
Leon menciptakan air ke wajah Diva dan membuat Diva mengerjap
"Hah ngapain kamu bawa aku kesini mas?", Lirih Diva sambil menoleh ke kanan dan kiri
"Ngapain kamu bilang, ya aku ingin memberi pelajaran pada wanita sok baik dan sok berhati baik bak malaikat penolong"
"Maksud mas?"
"Kamu telah membuat Anggia lepas dari ngenggaman ku"
"Tapi Anggia memang berhak bahagia mas, kenapa sih mas enggak pernah bisa berubah"
"Hahaha seorang wanita mura*** sedang mengutarakan argumen tentang kebusukan nya"
"Stop mas, jangan kamu selalu menghina ku, cukup dulu aku kamau siksa sekarang jangan harap"
"Benar kah begitu", tangan Leon memegang erat rahang Diva sampai bibir nya mengerucut sangking kuat nya
"Lepaskan!", Teriak Diva
Di hempaskan tubuh Diva ke lantai, "ini baru awal akan ada pertunjukan yang menegangkan yang harus kamu nikmati jala***", teriak Leon dengan seringai jahat
"Akan aku laporkan kamu ke polisi mas setelah aku bisa lepas dari sini"
"Hah mimpi kamu, jangan harap kamu bisa lepas dari sini, mungkin bangkai mu yang akan di temukan disini"
"Kenapa begitu, pasti seluruh keluarga ku akan mencari ku dan akan membuat mu jera", teriak Diva emosi
Plak.... Plak....
Sebuah tamparan Leon daratkan ke wajah Diva, hingga keluar darah dari sudut bibir nya, Diva menatap nyalang ke arah Leon terbawa emosi
Leon tampak melepas celana panjang nya dan hanya menyisakan ****** ***** nya saja "hey apa yang mau kamu lakukan!", Teriak Diva lantang
"Kita akan bermain-main dan mungkin permainan ini akan sedikit menyakiti mu tapi memang begitulah keinginan ku, aku ingin melihat mu kesakitan dan teriak hingga mati"
"Tidak hentikan", Diva berusaha melepas cengkeraman tangan Leon
Leon mencoba mengambil tengkuk Diva namun Diva memberontak keras, beragam tamparan Leon daratkan di wajah Diva hingga wajah Diva babak belur, darah segar kembali keluar dari hidung nya
Diva pun tak mau kalah, mencakar dan berontak sekuat tenaga
__ADS_1
Kini Diva sudah berada di posisi bawah Leon, Leon sudah mengukung nya dari atas, Leon menyobek baju atas Diva hingga dalaman Diva terlihat, Diva enggak mau diam di perlakukan seperti itu
Diva dengan kuat menendang barang milik Leon hingga Leon jatuh terjungkal kesakitan, dengan kesempatan itu Diva mencoba melarikan diri tapi naas pintu terkunci dan tidak Diva dapati kunci nya
Diva berlari mencari celah agar bisa keluar, sebuah rambut Diva tertangkap tangan Leon, dengan cepat Diva mengigit tangan Leon sampai berdarah
Arkh.... Leon menjerit kesakitan "Bangs** kau"
sebuah jendela nampak jelas dan dengan sigap Diva mencoba membukanya, untung kunci nya mudah di buka
Leon mengambil sebuah vas bunga dan melempar ke arah Diva, Diva yang melihat pun sontak reflek menangkis dengan tangan nya, sehingga tangan nya lebam biru dan berdarah
"Au.... ", Diva merintih sakit dan perih di sekujur tubuh nya, Diva gegas mencoba keluar lewat jendela namun Leon memegang kaki sebelah kiri Diva hingga menyulitkan Diva keliar
"Lepasin!", teriak Diva kencang dan menendang Leon hingga Leon mundur beberapa langkah, Kaca jendela pun otomatis menutup dan menghantam tubuh Diva hingga Diva merasa tubuh nya teramat sakit
Buhg... Diva jatuh keluar dari celah jendela, Diva meringis kesakitan untuk sesaat lalu ingat akan Leon kembali akan menangkap nya, dengan sisa tenaga Diva berlari terseok-seok
