Mengejar Cinta Istriku Kirana

Mengejar Cinta Istriku Kirana
Kamar


__ADS_3

Kirana melangkah diam-diam memasuki kamar calon suaminya, ia mengendap-endap seperti orang pencuri. Kamar calon suaminya sangat besar, ia melihat Zaidan sedang berada diruang ganti miliknya. Ia menatap sebentar punggung kekar calon suaminya yang sedang mencoba-coba semua baju miliknya itu. Menurut Kirana, calon suaminya macam perempuan saja, milih-milih baju yang cocok. Dirinya yang perempuan saja tak seperti itu. Kirana tak peduli, ia harus memikirkan agar rencananya berhasil


"Aduh tubuh ku gatal" teriak Kirana seraya melirik Zaidan


Zaidan yang mendengar suara orang berteriak, segera menghampirinya dan melihat calon istrinya yang baru ia temui, sedang berada didekat diranjang miliknya. Ia mendekat kearah Kirana yang sedang mengarukan seluruh badannya, Zaidan tak tak harus bagaimana. Ia sangat bingung karena kedatangan tiba-tiba calon istrinya dikamar pribadi miliknya.


"Kenapa kau ada disini Kirana?" tanya Zaidan


"Tubuh ku gatal-gatal Zaidan, jadi aku ingin memeriksa tubuhku" bohong Kirana


"Kenapa gak ditoilet?" tanya Zaidan dengan raut wajah yang bingung


"Toilet mu jauh, tubuh ku sudah gatal. Jadi aku keruangan yang dekat saja untuk memeriksa tubuhku, tapi aku tidak tau kalo ruangan ini kamar mu" alibi Kirana


"Dikamar ku ada toilet, periksalah sana ditoilet kamarku" kata Zaidan yang masih melihat Kirana mengarukan tubuhnya


Kirana lupa kalo yang ia datangi adalah rumah orang kaya, yang mana setiap kamar ada kamar mandinya. Kirana harus memikirkan dengan sangat cepat, waktunya sangat tidak banyak untuk ia bisa berada dikamar Zaidan. Kirana pun memasuki kamar mandi, didalam kamar mandi Kirana terus saja memikirkan cara agar rencana membuktikan Zaidan gay atau tidak, berhasil.


"Zaidan tolong aku" teriak Kirana didalam kamar mandi


"Apa" sahut Zaidan


"Masuklah ke kamar mandi dulu" teriak Kirana lagi

__ADS_1


"Tidak bisa, masa aku masuk ke kamar mandi" jawab Zaidan dengan raut wajah yang bingung akan ucapan calon istrinya yang menyuruh ia untuk masuk ke kamar mandi


"Cepat Zaidan gatal" teriak Kirana dengan nada yang kesal karena calon suaminya menolak


"Tidak, aku akan memanggilkan pembantu saja untuk membantu mu" balas Zaidan


"Jangan Zaidan" teriak Kirana yang sudah keluar dari kamar mandi


Zaidan tertegun ditempat, untuk pertama kalinya ia melihat tubuh wanita didepan matanya sendiri. Calon istrinya benar-benar diluar dugaannya.


Kirana melihat raut wajah Zaidan dengan seksama, Zaidan pasti tergoda dengan diriku yang sangat seksi ini. Inilah rencana Kirana yang sudah ia siapkan sedari tadi dirumah. Ia mengunakan mantel tadi hanya untuk menutupi dirinya yang mengunakan lingerie tipis berwarna merah, yang mana masih memperlihatkan aset berharga miliknya. Zaidan seharusnya sangat senang, ia dengan sukarela memperlihatkan tubuh seksinya kepada Zaidan.


Mantannya dahulu sangat ingin Kirana tampil seksi, tapi ia selalu menolak. Tapi karena masalah yang sangat penting ini, ia jadi harus melakukannya. Kirana melangkah mendekati Zaidan yang masih berdiam diri ditempat. Ia harus segera merayu calon suaminya, agar ia bisa membuktikan ucapan adiknya sangat salah besar.


