Mengejar Mentari

Mengejar Mentari
Bab 11 Ita dan Ronald


__ADS_3

Kemerlap kemerlip lampu bangunan dan kendaraan, menambah indahnya pemandangan kota Jakarta di malam hari. Ita sangat takjub melihat pandangan malam yang ia nikmati dari jendela gedung apartemen milik Ronald.


Kehidupan Ita dan Tari memang berbanding terbalik. Orang tua Ita adalah pengusaha yang sukses, dan dia memiliki kakak yang juga menggeluti bidang yang sama dengan ayahnya. Dia juga memiliki apartemen sendiri, karena jarak antara sekolah dan rumah cukup jauh, Ita memilih tinggal sendiri di apartemen pembelian orang tuanya.


Karena jauh dari pantauan orang tua lah yang membuat Ita bebas dengan sangat bebas dalam artian yang negatif. Dia sudah terbiasa membawa pacarnya ke apartemen, atau dia yang bermalam di tempat pacarnya. Hal seperti itu sudah tidak asing lagi bagi Ita. Seringkali Tari mengomeli gaya hidupnya yang urakan, tapi bagi Ita dia sudah terlanjur basah. Asal dia tidak tenggelam saja, begitu pikirnya. Dia rutin meminum pil kontrasepsi, jadi tidak masalah untuknya. Dia sadar harus menjaga imagenya sebagai seorang guru, jadi dia harus bermain secantik mungkin.


Ita masih memandang ke arah luar jendela, sambil memegang gelas wine nya.


" Katanya Tari sudah punya pacar, barusan Dimas menghubungiku." Ronald memeluk Ita dari belakang. Tangan nya dengan cekatan mengambil gelas Ita dan menyimpannya di meja dekat jendela. Kembali memeluk Ita lagi, dan terus menciumi leher jenjang kekasihnya itu. Ronald sudah lama mengenal Ita, mereka teman dari teman kakaknya Ita. Jauh sebelum pertemuan mereka di cafe tempo hari. Hubungan sudah melangkah sangat jauh dengan Ita, mereka tidak jarang menghabiskan malam yang panas bersama.


" Pacar??? Tari tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, bagaimana mungkin dia mempunyai pacar tanpa sepengetahuan ku Nald?"


" Dia kan hanya temanmu, kamu juga bukan ibunya. Jadi tidak perlu melapor juga kan...??"


Ronald terus saja menggencarkan aksinya, menciumi leher Ita, bahkan menghisapnya dengan sangat keras..


Dan akhirnya, Mereka melakukan hubungan suami istrinya yang seharusnya tidak mereka lakukam

__ADS_1


Ita tertidur di bawah selimut putih milik Ronald dengan memeluk pria bertubuh kekar itu. Ronald merapikan anak rambut kekasihnya, yang menghalangi wajah cantik Ita. Dia mencium wajah Ita berkali- kali, tetapi Ita tetap saja terlelap..


Dia sangat cantik...


Ronald bangkit dari ranjang lalu membereskan pakaiannya yang berserakan di segala arah.


Dia menuju kamar mandi, dan membersihkan dirinya.


Malam sudah menjelang pagi, sampai akhirnya Ronald ikut masuk ke dalam selimut dan merebahkan tubuhnya memeluk Ita kembali...


****


" Kenapa, apa salah aku....??" Ronald tak percaya gadis lugu yang selama 3 tahun ini menemani hari-harinya memilih meninggalakan nya tanpa dia tahu masalahnya dimana. Mereka tidak bertengkar, bahkan semalem pun Ronald masih bertemu dan berciuman dengan wanitanya itu. Kenapa sekarang??? Ada apa, dia sungguh tidak mengerti..???


" Aku mencintai laki-laki lain" Deg....


Bagai petir di siang bolong, Ronald terdiam di tempatnya. Tangannya bergetar saat dia mengcengkram gelas moccacino yang baru di anter oleh pelayan tadi.

__ADS_1


Tak ada lagi kata yang ingin di ucapkan oleh Ronald, dia hanya diam sampai Sarah pergi menjauh meninggalkan cafe. Menyisakan Ronald termenung seorang diri.


Sebenarnya Dimas pernah memperingatkan tentang Sarah padanya, Dimas pernah memergokinya jalan dengan pria lain di sebuah mall. Tapi Ronald tidak mau menanggapi perkataan Dimas. Dia terlalu mencintai Sarah, sangat mencintainya.. Apapun yang Sarah lakukan dia akan memaafkannya selama Sarah masih berada di sisi nya. Itulah yang di pikirkan Ronald waktu itu.


Hatinya sudah merasakan perbedaan sikap dari Sarah akhir-akhir ini, tapi dia tetap tidak mau mengakuinya. Lagi-lagi karena terlalu mencintai Sarah, dan tidak mau Sarah meninggalkannya.


*****


Ronald terbangun lebih dulu, Ita masih saja terlelap dalam tidurnya. Mungkin dia kelelahan...


Ronald menyesap kopinya sambil memikirkan kejadian masa lalu. Semenjak kejadian bersama Sarah, Ronald tidak pernah berhubungan serius dengan wanita. Entah dengan Ita ini, mungkin juga sama. Ronald tidak ingin mencintai dan jatuh lagi. Hanya ada 1 Sarah yang menyakiti harga dirinya, dia tidak ingin ada Sarah lain di hidupnya.


Sudah cukup dia merasakan sakit di masa lalu, dia tidak akan membiarkan siapapun mengontrol hatinya lagi.. Tidak akan...


Dia menoleh ke arah Ita yang masih terlelap di ranjangnya,,


Aku tidak pernah memaksamu melakukannya denganku, kita melakukannya karena kita menyukainya. Aku harap kamu tidak menyesalinya... Aku tidak mengganggap mu wanita spesial, kau sama seperti wanita-wanita lain yang ada di bumi ini. Aku harap kamu tidak memaafkan ku Ita... Aku belum bisa menyembuhkan luka ku.

__ADS_1


Ronald mendesah lalu kembali meminum kopinya lagi...


__ADS_2