Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 67


__ADS_3

Setelah makan malam bersama di rumah pak Ilham, Aldo menjemput Fadlu dan Diva untuk segera menyatakan keputusan apa yang akan di ambil untuk tuntutan yang di ajukan Sherina


Ketika pak Ilham mengantar Diva dan Fadlu sampai di depan teras ada seorang perempuan cantik berpakaian seksi dengan tubuh bahenol semok berdiri mematung memandang ke arah mereka


Pak Ilham tak begitu jelas melihat siapa wanita itu di balik temaram nya lampu halaman rumah, yang terlihat hanya wanita seksi tengah berdiri tegak disana


Wanita itu mendekat ke arah pak Ilham, sedang Fadlu beberapa kali memanggil Aldo yang sedang pergi ke toilet terlalu lama


"Meylin....!", Seru pak Ilham kala wanita itu sudah dekat di hadapan nya


Meylin tersenyum dan hendak berhambur memeluk pak Ilham namun pak Ilham menolak dan menyingkirkan tangan Meylin yang merayap tak tahu tempat itu


Pak Ilham menatap Meylin yang kini tampilan nya cetar membahana, kulit putih bersih, make up tebal, alis dan bulu mata yang cetar lalu lipstik merah terang benderang dan berpakain menggunakan baju kurang bahan kaya perempuan nakal saja dandanan nya begitu lah batin pak Ilham


Wajar saja, jarak usia pak Ilham dan Meylin terpaut hampir lima belas tahunan dan benar saja pak Ilham mulai mengingat masalalu dimana dengan tega Meylin meninggalkan nya di tengah kepurukan di tambah lagi Meylin berhutang pada bank dengan jaminan rumah


"Mas bagaimana kabar nya?", Meylin berbasa basi sambil menoleh ke kanan dan kiri, tampak dua ruko berjejer di samping rumah pak Ilham


Belum lagi ada mobil truk dan mobil pick up yang terparkir, rumah yang lumayan mewah untuk ukuran di desa dan tentu nya penampilan pak Ilham yang kini jauh lebih baik dari dulu


"Baik, ngapain kamu kesini, masih ingat jalan kesini rupanya, bagaimana kamu bersikap biasa saja tanpa merasa berdosa sedikit pin, setelah apa yang telah kamu lakukan dulu pada keluarga kecil ku", sinis pak Ilham menjauhi Meylin yang terus menempel

__ADS_1


"Maaf aku khilaf, mas mau kan maafkan aku?", Lirih Meylin sok imut


Diva menatap pak Ilham dalam, Diva takut pak Ilham terkena sihir wanita jahat ini lagi


"Jauh sebelum kamu minta maaf kami semua sudah memaafkan mu, tapi satu hal yang ingin aku tanyakan padamu, untuk apa uang seratus juta itu yang kamu curi dari kami dengan menjamin kan nya ke bank?"


"Itu... ", Meylin nampak berpikir sejenak, tidak mungkin Meylin mengatakan jika uang tersebut ia bawa lari dengan Arvi, sungguh tidak mungkin


"Itu apa?", Pak Ilham kembali bertanya dan menilai mimik wajah Meylin


"Untuk aku pakai untuk senang-swnang, iya senang-senang, beli baju baru, beli ponsel, beli perhiasan, makanan enak, tas, sepatu, make up iya make up dan banyak yang lain nya, lagian itu juga salah mu mas kenapa enggak memberi aku banyak uang!"


"Salah ku kamu bilang, kamu saja jadi perempuan enggak bisa bersyukur", ketus pak Ilham sengit


"Mas ayo jadi pulang apa enggak?", Aldo mengajak Fadlu dan Diva yang masih mendengar obrolan Meylin dan Pak Ilham


"Ayo", seru Fadlu


"Kalian mau kemana?", tanya Diva pada Fadlu dan Diva


"Ke rumah ku Bu, kami akan segera menikah jadi kami harus mengurus sirat-surat secepat nya", jawab Fadlu malas

__ADS_1


"Perlu bantuan ibu tidak?", Meylin menawari bantuan, karena Meylin pergi ke desa Campa tidak membawa duit, Meylin mencoba mencari cara agar bisa di terima kembali di keluarga Ilham


"Ah tidak terimakasih Bu,nanti kalau kami butuh kami pasti hubungi ibu", jawab Fadlu lagi, sementara Diva diam malas menghadapi ibu tiri jahat nya itu


Fadlu dan Diva masuk kedalam mobil, Aldo pun perlahan mulai melajukan mobil nya dengan pelan


Sebelum Diva pergi, Diva berpesan pada bapak nya bahwa bapak nya harus segera tidur jangan kemalaman tidur nya itu sungguh tidak bagus untuk kesehatan nya, padahal Diva takut bapak nya akan terkecoh oleh mulut manis ibu tiri nya tersebut


"Kamu kenapa, tadi udah ceria eh sekarang bete lagi?", Fadlu mengusap pucuk kepala Diva


"Entah lah banyak banget masalah ya, dari Sherina yang mengaku hamil, lalu kedatangan ibu tiri ku, huh", Diva memgerutu


"Sudah lah jangan terlalu kamu pikirkan pasti ada solusi di balik masalah yang kita alami ini, nanti kamu malah sakit kalau banyak pikiran, kita kan akan segera menikah jadi kamu harus jaga badan supaya tetap fit dsn sehat"


"Aku selalu minum vitamin jadi mudah-mudahan enggak gampang sakit"


"Vitamin apa, kapan kamu minum nya, perasaan dari kemarin malam kamu enggak ada minum apapun"


"Nih vitamin nya", Diva menyentuh bahu Fadlu, dan sontak hal itu membuat Fadlu l merasa senang sampai banyak emoji love berterbangan plus berbunga-bunga


"Mulai deh", sungut Fadlu menahan malu dan perasaan bahagia

__ADS_1


"Ingat-ingat disini ada orang ya, aku jadi gimana gitu melihat kerimantasin kalian, uh jadi baper", seru Aldo di balik kemudi


Fadlu dan Diva pun tersenyum menanggapi ocehan Aldo


__ADS_2