Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 10


__ADS_3

"Mas minta duit dong, aku pengen beli baju baru tau! kamu tau kan kalau mau ada acara di rumah temen mas yang istrinya habis lahiran dan baru sempet tasakuran nanti malam, masa iya aku pakai baju lusuh?", Rayu Meylin saat Ilham sedang menyesap kopi buatan nya


"Emang kamu butuh berapa buat beli baju?", Ilham menatap intens istri nya


"Tiga ratus ribu cukup, sama kuota internet seratus ribu jadi aku butuh empat ratus ribu, aku kan jarang keluar rumah mas karena aku gak mau kumpul sama ibu-ibu tukang gosip, jadi aku butuh banget yang nama nya kuota internet selama di rumah biar gak suntuk gitu"


"Ini ada uang satu juta lima ratus kamu pegang saja semuanya, kamu ambil empat ratus selebih nya buat beli keperluan dapur", Ilham memberikan lima belas lembar uang berwarna merah ke tangan Meylin


"Makasih ya mas?", Meylin tersenyum manja


"Gunakan seperlunya jangan di hamburkan dengan membeli barang belum terlalu penting, karena setelah ini aku akan berangkat kerja lagi", Ilham meneguk kopi lagi


"Jadi mas mau berangkat kerja lagi?"


"Iya Mey... Kamu tau sendiri lah kalau di kampung ini susah cari kerjaan jadi mas harus merantau bersama kawan-kawan mas yang lain nya"


"Kamu tenang saja aku sudah membeli dua karung beras untuk makan kalian selama aku tinggal merantau", Ilham menambahkan


"Oh... Baiklah yang penting mas hari-hati saat bekerja dan harus pulang bawa uang banyak", Meylin memonyongkan bibir nya


"Iya siap buk bos", Ilham menarik bibir monyong Meylin


"Apaan sih?", Sewot Meylin


Tak lama kemudian Diva mengetuk pintu untuk mengajak Bapak dan mama nya makan malam


"Ma... Pak... Ayo makan dulu, itu makanan nya sudah Diva siapkan?", Seru Diva dari balik pintu kamar


"Oh iya va", jawab Ilham dan segera membuka pintu sambil membawa gelas kopi yang sudah habis tak bersisa


"Ayo sini kita makan malam bersama, besok kamu sudah pergi kerja lagi jadi akan tidak makan bersama kita lagi", seru Bu Meli sambil menuang nasi ke dalam piring Ilham


"Ah ibu ini bicara apa, aku kan hanya merantau dan akan pulang lagi, ibu selalu doakan yang terbaik buat Ilham ya?", Ilham mengambil piring berisi nasi dari tangan ibu nya


"Ibu selalu mendoakan yang terbaik buat anak ibu dan kalian semua, kamu sih merantau terus kapan mau berdiam di rumah bekerja di ladang saja?", Bu Meli melihat Ilham melahap nasi dan lauk di piring nya


"Doakan saja bu, Ilham akan bekerja lebih giat lagi agar bisa mengumpulkan uang lalu Ilham akan membuka usaha di rumah jadi Ilham gak perlu merantau lagi"


"Semoga terkabul cita-cita mu nak", ucap Bu Meli dengan mata berkaca-kaca


Selesai makan Diva membawa piring ke kotor ke dapur dan duduk di teras rumah, apa yang bisa Diva lakukan di malam hari begitu

__ADS_1


Mau lihat televisi mereka tidak punya


Mau main game di smartphone Diva juga gak punya, Diva hanya menatap langit dan mencoba menerima hidup dengan hati yang lapang


*****


"Va sekolah yang bener ya, bapak mungkin akan pulang agak lama agar bapak bisa mengumpulkan uang yang banyak dan bapak bisa membahagiakan mu dan bisa menyekolahkan mu sampai kamu bisa meraih cita-cita mu", Ilham memeluk anak perempuan nya yang sudah beranjak remaja itu dengan sedih


"Iya pak, bapak kerja yang hati-hati ya disana, bapak jaga diri jaga kesehatan dan jangan lupa ibadah ya pak, Diva sayang bapak", lirih Diva


Bu Meli sesekali menyeka air mata nya yang mengalir karena harus merelakan Ilham merantau ke luar Negeri, Ilham anak kandung nya akan merantau ke negara tetangga sebagai buruh bangunan


