
"kemana Sky... ?", Tanya Fadlu saat Diva mengambil minum dari lemari es
"Sudah tidur dokter Fadlu, lihat lah ini sudah jam berapa", jawab Diva sambil mengarahkan bola mata ke jam dinding yang sedang berdetak, menunjukan pukul satu dini hari
"Jangan panggil aku Dokter", seru Fadlu dan menatap lekat ke arah mata Diva
"Ngapain ngelihatin aku kayak gitu?" Diva tidak jadi meneguk air di genggaman nya
Merasa risih oleh tatapan Fadlu yang begitu tajam
"Is ke pedean, sini air minum nya aku haus", gelas di tangan Diva beralih ke tangan Fadlu lalu Fadlu meneguk nya hingga habis
"Huh...", Diva mengambil lagi lalu meminum nya dengan pelan
"Kamu cantik", puji Fadlu
Uhuk... Uhuk...
Tiba-tiba Diva terbatuk mendengar suatu kalimat dari bibir Fadlu
"Kenapa terbatuk?", Sarkas Fadlu dan menatap Diva dengan menggoda
Diva menaruh gelas di atas meja tanpa menjawab pertanyaan yang Fadlu lontarkan lalu bergegas meninggalkan Fadlu yang mematung di dapur
"Bantuin dong, masa kamu tega membiarkan aku terpaku disini", lirih Fadlu dan mampu membuat Diva menghentikan langkah nya, Diva pun kembali menghampiri Fadlu dan mendorong nya ke kamar tamu
"Aku enggak bisa tidur", lirih Fadlu
"Kenapa enggak bisa tidur, apa tempat tidur nya enggak nyaman, atau apa?"
"Aldo", jawab Fadlu pelan
"Kenapa dengan Aldo?", Diva menghentikan dorongan kursi tepat di depan pintu kamar tamu
" Aldo Ngorok, boleh kan aku di temani sampai aku tidur di sofa sana", Fadlu memohon
"Kok di Sofa, ya sudah kalau kamu gak bisa tidur sekamar dengan Aldo atau kamu gak bisa tidur sekamar berdua lebih baik kamu tidur di kamar ku jangan di sofa deh", balas Diva
"Apa di kamar mu va, emang boleh apa, kamu enggak takut terjadi hal-hal yang di ingin kan", goda Fadlu
"Maksud mu tuh apa sih dlu, aku akan tidur di kamar dengan Sky, lalu kamu bisa tidur di kamar ku dengan leluasa", balas Diva jengah
"Oh kirain... Kalau kayak gitu mending aku tidur di sofa tapi temenin ya?", Pinta Fadlu
Diva pun mendorong kursi roda menuju sofa lalu merebahkan tubuh Fadlu di salah satu sofa panjang.
Diva memberi Fadlu bantal dari dalam kamar nya beserta selimut, Fadlu pun tersenyum saat Diva mulai memejamkan mata di sofa yang satu nya lagi
"Aku akan berusaha menyatukan cinta kita Va, tunggu aku sampai aku bisa mengatakan putus dari Sherina", Fadlu tersenyum hampa
*****
Pagi-pagi Fadlu mengerjapkan mata, "asataga semalam aku tidur di sofa ya?", Fadlu menatap ke kanan dan ke kiri tak ada satupun orang disana
"Eh dokter sudah bangun?", Ucap bik Ira membawa nampan berisi sepotong roti berselai Anggur bertabur kacang almond
"Iya bik mana yang lain nya kok sepi amat"
__ADS_1
"Mas Aidil sudah berangkat kerja, Bu Aini sama mba Anis lagi olahraga bersama, Sky sudah berangkat sekolah, mba Diva sudah berangkat ke butik"
"Aldo kemana bik?"
"Aldo tadi mengantar mba Diva ke butik dokter", jawab bibik dengan menaruh sarapan di meja
"Makan ya dokter, itu roti dan susu buatan mba Diva loh, sebelum berangkat tadi mba Diva menyiapkan itu khusus untuk dokter dan berpesan agar dokter menghabiskan nya"
"Benarkah bik?"
"Sungguh, ya sudah bibik mau ke belakang dulu ya dokter, jangan lupa di habiskan sarapan nya", bik Ira pun berlalu kebelakang untuk menyelesaikan tugas rumah nya
Fadlu mengambil roti buatan Diva lalu mengigit nya, mata Fadlu seperti berkaca membayangkan betapa egois nya dia mengantung cinta Diva selama ini tanpa kepastian
Dengan cepat makanan di nampan sudah habis tak bersisa
Fadlu segera menelpon Aldo agar menjemput nya untuk pulang
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit Aldo sudah datang dengan pakaian rapi dan wangi "wih rapi banget", seloroh Fadlu
"Kayak mas enggak pernah muda saja, kan disana banyak cewek nya mas, eits maaf", Aldo menutup mulut nya
Fadlu menggelengkan kepala atas sikap Aldo
"Sudah ayo antar aku pulang, aku mau mandi"
"Ayo", Aldo pun membantu Fadlu untuk masuk ke mobil
Di sepanjang perjalanan Aldo dan Fadlu masih saling melempar tanya dan tawa.
