Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
Episode 30


__ADS_3

"Bu berapa lama kita akan berkunjung ke desa Tante Anis, disana suasana nya bagus gak Bu, terus ada pasar ada sungai nya juga ya Bu?", Tanya Sky yang begitu antusias


Diva yang masih melipati baju dan memasukan kedalam koper milik Sky pun hanya tersenyum "iya sayang disana banyak sungai dan pasar tapi kita tidak lama disana mungkin sekitar tiga hari"


"Sky seneng Bu di ajak jalan-jalan yah walaupun ke kampung sih, soalnya ibu jarang ajak Sky jalan-jalan!", Sky berkata jujur


"Ya maafkan ibu Sky, bukan nya ibu gak mau ajak Sky jalan-jalan tapi ya gitu pekerjaan ibu numpuk banyak banget, tapi ibu janji nanti kalau libur semester ibu bakal ajak Sky berkunjung ke rumah nenek buyut dan kakek di kampung", ucap Diva dengan masih tersenyum


"Wah makasih ibu?", Sky berhambur memeluk Diva


Tok... Tok...


"Iya masuk ", ucap Diva


Pintu terbuka dan nampak Anis di balik pintu


"Cepetan woy sudah di tunggu Bu Aini dan Aidil tu di depan?", Ucap Anis terlihat jauh lebih baik dari kemarin


Diva pun tersenyum "iya... Ini sudah selesai kok!"


Dalam hati Diva bersyukur Anis dapat menemukan titik temu masalah yang di hadapinya dan kini Anis terlihat mulai biasa dengan keadaan yang kemarin melukai hati nya


Diva pun menyeret koper milik Sky dan di ikuti Sky


"Ibu gak bawa tas selempang milik ibu?", Tanya Sky


"Oh iya ibu sampai lupa nak, wah gawat kalau ibu gak bawa tas selempang ibu", Diva pun menuju kamar milik nya untuk mengambil tas


"Sini biar Tante yang bawa koper nya?", Anis mengambil koper Sky dan membawa nya ke teras rumah, disana sudah ada Bu Aini yang sudah rapi memakai celana panjang hitam dan memakai kaca mata


Ada Aidil yang tak kalah keren, dan ada Fadlu yang akan menemani prosesi pernikahan kedua Aidil


"Hay Sky how are you?", Tanya Fadlu


"Baik paman, apa paman juga mau ikut kami ke kampung Tante Anis?", Tanya Sky polos


"Tentu Sky, paman harus ikut sebab paman Aidil ini best friend paman?", Seru Fadlu


Lalu Sky melirik ke samping Fadlu nampak seorang wanita cantik dan seksi dengan memakai dress warna maroon selutut, rambut panjang bawah bahu dan cantik seperti artis


"Oh perkenal kan ini kekasih paman namanya Aunty Sherina?", Ucap Fadlu


Sherina yang merasa namanya di sebut oleh Fadlu pun menoleh dan tersenyum sekilas


Karena dari awal Sherina malas mengikuti acara pernikahan sahabat kekasih nya ini apalagi yang akan di adakan di kampung


"Iyu terible", itulah batin Sherina


Tak lama kemudian Diva keluar dari pintu utama ke teras, betapa terkejut nya Diva saat melihat orang yang tak asing lagi bagi nya


Memang selama berteman dengan Aidil Fadlu jarang berkunjung kerumah Bu Aini


Mereka berbagi cerita di apartemen Aidil maka dari itu Diva tidak tau jika Fadlu adalah teman Aidil


"Diva....?", Seru Fadlu dengan sorot mata tak kalah terkejut


"Hey kalian sudah saling mengenal, baik lah Fadlu kamu sih jarang berkunjung kerumah ibu ku, perkenalkan ini kakak ku Diva yang sering ku ceritakan padamu?", Ucap Aidil


Baik Diva maupun Fadlu sama-sama terdiam dan hanya melempar senyum tanpa berani mengucapkan apapun lagi


Hati Diva jauh berdebar-debar dan terasa ingin loncat dari tempat nya namun Diva berusahan mengontrol Diri Diva tau siapa dia dan siapa Fadlu


