Mengejar Mentari

Mengejar Mentari
Berusaha


__ADS_3

Radit merebahkan dirinya di atas kasur empuk yang berada di kamar apartemennya di Bandung. Dia baru saja tiba setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan. Beberapa jam berada di balik kemudi, membuat seluruh tubuhnya terasa pegal. Walau ini sudah menjadi hal biasa baginya, tapi tetap saja badannya tidak bisa berbohong. Dia masih saja lelah.


Memejamkan mata sejenak, sambil mengistirahatkan badannya dan membuatnya tertidur.


Untung saja, dia sudah mengabari Tari jika sudah tiba. Jika tidak? bisa terjadi perang dunia ketiga bagi hubungan mereka.


****


Tari berjalan menyusuri koridor bersama dengan Rere rekan sesama guru di sekolah ini, matanya melirik ke sana kemari melihat mengintip lewat jendela kelas yang ia lewati. Anak-anak murid sangat riuh, jika bel pelajaran berbunyi. Menandakan kelas mereka berakhir.


Banyak yang mengobrol, bahkan berlari-lari di dalam kelas. Ah bahagia sekali jadi mereka? Tari tidak sadar menyunggingkan bibirnya sedari tadi.


Yudi sedikit berlari, melangkahkan kakinya dengan cepat mencoba untuk mensejajarkan langkahnya agar menyamai gadis itu. Gadis yang menjadi pacarnya kala berada di SMA yang sama. 5 tahun mereka berhubungan, tidak sebentar memang, keluarganya pun sangat menyukai Tari. Tapi Yudi dengan bodohnya berselingkuh, sehingga membuat hubungan mereka kandas. Masih mending juga Tari masih mau bicara dan bertemu dengannya. Entah di dalam hatinya, masih ada benci atau tidak, Yudi tidak tahu.


Di lorong ini pula, Yudi remaja dulu pernah malu-malu menggandeng tangan Tari untuk pertama kalinya. Setelah mereka memutuskan untuk berpacaran, mereka yang satu sekolah selalu bertemu setiap hari. Kelas mereka pun sama, cinta yang bersemi selalu menggebu di hati Yudi. Hingga ia melewati masa-masa SMA nya dengan sangat indah.


Berpacaran dengan Tari, membuat hari-hari di sekolahnya di lalui Yudi dengan bahagia. Tapi kebahagiaanya kali ini sirna.


Yudi sengaja memilih mengajar di sini, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Tari. Karena sampai detik ini, dia belum bisa melupakannya. Pernah dia beberapa kali menjalin hubungan dengan wanita lain, tapi selalu berakhir sangat singkat.

__ADS_1


Yudi tau jika Tari sudah memiliki pacar, dia juga sadar mungkin Tari sudah melupakannya. Beruntung Tari tidak lagi membencinya, dan masih mau bertegur sapa dengannya. Yudi tidak bisa mengharapkan lebih dari ini. Walau dalam hati kecilnya, masih ingin merengkuh hati gadis itu lagi. Memeluknya, menjaganya dan menemaninya seperti dulu.


" Kamu nanti mau datang ke rumah bu Ita kan Tar,? kita di undang acara 7 bulanan di rumahnya" kata Yudi sambil mengambil alih tumpukan buku yang di pegang Tari. Buku ini adalah buku tugas milik kelas XI yang di ajarnya tadi. Tari sudah menyuruh ketua kelas untuk membantu membawakan sebagian buku itu, dan yang di pegang Tari adalah sisanya.


Tari menoleh sekilas, dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


" Bareng sama aku ya, aku bawa mobil. Kita jalan rame-rame aja, yang laen juga bareng aku semua kok" Mobil Yudi memang lumayan besar, setidaknya muat untuk membawa 9 orang penumpang sekaligus.


" Iya bu, kita nebeng pak Yudi aja yuk" Ucap Rere rekan kerjanya menimpali.


" Terserah kalian, aku sih ikut saja" Tari menjawab sambil mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Dia sudah tiba di ruang guru, dan Yudi meletakkan buku itu tepat di meja kerja Tari. Dia tersenyum lalu beranjak menuju meja kerjanya sendiri yang tidak jauh dari meja Tari.


****


" loh..kok belum ada orang?!" Tari melongo ke arah dalam mobil yang masih kosong.


Tari pikir, Yudi sudah membawa semua rekannya, dan terakhir menjemputnya. Karena kalau Yudi memutuskan menjemputnya lebih dulu, ini akan membuang waktu karena hanya akan bolak balik saja. Yudi tidak menjawab pertanyaan Tari, dia malah dengan sigap membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Tari segera masuk.


Tadinya Tari ingin duduk di bangku tengah saja, tapi jika kosong begini bukankah akan aneh rasanya...? Dengan terpaksa Tari masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku depan sebelah kemudi. Yudi segera melajukan kendaraannya dan menjemput teman-temannya yang lain. Sesuai rencana Yudi menyuruh semua berkumpul di rumah Rere. Jadi dia hanya akan menjemput di sana saja.

__ADS_1


Hening... Yudi sama sekali tidak bersuara, begitupun dengan Tari. Hanya alunan musik pop yang biasa mereka dengarkan dulu yang di putar di mobil Yudi membuat suasana tidak terlalu hening.


Kenapa dia memutar lagu ini sih? dia mau nunjukin apa, ?


5 tahun lalu, lagu cinta kita milik Inka Kristi adalah lagu andalan mereka. Kalau sedang berdua mereka sering berkaraoeke menyanyikan lagu ini. Tari memang suka menyanyi, suara lumayan bagus. Begitupun dengan Yudi, Yudi malah sempet jadi vokalis band saat SMA dulu. Jadi mereka sering menyanyi berdua.


Masa lalu memang tidak mudah untuk di lupakan.. dia akan selalu Tari ingat, karena bersama Yudi dulu, Tari tak menampik dia sangat bahagia.


" Sudah sampai.." ucap Yudi membuyarkan lamunan Tari.


Teman-temannya yang sudah berkumpul langsung menghampiri mobil Yudi, sesaat setelah mobil berhenti. Mereka masuk ke dalam mobil, tanpa menunggu si empunya turun.


" Sudah semua.." tanya Yudi sambil menoleh ke belakang.


" Sudah Pak" Jawab mereka serempak..


Sebenarnya rombongan yang menuju ke rumah Ita ada 2 mobil. Tapi mobil pertama sudah berangkat lebih dahulu karena Yudi memutuskan untuk menjemput Tari langsung ke rumahnya.


Suara di dalam mobil tidak lagi sunyi, mereka mengobrol dengan bersemangat kadang Tari juga ikut tertawa terbahak-bahak jika ada obrolan dari mereka yang lucu.

__ADS_1


Yudi melirik ke arahnya sambil tersenyum. Dia akan melakukan apapun agar Tari bahagia, dengan atau tanpa dia.


Tapi Tuhan..bisa tidak berikan dia padaku.? Aku sungguh ingin bersamanya seperti dulu.


__ADS_2