
Adrian sudah sedari tadi menahan kakak Calvin untuk tidak mencari Kirana, tapi kakaknya Zaidan sangat ingin mencari katanya takut nyasar. Dan akhirnya ia dan Calvin melangkah ke kamar Zaidan dan membukanya. Adrian yang mengintip sedikit dibalik celah badan Calvin, terperangah melihat kakaknya sedang dalam pelukan calon suaminya. Otak Adrian mendadak pusing saat ia melihat mantel kakaknya tergeletak. Calvin memperintahkan dirinya untuk melangkah pergi keluar dari kamar adiknya. Ia pun mengikuti Calvin untuk keluar, seraya menatap inteins pasangan yang sedang berpelukan itu.
"Pah, Mah sepertinya adikku itu sudah sangat tak sabar untuk segera menikah" kata Calvin yang membuat para orang tua menatap diri Calvin
“Maksudnya apa Calvin?” tanya Naura
"Kita berdua mempergoki mereka sedang berpelukan didalam kamar" ucap Calvin yang membuat Adrian rasanya ingin menyumpal mulut kakaknya Zaidan
Para orang tua merasa terkejut mendengar penuturan Calvin. Keluarga Assaba dan Keluarga Fernando saling bertatapan inteins, mereka pun tertawa senang setelah mendengar perkataan Calvin.
"Besok aku akan datang kerumah mu untuk segera melaksanakan lamaran secara resmi" celetuk Daniel seraya terkekeh
"Datanglah segera" jawab Aarav
"Cepatlah Pah, Calvin takutnya mereka kebablasan" timpal Calvin
"Punya cucu dong kita" kata Naura tersenyum bahagia
Adrian hanya memandang para keluarga yang tertawa bahagia. Ia merasa cemas dengan kakaknya, ia bertanya-tanya di otaknya yang cerdas ini, apa kakaknya sudah berhasil membuktikan kalo calon kakak iparnya tidak gay. Bagimana jika benar calon kakak iparnya gay, jika seperti itu ia merasa kasihan kepada kakaknya, yang pernikahanya akan segera cepat dilaksanakan. Adrian gelisah yang tak melihat kakaknya tak kunjung keluar juga.
Kirana yang masih nyaman dalam dekapan hangat calon suaminya, degup jantung entah kenapa merasa cepat hanya karena perlakuan kecil seperti tadi.
"Pakai mantel mu lagi Kirana" kata Zaidan seraya mengambil mantel yang tergeletak dilantai dan memakaikannya ke tubuh Kirana
"Tubuh mu masih gatal atau tidak Kirana?" tanya Zaidan yang membuat Kirana kesal
Kirana mendengus atas pertanyaan pria yang ada dihadapannya, sepertinya otak calon suaminya seperti si Adrian sangat bodoh dan lambat. Masa calon suaminya tidak tau kalo dirinya berbohong dan yang paling membuat dirinya dongkol adalah, calon suaminya tak bernafsu padanya atau benar Zaidan gay, jika Zaidan benar gay ia sangat cocok menjadi pasangan adiknya si Adrian.
Kirana merapikan tampilannya dari atas hingga kebawah, sebelum melangkah pergi ia menatap sinis calon suaminya.
Ia sungguh kesal dibuatnya. Zaidan sangat tak mengerti dengan perubahan susana hati calon istrinya, apa ia melakukan kesalahan hingga membuat Kirana seperti itu. Zaidan pun melangkah mengikuti Kirana dari belakang, menuruni anak tangga. Zaidan mengerutkan keningnya bingung saat semua orang menatap kehadiran dengan dan Kirana.
__ADS_1
"Calon pengantin kemari nak" kata Daniel yang melihat pasangan itu turun
Kirana dan Zaidan pun melangkah mendekat dengan ekspresi bingung.
"Karena kalian sudah tak sabar dan kami keluarga besar takut kalian kebablasan, jadi kami memutuskan akan mempercepat pelaksanan pernikahan kalian" ujar Daniel
Kirana dan Zaidan saling bertatapan, mereka berdua bingung harus menjawab ucapan Daniel. Pada akhinya mereka hanya diam menerima keputusan dari para orang tua.
