
Kirana menyuapi Zaidan dengan perlahan, ia tidak membiarkan pria itu untuk makan dengan tangannya sendiri.
"Udah Kirana, aku udah kenyang" ucap Zaidan merasa kekenyangan karena terus di suapi oleh Kirana.
"Dikit lagi biar gemuk" ucap Kirana terus menyuapi Zaidan.
Zaidan mencebik kesal. Padahal dia udah kenyang banget, tapi Kirana masih terus memaksanya.
"Udah Kirana" ucap Zaidan manja.
"Yaudah deh" seru Kirana mencium tangan Zaidan.
Kirana melanjutkan makannya, karena sejak tadi ia fokus menyuapi Zaidan.
Selang beberapa menit, tangan dan kaki Zaidan terasa sangat gatal dan wajahnya pun memerah. Kirana yang baru saja selesai makan, merasa khawatir melihat Zaidan yang menggaruk tangan serta kakinya.
"Kenapa by?" tanya Kirana khawatir, karena wajah Zaidan semakin merah dan timbul ruam merah di tangannya.
"Ini seafood?" tanya Zaidan menunjuk ke arah makanan yang baru saja mereka makan.
"Iya by, alergi?" tanya Kirana langsung paham, karena Adrian juga alergi seafood dan gejala yang ditimbulkan sama seperti Zaidan saat ini.
"Iya" jawab Zaidan terus menggaruk bagian tangannya yang gatal. Momen romantis mereka berubah menjadi rasa khawatir Kirana karena Zaidan terus menggaruk tangannya.
"Kita ke rumah sakit ya" ucap Kirana bersiap untuk menggendong Zaidan menuju mobilnya.
"Gak perlu, kita pulang aja ya" ucap Zaidan merasa tidak nyaman dengan rasa gatal di tangan serta kakinya.
"Tapi by"
"Shut..." ucap Zaidan menempelkan jarinya pada bibir Kirana dan menggeleng pelan.
Kirana sesuai permintaan Zaidan. Ia menggendong Zaidan keluar dari restoran, banyak mata yang tertuju pada perlakuan manis Kirana. Tak jarang ada saja orang yang iri dengan pasangan yang baru saja berbaikan itu.
Kirana membuka pintu mobil dan mendudukkan Zaidan disebelahnya serta dipakaikan seat belt. Saat Kirana ingin berbalik dan masuk ke dalam mobil, ia mencium terlebih dahulu bibir tipis Zaidan yang kebetulan terbuka.
"Ih Kirana, kebiasaan deh!" ucap Zaidan kesal, karena Kirana selalu mencuri kesempatan.
"Kan udah hak Kirana, Kirana mau minta bagian mana pun udah halal" goda Kirana kembali ******* bibir tipis Zaidan.
"Ih Kirana! Harus ya di parkiran? Walaupun sepi, tapi kan kita sebagai muslim punya rasa malu. Di rumah kan bisa!" ucap Zaidan cemberut membuat Kirana semakin gemas padanya.
"Iya maaf, habisnya bibir kamu godain aku terus" ucap Kirana lalu masuk ke dalam mobil.
"Mana ada aku godain" ucap Zaidan merasa tidak terima dibilang dialah yang menggoda Kirana. Padahal Kirana yang mencuri kiss nya.
"Lihat, gimana aku gak gemas dan ingin mencium terus, cara bicara kamu gemesin by" ucap Kirana menahan diri agar tidak mencium bibir Zaidan lagi.
Zaidan berpaling agar tidak di cium lagi oleh Kirana. Ia menatapnya luar jendela, menikmati night ride bersama Kirana.
"By" panggil Kirana membuat Zaidan menoleh.
"Kamu mau honeymoon kemana sayang?" tanya Kirana mengelus kepala Zaidan.
"Kemana aja asal sama kamu" jawab Zaidan manja.
"Mau di Indonesia atau ke luar negeri by?" tanya Kirana mencium tangan Zaidan.
"Di Indonesia aja ya, kalau di luar negeri aku udah sering, hehe" jawab Zaidan melepaskan seat belt nya agar bisa menyandar di bahu Kirana.
"Eh kok dibuka? Bahaya loh" ucap Kirana menghentikan mobilnya di tepi jalan.
"Ih kok berhenti sih! Aku kan pengen cepet sampai rumah terus berendam air hangat biar hilang gatalnya" ucap Zaidan manja dan mengerucutkan bibirnya.
"Berendam bareng?" goda Kirana membuat Zaidan mencubit lengannya.
Kirana meringis karena karena dicubit oleh Zaidan.
__ADS_1
"Aw, maaf by, sakit tau" ringis Kirana gantian menggigit pipi Zaidan.
Zaidan mencebik kesal karena digigit oleh Kirana, padahal tangan dan kakinya masih terasa gatal "Ish! Kebiasaan deh!"
"Impas dong kita" jawab Kirana santai.
