Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 22


__ADS_3

Semalaman Diva susah memejamkan mata karena banyak nyamuk yang bersarang dan mengigit tubuh nya, selama semalaman pula Diva berburu nyamuk di ruangan nya


Diva keluar dari ruangan pengap nan lembab itu untuk melihat jendela dan menatap luar ternyata sudah pagi dan Diva sama sekali belum memejamkan mata untuk terlelap tidur membuat badan nya terasa tidak enak


"Awas kamu kalau sampai berani keluar rumah, dan ingat lima ikat kangkung itu jatah mu makan selama seminggu, kamu harus hemat?", Leon berkata tanpa menatap manik Diva yang berkaca-kaca


"Mas aku mandi dan keramas pakai sabun cuci?", Lirih Diva


"Siapa perduli?", Bentak Leon dan mengambil ponsel yang berdering menandakan ada panggilan


"Hallo ada apa sayang, iya tunggu sebentar lagi aku pasti datang", ucap Leon pada telepon di telinga nya itu


"Iya pasti lah jangan kahwatir?", Leon pun menutup pintu dan menguncinya dari luar


"Aku seperti hewan peliharaan, suami ku memperlakukan ku seperti aku bukan manusia", gumam Diva dan lagi-lagi mengambil air keran lalu meminum nya


Hanya ada sebuah magic com tanpa ada kompor, alat ini lah yang membantu Diva memasak, dari merebus air, memasak sayur kangkung dan menanak nasi


Untuk membuat makanan itu cukup dalam seminggu, Diva mencoba puasa Senin dan Kamis walau sejatinya fisik nya tidak lah sedang baik-baik saja


Diva sering menangis dan bersedih tanpa ada satu orang pun yang tau keadaan nya


Ponsel iya kenapa Diva tidak menggunakan ponsel itu sebagai alat yang harus ia gunakan untuk memberi tahu keluarganya tentang hidup nya kini


Apa mungkin bapak Diva punya handphone jawaban nya adalah tidak


Kenapa tidak menghubungi Anis, jawaban nya adalah tempo hari Leon memergoki Diva sedang mengobrol dengan Anis di telpon dan menghancurkan handphone itu saat itu juga tanpa sisa


Diva kembali menangis di pojok yang Leon sebut kamar, nyatanya itu bukan lah kamar sungguhan melainkan gudang


Diva akan mencoba melarikan diri, ya Diva akan mencoba nya nanti malam saat Leon tidur "aku harus pergi, aku tidak kuat lagi?", Lirih Diva


*****


Nyatanya malam ini Leon tidak pulang ke rumah padahal Diva sudah menunggu nya


"Kemana mas Leon pergi kenapa tidak pulang ke rumah", batin Diva sambil menyibak hordeng


Sia-sia sudah rencana yang sudah Diva rancang


Diva duduk di lantai sambil memegang luka memar di lengan dan kaki serta perut dan wajah nya


Luka yang di biarkan sembuh dengan cara nya sendiri tanpa ada obat


Sungguh miris nasib mu Diva!


Diva mencoba masuk kedalam kamar Leon yang tak di kunci dan melihat barang Leon di rumah baru nya, Diva berdecak kagum saat melihat kamar Leon bisa sangat indah sementara Dirinya tidur bagaikan hewan ternak


"Jahat sekali kamu mas?" Diva membuka lemari pakaian Leon

__ADS_1


"Seandainya membunuh mu tidak lah berdosa maka aku akan membunuh mu terlebih dahulu, sebelum kamu benar-benar membunuh ku dengan secara perlahan?", Diva memegang lemari itu dengan erat


Sangking Diva fokus pada kondisi kamar Leon tanpa Diva sadari Leon sudah ada di depan pintu kamar dan mendapati Diva mematung di depan lemari pakaian yang terbuka


"Apa yang kamu lakukan?", Ucap Leon dengan sempoyongan


"Tidak ada mas!", Jawab Diva


Leon pun marah dengan mata memerah dan memukul Diva dengan membabi buta, "sudah ku katakan jangan lancang berani nya kamu masuk ke dalam kamar ku, apa yang kamu cari wahai perempuan murahan?", Hina Leon dan terduduk di tepi ranjang karena kelelahan sehabis memukuli Diva


Diva tak menjawab pertanyaan Leon, kali ini Leon sudah keterlaluan ..