Dulu saja Diva sudah minder dekat dengan Fadlu apalagi sekarang


"Biar lah cinta hanya sebatas do'a", batin Diva


"Mari masuk ke dalam mobil Bu?", Sopir mengajak mereka semua masuk kedalam mobil


Awal nya Fadlu akan duduk di samping sopir tapi Sherina merengut dan meminta Fadlu untuk duduk di samping nya


Karena ini perjalanan jauh sudah pasti Sherina akan merasa jenuh dan bosan, apalagi Sherina belum terlalu kenal dengan mereka


Akhirnya Aidil duduk di samping sopir, di kursi tengah ada Fadlu, Sherina dan Bu Aini


Sedang di di kursi belakang ada Diva, Anis dan Sky yang begitu semangat

__ADS_1


Mobil mulai melaju perlahan dan menyisir jalan yang begitu padat dan ramai


Sky begitu senang dan selalu mengajak ngobrol Anis


Ya begitulah Anis yang suka bicara saat bersama Sky


"Tante itu tempat apa?", Tanya Sky menunjuk sebuah tempat wisata


"HM itu tempat orang bereksperimen Sky, pokok nya Sky jangan kesitu lah?", Jawab Anis


"Kenapa Sky gak boleh kesitu itu kan bagus bisa lihat eksperimen"


"Apa bagus nya coba!"


"Bagus lah, apalagi kalau yang di buat eksperimen itu rambut Tante?", Sky tertawa terbahak-bahak


"Sky gak boleh ngomong gitu sama Tante ah, ngomong yang baik-baik saja", ucap Diva sambil memejamkan mata


Diva bukan benar-benar tertidur melainkan sedang membayangkan masalalu saat bersama Fadlu dan sampai saat ini masih menyimpan rasa itu sendirian


Mobil masih melaju dengan kecepatan lumayan cepat dan hampir semuanya terlelap kecuali Sky


Sky yang begitu antusias pun melihat keluar jendela dengan berdecak kagum


Saat mata Sky menatap Diva, Sky heran kenapa ibunya terpejam dengan mata yang berair


"Ibu kok nangis?", Tanya Sky


Fadlu yang mendengar pun hanya diam dan hanya mendengar ucapan apa yang akan di katakan Diva


"Siapa yang nangis, ah kamu ini Sky ada-ada saja?", Ucap Diva


"Itu ada air matanya", ucap Sky dan kemudian Diva memeluk erat Sky tanpa berkata apapun lagi


****


Mobil terparkir sempurna di teras rumah yang sudah ada dekorasi pernikahan ala negeri dongeng di desa


Dekor yang terbentang luas dan menakjubkan sangat indah tatanan nya


Sky membuka mata perlahan dan tersneyum saat melihat dirinya sudah sampai di tempat tujuan


Bapak Anis menyambut kedatangan Anis dengan penuh suka cita


Dan mengajak seluruh yang turun dari mobil untuk masuk kedalam rumah Anis


Di dalam banyak handai taulan dan saudara Anis yang sudah berkumpul


Mereka sama-sama berkumpul menyambut kedatangan Anis degan pemuh bahagia


"Silahkan duduk?", Ucap bapak Anis


Dan mereka semua duduk di lantai yang sudah di alasi ambal permadani


Seorang wanita datang menyungguhkan teh hangat dan beberapa cemilan


"Silahkan di minum teh nya?", Ucap nya


"Yang mana calon suami mu nis?", Tanya sang ibu karena ada tiga lelaki, ada pak sopir, ada Aidil dan ada Fadlu


"Yang ini Bu?", Ucap Fadlu menunjuk Aidil yang masih tersenyum pias


"Oh siapa nama nya ya kemarin ibu lupa?"