Zaidan melihat-lihat sekelilingnya, ia menangkap ada seseorang sedang berjualan es krim. la pun merengek pada Kirana untuk dibelikan es krim tersebut.
"Kirana aku mau es krim" ucap Zaidan manja dan menggoyangkan lengan Kirana.
Kirana melirik sekilas ke arah Zaidan kemudian ia melihat jam tangan.
"Udah malem, besok aja ya by" tolak Kirana dengan lembut dan membuat Zaidan cemberut.
Zaidan menarik diri dari Kirana, padahal tadi dia sedang bersandar di dada bidang Kirana.
"Lo kok menjauh sih, by?" tanya Kirana menarik lengan Zaidan agar bersandar padanya.
"Au ah, aku mau pulang sekarang! Aku kesel sama kamu!" omel Zaidan dengan suara yang sangat manja, membuat Kirana semakin gemas padanya.
"Yaudah iya, bentar Kirana beliin tapi kamu harus ngasih hadiah ke aku, sebagai balasan deal?" tanya Kirana menaikkan sebelah alisnya.
"Kirana mau apa?" tanya Zaidan dengan wajah polosnya.
"ML, gimana? Setuju?" goda Kirana dengan smirknya membuat Zaidan bergidik ngeri.
Deg.
'Kenapa gue lupa kalau tuh gunung es udah cair? Mampus gue!' batin Zaidan mencelos begitu saja melihat Kirana yang sudah keluar dari mobil untuk membelikan Zaidan es krim.
Dengan segera Zaidan bertanya pada sahabatnya, ia sangat takut jika harus malam pertama malam ini. Zaidan mencari grup chat bernama 'Kumpulan Pria Cerdas'
Zaidan: Bro semua bantu aku, tolong
Arya (Rs): Kenapa?
Kak Calvin: Kenape lo?
Zaidan: Gimana ya bilangnya, Zaidan malu hiks...
Kak Bisma (Rs): Typing...
Kak Calvin: Cerita aja dek, kenapa?
Zaidan: Kalau berhubungan gitu, sakit gak kak?
Kak Bisma (Rs): Wah gue kurang tau dek, karena gue belum pernah wkwk. Tapi dari teori yang gue baca sih sedikit sakit
Arya (Rs): Sakit banget dek, kayak diterkam harimau gitu. Istriku aja sampai demam selama dua hari, sesudah berhubungan. Apalagi Kirana tipe cewek yang dingin, awas main kasar dia
Kak Calvin: Wah, ngadi-ngadi lo sin! Mana ada kayak diterkam harimau, emang sakit sih kalau baru pertama tapi yang main kasar.
Arya (Rs): Emang sakit loh vin. Makanya dek, waktu di stase obgyn jangan kabur ke pediatric atau bedah! Ribet kan lo.
Bukan mendapat jawaban yang pasti dari sahabatnya, Zaidan malah di takut-takuti oleh mereka. Zaidan menutup aplikasi chatnya dan pikirannya melayang memikirkan apa yang dikatakan oleh Arya.
'Kalau beneran sakit kayak diterkam harimau gimana? Besok aku kan harus ke Lombok!, Kirana pasti gak ada jagain' batin Zaidan was-was. Keringat mulai bercucuran dari pelipis Zaidan, padahal cuaca sedang dingin dan AC mobil ini juga menyala.
Kirana kembali masuk ke dalam mobil dengan membawa satu corn es krim rasa coklat dan langsung diberikan pada Zaidan.
"By, ini es krim kamu" ucap Kirana memberikan es krim tersebut pada Zaidan. Namun pria itu malah bengong memikirkan hal yang dikatakan oleh sahabatnya.
"By? Kamu kenapa? Kok keringetan?" tanya Kirana khawatir dan mengelap keringat Zaidan menggunakan tisu.
"Gak apa-apa kok, kita pulang sekarang ya. Aku mau cek lagi barang-barang untuk besok" ucap Zaidan mencoba untuk tenang, walaupun pikirannya sudah melayang jauh.
Sesampainya di rumah, Kirana tidak membiarkan Zaidan untuk berjalan. Ia langsung menggendong Zaidan ala bridal style sampai di kamar mereka.
__ADS_1
Kirana menurunkan Zaidan di pinggir tambahan, ia mengambil sekotak hadiah persembahan dari Adrian yang belum sempat dikenakan oleh Zaidan.
"Kirana mau kamu pakai ini" ucap Kirana menyerahkan kotak tersebut pada Zaidan.
"Apa ini by?" tanya Zaidan penasaran dengan isi kotak tersebut.
"Buka dan lihatlah sendiri, aku mau ambil wudhu untuk sholat taubat dan sholat sunnah dua rakaat. Kamu juga ikut aku sholat ya, sebelum pakai itu" ucap Kirana mengelus pipi Zaidan kemudian berlalu menuju kamar mandi.
Setelah Kirana selesai membersihkan diri, giliran Zaidan yang membersihkan diri dan mengambil wudhu untuk sholat taubat bersama Kirana.
