
Jarum jam menunjukan pukul 22.00 malam, Kirana melangkah dengan saat perlahan. Ia sudah sangat lama tidak balapan mobil, jadi dirinya ingin balapan sambil menghilangkan rasa frustasi akibat dari sikap sok polos calon lakinya. Harusnya Kirana bisa keluar dari rumah ini dengan sangat mudah, tapi kunci jendelanya masih berada ditangan adiknya yang super nyebelin.
Tap..Tap
Kirana perlahan melangkah, seraya melihat sekitar takut ada yang melihat dirinya ini. Kirana akhirnya berhasil keluar pintu rumahnya dan Kirana melangkah menuju garasi yang mana ada mobil kesayangannya.
Saat ia menatap mobil miliknya, betapa terkejutnya ia. Ban mobilnya bocor dan ia melihat ada lubang di ban mobilnya. Ia sangat nyakin kalo ini disengaja. Karena dirinya selalu merawat semua benda kesayangannya dengan penuh cinta dan kehati-hatian. Kirana yang niatnya meredakan rasa frustasi dalam dirinya, malah semakin membuat ia marah dan rasanya ingin mengamuk.
Brak..
Kirana dengan sangat kasar membuka pintu kamar adiknya, dan melihat sang adik masih bermain game. Memang Kirana tidak tau siapa pelakunya, tapi ia ingin melampiaskan rasa marahnya kepada adiknya yang nyebelin. Kirana melangkah mendekat kepada Adrian, dan menarik rambut Adrian dengan sangat kencang, yang membuat sang pemilik rambut terpekik kaget, saat seseorang tiba-tiba menariknya. Adrian melihat kakaknya adalah pelaku dari penarikan rambut miliknya. Ia pun mencekal tangan kakaknya, agar tak melakukan kekerasan lagi. Adrian berusaha menghindar dari amukan gila sang kakak.
"Adrian siapa orang yang sangat berani membuat ban mobil gue bocor!" Kata Kirana
"Mau balapan mobil ya lu, syukurin tuh bocor deh" balas Adrian malah semakin membuat sang kakak marah
Kirana yang semakin marah, mengambil tongkat bisbol dan mengarahkannya ke arah Adrian berada. Adrian yang melihat dibuat merinding dengan tingkah bara-bar kakaknya yang akan menganiaya adiknya sendiri.
"Kakakku yang cantik, tarik nafas dan keluarkan" kata Adrian berusaha menenangkan emosi kakaknya
Kirana menatap adiknya, ia benar-benar butuh pelampiasan rasa amarahnya. Dan adiknya sangat cocok dijadikan samsak untuknya.
"Bapak elu kali yang ngelakuin itu semua, terakhir kali mobil elu kan dihancurin couple singa dan berkemungkinan bapak mu yang ngelakuin itu" sahut Adrian
__ADS_1
Kirana berfikir sejenak, yang hanya berani couple singa doang. Kalo adiknya tak mungkin berani pada dirinya, apalagi menyentuh mobil balapan miliknya. Jika adiknya berani merusak mobil kesayangannya, ia akan memotong habis aset berharga milik adiknya itu. Kirana pun hanya bisa menghela nafas, tak mungkin kan dirinya mengamuk pada couple singa, bisa-bisa dirinya dikeluarkan dari hak penerima warisan. Kirana hanya menatap adiknya dengan sinis.