"Nama saya Aidil Bu", jawab Aidil tegas


"Aidil, kok namanya kayak bukan itu ya pak, apa kamu kerja di salah satu mall bersama Anis?", Tanya sang ibu


"Bukan Bu, saya bekerja di perusahaan sebagai manager", jawab Aidil mantap


Mata ibu dan bapak Anis pun membelalak sempurna, tak yakin dengan ucapan Aidil yang barusan di katakan


Apakah iya calon menantu nya itu orang kaya di kota, masa sih begitu argumen mereka


"Baik lah rumah kami ini terlalu kecil jika harus menampung orang jadi nanti pihak dari besan saya alih kan ke rumah tetangga sebelah, ke rumah pakde Parman?", Ucap bapak Anis memandang pakde Parman dan pakde Parman mangut-mangut tanda setuju

__ADS_1


"Jika mau istirahat atau membersihkan badan, mari silahkan saya antar kerumah saya?", Seru pakde Parman


"Ayo lah dlu, aku lelah aku ingin merebahkan tubuh ku?",lirih Sherina


"Aku pergi ke tetangga samping rumah dulu ya, nanti selesai membersihkan badan aku kesini lagi?", Ucap Diva pada Anis dan Anis mengangguk mengiyakan


Pakde Parman pun mengantar keluarga Bu Aini ke rumah milik nya


"Silah kan masuk Bu?", Pakde Parman membuka pintu rumah dan Bu Aini mengikuti di belakang nya


"Tapi maaf Bu kamar disini hanya ada tiga, ya harap maklum Bu namanya juga rumah di desa?", Ucap pakde Parman


Bu Aini pun tersenyum dan menimpali ucapan pakde Parman


"Ini saja sudah lebih dari cukup pakde, kami sekeluarga merasa sangat terbantu terimakasih banyak dan maaf merepotkan pakde?"


"Iya Bu sama-sama tenang saja tidak merepotkan kok?"


Setelah itu pakde Parman pamit pergi ke rumah Anis untuk membantu disana


Selepas kepergian pakde Parman Fadlu membuka sebuah kamar dan menyuruh Sherina untuk masuk untuk istirahat kedalam


"Fadlu kamu mau kemana?", Tanya Sherina saat melihat Fadlu membuka kamar sebelah nya


"Ya mau istirahat lah mau ngapain lagi?", Jawab Fadlu


"Kok kamu istirahat disitu?", Sherina tampak kesal dengan ucapan Fadlu


"Memang harusnya istirahat dimana?", Ketus Aidil


"Ini desa Sherina jangan buat yang aneh-aneh, lagian kalian itu bukan pasangan suami istri hargai kami yang ada disini dong, jangan sama kan disini dengan di kota dong?", Imbuh Aidil lagi


Diva tak kuasa mendengar mereka berbicara dan memilih membuka kamar yang ketiga dan masuk kedalam bersama Sky


Fadlu hanya menatap langkah Diva yang masih diam tak berbicara apapun


"Bu tidur lah dengan kami?", Diva memanggil Bu Aini yang masih mematung di tempat


"Apa tidak sempit jika harus tidur bersama kalian, apa kamu pikir Sky itu kecil?", Bu Aini melirik Sky yang merasa nenek nya sedang membully nya


"Ibu bisa tidur di kasur dan Diva tidur di lantai Bu?"


"Bu sebaiknya ibu tidur dengan Sherina, Sherina kan sendirian?", Seru Fadlu


Sherina spontan menatap mata Fadlu tajam tanda tidak suka harus berbagi kamar dengan Bu Aini


"Makasih Fadlu", ucap Bu Aini dan menatap muka Sherina yang memerah karena menahan amarah


"Tapi ibu akan tidur bersama dengan Diva dan Sky saja", Bu Aini menuju kamar yang telah di buka Diva


"Sini Bu koper nya?", Diva mengambil koper di tangan Bu Aini dan menaruh nya di sisi kamar


"Apa muat kita tidur bertiga?", Ucap Sky


"Muat tidak muat harus muat", jawab Diva menggoda


"Pergi lah mandi badan mu sudah bau dan lengket?", Ucap Diva


"Baik lah", Sky berlari ke halaman belakang rumah, ya begitulah rumah di desa tak banyak yang kamar mandi berada di dalam rumah


Sky baru mau masuk kedalam kamar mandi ternyata ada Sherina yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam kamar mandi


"Ih Tante kok duluan sih, kan aku dulu yang datang harus nya aku dulu yang mandi dong, antri Tante?", Seru Sky


"Tante... Tante... emang aku Tante kamu lihat wajah ku dong masih cantik begini kok sudah di panggil tante, Panggil aku kakak, lagian aku sudah kebelet pengen mandi badan ku gerah", seru Sherina dan menutup pintu dari dalam



Sherina



Diva


__ADS_1


Anis


__ADS_2