Mengejar Cinta Lelaki Sederhana

Mengejar Cinta Lelaki Sederhana
Bab 57 Aurel Terluka


__ADS_3

 Aurel Terluka


Farel terjatuh dengan memegangi ujung bibirnya yang berdarah akibat serangan Alex yang tiba-tiba. Padahal baru saja ia mau memasuki toko. Farel menoleh kepada Alex yang menonjoknya tanpa alasan, apalagi saat ini Alex menatapnya dengan tajam dengan penuh permusuhan. Sedangkan ia tidak tahu apa salah dirinya, hingga membuat lelaki itu marah seperti ini. 


Farel bangkit dari tanah akibat tonjokan Alex yang sangat tiba-tiba. Ia membalas tatapan Alex yang tajam itu, ia dapat melihat kobaran emosi di mata lelaki itu. Yang pasti, Farel tidak mengerti dengan semua ini. Semuanya terjadi begitu cepat dan mendadak, membuat dirinya tidak bisa menghindar dari serangan Alex.


“Ada apa dengan dirimu? Tiba-tiba saja menyerangku tanpa memberikan penjelasan,” ucap Farel mengusap ujung bibirnya yang berdarah dengan punggung tangannya, membuat tangannya terkena noda merah.


“Aku tahu pasti kamu adalah penyebab Aurel menjadi pendiam sampai sekarang. Apa saja yang kamu katakan kepadanya, hah?!” cecar Alex dengan nada tinggi. Ia sungguh tidak suka mendengar ucapan Aurel pada saat itu. 


Menurut Alex, Aurel sudah menjadi gadis yang sangat sempurna. Di mata Alex, Aurel adalah gadis cantik dengan sejuta rasa cerianya yang membuat orang bahagia. Melihat ucapan tidak percaya diri karena lelaki di depannya saat ini, Alex merasa kesal dan marah.


“Aku tidak mengatakan apa-apa kepadanya. Aku hanya bicara kalau dia gadis yang sangat manja dan juga lemah,” jawab Farel yang berhasil menyulut emosi Alex. 


Alex tidak suka jika ada seseorang yang berbicara buruk tentang Aurel. Ia akan membuat orang itu menyesali ucapannya karena telah mengatakan hal seperti itu. Alex menarik kerah baju Farel.


“Kamu tidak berhak mengatakan hal buruk tentang Aurel!” desis Alex. Di matanya terdapat kobaran api yang membara, tidak terima akan ucapan Farel yang mengatakan tentang Aurel. 


Aurel adalah gadis cantik yang menjadi sumber kekuatannya. Alex yang menjaga dan menemani Aurel, gadis itu tidak boleh sakit hanya karena ucapan orang asing yang baru saja masuk ke dalam hidup mereka. 


Alex menghempaskan cengkeramannya pada kerah Farel dengan kasar, hingga lelaki itu sendiri sampai akan terjatuh. Farel menatap Alex dengan tajam. Memang kenapa jika ia berbicara seperti itu? Apakah ada masalah bagi lelaki di depannya ini? 

__ADS_1


“Memang ini ada hubungannya denganmu?” tanya Farel seolah ini semua tidak ada hubungannya dengan Alex dan lelaki itu tidak berhak untuk marah kepada dirinya.


Karena tidak tahan lagi dengan Farel, Alex langsung melayangkan tonjokan di pipi lelaki itu. Farel kembali terjatuh, ia tidak bisa mengelak serangan yang terlalu tiba-tiba dari Alex.


Karena tidak terima, Farel pun membalas pukulan Alex. Mereka akhirnya saling pukul, tidak peduli saat ini mereka berdua ada di mana.


Sedangkan Aurel saat ini sedang dalam perjalanan untuk menuju toko butik tempat Farel bekerja. Kali ini bukan untuk bertemu dengan lelaki itu, tetapi ia memang membutuhkan baju yang dijual di toko butik. 


Namun, tidak sengaja matanya menangkap dua lelaki yang sedang saling pukul satu sama lain. Ia mengenal kedua lelaki itu, dengan raut wajah panik Aurel menghampiri keduanya.


