Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
24


__ADS_3

"bik Ira sudah berapa tahun kerja di rumah Bu Aini?", Tanya Diva yang membantu bik Ira melipat baju


"Mungkin sudah hampir lima tahunan, yah mau bagaimana lagi bibik ini janda yang harus menghidupi kedua anak bibik jadi bibik harus kerja sedang kalau di kampung sulit banget nyari pekerjaan"


"Bibik janda, sama dong kayak aku?", Diva terkekeh


"His.. jadi janda kok senang, apa mba Diva belum tau bagaimana rasanya jadi janda?"


"Ya kalau aku akan memilih jadi janda dari pada setiap hari aku harus di pukuli, belum lagi di katai yang tidak selayak nya di ucapkan"


"Maksud bibik bukan begitu mba Diva, maksud bibik setelah jadi janda akan banyak masalah yang datang, contoh kecilnya akan ada banyak wanita yang merasa terusik karena kehadiran kita"


"Kenapa begitu?"


"Mereka takut dengan status kita mba, banyak dari mereka menilai status janda itu wanita yang gak bener", ucap bibik bersedih


"Sudah lah bik jangan bersedih, anggap saja ini ujian yang harus kita jalani, mereka hanya bisa berkomentar tanpa tau sebab mengapa kita bisa seperti ini"


"Iya mba tapi gimana ceritanya mba Diva kok bisa sampai cerai sama suami, kalau di lihat mba Diva juga masih terlalu muda pasti nikah nya juga belum lama?", Tanya bibik


"Suami ku melakukan KDRT bik, lagian kami menikah karena perjodohan, aku gak sanggup jika harus bertahan dengan nya, aku takut aku mengalami gangguan jiwa jika terlalu lama di siksa?", Jawab Diva


"Pantas wajah mba banyak yang hitam-hitam begitu, berarti itu bekas pukulan suami mba Diva, kenapa suami mba Diva bisa sampai memukul pasti ada sebab nya kan?, kalau bibik sih jadi janda karena mantan suami bibik selingkuh sama tetangga satu kampung, bibik kecewa berat dan akhirnya bibik mau kita udahan"


"Sebab nya Bapak mertua mengirimkan uang untuk ku bik sebagai bisnis, bapak mertua juga mengancam tidak akan memberikan warisan jika suami ku berani menceraikan ku, dan aku sendiri baru tau kalau suami ku sering memakai nar**ba dan senang mabuk"


"Haduh kok kayak gitu amat tu laki, sudah rusak sudah hidup nya?"


"Iya katanya suami ku juga bilang dia ada pacar ... Katanya sih pacar nya cantik, putih dan seksi tidak seperti aku yang buruk rupa dan hitam"


"Ah sudah lah jangan di pikirin lelaki seperti itu mah, bikin nyesek saja, di luar sana banyak lelaki baik, lagi pula mba Diva ini masih muda dan aslinya sudah cantik hanya tidak terawat saja"


"Iya bik aku juga malas memikirkan mantan suami ku lagi, sejujurnya aku tidak membenci sikap dan perbuatan nya sedikit pun, aku hanya kasian kenapa lelaki seperti mas Leon bisa salah jalan begitu, dan aku ingin dia bisa berubah jauh lebih baik lagi setelah peristiwa ini?"

__ADS_1


"Bagus lah kalau begitu, sekarang mba Diva tinggal fokus menata masa depan agar tidak lebih buruk dari hari ini!", Ucap bibik dengan senyum


"Iya bik harus itu mah, oh iya terus anak bibik sekarang tinggal dimana kalau bibik tinggal kerja merantau begini?", Tanya Diva


"Bibik masukan pesantren", ucap bibik..


