
"ada apa ini, kenapa kalian saling beradu mulut?", Tanya Bu Aini yang sedikit pusing karena merasa kelelahan
"Tidak Bu kami hanya bergurau saja", terang Diva dan mendekati Bu Aini, sementara Sherina berdecih kemudian berlalu ke kamar
"Apa ibu mau sholat, apa ibu butuh minum?", Tanya Diva menawarkan bantuan
"Tidak... Tidak... Sudah lah ibu mau ke kamar mandi dulu?", Bu Aini melangkah kan kaki menuju belakang rumah
"Tapi Aidil masih mandi Bu", sela Diva
"Oh.. baik lah ibu akan menunggu di dalam", ucap Bu Aini kemudian masuk kamar kembali
Diva pun keluar rumah dan bergegas menemui Anis, Diva bingung mau ngapain di rumah pakde Parman, orang nya pada sibuk semua?
Diva melihat Anis sedang duduk di kursi di dalam tenda, Diva menatap Anis yang memandang tim dekorasi menghias tempat akad
"Nis....", Sapa Diva dan Anis pun menoleh ke arah Diva dengan mengkerutkan dahi
"Ngapain kesini, apa kamu gak mau istirahat dulu, tadi baru sampai dari kota langsung bantu ibu ku merapikan kamar pengantin ku yang awalnya kotor jadi seperti hotel bintang tujuh eh sekarang datang lagi?", Anis tertawa menggelengkan kepala
"Di bantu bukan nya seneng malah sewot, aneh kamu?", Diva menarik kursi dan duduk di sebelah Diva
"Besok aku akan menikah va dan ini bukan mimpi atau hayalan lagi, aku bakal jadi ratu sehari walau sebenarnya ada kenyataan pahit di balik ini semua, ini bukan pernikahan impian ku hehehe", Anis masih fokus menatap tim dekorasi memasang bunga-bunga dengan menertawai kisah cinta nya
"Ya begitulah takdir hidup nis tak selalu indah dan tak harus seperti apa yang kita mau, aku jadi ingat pernikahan ku dan mantan suami ku berdasarkan perjodohan dan berujung menyakitkan?", Mata Diva berair
"Kasus Kita beda va, kamu kan di jodoh kan kalau aku dan Aidil karena mencoba membantu masalah masing-masing, Aidil membantu ku dan aku pun akan membantu nya", tegas Anis
"Semoga kamu dan Aidil akan menemukan kebahagiaan di pernikahan kalian, Aidil lelaki yang baik dan kamu pun wanita yang baik dan aku yakin hidup kalian juga akan selalu baik"
"Terimakasih va, aku harap setelah pernikahan ku dan Aidil berlangsung, kamu pun juga akan menemukan cinta sejati mu, kamu sering mengatakan cinta sejati yang tak mungkin dapat kamu gapai tapi aku yakin va bahwa kamu dapat mendapatkan nya suatu hari nanti"
"Aku tidak berharap dapat bersatu dalam rindu dengan nya nis, aku hanya berharap dia akan menemukan kebahagiaan bersama orang yang ia cintai, aku tidak mau memaksakan cinta dan biarlah aku mencintai nya lewat do'a", ucap Diva
"Katakan siapa orang yang kamu cintai va, dan aku akan membawanya kemari untuk mu, aku ingin kamu bahagia setelah kamu banyak menderita di masalalu?", Seru Fadlu yang sudah berdiri di belakang nya
Fadlu masih mengingat dengan jelas kalimat mencintai mu dalam do'a, kalimat yang pernah di ucapkan Diva di masalalu
"Fadlu....?", Diva tampak terkejut dengan kehadiran Fadlu, Diva berusaha mengontrol emosi dalam jiwa nya, Diva menoleh ke arah belakang yang sudah ada Fadlu berdiri dan tersenyum ke arah nya
"Va Sky mana, kok dari tadi aku gak lihat Sky?", Anis mengalihkan pembicaraan, Anis tau jika Diva terkejut dengan kehadiran Fadlu yang tiba-tiba
Anis juga tau jika Diva tak menyukai masalah hati nya di ketahui banyak orang
__ADS_1
Diva akan kesulitan mengalihkan pembicaraan
"Oh iya dimana Sky dlu kok kamu sendirian?", Tanya Diva langsung tahu maksud Anis
"Tuh...", Fadlu menunjuk ke arah barat menggunakan dagu
Nampak Sky sedang makan sate dengan beberapa anak kecil seusianya
"Sedang Makan apa Sky?", Gumam Diva
"Biarlah Sky menikmati masa kecil nya jangan terlalu banyak di kekang dan di batasi itu akan membuat nya sedih hati, awasi saja selagi tidak membahayakan Sky itu lebih dari cukup" ucap Fadlu menceramahi Diva
"Aku jauh lebih tau, aku hanya tanya sedang makan apa Sky dan dapat darimana?", ketus Diva spontan
"Bagus lah kalau kamu tau, Sky makan sate, tadi aku beli di perempatan jalan sana", Fadlu duduk di sebelah Diva
"Ngapain duduk disini?, Nanti pacar kamu itu marahin aku lagi, duduk sebelah sana!", Ketus Diva lagi
"Sherina marahin kamu, hahahaha bukan nya galak kan kamu di banding Sherina, masa iya kamu kalah sama Sherina?",goda Fadlu