"Sudah berhenti bertengkar seperti ini!" pekik Aurel yang sedang berusaha untuk memisahkan mereka berdua. Ia ingin menarik Alex, tetapi Farel akan terus menghajar lelaki itu. Dan begitu pun selanjutnya.


Tentu saja hal itu membuat Aurel pusing. Ia melihat ke sekitarnya, di sana ada beberapa orang yang hanya menonton tanpa melakukan tindakan. Aurel menghela nafasnya kasar, jika sudah begini ia harus bagaimana?


Akan tetapi cara Aurel tidak berhasil. Karena terbakar amarah, Farel tidak memedulikan Aurel yang saat ini sedang berada di tengah-tengah mereka. Saat ia ingin memukul Alex, tetapi malah terkena Aurel.


Aurel seketika jatuh ke tanah karena terkena pukulan dari Farel tepat di hidungnya, dan itu membuat hidung gadis itu berdarah. Aurel memegang hidungnya yang seperti mengeluarkan cairan kental, lalu ia lihat. Seketika tubuhnya bergetar melihat darah yang ada dijarinya, badannya melemas.


Mereka menghentikan acara pertengkarannya ketika melihat Aurel jatuh. Alex langsung saja membantu Aurel untuk berdiri, ia mengelap darah yang keluar dari hidung Aurel agar tidak menetes mengenai baju gadis itu. Alex dapat merasakan tubuh Aurel semakin melemas saat badan gadis itu tidak mampu menopang tubuhnya sendirian.


“Kamu boleh memukulku, tetapi jangan sampai kamu melukai Aurel. Lancang sekali dirimu,” tukas Alex dengan murka. Wajah lelaki itu memerah menandakan ia sedang marah besar.

__ADS_1


Melihat Aurel terluka, tentu saja Alex merasa tidak terima. Ia sudah berusaha menjaga Aurel agar tetap baik-baik saja. Tetapi, Farel dengan mudahnya menyakiti Aurel.


"Sudah aku bilang sedari awal, kamu hanya bisa membuat Aurel terluka. Kali ini, aku tidak akan pernah memberikan ruang untuk Aurel bertemu denganmu!" 


Alex mengatakan itu semua dengan penuh keseriusan saat amarah sedang mengelilingi diri lelaki itu. Ia tidak akan pernah membiarkan Aurel bertemu atau berhubungan lagi dengan Farel, Alex tidak ingin Aurel terluka lagi. 


“Aku tidak sengaja!”


Mendengar jawaban Farel yang berusaha mengelak, membuat Alex geram dengan lelaki itu. Selain breng_sek, ternyata Farel juga adalah lelaki yang tidak mau mengakui kesalahannya. 


“Aku tidak peduli. Yang aku tahu, kamu sudah berkali-kali menyakiti Aurel. Jadi, jangan berharap bisa bertemu dengan Aurel lagi!” balas Alex dengan mata yang terus menatap tajam Farel seakan menembakkan laser kepada lelaki itu.


Alex meletakkan tangannya pada punggung dan juga paha Aurel, ia menggendong gadis itu ke dalam mobil.


Sedangkan Nafa yang melihat semua itu merinding, apalagi melihat pipi Aurel yang lebam serta hidung yang terus mengeluarkan darah meskipun Alex telah mengelap darahnya beberapa kali. Ia meringis ngilu, tidak bisa dibayangkan jika ia yang berada di posisi Aurel. Pasti akan sangat sakit.


Nafa menghampiri Farel, ia mengobati wajah adiknya yang lebam akibat pukulan dari Alex. Apalagi Alex memukul Farel dengan kuat hingga lelaki itu terjatuh.


“Pelan-pelan, Kak!” Farel meringis ketika Nafa saat mengobatinya tidak sengaja menekan lukanya dengan keras.


“Iya, maaf tadi tidak sengaja.” 

__ADS_1


Nafa melanjutkan kegiatannya mengobati adiknya itu. Setelah selesai Nafa mengobati Farel, lelaki itu pergi untuk mencari tahu tentang penyakit Aurel. Pasalnya setiap kali Aurel terluka dan mengeluarkan darah, pasti darahnya akan susah berhenti dan terus mengalir. Farel penasaran, apakah Aurel mengidap penyakit yang parah?


 


__ADS_2