
"bagaimana pekerjaan mu va?", Tanya Fadlu saat Diva membereskan sisa makan pak Hadi dan Bu Hadi dan menaruh wadah kotor itu kedalam plastik untuk dibawa pulang
"Pekerjaan ku baik-baik saja, kenapa kamu bertanya tentang pekerjaan ku dokter Fadlu?"
"Tidak aku hanya ingin memastikan saja bahwa sekarang hidup mu jauh lebih baik"
"Tenang saja dokter Fadlu aku selalu hidup baik dan karena hidup ku kini di kelilingi oleh orang baik", Diva tersenyum dan menyimpan wadah yang kotor di bawah meja
"Va apa aku boleh bertanya padamu?", Fadlu menatap wajah Diva yang sekalipun Diva tak pernah menatap dengan intens wajah Fadlu karena Diva menghindari dari beradu tatapan
"Soal apa?",tanya Diva pelan dan duduk di sofa agak jauh dari tempat Fadlu berbaring
"Bisa kah kamu jawab jujur va?", Tanya Fadlu pelan namun mampu membuat Diva sedikit bertanya-tanya
"Aku selalu jujur Dokter Fadlu, aku sama sekali tidak membiasakan diri ini untuk berkata berbohong", Diva merasa yakin dengan ucapan nya
"Apa sebenar nya kamu masih menyimpan rasa untuk ku?", Pertanyaan Fadlu yang to the poin langsung menghujam relung hati Diva yang paling dalam
"Apa kamu masih setia menyimpan cinta itu untuk ku selama ini?", Ucap Fadlu lagi
"Dokter Fadlu ini ngomong apa sih?", Diva melempar senyum menunjukan sikap seolah-olah candaan Fadlu sama sekali tidak lucu
"Jawab va, apa benar sampai detik ini kamu masih menyimpan rasa cinta untuk ku, tolong va katakan dengan jujur!", Seru Fadlu dengan mata berembun menahan tangis
"Aku rasa aku tidak perlu menjawab nya Dokter Fadlu yang terhormat, untuk saat ini biarlah kita seperti saudara saling menyayangi dan mengasihi, lagian dokter sebentar lagi akan menikah dengan dokter Sherina jadi aku mohon jangan membuat Boomerang untuk hidup ku dengan pertanyaan konyol macam itu"
"Aku hanya ingin tahu tentang perasaan mu gak lebih, saat aku tau bahwa hati dan cinta mu masih setia hanya untuk ku hati ku hancur berkeping-keping kamu tau va, aku merasa jadi manusia yang bodoh dan tak mengerti apa itu makna cinta.
Dan kamu tau aku mengalami kecelakaan yang terjadi dan sekarang menjadi seperti ini karena aku saat itu emosi karena mengetahui itu semua tentang rasa mu"
Tes...
Air mata mengalir dari kedua sudut mata Diva hati nya bergemuruh hebat menahan sesak di dada
Rasanya Diva ingin turun ke lantai dan meraung-raung mennagisi hidup yang tak sama seperti impian nya
__ADS_1
Semua ini seperti penyakit jiwa yang mengerogoti hati dan pikiran nya
"Dokter ini bicara apa, aku sama sekali sudah tidak mencintai Dokter Fadlu lagi, bahkan sekarang aku sudah punya pacar", jawab Diva berbohong
"Jangan panggil aku Dokter va, dan jangan katakan apapun lagi, cukup diam dan ikuti apa kata ku sekarang"
"Maksud dokter?'
"Jangan panggil aku Dokter!"
"Aku tidak bisa dokter Fadlu, walaupun kita bersahabat tapi aku tetap harus menghormati mu"
Hah...
Fadlu menghela nafas berat dan menatap wajah Diva yang tak kunjung mendongak kan wajah dan menaatap ke arah nya
"Jika kamu mencintai ku kenapa kamu tidak berjuang untuk mendapatkan nya dan bisa hidup bahagia bersama ku, bukan kah itu salah satu impian orang yang saling mengasihi"
"Aku tidak mencintai mu lagi dokter Fadlu, aku sudah melupakan mu tepat sebelum aku menikah dengan mas Leon jadi berhentilah berkata demikian, karena itu akan menyakiti hati dokter Sherina jika ia mendengar nya"
Tok... Tok..
Sky masuk dengan pak Hadi dan Bu Hadi.
Raut bahagia Nampak menghiasi wajah Bu Hadi setelah pulang dari toko pakaian
"Lihat lah ibu membeli baju ini atas saran dari Sky, kata Sky ibu tetlihat cantik pakai baju model yang ini", seru Bu Hadi
"Iya ibu cantik sekali pakai baju itu", puji Fadlu pada Bu Hadi dan Bu Hadi pun merasa tersanjung dan senang
"Besok kamu sudah boleh pulang dlu, jadi bagaimana apakah kamu akan tinggal di desa bersama kami?", Tanya pak Hadi
"Pak aku mohon tinggal lah di apartemen ku sampai aku sudah benar-benar menikah dengan Sherina, hanya Sherina lah harapan ku saat ini pak, aku khawatir tidak akan ada wanita yang benar-benar tulus mencintai kekurangan ku", lirih Fadlu dan melirik ke arah Diva yang menundukkan pandangan
"Lalu kapan kamu akan segera menikah dengan Sherina, kalau jawaban kalian masih begitu terus", jawab Bu Hadi minta kejelasan
__ADS_1
"Nanti aku akan meminta pada Sherina agar segera mau menikah dengan ku"
"Baik lah lebih cepat lebih baik, kamu juga bukan anak eamaja lagi pasti sudah tau mana yang terbaik untuk hidup mu", pak Hadi mendekat ke arah Sofa dan duduk di samping Diva
"Apa kamu mau ikut pulang kampung bersama kami, apa kamu tidak merindukan nenek dan bapak mu va?", Pak Hadi menatap Diva
"Nanti pas aku mengkhitan kan Sky akan balik ke kampung pak, karena syukuran akan aku adakan di kampung", jawab Diva
"Wah iya ya, kapan itu rencana nya?
"Nunggu Sky libur sekolah pak", Jawab Diva dan membawa wadah bekal yang plastik
"Loh mau kemana?", Tanya pak Hadi yang melihat diva berdiri
"Aku mau pulang dulu pak, aku harus ke butik ada pesanan yang over load kasian karyawan ku pak pada keteteran, sebentar lagi kan ada peringatan hari raya suatu agama jadi pesanan baju banyak sekali"
"Semoga laris manis ya va?"
"Amin makasih pak, kalau gitu aku permisi dulu ya pak, Bu, Dokter Fadlu mari....", Diva pun keluar sambil mengandeng tangan Sky yang masih fokus ke cokelat di tangan nya
"Hati-hati va dan makasih ya atas kunjungan nya, ibu merasa bersyukur mempunyai saudara seperti mu?", Ucapan Bu Hadi menghentikan langkah kaki Diva
"Iya Bu sama-sama", Diva kembali berjalan dengan masih mengandeng tangan Sky
"Kita mau ke butik ya Bu?", Tanya Sky
"Iya sayang", mata Diva fokus berjalan ke arah depan tanpa menoleh ke arah Sky
"Ibu kenapa mennagis?", Sky melihat ada buliran bening yang membasahi pipi ibu nya
"Gak apa-apa sayang, ibu hanya capek saja"
"Sky gendong mau gak?"
"Hehehe Sky belum kuat sayang, ibu masih sanggup untuk berjalan kok"
__ADS_1
"Sungguh Bu?"
"Iya sayang", Diva mengenggam erat tangan Sky dan menuju taksi yang telah di pesan sebelum nya melalu online