
Sekitar jam tujuh malam Aldo dan kedua orang tuanya sudah sampai di rumah pak Hadi, mereka tengah menunggu Fadlu keluar dari kamar
Tak lama kemudian Fadlu keluar dari kamar nya menggunakan kemeja bernuansa batik, harum semerbak tercium oleh Indra penciuman semua yang sedang menunggu nya
"Ayo semuanya kalau sudah siap", seru pak Hadi
Malam itu pak Hadi menyewa sebuah mobil pribadi untuk membawa rombongan, mobil Fadlu tidak cukup untuk membawa mereka semua, pak Hadi bukan nya tidak mempunyai mobil, ada mobil tapi mobil truk dan mobil pick up, untuk mobil pribadi pak Hadi masih enggan membeli karena belum terlalu penting katanya.
Ada pak kades, pak kadus dan pak RT serta beberapa tokoh agama desa Campa yang menyaksikan acara lamaran tersebut
Jarak antara rumah Fadlu ke rumah Diva tidak lah begitu jauh mungkin sepuluh menit itu pun di tempuh dengan merayap pelan
Ketika rombongan Fadlu datang, pihak keluarga dari Diva pun menyambut begitu hangat kedatangan keluarga Fadlu
Sebuah tikar permadani terbentang luas, mereka duduk di atas tikar sambil mengobrol sebelum acara lamaran di ucapkan
Pak Hadi membuka suara "maaf pak Ilham kedatangan kami sekeluarga terkesan mendadak, karena Fadlu sendiri yang tidak memberi kami tahu lebih awal"
"Iya tidak apa-pak Hadi, kami maklum"
"Begini kedatangan kami kesini untuk melamar Diva putri dari pak Ilham untuk Fadlu anak saya"
"Saya mohon ijin pak untuk menanyai pada putri saya apakah anak nya mau apa tidak jadi saya serahkan jawaban tersebut seratus persen padanya, pak Hadi tau Diva pernah punya masalalu dan itu membuat saya lebih hati-hati dalam mengambil sikap"
__ADS_1
"Bagaimana nak Diva apakah kamu menerima lamaran dari nak Fadlu?", tanya pak Kadus
"Insyallah iya pak", lirih Diva
"Alhamdulillah lamaran di terima", jawab Pak Kadus kembali, Fadlu menatap Diva dalam dengan senyum bahagia yang tak terkira
"Baik lah sekarang kita tentukan tanggal pernikahan mereka berdua saja pak, karena pihak nak Fadlu sendiri tidak ingin berlama-lama, seperti sudah tidak sabar pengen .... Pengen membangun rumah tangga maksud nya", goda pak Kadus
Semua orang tertawa menanggapi ungkapan pak Kadus yang menggoda itu
"Bagaimana pak Ilham, kira-kira kapan tanggal dan hari yang bagus untuk mereka mengikat janji suci?"
"Saya serahkan semuanya pada pak Hadi saja, saya ikut bagaimana baik nya"
"Bagaimana kalau dua bulan lagi sepertinya itu sudah cukup banyak waktu"
"Iya pak kami setuju", jawab pak Ilham
Semua pun setuju dan mengangguk yakin, setelah selesai acara lamar terima, waktu nya para tamu untuk segera makan di tempat yang sudah di persiapkan
Beberapa menu makanan terlihat menghias di meja makan dengan rapi dan aneka rasa dan warna, lamaran ini sederhana namun penuh makna tersendiri apalagi bagi Diva dan Fadlu acara lamaran itu adalah momen yang sangat menegangkan dan membahagiakan
Sebuah Cincin permata menjadi saksi bisu ikatan dua orang dewasa yang akan berlanjut ke jenjang selanjut nya
__ADS_1
Sesekali Fadlu melirik Diva di balik kerumunan Ibu-ibu yang lain yang sedang asik menyiapkan dan menikmati makanan yang telah tersedia
Selesai acara, rombongan pihak keluarga dari Fadlu pun undur diri untuk segera pulang ke rumah masing-masing
Seulas senyum bahagia selalu bertebaran di wajah Fadlu dan Diva
"Ayo masuk", Bu Aini menepuk bahu Diva yang masih mematung di teras rumah walaupun mobil yang Fadlu tumpangi sudah tidak nampak lagi
"Eh iya Bu ayo", jawab Diva reflek, Bu Aini gegas masuk dengan senyum melihat tingkah Diva
"Loh Sky kok belum tidur, ayo pergi tidur ini sudah malam loh", titah Diva melihat Sky yamg masih asyik di depan layar televisi
"Sebentar lagi ya Bu, bentar lagi, ini sudah mau selesai film nya"
"Baik lah tapi jangan sampai lewat di atas jam sebelas malam ya!"
Sky mengangguk dan kembali fokus ke layar televisi, Bu Aini pun mendekati Diva dan berkata "tidak apa-apa toh Sky nonton film, kan jarang-jarang Sky mau nonton film kayak begitu, lagian besok kan enggak masuk sekolah juga"
"Iya sih Bu", Diva masih sibuk membantu Nina membereskan tempat yang terpakai acara tadi
"Ini di campur saja Nin, lagian sama bahan beda masakan saja", Diva menunjuk sebuah ayam kecap dan ayam goreng yang hanya sisa dua biji tersebut
"Baik mba", jawab Nina sambil menaruh ke empat potong ayam kedalam mangkok kecil
__ADS_1