tak peduli yang melihat sang kakak sulung merajuk kepada kedua orang tuanya. Tapi Adrian merasa sang kakak memang sudah pantas menikah, bukan waktunya pacaran gak jelas.


Adrian yang merasa urusannya sudah selesai, bangkit menuju kekamarnya. Baru selangkah maju ayahnya sudah memanggil dirinya yang sangat tampan dan seksi ini.


"Adrian" panggil Aarav penuh tegas kepada anak lelakinya.


"Apa" sahut Adrian yang sudah sangat tak sabar ingin menuju kamar untuk rebahan.


"Putraku sayang, kamu harus membujuk kakakmu untuk menyetujui rencana perjodohan, yang akan ayah dan bundamu lakukan" ucap Aarav.


Adrian mengerutkan keningnya bingung, apa urusan dengan dirinya.


"Itu mah urusan ayah dan bunda sama cewek tomboy itu. Kenapa harus aku yang bujuk cewek itu" tanya Adrian.


"Dia kan kakak mu sayang" kata Carissa.


"Dia kan anak kalian" balas Adrian tak mau kalah.


Aarav yang kesal karena anak bungsunya enggan untuk membujuk sang kakak. Aarav menyeringai mendapatkan ide yang sangat luar biasa.


"Boy, jika kamu tidak membujuk kakakmu itu untuk menikah. Ayahmu yang sangat baik ini akan menghancurkan game yang ada di kamarmu dan menjual mobil-mobil kesayangan dirimu" kata Aarav seraya merangkul putra bungsunya dengan sangat erat.


Adrian yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya sangat syok, dia sangat mengetahui ucapan sang raja singa tak pernah main-main. Dia sendiri yang menjadi saksi bisu kekejaman raja singa itu, menghancurkan mobil balapan sang kakak yang harganya sangat mahal. Adrian menggelengkan kepalanya kepada ayahnya Aarav. Ia sangat takut mobil kesayangan dan gamenya hancur lebur, akibat kejamnya kekuasaan dan kedudukan di rumah keluarga fernando ini.


"Kau tidak mau" ucap Aarav yang melihat putra bungsunya mengelengkan kepalanya.


"Aku akan membuat cewek tomboy itu menyetujui Ayah dan Bunda" kata Adrian penuh semangat.

__ADS_1


"Bagus, sekarang masuklah kemarmu," ucap Aarav seraya mengelus kepala Putranya.


Adrian segera berlari menuju kamarnya, uruasan membujuk sang kakak bisa nanti lah. Waktunya kembali tidur.


"Kirana kita nikahi sama siapa Ayah?" tanya Carissa


"Kita jodohin dulu sama teman ayah atau bunda, kita usaha dulu. Demi kebaikan Kirana kita harus melakukannya" sahut Aarav.


"Iya supaya Kirana berubah jadi wanita yang sepenuhnya dan juga anak nakal itu meninggalkan dunia balapan" ucap Carissa dibalas anggukan kepala oleh Aarav menyetujui ucapan sang istri tercinta.


Aarav dan Carissa masuk kamar kembali, melanjutkan tidur yang terganggu akibat kedua anak mereka, yang sangat luar biasa kelakuannya.


Kirana yang sudah berada dikamar sangat kesal akan ucapan kedua orang tuanya. Ia sangat tak ingin menikah, pacaran aja gunta-ganti akibat bosan. Ini dia harus menikah dan lebih parahnya harus dijodohin. Serasa Kirana itu gak laku aja hingga harus dijodohin. Kirana gak suka hubungan serius. Jika ia menikah, sudah dipastikan ia akan menjadi ibu rumah tangga dan ia sangat tidak mau. la sangat menyukai balapan mobil, jika dia benar-benar menikah hobbynya akan hancur. Kirana yang merasa sakit kepala akan ucapan orang taunya yang terngiang-giang dikepalanya. Kirana yang sudah sangat lelah akhirnya tertidur pulas.


Siang hari yang cerah, Kirana belum juga beranjak dari kasurnya. Kirana tidur dengan sangat pulas.


