Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 58


__ADS_3

Suara pintu terbuka dan reflek membuat , Fadlu dengan merangkak beralih ke sofa satu nya agar tak terlihat oleh orang yang baru saja keluar dari kamar tersebut


"Loh gak pergi tidur kamu va", tanya Bu Aini melewati Diva sambil terburu-buru mengambil sesuatu dari balik lemari besar di ruang keliarga tersebut


"Sebenar nya capek, ngantuk tapi malah enggak bisa tidur Bu, mungkin nanti Diva mau pijit ke tukang urut dulu biar rileks badan Diva"


Bu Aini yang sudah tampak rapi itu hendak keluar rumah "ya sudah nanti ibu telponin tukang urut langganan ibu"


"Iya makasih Bu", jawab Diva


Bu Aini berbalik menatap Fadlu yang sedang tidur dengan mata memejam di atas sofa


"Kenapa Fadlu tidur di sofa, kenapa tidak di dalam kamar saja"


"Oh itu mungkin dia terlalu kelelahan Bu"


"Benarkah?", Selidik Bu Aini


"Hehehe", Diva tertawa aneh, persis tertawa yang di buat-buat


"Kalau mau mengobrol ya lanjut kan, tapi jangan berlaku atau bertindak yang aneh-aneh di dalam rumah, kontrol diri itu penting, kenapa harus pura-pura segala sih", Bu Aini menatap Diva yakin


"Iya Bu aku dan Fadlu enggak lagi ngapa-ngapain kok, ini Aku mau ke kamar mau tidur"


"Tidur lah, tapi Fadlu jangan ikut masuk ke kamar mu"


"Ibu....", Lirih Diva merasa di pojokan


"Bukan apa-apa va, baru kali ini ibu melihat mu menunggui lelaki luar yang sedang tertidur, biasanya kamu cuek dan menjaga jarak takut ada fitnah begitu katamu, lalu sekarang ini apa ya?", Goda Bu Aini lagi


Diva tertunduk malu tertangkap basah dengan tidak sengaja menyatakan bahwa ia pun membalas cinta Fadlu dan ah memalukan!


"Tidak apa-apa jika kalian sudah saling cocok , lanjutin ke jenjang yang lebih serius, kalian sudah sama-sama dewasa, itu pun kalau kalian normal, maksud nya bukan penyuka sesama jenis", goda Bu Aini lagi


Fadlu yang pura-pura tidur pun langsung membuka mata mendengar ucapan Bu Aini yang begitu tajam seolah menyindir "penyuka sesama jenis, ya enggak mungkin lah", Fadlu membatin dengan mata terbuka karena refleks


"Ya sudah ibu berangkat dulu", Bu Aini keluar dari pintu utama dengan setengah berlari


Karena sudah terdengar suara teman-teman nya datang menggunakan mobil di halaman rumah

__ADS_1


"Mau kemana ibu jam segini?", Tanya Fadlu langsung sengit


"Olahraga", jawab Diva sambil berdiri dari tempat nya duduk


"Kamu mau kemana, apa kamu mau olahraga juga tapi olahraga bersama ku di kasur?"


"Is .... Aku mau Masuk ke dalam apa enggak dengar nasehat ibu tadi"


"Ah nanti saja, jangan kamu tinggalkan aku sendirian va, aku masih ingin berlama-lama bersama mu"


"Dlu... Aku merasa enggak enak jika ada yang melihat"


"Kenapa harus merasa begitu, kita tidak melakukan tindakan mesum kan kenapa begitu saja takut, apalagi kalau kita... Wah gawat!", Fadlu menggelengkan kepala


Diva pun bergegas jalan cepat menuju kamar pribadi nya dari pada meladeni ucapan Fadlu yang tiada habis nya


"Sudah pukul setengah enam, mau tidur pun nanggung banget pasti sebentar lagi Sky teriak-teriak manggilin", Diva membatin


