Mengejar Cinta Lelaki Sederhana

Mengejar Cinta Lelaki Sederhana
Bab 53 Ketahuan


__ADS_3

Ketahuan


Lama kelamaan Alex pun curiga, karena Aurel sekarang berani pergi sendirian dan tidak lagi membutuhkan bantuannya.  Karena biasanya, walaupun mereka sedang bermusuhan. Jika gadis itu membutuhkan bantuan maka Aurel akan mencari dirinya. Tetapi sudah satu minggu ini Aurel mandiri.


"Ada apa dengan Aurel? Apakah dia masih marah kepadaku?" gumam Alex dengan bertanya-tanya. Apalagi setelah kejadian di mobil, Aurel tidak berani kepadanya. Gadis itu tidak akan membuka suaranya jika ia tidak bertanya, dan jika menjawab Aurel akan menunduk.


Biasanya Aurel akan mengeluarkan pertanyaan tidak jelasnya atau pun celoteh konyolnya jika gadis itu sedang bersama dirinya. Tetapi kali ini tidak, gadis itu lebih menjadi pendiam. Hingga membuat Alex berpikir, mungkin saja suasana hati Aurel sedang tidak baik.


"Apa aku ke rumahnya saja, ya?" monolognya.


Mungkin saja ke rumah Aurel dengan membawa bubur kesukaan gadis itu dan menghiburnya, Aurel bisa menjadi lebih ceria lagi. Ia tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya, bukan?


Alex segera bersiap-siap, karena sore ini ia akan berkunjung ke rumah Aurel. Di perjalanan, ia mampir ke salah satu toko yang menjual bubur kesukaan gadis itu, Alex membeli dengan


jumlah yang lumayan banyak.


Hari ini Aurel dan Farel berencana untuk jalan-jalan. Suasana hati Aurel sangat baik, ia senang ketika membaca pesan dari Farel yang ternyata mengajaknya untuk jalan-jalan. Aurel segera menyiapkan segalanya, ia harus tampil sempurna. Menjalani hubungan bersama Farel hingga satu minggu, membuat Aurel sangat senang. Apalagi Farel selalu ada di sampingnya saat ia membutuhkan sesuatu, lelaki itu berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh gadis itu..


Setiap hari, Farel mengajak Aurel bertemu walaupun hanya sebentar. Tetapi perlakuan itu sangat spesial untuk gadis itu. Aurel merasa seperti dibuat melayang oleh Farel. Apalagi dengan perilaku dan sifat lelaki itu yang semakin hari semakin manis, membuat Aurel jatuh berkali-kali ke dalam pesona Farel.


Saat ini Farel sedang di depan rumah Aurel, ia mengantar gadis itu pulang setelah mengajak berjalan-jalan. “Aku pulang, ya?” pamit Farel sembari menatap Aurel yang sedang tersenyum di depannya.


Aurel tidak berhenti menebar senyumannya ketika sedang bersama Farel. Sepertinya gadis itu sangat senang sekali.

__ADS_1


“Iya, hati-hati ya.”


Setelah berpamitan dengan Aurel, Farel pergi. Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi Alex melihat kegiatan mereka di dalam mobil dengan jarak yang lumayan jauh dari rumah Aurel. Hati Alex terbakar melihat itu, padahal ia sudah berbicara kepada gadis itu untuk jangan berhubungan lagi dengan Farel. Tetapi sepertinya Aurel memilih untuk tidak mendengarkannya dan memilih untuk berhubungan dengan lelaki itu, dan hubungan mereka terlihat lebih dekat lagi.


Tangan Alex mencengkeram setir dengan erat, rahangnya mengetat. Aurel sungguh membuat kesabarannya habis. Alex menjalankan mobilnya dan berhenti tepat di depan Aurel.


Alex segera turun dari mobilnya, ia menghampiri Aurel yang masih berada di depan pintu. “Aurel!”


Alex mencekal tangan Aurel ketika gadis itu akan masuk ke dalam rumah. “Kenapa kamu pergi bersama lelaki itu? Kan sudah aku bilang untuk jauhi dia,” ucap Alex dengan nada tinggi.


“ Apakah ada masalah? Aku juga sudah bilang kepadamu, aku butuh bersosialisasi. Jika kamu terus melarangku untuk tidak dekat dengan orang lain, aku tidak akan memiliki teman."


