
kita sudah sampai turun lah?", Leon memarkirkan motor di halaman rumah yang tak begitu luas
"Ayo masuk!",Leon menatap Diva yang menoleh ke kanan dan ke kiri
"Ini kota va jadi rumah disini berjejer tanpa sekat, lain di kampung", Leon membuka pintu rumah
Diva pun masuk ke dalam rumah yang tampak berantakan, Diva menaruh tas ransel dan kardus pemberian mertua nya tadi di lantai
"Ini rumah kontrak an va, setiap bulan kita harus membayar dan untuk sekarang aku masih menabung buat membeli rumah jadi aku harap kamu mau hidup hemat bersama ku", Leon merebahkan tubuh di kursi plastik
"Iya mas", jawab Diva
Diva melihat di kontrakan yang cukup simpel ini, hanya ada satu kamar tidur, ruang tamu yang tak begitu besar, dapur minimalis dan kamar mandi, sederhana tapi cukup lengkap
"Aku mau istirahat dulu va, apa kamu gak mau istirahat terlebih dahulu?", Tanya Leon yang melihat Diva masih setia dengan berdiri
"Kalau mas mau istirahat silahkan, aku mau beres-beres rumah mas, sepertinya lantai nya sangat kotor"
"Yang nama nya anak laki pasti ya gitu lah va, mana ada rumah anak laki selalu bersih, ya mungkin ada tapi seratus satu", Leon masuk ke kamar dan langsung memejamkan mata
Diva sendiri mencari sapu dan menyapu lantai rumah dan di lanjut mengepel namun tak ada pel di temui, akhirnya Diva mengambil satu baju buruk milik nya untuk di jadikan pel
Setelah selesai mengepel Diva mengambil baju Leon yang di gantung dimana-mana dan mencuci nya, Diva mencari detergen tinggal sedikit, Diva pun berdiri dan akan membeli detergen di warung
Sebelum Diva pergi Diva melihat apa saja yang perlu di beli, ternyata Leon tidak punya bumbu masakan
"Mas Leon selalu beli atau pakai bumbu instan, kenapa tidak ada bumbu sama sekali?", Gumam Diva dan berlalu keluar rumah untuk mencari warung terdekat
Tidak jauh dari rumah kontrakan Diva menjumpai warung kelontong dan segera belanja sesuai kebutuhan
"Untung kemarin aku di beri uang sama nenek jadi aku bisa belanja tanpa meminta uang dari mas Leon?", Diva merasa sungkan untuk meminta uang pada Leon padahal ia tahu sekarang Leon itu suami nya
Sesampai di rumah Diva masih mendapati Leon tertidur pulas, Diva pun segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci baju Leon
"Va... Kamu lagi ngapain sih?", Suara Leon dari ruang tamu terdengar hingga ke dalam kamar mandi
"Aku lagi mencuci baju mas, ada apa?", Diva mendekati Leon yang kusut habis bangun tidur
"Laper.... Beli makan di luar yok?", Ajak Leon
"Iya mas tunggu bentar ya, aku mau jemur baju dulu", Diva segera mengambil ember berisi baju dan segera menjemur di teras rumah
"Ayo cepet", Leon yang sudah duduk di motor memanggil Diva
"Iya mas", dengan setengah berlari Diva menghampiri Leon dan segera duduk di jok belakang motor
"Kita mau makan dimana mas?", Tanya Diva
"Kita harus hemat jadi kita beli nasi goreng sebungkus dan kita makan berdua di rumah, aku mengajak mu karena aku memberi tahu kamu dimana aku biasa beli nasi goreng, jadi sewaktu-waktu aku ingin nasi goreng kamu sudah tau dimana tempat nya"
"Iya mas", lirih Diva
"Mang nasgor satu pakek telor, di bungkus!", Leon memesan nasi goreng
Diva masih berdiam diri di dekat motor sambil menoleh ke kanan dan ke kiri yang terlihat ramai
"Tak jauh darisini ada mall, kamu lihat itu... " Tunjuk Leon dan mata Diva menangkap sebuah papan plang yang menyatakan mall itu bernama Century
"Mas ini nasi goreng nya?", Mamang penjual memberi nasi goreng pada Leon
"Makasih mang?", Leon segera menghidupkan mesin motor
__ADS_1
"Kita pulang mas?", Tanya Diva
"Kamu mau kita kemana, aku belum gajian lagian ingat va kita harus menabung biar bisa beli rumah", sarkas Leon
"Iya mas", jawab Diva
Sepanjang jalan Diva membatin entah lah hidup macam apa yang sedang di jalani oleh nya, Diva pikir setelah menikah dengan Leon hidup nya akan lebih baik ternyata tak seindah bayangan nya
Malam datang Leon pergi ke tempat tongkrongan bersama teman-teman nya, Diva hanya berdiam saat Leon pamit akan pergi bersama teman-teman nya
Diva mengambil kalung pemberian Fadlu, Diva menangis sesenggukan
"Andai engkau tau dlu sampai saat ini aku masih mencintai mu, aku akan terus mencintai mu sampai akhir hayat ku...
