Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Kirana


__ADS_3

Adrian menatap kakaknya dari atas kebawah, ia benar-benar sangat merinding akan kelakuan kakaknya yang benar-benar diluar dugannya. Jika tak ada tamu disini, ia rasanya ingin menangis dengan sangat keras. Bagaimana dirinya yang sangat tampan ini tidak merinding. Kakaknya yang nakal ini berpenampilan sangat gila. Kakaknya Kirana mengunakan piayam tidur warna biru.


Dan yang paling membuat dirinya shock adalah rambut kakaknya dikuncir kuda dengan pipinya yang merah entah dari makeup atau apapun itu. Kakaknya sangat tidak tau malu, dengan berpenampilan layaknya gadis polos itu adalah ide gila. Adrian melangkah mundur disaat kakaknya semakin mendekat kearah ruang tamu. Adrian bersembunyi dibalik punggung kekar ayahnya, ia benar-benar sangat merinding melihat kakaknya yang dibuat imut, padahal amit-amit cabang bayi gak ada imut-imutnya.


Kirana melangkah dengan sangat percaya diri, mengabaikan tatapan dari keluarganya, pasti keluarganya sangat kagum dengan dirinya ini. Idenya sangat cemerlang membuat dirinya berpenampilan polos, layaknya pemain cewek didrama yang ia suka nonton yang dimana cewek didrama selalu bertingkah polos, dan itulah ide cemerlangnya muncul.


Kirana melihat adik lakanatnya menatap tajam sekilas, lalu melangkah mendekat kepada couple singa, ia berakting sebagai gadis polos yang lemah lembut. Kirana tersenyum manis menatap kedua pria itu. Kirana menatap cukup lama kearah calon suaminya yang juga menatap dirinya. Untung idenya cermelang membuat dirinya menjadi gadis polos, liat saja calon suaminya itu tak pernah lepas pandangan dari dirinya yang imut ini.


Aarav hanya mengelengkan kepalanya saja melihat penampilan aneh putrinya. Anak-anaknya benar-benar sangat luar biasa tingkahnya. Mungkin istrinya salah makan saat mengandung putri dan putranya yang tingkah sangat tak wajar dan membuat kepalanya ingin pecah. Sedangkan Adrian tak ingin menatap kakaknya sama sekali, itu akan membuat dirinya mengalami gangguan pikirannya yang mengakibatkan dirinya yang sangat seksi ini tak bisa tidur nyenyak di malam hari.


"Aku Kirana Aasfa Anantari Fernanda Zamira anak kandung dari ayahanda Aarav Gwrgenau Fernando dan Ibunda Carissa Xaviera Ranjana" ucap Kirana seraya penuh lemah lembut tersenyum ramah


"Aku Daniel Assaba nak" sahut Daniel menatap inteins gadis yang akan jadi calon menantunya itu.


"Hallo, aku Kirana Aasfa Anantari Fernanda Zamira" kata Kirana menatap pria yang ada didepannya dengan wajah dan nada suara yang dibuat imut.


Adrian yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut kakaknya yang dibuat seimut dan seramah mungkin. Membuat dirinya ingin muntah. Ia menyengol lengan ayahnya, agar menghentikan tingkah gila kakaknya yang berlaga sok imut. Tadi ia merasa kasihan kepada kakaknya karena ia kira kakaknya akan menikahi pria tua. Tapi ia sekarang benar-benar akan kasihan kepada calon kakak iparnya, yang melihat calon istri sedang bermuka dua. Ia hanya berdoa semoga kakak iparnya akan betah bersama kakaknya yang kelakuannya sebenarnya sangat bar-bar.


"Saya Zaidan Brian Alvaro Assaba" ucap Zaidan seraya menatap Kirana dengan sangat inteins


Kirana pun mengulurkan tangannya, ia ingin berjabat tangan ke calon suaminya yang berkulit hitam manis dan bibirnya yang pink alami. Rasanya ia ingin ******* habis bibir pink itu, ia sudah tak sabar ingin menikah dan yang pasti ingin cepat kawin dengan pria seksi didepan matanya.

__ADS_1


Zaidan menerima uluran tangan dari calon istri, ia tersenyum tipis melihat tingkah Kirana yang menurutnya diperbaruikan.


"Ada yang gak sabar nih" celetuk Daniel yang melihat putranya dan calon mantunya saling menatap lama dengan tangan yang saling mengait satu sama lain


"Tau aja om" sahut Kirana terkekeh seraya melepaskan telapak tangan yang saling mengait tadi


' Tuhkan kakaknya emang ga tau diri dan gak tau malu ' batin Adrian yang mendengar ucapan dari mulut kakaknya.