"Hais....", Diva memandang ke arah Anis dan Anis pun tersenyum geli
"Memang bener kamu dimarahin pacar nya Fadlu, siapa tadi namanya?, Sherina... ?", Ucap Anis melirik Fadlu
"Iya gitu deh, Sherina salah paham sama aku", jawab Diva singkat
"Nis ajak temen mu dan calon besan ibu dan suruh kemari untuk kumpul kita makan malam bersama?", Seru ibunya Anis
"Siap Bu", jawab Anis dan meminta Diva untuk memanggil Aidil dan Bu Aini serta Sherina, Diva pun bergegas ke rumah pakde Parman
"Ya udah aku panggil Bu Aini dulu ya?", Ucap Diva berjalan
"Jangan lupa permaisuri Sherina juga di panggil ya Selir Divara?", Goda Anis
"Hais....", Diva tak menanggapi Ocehan Anis yang ngelantur, Anis sungguh tidak tau jika lelaki yang di cintai Diva dalam Doa adalah Fadlu
Walaupun Fadlu sedikit gemas dengan tingkah Diva yang terlihat menyembunyikan hati dan perasaan tapi Fadlu tak mau gegabah masih harus ada proses dan mesti di lalui
"Bu.... Ayo kita makan malam dulu, keluarga Anis sudah menunggu ibu di ruang makan di rumah sebelah?", Ucap Diva
"Okay tunggu sebentar ya, kamu panggil yang lain nya dulu saja?", Perintah Bu Aini dan memoles sedikit lipstik di bibir
Diva pun bergegas mengetuk dan memanggil Aidil kemudian memanggil Sherina, setelah semuanya sudah siap mereka bersama menuju ke ruang makan di dalam rumah Anis
__ADS_1
"Mari.... Bu sini silah kan duduk?", Ucap ibu Anis menyuruh Bu Aini duduk di tikar layak nya permadani, disana banyak makanan yang tersaji
Ada ayam bakar, ikan bakar dan sambal pedas jeletot lengkap dengan lalapan yang baru di petik
Diva bangkit dan menemui Sky untuk mengajak makan malam bersama tapi Sky menolak dengan alasan kenyang sudah makan sate yang di belikan paman Fadlu begitulah ucap nya
"Baik lah kalau Sky sudah kenyang ibu mau makan malam dulu ya, jika tiba-tiba Sky lapar Sky bisa datang kesana okay?", Ucap Diva mwnunjuk keluarga besar Anis dan Aidil yang sedang makan bersama
"Siap ibu yang cantik", jawab Sky
Diva pun berlalu dari Sky yang sibuk main bersama kawan-kawan nya menghampiri Anis dan yang lain nya
Diva duduk di samping Anis dan mengambil piring, sedang yang lain nya sudah makan terlebih dahulu
Diva menatap ikan bakar yang sudah habis, tinggal ayam bakar yang masih padahal tadinya Diva pengen makan ikan bakar tapi ya sudah lah tidak apa-apa
"Ini....", Fadlu menaruh sepotong Ikan gurame bakar ke dalam piring Diva, Diva menatap wajah Fadlu heran dan Fadlu hanya tersneyum menatap wajah keheranan Diva
"Makan lah, aku masih ingat bahwa kamu menyukai Ikan bakar?", Ucap Fadlu
Uhuk...uhuk....
Sherina terbatuk-batuk dan segera minum air putih, Wajah Sherina tampak berubah kemerahan "tau sambal pedas jangan banyak-banyak dong makan nya, biasanya kan kamu tidak suka makan pedas ?", Ucap Fadlu
Sherina masih diam tidak menjawab ucapan Fadlu, Sherina masih cukup menahan diri Sherina tidak mau mempermalukan diri di depan banyak orang hanya karena seorang Diva wanita bodoh, miskin dan buruk rupa
Anis yang melihat adegan itu pun hanya menelan makanan dengan rasa ingin tertawa terbahak-bahak, bagaimana tidak menurut Anis kelakuan Diva, Fadlu dan Sherina itu layak nya film diantara Permaisuri dan Selir
Diva yang sedang memakan nasi dan ikan bakar pun teringat saat dirinya dan Fadlu memakan Ikan bakar yang di kasih pakde Kasim saat mereka membantu pakde Kasim membongkar tenda jualan bakso
Mereka berebut Ikan bakar tersebut!, Diva dengan cepat meneguk air putih dan menyelesaikan makan malam nya
"Besok akad nya sekitar jam delapan pagi ya nak Aidil?" ,Seru bapak nya Anis
"Iya pak, saya paham?"
"Bapak benar-benar bersyukur akhirnya anak bapak besok akan menjadi seorang istri, padahal kemarin-kwmarin bapak kahwatir dengan Anis yang tak kunjung mau mengakhiri masa lajang nya?", Seru pak Anis
"Ya jodoh siapa yang tau pak?", Jawab Bu Aini
"Benar Bu seorti kita ini, antara kota dan desa jauh sebenarnya tapi ya kalau sudah jodoh ya pasti ketemu"
Antara Bu Aini, bapak nya Anis dan ibu nya Anis pun mengobrol dan bercerita banyak hal
__ADS_1
Sementara Diva di pojokan malah asyik memejamkan mata karena mengantuk
Sherina yang melihat Diva tidur bersandarkan dinding pun segera mengajak Fadlu ke depan, sedang Aidil masih menyimak cerita calon mertua nya itu