Balik kanan balik kiri lama-lama Diva sungguh tertidur, Sky yang masuk hendak berpamitan pada sang ibu pun urung membangun kan nya


"Udah pamit sama Ibu?", Anis bertanya pada Sky yang berjalan teramat pelan takut menganggu tidur Ibu nya


"Belum Tan, ibu masih bobok, kasihan kalau terbangun"


"Terima kasih Tante Cantik", ucap Sky


"Dan kalau tidak memberi uang saku bisa di pastikan aku tidak cantik lagi", Anis menyentil pelan telinga Sky


"Is Tante ini apaan sih?", Sky pun berpamitan dan gegas keluar karena bus sekolah sudah menunggu di halaman rumah


Anis melambaikan tangan dan kiss bye "emuuah, sampai jumpa lagi", teriak Anis lalu masuk ke dalam setelah memastikan mobil yang Sky tumpangi sudah benar-benar pergi


"Jangan lupa main kesini lagi", ucap Aidil, Anis pun menoleh ke belakang ternyata Aldo dan Fadlu berpamitan akan pulang ke apartemen


"Kami pulang dulu nis", pamit Fadlu pada Anis


"Iya hati-hati di jalan", ucap Anis sambil tersenyum


"Titip salam buat mba Diva", goda Aldo dan Fadlu langsung menatap tajam ke arah nya "dari mas Fadlu", ucap Aldo lagi

__ADS_1


Aldo pun mendorong kursi roda yang Fadlu Naoki tanpa mau mendengar Fadlu menjawab ucapan nya tadi di depan Anis dan Aidil


Setelah mobil Fadlu benar-benar pergi Aidil mengamit tangan Anis dan membawanya masuk kedalam


"Nanti jam sembilan pesawat Fly jadi berkemas lah, kita akan menjumpai Bapak ku di rumah sakit di Singapura", ucap Aidil


"Berapa lama kita di Singapura Dil?", Anis memasukan beberapa potong baju ke dalam koper


"Mungkin tiga hari, aku tidak bisa terlalu lama disana kamu tau kan pekerjaan aku memaksa banget"


"Iya aku tau"


"Tapi kalau kamu mau menemani Ayah disana sampai sembuh juga gak apa-apa nis aku malah senang"


"Senang karena gak ada yang cerewetin kamu lagi ya", sungut Anis


"Ih jauh amat pikiran nya, ya enggak lah, biar kamu dan Ayah bisa akrab"


"Idih orang anak nya saja gak akrab masa menantu nya di suruh sok mengakrab kan diri"


"Ya kali kamu bakal jadi menantu tersayang"


"Iya kalau kehadiran ku dapat di terima dengan baik oleh keluarga Ayah mu, nah kalau enggak, bisa diet alami aku"


"Jangan lah, masa kurus nanti gak aduhai lagi lah"


"Makanya, kamu suka yang semok apa yang kurus?", Todong Anis sambil monyong


"Suka yang ini", Aidil menunjuk sesuatu di tubuh Anis dan spontan Anis menimpuk bahu Aidil sampai berbunyi Bugh......


"Sakit nis", seru Aidil mengusap bahu yang di pukul menggunakan baju oleh Anis


"Salah siapa ngomong begitu", sungut Anis


"Ngomong apa sih, perasaan salah terus, jawab salah enggak menjawab tambah salah, hadeh...", Keluh Aidil sambil mengambil sesuatu di dalam laci


"Ya enggak salah kalau jawaban nya betul dan bagus, makanya ngomong tuh jangan asal", jawab Anis masih panjang lebar


"Sabar... Sabar... ", Lirih Aidil

__ADS_1


"Apa?, Kamu ngomong apa lagi, jangan kamu pikir aku enggak denger ya", ketus Anis


"Enggak kok nis, aku enggak ada ngomong apa-apa", kilah Aidil sambil membatin "di kantor banyak karyawan yang segan dan sangat takut ketika berhadapan dengan nya, lah saat di rumah di skak istri sudah keok"


__ADS_2