Adrian yang sangat terpaksa membangunkan sang macan yang sedang tertidur. Adrian melihat botol minum dengan ide jahilnya ia mengambil botol minum yang tergeletak disamping Kirana.


Adrian tertawa sangat puas, yang melihat sang kakak basah kuyup karena ulahnya. Kirana sangat terkejut ia kira kamar tidurnya bocor. la melihat sang adik yang benar-benar sangat laknat kepada kakaknya sendiri. la rasanya ingin mencabut seluruh rambut kepala adiknya yang sangat ngeselin itu.


"Kau ini benar-benar mau mati ya?" tanya Kirana dengan sorot mata yang sangat siap menerkam sang adik yang sedang tertawa puas menjahili dirinya.


"Suruh bunda" sahut Adrian tanpa rasa takut.


Kirana menarik nafasnya lalu mengeluarkan lagi, ini masih terlalu dini untuk dipersembahkan kepada adiknya Adrian.


"Kakakku sayang yang sangat cantik" ucap Adrian menatap sang kakak yang sedang menganti sprai kasur yang basah tadi akibat ulah dirinya.

__ADS_1


Kirana hanya terseyum sinis mendengar ucapan sang adiknya yang sangat nyebelin itu. la sangat yakin pasti ada sesuatu jika Adrian memuji dirinya. Adik lelakinya hampir tak pernah memuji dirinya, ia selalu meledek atau menghina dirinya yang sangat cantik ini.


"Apa yang kau inginkan, cepat katakan" ucap Kirana sambil mengambil handuk untuk dirinya bergegas mandi.


"Kau harus menikah" ucap Adrian menatap serius kakaknya.


"Kau diancam couple singa itu kan" ujar Kirana tatap malas adik laknatnya.


"ly....eh engga. Kau ini sudah sangat pas untuk menikah, jadi kakakku yang tercantik di seluruh dunia segera lah menikah" ucap Adrian.


"Kalo gue nikah, kakakmu yang sangat cantik ini akan menjadi ibu rumah tangga dan gue gak mau itu semua terjadi" kata Kirana seraya membayangkan dirinya menjadi ibu rumah tangga.


"Terus apa masalahnya?" tanya Adrian kepada Kirana, yang dibalas sang kakak dengan pukulan keras dikepalanya.


"Yaa" teriak Adrian tak terima.


"Biar otak mu makin pinter, kalo gue jadi seorang istri. Pasti gak ada waktu untuk balapan" kata Kirana seraya melangkah menuju kamar mandi.


"Bukannya kalo menikah, jadi elu gak dilarang ayah dan bunda untuk balapan mobil lagi. Bisa bebas elu balapan mobil" ujar Adrian yang membuat langkah Kirana terhenti.


"Betul si gue terlepas dari couple singa, tapi kalo suami gue mirip ayah sama aja, bodoh" ucap Kirana kesal melihat kebodohan Adrian.


"Gimana kalo gue bantuin elu, gue akan ikutin selalu ayah. Siapa aja yang mau dia jodohin sama elu. Nanti gue seleksi ketat, laki-laki yang penurut menjadi kriteria unggulan untuk menjadi calon suami kakak gue yang sangat cantik ini" ujar Adrian sangat semangat.


"Emang gak bisa apa ga usah nikah gitu?" tanya Kirana menatap sekilas adik nakalnya


"Kata ayah semalam, kalo elu gak mau nikah juga. Ayah sama bunda gak mau makan sama minum dan mereka katanya juga mau punya cucu keburu umurnya gak cukup" bohong Adrian menatap kakaknya dengan sorot yang sangat serius.

__ADS_1


"Tau ah kepala Kirana cantik ini pusing" teriak pelan Kirana seraya melangkah masuk kekamar mandi miliknya.


la harus segera membuat sang kakak setuju, jika Kirana tidak setuju-setuju tentang rencana pernikahannya. la akan kehilangan mobil kesayangan dan gamenya. Adrian hanyalah warga miskin yang hidup masih menumpang sama orang tua. Jika barang kesayangannya hancur, dia masih belum mampu membeli semuanya lagi karena harganya sangat mahal. Ia harus benar-benar membuat kakaknya mengikuti keinginan couple singa itu.


__ADS_2