Aurel kini sudah mulai berani lagi kepada Alex. Bahkan ia pun menjawab ucapan Alex dengan nada tinggi.


Mendengar itu, tentu saja Alex murka. Apalagi saat Aurel menghempaskan tangannya begitu saja, membuat amarah Alex menaik.


Karena sudah tidak tahan lagi dengan sifat Alex yang seperti membatasi setiap pergerakannya, Aurel pun menjawab dengan menggebu-gebu. "Iya! Aku mempunyai hubungan dengan Farel. Kami telah menjalani hubungan ini selama satu minggu, dan aku bahagia dengannya."


Mendengar jawaban Aurel, Alex tentu saja murka. Kenapa bisa gadis itu menyukai Farel? Padahal Alex sudah semaksimal mungkin untuk selalu ada disisi Aurel.


"Jika begitu, putuskan hubungan kalian. Aku yakin Farel tidak bisa menjagamu dengan baik," balas Alex yang masih menggunakan nada baik-baik memberikan penjelasan pada Aurel.


"Aku tidak mau. Kenapa kamu menyuruhku putus? Aku baru saja menjalin hubungan, aku tidak mau mendengarkanmu."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Aurel masuk ke dalam rumah meninggalkan Alex yang terdiam sendirian sembari mengepalkan tangannya penuh emosi. Alex akhirnya masuk ke dalam mobilnya dan menuju pulang.


Di dalam mobil, Alex mengacak rambutnya. Ia bingung harus melakukan apalagi, sekarang ini saja Aurel sudah menjalin hubungan dengan Farel tanpa dirinya tahu. Dan sialnya, ia baru tahu setelah satu minggu.


Selama berada di rumah, Alex terus uring-uringan. Ia tidak mau keluar dari kamarnya, untuk makan sekalipun. Hal itu membuat James dan Kimberly bingung dengan keadaan putranya. Tidak biasanya Alex seperti ini, biasanya Alex pergi jika tidak ada pekerjaan atau tugas di rumah. Pastinya lelaki itu akan pergi ke rumah Aurel.


Akan tetapi, sifat Alex hari ini sukses membuat kedua orang tuanya bingung dan khawatir. Saat ini Kimberly berada di depan kamar Alex dengan membawa nampan yang berisi makanan. Dari sore lelaki itu tidak keluar dari kamarnya


Kimberly mengetuk pintu kamar putranya. “Alex, buka dulu pintunya. Mami ingin berbicara kepadamu,” ucap Kimberly dengan sedikit berteriak.


Sudah berkali-kali Kimberly memanggil Alex, tetapi lelaki itu tidak kunjung keluar juga. James yang melihat itu pun jengah. “Biarkan aku saja yang memanggilnya.”


Kimberly mengangguk, ia meminggir untuk memberi akses kepada James. “Alex, kamu memilih keluar atau Papi akan memberimu hukuman?”


Mendengar ancaman James, Alex segera membukakan pintunya. Ia dapat melihat James yang menatapnya dengan tajam dan Kimberly yang menatapnya penuh khawatir.


“Ayo makan dulu, sedari tadi kamu terus mengurung diri di kamar.” Kimberly menyuruh Alex kembali masuk ke kamar diikuti James.


“Apakah kamu ada masalah? Ayo ceritakan pada Mami,” ucap Kimberly, ia tahu Alex seperti ini bukan tanpa sebab.


Hingga pada akhirnya, Alex menceritakan semuanya kepada James dan Kimberly. Mendengar cerita putranya, mereka langsung memanggil Mario untuk membicarakan tentang hal ini.


“Dari cerita Alex, bagaimana dengan perjodohan yang telah kita rencanakan, Mario? Apakah masih akan diteruskan? Sedangkan Aurel sudah mempunyai lelaki lain,” ucap James meminta kepastian.

__ADS_1


“Kalian tenanglah dahulu. Perjodohan ini akan tetap dilanjutkan, aku akan membicarakan dengan Aurel,” jawab Mario. Bagaimana pun juga, Alex adalah lelaki yang nantinya akan menjadi menantu dirinya. Walaupun dalam hatinya, Mario masih terkejut mendengar cerita dari Alex.


 


__ADS_2