Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 64


__ADS_3

"dlu siang ini kita bisa ketemuan di cafe Zonama enggak?", Sebuah chat masuk dari nomor Sherina


Fadlu tidak menjawab dan membiarkan pesan itu


"Dlu, please", sebuah pesan masuk lagi, Fadlu menghembuskan nafas kasar


"Ngapain sih ngajakin ketemuan segala kayak enggak ada kerjaan saja", gumam Fadlu dan masih membiarkan ponsel nya kembali berdering pertanda ada panggilan masuk.


Fadlu menengok dan melihat sebuah nama si penelepon terpampang disana "Sheriiina", Fadlu masih enggan mengangkat panggilan tersebut


Tak berapa lama suara bel pintu terdengar, Aldo yang tengah memasak sayur capcay pun mematikan kompor dan berlari untuk membuka nya


"Mba Sherina'", seru Aldo sambil menatap wajah Sherina yang sembab


"Fadlu ada?", tanya Sherina


"Ada mba"


"Awas minggir aku mau masuk!", Sherina menerobos Aldo yang masih mematung di pintu utama sebelum Aldo mengijinkan nya untuk masuk, Aldo mengaruk kepala yang tidak gatal


"Dimana Fadlu?", tanya Sherina dan berbalik menatap Aldo yang masih termangu di depan pintu


"Di kamar nya mba", seru Aldo dan Sherina pun langsung mencari Fadlu ke kamar nya, pintu yang tidak terkunci memudahkan Sherina untuk bisa masuk kedalam kamar Fadlu


Fadlu yang tengah membaca beberapa buku pun di buat kaget dengan kedatangan Sherina yang tiba-tiba tanpa salam


"Hey ngapain kamu kesini?", Fadlu berdiri dan menatap Sherina yang berwajah awut-awutan


"Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu Dlu"


"Tapi tidak harus di kamar kan Sher, jika ada orang lihat dan berpikir macam-macam bagaimana, apalagi ada Aldo di apartemen ku ini?"


"Sejak kapan kamu perduli akan hal itu dlu, biasanya kamu malah senang jika kita berada dalam satu ranjang"


"Cukup Sher aku sebentar lagi akan menikah dan aku tidak ingin mengingat hal itu lagi, aku sudah melupakan itu semua dan belajar menjadi lelaki yang baik", Fadlu memegang tangan Sherina menuju ruang tamu dan Aldo hanya melihat dari balik kaca dapur


"Lepaskan dlu sakit"


Fadlu pun melepas tangan Sherina dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut dengan wajah malas

__ADS_1


"Dlu... Aku hamil", lirih Sherina


"Apa kamu hamil, lalu apa urusan nya dengan ku?", Ketus Fadlu


"Ya tentu ada lah, kamu juga ikut andil dalam hal ini"


"Stop Sher, aku rasa kamu mimpi deh, aku terakhir melakukan nya dengan mu enam bulan yang lalu dan kenapa baru sekarang kamu bilang kalau kamu hamil, wih bagus banget, bisa ya begitu"


"Aku tidak perduli pokok nya kamu harus tanggung jawab"


"Dan aku tidak akan pernah mau, karena bayi yang ada di dalam kandungan mu itu bukan anak ku"


"Baik kalau kamu tidak mau, aku akan menyebarkan foto mesra kita ke hadapan keluarga besar kamu dan Diva", ancam Sherina dengan seringai merasa menang


"Jangan membuat masalah kamu Sher?"


"Semua pilihan ada di tangan mu Fadlu, nikahi aku, atau kamu pun akan batal menikah sama seperti ku"


"Kenapa kamu enggak minta pertanggung jawaban sama pacar baru mu hah"


"Dlu, aku enggak mau siapapun aku maunya kamu yang jadi ayah dari anak ku"


"Tapi dia bukan buah cinta ku Sherina"


"Kenapa tidak kau gugurkan saja kandungan mu itu, toh kamu kan dokter kandungan", seru Fadlu mengejek