"Yaudah kita tunangin aja sekarang gimana?" ledek Aarav seraya menatap calon besannya yang masih terkekeh.


"Bro mending elu pikiran lagi deh, punya bini model macam wanita itu" celetuk Adrian yang merasa kasihan akan kakak iparnya yang keliatannya pria baik-baik.


"Kakakmu sangat menggemaskan, lalu masalahnya apa?" tanya Zaidan seraya menatap calon adik iparnya


Kirana yang mendengar penuturan calon suaminya tadi, merasa sangat bahagia. Ia pun menatap calon suaminya dengan raut wajah yang dibuat seimut mungkin mirip cewek anime yang ia lihat. Adrian sangat terkejut mendengar perkataan calon kakak iparnya, yang bilang kakaknya Kirana Aasfa Anantari Fernanda Zamira menggemaskan. Calon kakak iparnya belum melihat kelakuan aneh kakaknya, jika Zaidan melihat kelakuan kakaknya yang sebenarnya, apa masih mungkin calon kakak iparnya bilang kalo Kirana menggemaskan. Ia sudah tak peduli, yang penting dirinya yang tampan ini sudah memperingati Zaidan, untuk memikirkan ulang untuk menikahi kakaknya yang kelakuannya sangat tak wajar.


"Diam Adrian" ucap Carissa tegas yang sudah sangat bosan mendengar ocehan aneh yang keluar dari mulut putra bungsunya


"Aarav kapan kamu akan menyerahkan putri mu itu ke keluarga ku?" tanya Daniel menatap sahabatnya


"Kalian maunya kapan, kalo keluargaku dan Kirana sudah sangat siap untuk memasuki kehidupan keluarga Assaba" sahut Aarav

__ADS_1


"Gimana Zaidan?" tanya Daniel seraya menatap putranya untuk meminta pendapatnya


"Lebih cepat lebih baik" celetuk Kirana yang membuat Zaidan tak jadi mengucapkan yang ia ingin katakan tadi


Carissa dan Aarav hanya terkekeh tak jelas mendengar putrinya yang sangat seperti wanita kurang belaian pria hingga membuat Kirana sangat agresif seperti sekarang ini.


"Gimana tadi nak Zaidan?" tanya Carissa lembut


"Benar kata ucapan Kirana tadi, lebih cepat lebih baik" jawab Zaidan seraya menatap bundanya Kirana dengan tersenyum ramah


"Sudah fix, keluarga kedua belah pihak sudah setuju dan nanti kita bicarakan kembali dipertemuan selanjutnya untuk membicarakan masalah pertunangan" kata Daniel


Aarav dan Carissa tersenyum bahagia atas berhasilnya perjodohan yang mereka lakukan untuk putrinya.


"Kirana, coba kamu ajak Zaidan untuk berkeliling rumah ini" ucap Carissa


"Tentu saja bunda, aku tak menolak" sahut Kirana semangat


Zaidan segera bangkit dari sofa, ia dan Kirana melangkah untuk melihat-lihat isi rumah keluarga Fernando. Kirana masih dalam mode bertingkah sebagai gadis yang polos, ceria dan imut. Kirana ingin sekali menggenggam telapak tangan calon suaminya yang hot itu. Tapi ia tak bisa, Kirana harus berusaha menahan hormon genitnya yang entah kenapa keluar begitu saja, saat melihat calon suaminya untuk pertama kalinya. Kirana dan Zaidan menaiki anak tangga, ia ingin memperlihatkan kamar pribadinya. Doa kan saja setan genitnya tak muncul saat sedang berada dikamar berduaan sama calon suaminya.


Adrian tak lepas dari kedua pasangan baru itu, Adrian diam-diam mengamati mereka berdua. Ia pun izin berpamitan dengan alasan ingin kekamar mandi, tapi yang sebenarnya dirinya hanya ingin mengikuti couple baru itu. Ia melihat couple baru itu melangkah menaiki anak tangga. Adrian tertegun saat kakaknya membawa sang kakak ipar kekamar milik Kirana. Ia sangat takut kakaknya Kirana memperkosa calon kakak iparnya, ia sangat tau kalo tingkah genit kakaknya sedang keluar. Ia melangkah mendekat ke pintu kamar kakaknya, ia hanya ingin menyelamatkan calon kakak iparnya dari jebakan harimau betina itu.

__ADS_1


__ADS_2