"Ada apa?" tanya Zaidan yang masih bingung dengan situasi yang terjadi hari ini


"Punggung ku gatal, coba periksa apa ada sesuatu?" tanya Kirana dengan nada dibuat manja


"Tidak ada apapun di punggungmu" sahut Zaidan seraya melihat punggung Kirana yang putih dan mulus


Kirana yang merasa kesal karena calon suaminya sangat tidak merespon dirinya yang tampil seksi ini. Kirana pun memutarkan tubuhnya, agar saling berhadapan dengan calon suaminya. Kirana masih yang mengunakan lingerie merah, manatap calon suaminya dengan inteins. Kirana dengan sangat berani mendekatkan tubuhnya agar ia bisa mengetahui, respon tubuh Zaidan saat menatap dirinya yang sangat seksi ini.


Tapi Kirana kesal melihat Zaidan yang malah memundurkan langkahnya saat dirinya semakin dekat. Pikiran Kirana berkecambuk, didalam pikiran Kirana ia menduga kalo Zaidan benar-benar gay seperti ucapan adiknya itu. Tapi Kirana tak pantang menyerah, untuk membuktikan kalo Zaidan bukan gay. Kirana manarik tangan Zaidan, lalu dengan berani Kirana mengalungkan tangannya ke leher milik calon suaminya.

__ADS_1


Zaidan sama sekali tidak tau harus berbuat apa, ia hanya berdiam ditempat. Zaidan tak pernah sedekat ini jaraknya ketika bersama perempuan, kecuali mamahnya. Zaidan dengan sangat berusaha menghindar dari Kirana, ia tak ingin Kirana berfikir dirinya mencari kesempatan saat seseorang sedang kesulitan. Makin membuat dirinya shock, Kirana mengalungkan tangannya ke leher miliknya, ia sangat tidak tau kalo Kirana bisa agresif seperti sekarang ini hanya karena tubuhnya gatal. Ia benar-benar tak bisa berfikir karena ulah calon istrinya ini.


"Zaidan kau tak merasakan apa gitu?" tanya Kirana dengan raut wajah bingung karena calon suaminya tak menunjukan sifat normal laki-lakinya.


"Rasa apa?" tanya Zaidan balik


"Hati mu tidak berdebar-debar apa?" tanya Kirana seraya menatap mata indah milik calon suaminya


"Tidak" balas Zaidan


"Apa kau tidak merasa tegang karena merasakan sesuatu gitu?" tanya Kirana dengan raut kesal


"Aku tidak merasakan apapun itu" balas Zaidan sangat masih bingung dengan arah pembicaraan calon istrinya


Kirana yang sifatnya sangat tidak sabaran, akhirnya memutuskan ingin keluar dari kamar ini. Ucapan adiknya benar, kalo calon suami yang ada dihadapanya benar-benar gay. Buktinya Zaidan tak merespon sama sekali, tentang aksinya dengan balutan lingerie merah. Ia melangkah untuk mengambil mantelnya yang menutupi lingerie seksi miliknya. Hati Kirana sudah benar-benar dongkol, ia harus segera bilang ke couple singa dan keluarga Assaba, kalo anaknya dan calon mantu kesayangannya adalah seorang gay.


Kirana yang ingin melangkah, tangannya dicekal oleh Zaidan. Ia mengerutkan keningnya bingung. Dan brak.... Kirana yang belum siap menerima pergerakan tiba-tiba dari calon suaminya, merasa sangat terkejut. Yang paling membuat Kirana shock, ia berada didekapan calon suaminya. Kirana senang karena Zaidan merespon dirinya. Tubuh Kirana tertutupi oleh tubuh Zaidan yang lumayan besar, dari pada tubuhnya yang terbilang langsing alias kecil.


Klek


"Wah sepertinya kami menganggu kemesraan kalian ya" tanya Calvin yang melihat adiknya dengan calon Istrinya saling berpelukan mesra


Kirana sungguh terkejut dengan kedatangan Calvin, yang masuk begitu saja. Kirana menatap Zaidan dengan sangat inteins. Kalo bukan karena Zaidan, mungkin dirinya juga memperlihatkan tubuhnya kepada kakaknya Zaidan yaitu Calvin. Entah kenapa jantung Kirana berdegup, atas perilaku calon suaminya.

__ADS_1


Zaidan mendengar langkah kaki seseorang yang semakin mendekati kamar miliknya, Zaidan segara menarik calon istrinya, ia membawa Kirana kedalam pelukannya. Ia sangat takut kalo kakaknya datang ke kamar miliknya, kakaknya tak pernah mengetuk kamar miliknya. Dan benar saja kakaknya datang. Untung ia sudah memeluk Kirana, hingga ia bisa menutupi seluruh tubuhnya yang hampir polos.


__ADS_2