"Ya Allah tolong lah aku, aku enggak mau mati terlalu cepat dan tragis di tangan pria jahat itu", Diva membatin dengan air mata yang membasahi kedua netra nya
Diva melihat sebuah pohon lumayan rindang, Diva berpikir tidak mungkin ia akan berlari terlalu jauh lagi, tubuh nya tidak akan kuat
Diva berusaha memanjat dengan bergetar karena tubuh nya terasa teramat lemas
Leon berlari melewati pohon yang Diva panjat, Diva masih bisa melihat Leon yang pergi mencari nya dengan membuka dan menilik setiap apa saja yang mencurigakan bagi ot** Leon tersebut
Sebuah lampu mobil menyilaukan membuat Leon menghentikan aktivitas pencarian nya, Leon terperangah saat Aldo keluar dari dalam mobil bersama Fadlu yang ada di kursi roda
"Hey lelaki cacat ada apa datang kemari?", Suara Leon menggema
"Dimana Diva?", Teriak Fadlu dengan mata merah
"Diva... Kamu mencari wanita bodoh itu, memang ya jodoh itu selalu sikron, satu bodoh yang satu cacat"
Aldo nampak memajukan badan dan hendak menghantam wajah Leon namun Fadlu menghentikan langkah Aldo
"Aku cacat tapi itu hanyalah fisik sementara kamu, hati dan kepribadian mu yang cacat", sergah Fadlu
"Tutup mulut mu si cacat!", Teriak Leon geram
"Mana Diva ku, kembalikan atau aku akan melaporkan mu ke kantor polisi?", Gertak Fadlu tegas
__ADS_1
"Kamu datang ke tempat yang salah si cacat, mana mungkin aku menyembunyikan Si bodoh mu itu"
"Benar kah lalu ini apa?", Fadlu menunjukan sebuah layar telepon yang berkedip dan menyala menandakan sinyal GPS aktif
Leon mendengkus kesal dan marah
"Keluar kalian?", Tampak tiga orang preman datang menghampiri memutari Fadlu dan Aldo
Aldo nampak menciut, bagaimana tidak badan ketiga pria itu besar seperti Hulk lain dengan dirinya yang kecil dan mungil, di hempas sekali saja pasti sudah masuk surga nya Allah
Diva pun tertatih mendekat "Fadlu....?", Lirih Diva sambil terisak
Fadlu menoleh ke arah nya, terlihat lah baju Diva yang sobek di bagian kanan dan kiri, lalu luka di wajah, hidung bahkan darah yang tampak sedikit kering di berbagai lengan Diva
Gigi Fadlu bergemeratak dan berdiri menghajar ketiga lelaki berbadan besar tadi hingga terkapar
Leon pun tak luput dari Bogeman Fadlu, hingga bebar-benar pingsan atau bahkan mati di tempat
"Fadlu....", Lirih Diva menghentikan pukulan yang ia layangkan ke tubuh Leon yang sudah tak bergerak itu
"Maafkan aku va, aku terlambat!", Fadlu terduduk di tanah sambil mengusap kasar rambut nya
Diva menghambur memeluk Fadlu sangat erat
Hiks.... Hiks.....
Fadlu membalas pelukan Diva dengan erat jua, tak lerduli mata Aldo menyaksikan dua hati yang kembali bersatu setelah sekian lama terpisah
Pelukan sayang dan penuh cinta membawa mereka dalam lamunan asa yang tinggi
Banyak seandainya terucap
"Maafkan aku?", Lirih Fadlu tepat di telinga Diva
"Kamu enggak salah dlu, aku yang tidak hati-hati", balas Diva lemah
"Aku mencintai mu va?", Ungkap Fadlu
"Aku juga", balas Diva
Fadlu tak membayangkan jika ungkapan cinta nya ada dalam kondisi menyedihkan seperti demikian
__ADS_1
Dengan kekuatan cinta Fadlu mengendong tubuh Diva yang melemah menuju kedalam mobil menuju klinik terdekat
Fadlu masih memeluk dengan erat dan tak urung melepas genggaman di jari Diva sepanjang perjalanan