Mengejar Cinta Lelaki Sederhana

Mengejar Cinta Lelaki Sederhana
Bab 61 Kembali


__ADS_3

Kembali


Tidak terasa waktu berjalan. Lima tahun kemudian Aurel sukses menjadi seorang desainer terkenal di London, sebuah mimpi yang tidak pernah Aurel bayangkan bisa terwujud. Setelah cukup lama tinggal dan meraih impiannya di negara orang, akhirnya Aurel memutuskan untuk kembali pulang.


Mario sudah berencana untuk menjemput putrinya, Aurel tentu saja senang mendengar hal tersebut terlebih hubungan antara papa dan mamanya sudah membaik, Aurel semakin senang. Ternyata tidak sia-sia dia merantau ke London demi mengejar mimpinya.


"Papa belum datang, ya, lebih baik aku menunggu saja." Aurel melirik arloji di pergelangan tangannya dan menghela napas. Dia baru saja turun dari pesawat beberapa saat yang lalu. Namun, orang tuanya tidak terlihat, mungkin belum sampai.


Aurel duduk sambil tidak berhenti menarikan jari-jari di atas layar ponsel. Sebuah koper merah muda teronggok dekat kakinya. Matanya masih mengantuk berat, hasil dari Bailey Coffee ditambah dua shot ekstra espresso yang membuatnya terjaga sepanjang malam.


Pekerjaannya menjadi seorang desainer membuat Aurel tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Alhasil, dia selalu ketiduran di tempat umum. Beruntung Aurel tidak sampai menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"Aku mau segera pulang, kira-kira seperti apa, ya, keadaan rumah setelah aku tidak ada. Apakah ada banyak perbaikan?"


Aurel senyum-senyum sendiri membayangkan rumah tempatnya tinggal dulu, dia juga merindukan kamar lamanya. Apakah sang ibu mengganti konsepnya sedemikian rupa? Atau kamar itu dibiarkan berdebu selama bertahun-tahun? Aurel jadi tidak sabar untuk pulang.


"Aurel!"


Tepat saat dirinya menunggu, sebuah suara yang dia kenali membuatnya menoleh. Senyum Aurel mengembang begitu lebar saat melihat dua orang yang dia tunggu sejak tadi tengah memanggil namanya sambil melambaikan tangan. 


"Ma, Pa. Aku rindu kalian!"


Sudah lima tahun Aurel tinggal di London, selama itu pula dia mulai tidak berhubungan lagi dengan Farel. Sebab sejak awal alasannya pergi ke luar negeri adalah untuk menghindari pria itu. Selama Aurel di London, tidak pernah sekali pun mereka berkabar, Aurel bahkan tidak tahu dengan kabar pria itu sekarang.

__ADS_1


Lima tahun juga bukan waktu yang sebentar. Pasti banyak sekali hal yang sudah terjadi tanpa sepengetahuannya. Aurel mulai penasaran seperti apakah Farel sekarang. Apakah pria itu sudah punya kekasih baru? Aurel langsung menyingkirkan pemikiran konyol tersebut.


"Mau pergi ke mana? Kamu sudah makan?" tanya Carramel saat melihat putrinya hendak pergi. Aurel sudah berpenampilan rapi bersiap untuk ke luar hari ini.


"Aku mau bertemu seseorang, Ma. Nanti saja aku makan di luar."


"Bertemu siapa? Memangnya kamu ada janji? Padahal semalam baru sampai, tapi sudah pergi saja." Mamanya mulai protes, tapi Aurel hanya menanggapinya dengan tertawa lucu.


"Aku tidak akan lama, Ma. Aku akan segera pulang nanti. Kalau begitu aku pergi, ya." Aurel segera berpamitan pada Carramel dan langsung melesat pergi.


Carramel geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang kelewat aktif, tapi dia bersyukur Aurel bisa melewati masa-masa sulitnya dengan baik. Carramel jadi tidak perlu merasa cemas dengan apa yang terjadi, sebab dia yakin Aurel bisa selalu mengatasinya.

__ADS_1


__ADS_2