
"kamu....?", Aidil yang membawa makanan pun terkejut saat mendapati Anis di ruangan rumah sakit bersama Diva
"Kalian sudah saling mengenal?", Tanya Diva pada Anis
Anis tersenyum " tidak, dan aku tidak mau punya kenalan seperti dia", Anis tersenyum miring
"Emang siapa juga yang mau punya kenalan seperti mu, ih jijai deh?", Jawab Aidil
"Dil... , Sudah hentikan, bawa kesini makanan nya", Bu Aini tampak melerai
Aidil pun memberikan makanan yang telah di belinya pada ibu Aini, dan beranjak duduk di kursi tunggu yang ada di dalam ruangan
"Diva makan dulu ya biar ibu suapin?", Bu Aini dengan telaten membujuk dan menyuapi Diva dengan telaten
"Terimakasih ya Bu?", Ucap Diva sambil meneteskan air mata
"Loh kok malah nangis, sudah lah Diva jangan menangis lagi pokok nya mulai hari ini tidak akan ada lagi air mata yang jatuh ya?", Bu Aini mengusap air mata di wajah Diva dengan hati-hati
"Aku jadi merindukan ibu ku, kenapa ibu ku tidak mengajak ku ke surga bersama pada waktu aku di lahirkan dulu, kenapa ibu ku membiarkan hidup ku seperti ini?"
"Diva .... Kamu gak boleh ngomong seperti itu nak", lirih Bu Aini
"Aku sedih Bu kenapa hidup ku selalu begini, kenapa hidup ini tidak adil?", Diva bicara dengan terisak
"Sabar sayang", Bu Aini mengelus pundak Diva yang bergetar
****
Seminggu sudah berlalu dan selama itu pula Diva di rawat di rumah sakit, dokter juga sudah melakukan visum di berbagai luka di tubuh Diva yang akan menjadikan itu bukti atas kasus KDRT yang dilakukan Leon
Bukti-bukti kejahatan yang di lakukan Leon lain nya juga akan di ungkapan di persidangan nanti
"Betapa biadab nya si Leon itu, ibu yang hanya mendengar dan melihat saja merasa kesakitan apalagi Diva yang menjalani rumah tangga sedemikian rupa itu?", Pungkas Bu Aini yang berdiri di teras rumah sakit
"Iya Bu entah lah kenapa suami dari Diva bisa se jahat itu?"
__ADS_1
"Itu lah Dil jika nanti kamu punya istri jangan sekali-kali kamu menyakiti hati apalagi fisik nya?", Ungkap sang ibu penuh penekanan
"Siap Bu", jawab Aidil dan mengikuti langkah Bu Aini yang menuju ruangan Diva
Jadi hari ini Diva sudah diperbolehkan pulang dan Bu Aini berniat mengajak Diva untuk tinggal di rumah nya, kenapa Diva tidak pulang ke kampung saja?, Jawaban nya adalah Diva tidak mau keluarganya di kampung tau masalah yang di hadapi terlalu dini, Diva ingin mereka tau setelah Leon sudah di vonis penjara
Jika keluarga Leon tau saat ini sudah dapat di pastikan ibu dan bapak nya akan memohon agar Leon di bebaskan, pasti mereka akan memaksa Diva untuk mencabut laporan itu, sedang Diva ingin Leon di hukum agar Leon jera dan tidak akan menyakiti wanita manapun lagi
"Bagaimana va apa kamu sudah siap?", Tanya Bu Aini yang baru masuk ke ruangan Diva
"Sudah Bu" Diva bangkit dari ranjang rumah sakit dan mendekati Bu Aini dengan di dampingi Anis
"Baik lah ayo kita segera berangkat ke rumah?", Bu Aini bergegas berjalan menuju parkiran mobil yang disana sudah ada Aidil
"Ayo masuk lah?", Ucap Bu Aini yang melihat Diva mematung di samping mobil
Diva duduk di kursi belakang dengan Anis
****
"Iya Diva sama-sama, ibu tidak keberatan kamu tinggal disini dan jika kamu mau kamu boleh tinggal disini selama kamu mau, kalau ada kamu ibu tidak akan sendirian lagi kan?"
Diva mengernyitkan dahi
"Aidil itu masih kuliah dan dia tinggal di apartemen, entah lah mengapa Aidil memilih tinggal di apartemen di banding di rumah, sedang suami ibu itu jarang pulang ke rumah, kalau pun pulang paling cuma seminggu setelah itu pergi lagi berbulan-bulan"
"Minum lah?", Tawar Bu Aini pada Diva dan Anis yang begitu antusias mendengar cerita Bu Aini
"Iya makasih Bu", jawab Anis sambil tersipu malu
"Di rumah ini ada bibik Ira asisten rumah tangga kami jadi jika kamu ada keperluan apapun itu boleh tanya sama bibik Ira ya?", Bu Aini berdiri
"Ibu mau kemana?", Tanya Diva
"Aku mau pergi sebentar ada arisan di rumah temen sosialota ibu", Bu Aini beranjak masuk kedalam kamar
__ADS_1
"Eh va kamu disini jaga diri baik-baik ya jangan kecewakan Bu Aini yang sudah baik banget nolongin kamu, aku pamit dulu, aku harus kerja?", Anis memeluk Diva untuk berpamitan
"Kok buru-buru sih nis?", Diva merasa masih ingin bersama Anis lebih lama lagi
"Ya nanti telat, aku harus kerja va biar ada duit tambahan buat biaya kuliah yang gak sedikit itu?"
"Baik lah hati-hati di jalan ya nis?"
"Okay", Diva pun mengantarkan Anis sampai di gerbang pintu rumah Bu Aini, dan menemui Aidil yang bergegas akan kembali ke apartemen
"Mau kemana ?", Tanya Aidil
"Pulang lah mau kerja", jawab Anis sewot
"Bareng aku saja kan satu arah juga, kamu kerja di mall Century kan?" Tanya Aidil
"Iya"
"Ya udah bareng saja, ayo?", Tawar Aidil
"Gak usah ... Makasih aku mau nunggu angkutan umum saja"
"Ya kali jam segini ada angkutan umum lewat, sudah lah bareng saja ngapa?, Aku gak bakal ngelakuin tindak kriminal"
"Sudah lah nis, bareng Aidil saja satu arah juga kan, gak usah jual mahal lah?", Diva menyenggol pundak Anis
"Apaan sih?", Ketus Anis tak suka ucapan Diva
"Aku titip Anis ya Aidil?", Diva pun masuk kedalam rumah tanpa berkata pada Anis lagi
"Va.... Ih malesin banget sih jadi temen gak setia banget, gak mau nemenin aku buat dapat angkutan umum apa taksi?", Anis merasa kecewa
"Udah lah ayo bareng ?", Aidil membuka pintu mobil dan dengan wajah cemberut Anis masuk kedalam mobil
Aidil pun tersenyum "dasar sok jual mahal segala", batin Aidil
__ADS_1