Mata Diva seketika meredup mendengar kata pesantren, berarti bibik orang yang kuat di atas pundak nya lah dia harus berjuang untuk masa depan kedua buah hati nya


"Mba Diva ini sudah selesai, bibik mau mandi dulu, mba Diva juga boleh mandi setelah itu baru kita masak buat kita makan malam", bibik berdiri sambil membawa keranjang baju yang sudah selesai di lipat


Diva masuk kedalam ruangan yang Bu Aini bilang kamar tidur nya, tempat nya lumayan besar, lengkap dengan lemari dan ranjang


Ini pantas jika di sebut kamar bukan seperti apa yang Leon siapkan untuk nya


"Bagaimana ini, apa aku selamanya akan merepotkan Bu Aini?, Ah tidak bisa besok aku harus mencari pekerjaan", batin Diva


"Mba.... ", Panggil bibik dari balik pintu, Diva pun segera membuka pintu


"Itu ibu sudah pulang dan membelikan kita makanan, ayo di makan nanti keburu dingin pasti gak enak lagi"


"Baik bik", Diva menutup pintu kamar dan mengekor bibik dari belakang menuju ruang makan


"Diva... Ayo sini kita makan bersama?", Seru Bu Aini


"Makasih Bu udah mau ajakin Diva buat makan bersama"


"Iya sama-sama, ayo di makan, ini kwetiau basah lengkap dengan toping yang melimpah, makan yang banyak harus di habiskan, kamu butuh tenaga yang banyak, kamu harus ingat sekarang kamu tengah berbadan dua?", Ucap Bu Aini sumringah


Uhuk... Uhuk....


Diva pun terbatuk dan segera meminum air putih yang tersedia d depan meja nya


"Apa terlalu pedas?", Tanya Bu Aini

__ADS_1


"Tidak Bu, ini sangat enak", jawab Diva


"Makan nya pelan-pelan biar gak kesedak?", Bibik menasehati


"Iya bik", Diva kembali menyuap kedalam mulut nya, mulut mengunyah tapi pikiran menerawang jauh ke angkasa raya


"Hamil, anak mas Leon, ya Tuhan apa yang harus ku perbuat?", Batin Diva menjerit


"Gimana perasaan mu sekarang Diva apa sudah lebih baik?", Tanya Bu Aini saat Diva sudah menyelesaikan makan malam nya


"Sudah lebih baik Bu, aku merasa jauh lebih baik dan ini semua berkat bantuan ibu tanpa ibu aku tidak tau bagaimana nasib ku saat ini, sekali lagi terimakasih ya Bu?", jawab Diva dengan senyum manis


Bu Aini menganggukan kepala dan tersenyum


"Bagus lah ibu harap walau kamu sudah merasa lebih baik kamu tidak akan meninggalkan ibu disini, ibu harap kamu mau tinggal disini?"


"Tapi.... Aku masih punya keluarga di kampung bu, mereka tidak akan mengijinkan ku untuk tetap tinggal di kota sementara mereka tau aku sudah pisah sama mas Leon?"


"Lalu apa rencana mu, ibu harap kamu masih bersedia untuk tetap tinggal disini?"


"Aku besok akan mencari pekerjaan Bu dengan begitu aku akan punya alasan untuk tetap tinggal di kota tepat nya di rumah ibu"


"Kerja, kamu mau kerja apa Diva, siapa orang yang mau menerima karyawan yang sedang berbadan dua?"


"Aku akan menyembunyikan kehamilan ku Bu, aku mohon bantu aku agar aku bisa mendapatkan pekerjaan, aku ingin belajar mandiri Bu, aku ingin membantu ekonomi bapak dan nenek di kampung?"


"Baik lah, besok ibu akan tanyakan pekerjaan di salah satu toko perhiasan di mall Seventeen, kebetulan pemilik nya masih kerabat ibu"


"Benarkah Bu, makasih banyak Bu?", Ucap Diva dengan mata berbinar tapi mengembun


"Iya sama-sama diva, sekarang pergilah tidur kamu harus istirahat yang cukup biar besok saat bangun tubuh mu sudah jauh lebih bugar dan kamu bisa melakukan aktivitas kembali"


"Baik Bu, aku pergi tidur dulu, selamat malam ibu semoga mimpi indah?", Diva berjalan menuju kamar dan menjemput mimpi yang indah

__ADS_1


__ADS_2