"Fadlu.....", Teriak Sherina emosi


"Kenapa hah, sudah jelas-jelas itu bukan anak ku lalu kamu mau aku bertanggung jawab atas itu, suatu kemustahilan bagi ku, sampai mati pun aku tidak akan pernah mau"


"Fadlu apa kamu lupa, kamu lah lelaki pertama yang menyentuh ku, dan karena hal itulah sekarang aku melakukan nya dengan pria lain di saat aku menginginkan nya"


"Itu salah mu, dulu aku mengajak mu untuk menikah dan bertanggung jawab atas semua ke hilafan ku tapi kamu menolak dan sekarang kamu mau aku menikahi mu disaat aku sudah akan menikah dengan wanita yang benar-benar tulus mencintai ku"


"Apapun caranya kamu harus menikahi ku?", tekan Sherina dalam


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau menikahi mu karena itu bukan anak ku, silahkan kamu cari laki-laki lain yang mau menutupi aib mu, sekarang silahkan pergi dari rumah ku", telunjuk Fadlu mengacung ke arah Sherina dan berpindah keluar


"Kamu mengusir ku, kamu tidak ingat apa yang pernah kita ikrar kan dan kita lakukan dulu, baik, aku akan pergi tapi ingat setelah ini jangan harap aku akan diam saja Fadlu", Sherina pun gegas meninggalkan Fadlu yang sedang termangu

__ADS_1


Aldo yang ada di balik kaca hanya terbengong melihat adegan adu argumentasi


Fadlu menoleh dan mendapati wajah terkejut Aldo


"Apa....?", Teriak Fadlu ke arah Aldo lalu masuk kedalam kamar dengan membanting daun pintu brakkkk


"Eror kah dia", gumam Aldo sambil menuang sayur capacay kedalam mangkok


****


Sebuah panggilan masuk ke nomor ponsel Fadlu dan itu ternyata dari nomor pak Hadi, untuk apa bapak nya menelpon nya di jam kerja nya


Sebuah pesan masuk "pulang lah sekarang!", Sebuah kalimat tapi penuh penekanan


Fadlu pun segera menghubungi nomor bapak nya untuk memastikan takut ada sesuatu hal yang gawat sehingga menyuruh nya segera pulang ke desa Campa


"Ada apa pak kok mendadak?", tanya Fadlu saat panggilan telepon nya diangkat oleh pak Hadi


"Pulang lah, ada hal gawat yang terjadi", dan sintak saja itu membuat dada Fadlu bergemuruh hebat, takut hal buruk menimpa keluarganya


"Apa enggak bisa besok pak, ini sudah malam, lagian Fadlu masih tugas"


"Ssmakin kamu cepat pulang, masalah akan segera cepat selesai, pulang lah!", tegas pak Hadi


"Baik lah malam ini juga Fadlu akan pulang", jawab Fadlu


"Bawa Diva ikut serta"


"Loh kenapa Diva juga harus ikut pak?"


"Bawa saja, bapak tadi sudah menghubunginya dan Diva mengiyakan perintah bapak"


Panggilan pun terputus dan membuat dada Fadlu ssmakin kacau, Fadlu sudah berpikir jika sesuatu Boomerang tengah menanti nya di kampung sana


Dengan wajah kacau dan penuh keraguan, Fadlu mengajak Aldo dan Diva ikut serta pulang ke desa Campa


Fadlu banyak Diam tanpa kata, sedang Diva sendiri sesekali bercanda dengan Aldo untuk mengurangi kantuk Aldo


Lima jam perjalanan itu tidak dekat , yah walaupun jika malam hari jalan sepi oleh lalu lalang kendaraan tapi tetap takut jika mengantuk dan lelah

__ADS_1


"Apapun yang terjadi nanti, percayalah itu hanya masalalu dan aku selalu mencintai mu dari dulu, sekarang sampai selamanya sampai akhir hayat ku", ucap Fadlu dan mengenggam erat tangan Diva


Diva hanya menatap wajah Fadlu sekilas dan mengangguk, hidup pernah Diva lalui serumit apapun itu jadi bagi Diva ini semua pasti tidak akan beda jauh sama kasus pengalaman yang pernah di lalui nya


__ADS_2