Aku terpaksa menikah dengan mas Leon karena ancaman dan juga balas Budi, Fadlu maafkan aku?", Begitu lah Isak tangis Diva sampai Diva benar-benar terlelap
*****
"Mas sarapan dulu?", Ajak Diva
"Emang kamu masak apa?", Tanya Leon
"Aku masak tumis buncis sama goreng tahu mas", lirih Diva
"Makan lah masakan mu sendiri, aku akan makan di kantor", Leon pun segera pergi ke kantor
Diva hanya menghela napas panjang, "kenapa tidak bisa dia menghargai usaha ku", batin Diva dan mulai sarapan dengan masakan nya sendiri
Setelah selesai membersihkan rumah Diva keluar di teras depan dan mendapati seorang gadis bertengkar dengan seorang lelaki, tak lama si gadis menangis saat si cowok pergi meninggalkan si gadis mematung sendiri
Diva pura-pura tak melihat dan masih berkutat dengan polibag yang ia isi dengan tanah
Diva mengangguk
"Apa mba mendengar nya?", Tanya gadis itu lagi
Diva menggeleng dan tersenyum "sudah lah jangan nangis", ucap Diva
"Mau kah mba menjadi teman ku, aku disini sendiri sedang orang tua ku berada di kampung?", Tanya gadis itu dengan mata sayup
"Baik lah kita berteman mulai sekarang", jawab Diva
"Nama mba siapa?"
"Namaku Diva, nama mu sendiri siapa?"
"Nama ku Anis mba, oh ya mba berumur berapa?", Tanya Anis yang mulai terlihat ceria
"Umur ku sembilan belas tahun", jawab Diva
"Berarti tua aku dong mba, aku dua puluh tahun", seru Anis tak menyangka dia lebih tua dari lada Diva
Mereka pun mengobrol dan bercanda dengan riang
"Mba istri nya mas-mas yang tinggal disini ya?", Tanya Anis
"Iya nis kami baru saja menikah baru tiga hari yang lalu kami menikah"
"Wah pengantin baru dong, selamat ya va atas pernikahan nya semoga samawa?"
"Makasih nis, oh ya tadi kamu kenapa kok nangis!"
__ADS_1
"Aku di putusin sama cowok ku va, aku sedih banget tau, aku dan cowok ku sudah pacaran lima tahun lebih tapi tiba-tiba di mutusin aku mba?"
"Sabar ya nis, mungkin dia bukan jodoh yang Tuhan kasih buat mu"
"Jodoh!... Lalu kamu bagaimana cerita nya bisa nikah sama mas siapa itu suami mu va?"
"Leon ... Nama nya nis"
"Ha mas Leon", Anis menatap wajah Diva penasaran
"Kami di jodohkan", jawab Diva dengan seulas senyum
"What's jaman sekarang masih ada jodoh-jodohan ya, lalu apa kah kamu sebelum nikah sama mas Leon sudah punya pacar?"
"Ah tidak ada nis, aku tidak pernah pacaran sebelum nya", jawab Diva
Anis yang mendengar penuturan Diva pun mengelengkan kepala, "terlalu polos hidup mu va, kamu wanita baik dan akan di sayangkan kalau sampai mas Leon tidak bisa menjaga mu dengan baik", ucap Anis
"Apa sih kamu nih nis , jangan terlalu menyanjung ku nanti aku jadi besar kepala"
Siang itu banyak sekali obrolan antara Anis dan Diva, Anis kuliah sambil bekerja di sebuah toko Buku yang ada di mall Century
Anis berjanji akan mengajak Diva ke mall suatu saat nanti kalau ada waktu senggang
Diva pun senang bisa mendapat teman di dekat rumah nya, Diva yakin Anis gadis yang baik, itu terlihat dari cara bicara dan cerita nya
Diva yang merasa termotivasi atas ucapan Anis pun meminta Anis mencarikan lowongan pekerjaan untuk nya, karena ucapan Leon semalam membuat Diva bersedih
"Leon mengatakan pada Diva agar jangan jadi istri yang borosn dan suka minta-minta tanpa bekerja", secara tidak langsung Leon menuduh Diva kesenangan dengan status baru sebagai istri Leon
Dan Diva akan berdiam diri dan santai di rumah dengan terus meminta gaji Leon
Leon juga sudah memberikan jatah uang bulanan terhadap Diva, Leon mengatakan setiap bulan harus membayar kontrakan sebesar lima ratus ribu rupiah
Untuk beli bensin dan makan siang di kantor itu dua juta rupiah
"Ini lima ratus ribu uang makan kita dan keperluan dapur kamu harus pandai membagi dan mengatur, kita harus hemat biar bisa sukses?", Itulah ucapan Leon semalam
Diva sendiri masih bingung dengan ucapan Leon , lima ratus ribu untuk sebulan itu mana cukup!
Beras sepuluh kilo gram sudah seratus ribu, bumbu dapur, sabun untuk mandi, shampo dll.
belum kalau pengen beli obat ke warung
Lagian Leon minta makan malam pakai ikan atau daging, lalu Leon tau nya uang nya harus cukup jadi Diva Senin-Kamis harus puasa mungkin dengan begitu akan cukup itu lah pikiran Diva
****
"Kamu mau kerja, memang kamu mau kerja dimana?", Tanya Leon
"Di toko makanan rumah makan Padang mas?"
"Lalu bagaimana dengan ku jika kamu kerja?", Ketus Leon
"Aku berangkat jam tujuh pagi dan pulang jam lima sore mas"
"Baik lah kalau begitu, kamu boleh bekerja", jawab Lwin
Diva pun tersenyum riang saat Leon mengijinkan dirinya untuk bekerja
Diva malam ini dapat tertidur dengan pulas karena hati yang bahagia
__ADS_1