"Adrian pikirkan cara agar cepat pulang" bisik Kirana
Adrian yang mendengar perkataan kakaknya, menatap kakaknya sebentar. Ia sangat mengetahui kalo kakaknya sedang bad mood. Adrian diam seraya memikirkan cara agar berhasil pulang dengan cepat.
"Bunda, ayok cepat kita pulang" kata Adrian dengan nada yang dibuat panik
"Ada apa?" tanya Aarav yang melihat kelakuan putranya
"Gameku terkena virus Ayah" bohong Adrian dengan tampang dibuat kasihan
Kirana menatap adiknya dengan jengkel, apa otaknya tak bisa memikirkan sesuatu yang wah gitu. Kirana hanya berharap ia segera pulang. Ia sangat ingin menormalkan moodnya yang sedang rusak gegera calon suaminya itu.
"Ayah temanku ada yang sakit parah, aku ingin menjenguknya sebelum meninggal" timpal Kirana
Kirana harus mengandalkan otaknya sendiri, adiknya dan otaknya itu dibawah rata-rata, ia merasa kasihan dengan calon istri Adrian nanti.
"Maafnya kami tidak bisa lama-lama disini, putriku ada sedikit urusan" kata Aarav seraya mengatupkan kedua tangannya
"Kami mengerti Aarav, cepatlah pulang jangan membuat menantu Assaba dalam kesulitan" ujar Daniel
Sebelum pulang Kirana memeluk Mama dan Papanya Zaidan. Kirana mengabaikan Zaidan, ia masih sangat kesal dengan tingkah sok polos calon suaminya itu atau emang bodoh mirip otak Adrian. Keluarga Fernando pun benar-benar pergi meninggalkan perkarangan rumah besar milik keluarga Assaba.
Saat dimobil, Kirana hanya termenung seraya memandang dari luar jendela. Adrian menatap sekilas kakaknya yang sedang bad mood seperti dugannya tadi. Adrian rasanya ingin bertanya detik ini juga, tapi kakaknya sedang bad mood. Ia sangat takut kalo kakaknya dalam mode seperti itu, kakaknya bisa menerkam dengan sangat ganas, tapi Adrian sangat sungguh sangat penasaran. Adrian memustuskan ingin bertanya, walupun ia mati ditangan kakaknya tapi ia rasa penasarannya sudah tertuntaskan.
__ADS_1
"Kakaku yang sangat cantik, apa ada masalah?" tanya Adrian seraya menatap sekilas kakaknya.
"Calon kakak ipar elu tuh bikin hati gue dongkol" jawab Kirana tanpa melihat adiknya.
"Kenapa?" tanya Adrian dengan nada lembut
"Gak nafsu dia sama gue atau emang dia benar gay" sahut Kirana
"Elu ngerayu dia dengan cara apa?" tanya Adrian lagi
"Gue pake lingerie seksi terus gue tunjukin ke dia" ucap Kirana dengan sangat santai
Adrian sangat terkejut mendengar perkataan kakaknya, Kirana sudah sangat gila hingga rela menunjukan tubuhnya ke pria lain. Adrian sangat tak abis pikir dengan jalan otak kakaknya.
"Kakakku tersayang apa kau tidak pakai otak hingga rela nunjukin tubuhmu ke laki-laki" kata Adrian dengan nada yang sangat marah
dengan jalan pikiran kakaknya.
"Sebentar lagi juga jadi suami gue" sahut Kirana terlanjur santai
"Kalo dia nafsu sama elu, terus ngelakuin hubungan suami istri bagaimana kakakku sayang" kata Adrian yang sangat gemas dengan kakaknya yang terlanjur santai
"Ya udah, tinggal gue nikmatin bodoh amat si" jawab Kirana
Adrian seperti serangan jantung akan ucapan gila kakaknya. Kakaknya harus segera diobatin agar otaknya sembuh dan kembali ke jalur yang lurus.
"Wah dan sinting ya anda" ujar Adrian
"Adikku sayang, jika ada wanita yang menunjukan tubuhnya dengan suka rela di dalam kamarmu apa yang akan kau lakukan?" tanya balik Kirana
"Gue...gue coba dulu...eh maksudnya gue suruh pulanglah" jawab Adrian dengan gelagapan
__ADS_1
"Cih, dasar cowo pada munafik" sahut Kirana dengan sinis
"Cepat ngendarain mobilnya bodoh, gue mau tidur!" kata Kirana dengan nada marah