"Ibu ... Ilham pamit?", Ilham memeluk ibu yang telah melahirkan nya kedunia dengan erat


"Ya hati-hati ya selama bekerja , ibu selalu menunggu kamu pulang", ucap Bu Meli sambil melepaskan pelukan


"Mey...aku pamit ya, tolong jaga ibu dan Diva aku titip mereka ya Mey?", Ilham pun memeluk Meylin istri tercinta yang ia nikahi dua belas tahun lalu


"Iya mas.... ", Jawab Meylin


Ilham pun pergi bersama mobil carry yang sudah menunggu nya sedari tadi, ada sekitar sepuluh orang yang merantau ke negara tetangga sebagai kuli bangunan dan seluruh nya adalah warga desa Campa


Tak lama berlalu Meylin masuk ke kamar


"Ayo kita on the way....", Ajak Fadlu mengajak Diva berangkat sekolah


"Iya... ", Diva menghampiri nenek nya dan bersalaman pada nenek yang teramat ia kasihi


"Nek Diva berangkat dulu ya?", Ucap Diva


"Iya va... Hati-hati di jalan jangan ngebut nanti jatuh?", Pesan nenek


"Siap nek", jawab Fadlu sambil melajukan motor milik nya


Setelah dua puluh menit berlalu mereka sampai di sekolah dan nampak kawan nya pada pulang


"Hey ngapain pulang?", Seru Fadlu


"Libur semua guru ada rapat", jawab Aki teman sekelas Fadlu dan Diva


"Kayak gitu kok ya nggak ngomong dari kemarin", Fadlu mengerutu

__ADS_1


Fadlu pun memutar arah balik menuju rumah dan memakirkan motor di sebuah sungai yang mengalir, banyak orang sedang memancing ikan disana


"Ngapain malah berhenti disini, bukan nya pulang malah mau ngapain sih!", Seru Diva


"Bentar saja va, kalau langsung pulang aku pasti langsung di suruh ke ladang buat bantuin bapak, ah capek tau aku mau istirahat sebentar", Fadlu duduk di atas pohon yang doyong ke arah sungai


"Nggak takut kecebur?", Tanya Diva


"Nggak mungkin lah?", Jawab Fadlu pede


"Ayo sini kita duduk disini berdua pasti seru?", Ajak Fadlu dan menarik tangan Diva, karena Diva belum siap maka Diva goyah dan menarik Fadlu masuk ke dalam sungai


Byur....


"Ya Allah... ", Seru Diva saat tubuh nya masuk ke dalam air


"Hahaha Halah lebay kamu va, lihat lah sungai nya cetek gini?", Seru Fadlu saat berdiri dan ternyata sungai hanya sebatas perut nya


"Gak lucu dlu, buku ku pasti basah semua?", Diva segera akan naik ke daratan


"Hey bocah gendeng.. udah tau ada orang mancing kok malah nyemplung disitu?", Teriak sesebapak yang merasa terganggu karena ulah Fadlu dan Diva yang menganggu aktivitas memancing nya


"Oh iya pak maaf?", Seru Fadlu dan segera naik ke darat


"Ayo VA ah lemot loe nanti keburu bapak itu datang kesini, ayo cepat?"


"Hais kan jadi basah semua?", Seru Diva saat sudah di daratan.


"Nanti di jemur juga kering sendiri ah berlebihan kamu tu va?"


"Ayo pulang... ?" , Diva bersungut-sungut


"Iya bawel...", Fadlu menghidupkan motor milik nya dan Diva segera naik di jok belakang


Setelah berjalan beberapa menit "Va turun dulu ya aku mau ke rumah pakde Kasim buat ngasih tau kalau bapak mau membeli sapi nya?", Fadlu berhenti di depan rumah pakde Kasim


Diva pun turun dari motor dan berdiri menatap Fadlu yang memanggil pakde Kasim


"Eh Fadlu... Ada apa dlu, pakde Kasim lagi belanja ke pasar", jawab istri pakde Kasim yang perut nya membesar


"Oh kalau gitu titip pesen sama bude saja ya, tolong bilangin ke pakde Kasim suruh ke rumah bapak ya bude?", Fadlu berucap sambil tersenyum

__ADS_1


"Oh iya... Nanti bude sampaikan"


"Kalau gitu Fadlu pulang dulu ya bude?",Fadlu segera berlalu dari rumah pakde Kasim dan berniat mengantarkan Diva pulang


__ADS_2