"Udah by?" tanya Kirana yang sudah siap dengan perlengkapan sholatnya.
"Hah? Ah iya, udah" jawab Zaidan sedikit canggung.
Mereka berdua melaksanakan sholat taubat terlebih dahulu, disusul dengan sholat sunnah dua rakaat pertanda Kirana benar-benar memberikan haknya.
Setelah selesai sholat, Kirana membereskan perlengkapan sholatnya dan meminta Zaidan untuk memakai hadiah dari Adrian untuk dirinya yang akan dipakai oleh Zaidan.
Zaidan masuk ke dalam kamar mandi dan melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut sehingga Kirana tidak sabar melihat Zaidan mengenakannya.
"Hah? Baju apa ini?" tanya Kirana dengan mata terbelalak melihat baju tidur yang ada di tangannya.
Zaidan tidak mau memakai baju tersebut, dia masih ingat nasehat papanya yang tidak memperbolehkannya untuk memakai baju ketat dan seksi seperti baju yang diberikan oleh Kirana.
Pintu kamar mandi terbuka, Kirana yang sudah excited melihat penampilan Zaidan harus kecewa karena pria itu keluar dengan menggunakan piyama.
"Maaf Kirana, aku gak bisa pakai itu"ucap Zaidan menunduk. Ia tidak berani menatap wajah Kirana karena ia takut kalau Kirana akan marah.
"Kenapa sayang? Kamu gak suka?" yang Kirana menghampiri Zaidan dan membawanya ke tepi tambahan.
"Papa pernah bilang ke aku, kalau aku gak boleh pakai baju ketat seperti itu, apalagi di depan gadis" jawab Zaidan masih menunduk.
Kirana tersenyum mendengar ucapan Zaidan, ternyata pria itu terlalu naif padahal ia tinggal selama bertahun-tahun di luar negeri.
"Masya Allah tabarakallah, ternyata suami Kirana terlalu polos ya" ucap Kirana tertawa kecil dan mendongakkan dagu Zaidan.
"Sayang, denger ini ya kamu itu udah jadi milik Kirana, kamu jadi milik Kirana setelah kamu mengucapkan kata Qobiltu. Saat itulah semua tanggung jawab atas diriku berpindah pada kamu, dan jika kamu memakai baju ketat juga gak masalah sayang, karena kamu sudah sepenuhnya milik Kirana begitupun sebaliknya Kirana sepenuhnya milik kamu" jelas Kirana mengelus kepala Zaidan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Tapi aku gak mau pakai itu Kirana, apa kamu bakal marah?" tanya Zaidan ragu.
Kirana terkekeh pelan sambil menguyel-uyel pipi Zaidan. "Kalau kamu gak mau, yaudah gak apa-apa kok, tapi Kirana boleh kan memberikan hak mas malam ini?" tanya Kirana kembali. Ia tidak ingin melakukannya secara sepihak dan membuat Zaidan tidak nyaman.
"Sakit gak Kirana? Kata kakak dokter seniorku di rumah sakit, seperti di terkam harimau. Emang iya ?" tanya Zaidan dengan polosnya.
Kirana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia bingung kenapa Zaidan sangat amat polos padahal usianya sudah matang.
"Kirana bakal pelan kok, insya Allah gak sakit kalau kamu santai, lagian yang seharusnya merasakan sakit ya aku" ucap Kirana meyakinkan Zaidan yang sudah was-was sejak tadi. Kirana baru paham kenapa pria itu berkeringat waktu menunggunya membeli es krim, ternyata ia di jahili oleh sahabatnya.
"Yaudah aku mau, tapi jangan sakit ya" ucap Zaidan menautkan jarinya sendiri.
"Iya, siapa yang memulainya duluan?" tanya Kirana
"Kamu aja, aku ikut saja" ucap Zaidan karena dia benar-benar gak paham tentang hal itu.
Kirana tersenyum dan memegang kepala Zaidan untuk dibacakan doa seperti sunnah Rasul. Setelah itu ia ******* bibir Zaidan dengan lembut dan memberikan kissmark di leher Zaidan.
Zaidan memejamkan matanya dan membiarkan Kirana melakukan apa yang ia inginkan. Kirana merubah posisinya dan merebahkan Zaidan secara perlahan.
Hanya Allah dan binatang kecil yang mengetahui apa yang terjadi selanjutnya di kamar pengantin yang baru menikah beberapa hari yang lalu.
Akhirnya setelah sekian lama menahan diri dari pacaran, akhirnya mereka berdua merasakan cinta yang halal.
Zaidan terlelap dalam tidurnya karena kelelahan dibuat oleh Kirana.
"Terimakasih sayang, malam ini adalah first night bagi kita. Setelah ini Kirana harus menunggu lagi selama dua bulan, semoga Kirana kuat ya" ucap Kirana terkekeh dan mengecup puncak kepala Zaidan.
Setelah itu, Kirana juga tertidur dengan memeluk Zaidan dengan erat agar pria itu tidak terjatuh ke lantai.
__ADS_1