Sikap Aldo yang hobby bercanda dan ramah membuat Fadlu menyukai pembawaan Aldo
"Mau tau aja apa mau tau pakai banget?"
"Ya elah, apaan sih mas"
"Menurut mu perempuan itu suka yang kayak mana sih, maksud nya ehm apa ya, aku jadi malu bilang sama kamu do"
"Hahah apa sih mas, mau tanya apa kok muter-muter gak jelas"
"Sudah lah berhenti di depan sana", mobil pun terparkir di halaman Xai jewelry
Aldo membawa Fadlu masuk kedalam toko Xai jewelry, mata Aldo terbelalak saat melihat harga dari sebuah produk Xai jewelry
"Hey ini harga nya mahal sekali mas, di desa kita sana sebuah kalung dan berbandul liontin paling mahal sepuluh juta, itu pun mas 24 karat lah ini, oh My God", lirih Aldo
"Iya aku tau" jawab Fadlu dan menyenggol bahu Aldo
Aldo masih melihat-lihat berbagai aksesoris berbahan dasar emas, intan permata tersebut dengan takjub
Dalam hatinya kapan dirinya bisa membeli perhiasan seperti itu?
"Sembilan puluh tiga juta?", Ucap sang kasir sambil membuat cek seperti sertifikat keaslian aksesoris dan menaruh nya kedalam kotak kecil dan membungkus nya ke dalam paper bag berlogo Xai Jewelry
Fadlu memberikan kartu ATM pada sang kasir karena dirinya tak membawa uang cash sebanyak itu, setelah selesai membayar Fadlu memgajak Aldo untuk kembali pulang ke apartemen milik nya
Di perjalanan handphone Fadlu berbunyi menandakan ada beberapa chat masuk
__ADS_1
Dengan malas Fadlu membuka chat tersebut
Sherina
"Fadlu aku akan menyampaikan suatu hal tapi aku mohon jangan marah setelah aku mengatakan hal ini"
"Fadlu maafkan aku, aku gak bisa menjalani hubungan ini lagi, aku ingin kita menjalani kehidupan kita sendiri-sendiri, aku ingin kamu bahagia dengan hidup mu dan aku bahagia dengan cara ku"
"Bukan maksud ingin memutus dengan sepihak tapi banyak pertimbangan yang harus ku perhitungkan"
"Sekali lagi maaf kan aku dlu jika kita gak bisa bersama lagi, aku mau kita End hubungan kita"
Fadlu tersenyum kecut membaca beberapa pesan Sherina tersebut
Tangan Faldu pun membalas pesan Sherina
"Ya tidak apa-apa, aku ngerti dan makasih, good bye" , sebuah balasan yang Fadlu kirim pada nomor Sherina
Tring....
"Kamu marah?"
"Untuk apa?", Balas Fadlu
"Dlu maafkan aku?, Tapi aku gak bisa lagi menjalani hubungan kita ini"
"Iya aku paham"
Tut.... Tut.....
Ponsel Fadlu berdering tanda panggilan masuk dari Sherina, Fadlu enggan mengangkat nya
"Kok enggak di angkat mas?", Ucap Aldo fokus menyetir
"Males do", jawab Fadlu pelan
Tring...
"Kita masih bisa temenan kan dlu?"
"Ya", balas Fadlu
"Terima kasih dlu"
"Ya"
Fadlu pun menaruh ponsel kembali ke saku kantong nya dengan perasaan lega
"Sejauh mana cinta dapat membuktikan ketulusan nya, Sherina seorang gadis cantik tapi tidak bisa tulus mencintai kekurangan nya, Sherina menyerah dengan kelumpuhan yang ku derita", batin Fadlu
"Sekarang target ku kamu va, apa cinta mu itu masih ada untuk ku yang cacat ini?", Batin Fadlu tersenyum
Sebuah lagu yang di putar di mobil membawa tidur seorang Faldu, sungguh bukan tidur tapi mampu menghayati setiap lirik lagu nya dan mampu membayangkan
"Sampai ajal menjemput ku ku selalu mencinta mu menyayang mu engkau tulang rusuk ku
Hingga di surganya Allah ku ingin bersama mu dan menjadi bidadari Cinta mu"
__ADS_1
Sebuah lagu yang mempunyai makna begitu dalam bagi seorang Fadlu
"Aku masih mencintai mu va, aku harap engkau pun demikian", lirih Fadlu sambil membuka mata