"Apa lu natap gue, ngajak ribut" kata Kirana yang membuat Adrian mengelengkan kepalanya
"Kakakku tersayang, mungkin ayahanda Aarav melakukan ini semua demi kebaikan dirimu, agar kakakku Kirana tak melakukan hal aneh menjelang acara pernikahan" ujar Adrian berusaha membuat kakaknya mengerti
"Malas gue sama calon laki, masa jadi laki gak nafsuan" curhat Kirana
"Elu buktiin lagi kalo calon kakak ipar gue itu bukan gay, besok mereka mau datang. Jadi elu bisa buktiin dirumah ini, elu kurung si Zaidan dalam kamar dan lakukan aksinya sampai elu puas kalo Zaidan nafsuan sama elu" ujar Adrian gemas karena kakaknya masih mempermasalahkan Zaidan yang tak bergairah sama Kirana
"Buktiinya gimana?" tanya Kirana antusias saat membayangkan dirinya akan menyentuh Zaidan lagi
"Kakakku sayang, ingat tidak yang adik tampan mu bilang kalo Zaidan itu gak pernah pacaran, mungkin elu yang harus agresif mengambil tindakan agar Zaidan merespon" saran Adrian
"Elu belai tubuhnya Zaidan gak?" tanya Adrian yang dijawab gelengan kepala oleh Kirana
"Terus gue harus apa dong?"tanya Kirana meminta pendapat adiknya itu
"Gue punya ide, tapi ada syarat" kata Adrian yang membuat Kirana mendengus sebal karena keribetan adiknya
"katakan" sahut Kirana yang penasaran akan ide yang keluar dari otak bodoh milik adiknya itu
"Minjam kartu debit atau kredit elu dong kakaku yang cantik dan bohay" ujar Adrian
__ADS_1
"Emang kemana punya elu bocah?" tanya Kirana
"Ditangguhkan oleh couple singa" kata Adrian yang meringis akan nasibnya
"Karena gua baik dan berhati mulia jadi gue kasih" sahut Kirana seraya tertawa terbahak-bahak mendengar penderitaan adiknya itu.
"Idenya apa?" kata Kirana yang masih sedikit tertawa seraya menyerahkan kartu debit miliknya dan menyerahkan kepada Adrian
"Coba elu sedikit sentuh Zaidan, mungkin elu pegang dadanya, atau yang paling bagus ya elu harus ciuman sama Zaidan" kata Adrian yang membuat sorot mata Kirana berbinar-binar kesenangan
"Oke gua sanggup kalo gitu. Bye adikku sayang kakak mu mau tidur dulu, agar perisiapan untuk malam pertama sama ayang beb yang hot itu sempurna dilaksanakan" ucap Kirana seraya tersenyum girang
Adrian hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah kakaknya yang tadi marah-marah berubah menjadi kesenangan, saat dirinya mengatakan harus sentuh Zaidan senangnya minta ampun, kaya orang gila belaian laki-laki. Seharusnya calon kakak iparnya yang sangat agresif, tapi ini malah cewenya yang sangat nafsuan ingin disentuh oleh calon lakinya itu. Adrian yang berharap besok calon kakak iparnya, mau nyentuh tuh cewek yang kurang belaian itu.
Adrian masih merasa heran kenapa kakaknya jadi cewek yang kurang belaian laki-laki, apa si Zaidan mempunyai sesuatu hingga membuat kakaknya sangat tertarik dan terpikat akan calon suaminya itu. Ia sangat ingat kakaknya sangat marah kalo pacarnya yang dahulu menyuruhnya memakai baju seksi atau yang sedikit terbuka. lah ini sekarang malah suka rela buka-bukaan.
Adrian merasa pusing memikirkan kakaknya itu, ia berharap Kirana segera menikah agar dirinya damai dan sentosa dirumah ini, karena saat sudah menikah pasti kakaknya akan meninggalkan rumah besar ini.
Tiba-tiba Adrian terkekeh geli, saat ia mengingat kalo dirinyalah yang membuat mobil kakaknya rusak.
" Maafkan anak mu ini raja singa yang menyebutkan namamu, agar pria tampan ini berhasil keluar dari amukan macan betina yang kaya lagi pms, karena marahnya tadi sangat menakutkan " ucap Adrian
Kirana sangat senang untuk pertama kali mendengar saran adiknya yang sangat masuk akal dan yang paling membuat dirinya sangat happy. Dengan langkah riang ia memasuki kamarnya, Kirana melihat isi lemari pakainya. Ia harus mempersiapkan diri dan yang paling utama aroma mulutnya harus harum, karena ia mau ciuman sampai lama sama calon lakinya itu. Ia harus benar-benar serius kali ini, agar dirinya berhasil melihat Zaidan bergairah akan dirinya yang sangat seksi ini. walupun masih ada sedikit rasa kalo calon suaminya itu benar-benar gay, tapi hati yang paling terdalam dan termuni mengatakan kalo calon suamiku itu tidak gay, seperti yang dituduhkan oleh adiknya yang nyebelin itu.
__ADS_1