
" Bu, Radit besok ada pertemuan di Bandung. Jadi pagi udah berangkat lagi dari sini"
Radit duduk di kursi sebelah ibunya, dan mengambil kue yang sudah tersedia di atas meja, lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
" Tuh kan baru dateng kemaren dah pergi lagi.. Ibu sebel sama ayah kamu itu" walau sudah hampir setahun Radit kuliah sambil bekerja di Bandung, tapi sampai detik ini sang ibu tidak pernah rela jauh dari putranya. Dia selalu saja marah pada Ayah atas keputusannya ini.
Radit mengembangkan senyum di wajahnya, mengimbangi wajah ibunya yang merengut kesal.
" Sudah lah bu, Radit juga pulang seminggu sekali, minggu kemaren loh Radit pulang seminggu 2 kali.." Radit memeluk ibunya. Dia kangen dengan sang ibu. Ibu juga seperti itu, bahkan dia sering mengunjungi Radit ke Bandung dan menginap di apartemen yang di tempati anaknya di sana. Banyak kekhawatiran, meninggalkan Radit hidup sendiri di sana. Walaupun ada Pak Wisnu yang menjaganya, tapi tetap saja, namanya juga hati seorang ibu.
" Tari kok gak kamu ajak kesini, minggu kemaren juga gak kesini, hari ini juga gak kesini... Kalian masih baik-baik aja kan? Ibu kangen sama anak gadis ibu.." Berbicara.... sambil tetap menatap layar datar yang ada di hadapan mereka.
" Radit sengaja gak ngajak dia kesini, kalo di ajak kesini, ibu nempelin dia mulu..Radit kan kangen sama dia bu.." ucap Radit tanpa malu-malu terhadap ibunya.
" Dasar anak nakal.. "
__ADS_1
****
Baru saja kakinya memijakkan langkah di anak tangga pertama menuju lantai dua, yang di sana juga terdapat kamar Radit, suara teriakan dari arah pintu depan menghentikan aksinya. Dia menoleh, menatap arah ruang tamu di depan sana. Waktu masih jam 9 malam, tapi apa sopan jam segini bertamu ke rumah orang lain.???Di jam segini, mungkin pemilik rumah sudah memilih beristrahat di kamar pribadinya. Seperti Radit, yang memang ingin segera membaringkan tubuhnya yang sudah sangat lelah..
Ia langkahkan kakinya menuju ruang tamu, ia tahu siapa yang sedang bertamu di depan sana. Jika bukan sahabat-sahabatnya yang memang sedikit rada gila, tidak akan ada lagi.
Mereka memang ingin kemari sedari sore tadi, tapi Radit lebih memilih menjemput kekasihnya di tempat bimbel ketimbang bertemu para kunyuk ini. Dan Radit pun menjanjikan pertemuan mereka malam hari nya.. Inilah disaat kita harus memilih antara cinta dan sahabat ya?? Tapi Radit tidak perlu berpikir dengan keras, sudah pasti dia akan memilih kekasih nya daripada sahabat nya.. haha.. Begitulah Radit..Dia terkekeh geli, membayangkan amukan Rega jika tau dia sudah tersisihkan oleh Tari.
Rega sudah duduk dengan menyilangkan kakinya di atas sofa dan tepat di sebrang tempatnya berada, ada Alvin yang juga sudah duduk di sofa.
" Lo tau kan, ini waktunya orang tidur.. lo pada malah kemari bukannya dari tadi lo"
" Eit dah,,,tu kaki bisa di kondisiin gak, lo kayak Tuan Muda aja tau gak..." Sorot matanya tajam menatap arah kaki Rega.
Rega menurunkan kakinya dengan cepat, melihat sorot mata Radit yang sudah mau keluar melihat ke arahnya.
__ADS_1
" Dari tadi di telpon, lo nya bilang belom pulang muluk, makanya kita kesininya agak malem..mang nya lo anak gadis apa, jam segini dah mau tidur lo, parah lo ya...gak kangen sama kita-kita..." Ucap Alvin yang dari tadi memperhatikan tingkah Radit dan Rega di hadapannya..
" Abis ketemu bini gue tadi.... besok mau ke Bandung lagi.pagi....lo pada mau ngikut gak??... bini gue juga ikut.."
" Kalo gak ada masalah kantor lagi, Selasa nya kita balik lagi ke Jakarta. Bini gue juga harus kerja soalnya gak bisa ijin lama-lama..."
Alvin tergelak mendengar penuturan Radit, selama ini mereka memang mengetahui kalau ia sudah punya pacar. Tapi sampai detik ini pun, Radit belum mau memperkenalkannya pada sahabat-sahabatnya ini.
" Gila lo, dah ganti taon baru mau di kenalin ke kita." Rega menoleh ke arah Alvin. Dan memasang kode agar Alvin menambahi ucapannya.
" Beneran bini orang ya....????" Radit langsung melempar bantal sofa yang ada di belakangnya tepat mengenai wajah Alvin..
" Gak usah kaget kalo ketemu dia entar..."
" Gak usah pada balik nginep aja disini..besok pagi jam 6 kita berangkat. Gue ada meeting siang nya soalnya.." Jelas Radit lagi..
__ADS_1
" Lah baju gue gimana, mang gue gak ganti daleman...lo mah bisa, gue mah enggak..!!! Ayok Vin., kita balik...besok kita kesini lagi."
" Kalo jam 6 gak nyampek sini, gue tinggal!!!" ancam Radit saat mengantarkan kedua sahabatnya ini ke depan rumah nya..