Diva berniat akan pergi dari rumah itu, Diva berusaha bangkit dan berjalan dengan tertatih tapi belum juga kakinya melangkah terlampau jauh Diva sudah jatuh terkulai lemas di lantai


Leon yang sedang kelelahan karena pengaruh nar**ba dan miras pun tak menyadari Diva jatuh di lantai kamar milik nya, Leon segera tidur di ranjang empuk milik nya setelah beberapa kali menguap


Ayam sudah berhenti berkokok jam juga sudah berjalan ke arah jam sepuluh pagi


Dengan mata yang berat di buka Diva perlahan membuka mata dan mendapati dirinya pingsan dari dini pagi tadi


"Biadab kamu mas?", Ucap Diva saat mendapati Leon tertidur dengan pulas di atas kasur sementara dirinya terbating lemah di atas lantai


Diva secara perlahan mengambil kunci yang masih mengantung di pintu, mungkin semalam Leon lupa mengunci nya, ini kesempatan yang bagus buat Diva


Dengan jalan tertatih Diva mencoba mencari bantuan, Diva menghampiri seorang ibu-ibu yang masih berlari dengan santai, joging pagi itu


"Ibu bisa kah tolong saya, tolong hubungi polisi Bu?", Diva berucap sambil memelas


"Saya mengalami KDRT Bu?", Diva terisak


"Baik lah tunggu sebentar ya?", Ibu itu memanggil beberapa ibu-ibu yang lain dan ada yang segera melaporkan peristiwa yang di alami Diva ke kantor polisi dan ada yang membawa Diva ke rumah sakit


Ada seorang lelaki yang mengambil gambar Diva dan mengupload ke akun sosial media milik nya


"Akibat menikah dengan lelaki ringan tangan dan terjadilah KDRT", begitulah caption lelaki itu beserta foto diva yang agak di blur, meski sudah di blur masih nampak luka yang mendera di tubuh Diva


Diva yang merasa sendiri pun meminta seseorang untuk menelpon Anis sahabat nya


"Ibu boleh pinjam handphone nya aku ingin telpon sahabat ku Bu?", Pinta Diva dengan menahan sakit di sekujur tubuh nya


"Boleh lah ini", ibu itu menyodorkan handphone nya pada Diva


"Tidak Bu, beri tau saja sahabat ku bahwa aku ada di rumah sakit ini, dan ini nomor ponsel nya", ucap Diva


"Baik lah", ibu itu segera menghubungi nomor Anis dan memberi tau kabar Diva pada Anis


"Makasih banyak ibu sudah mau membantu ku?", Ucap Diva sambil menangis


"Sudah lah jangan menangis, ibu juga seorang perempuan jadi ibu merasa kasihan padamu nak, oh iya siapa nama mu ibu sampai lupa menanyakan nama mu?", Tanya ibu

__ADS_1


"Nama ku Diva Bu?", Ibu cantik itu mengusap air mata Diva dengan perlahan


"Baik lah Diva kamu harus sabar dan kuat ya, lelaki model begitu jangan di beri ruang lagi, ibu sudah melaporkan nya ke kantor polisi dan polisi sudah menangkap nya dan semoga dia mendapatkan hukuman yang setimpal dengan mu"


"Terimakasih banyak Bu?"


"Iya Va sama-sama, oh iya perkenalkan nama ibu Aini dan ini anak lelaki ibu nama nya Aidil, ibu pikir kamu dan Aidil seumuran?"


"Aku tidak tau Bu", Diva berusaha tersenyum di tengah lebam wajah yang membuat wajah diva tak beraturan


"Ya sudah kamu istirahat terlebih dahulu, ibu mau membeli makanan untuk mu?"


"Tidak perlu repot-repot Bu?", Ucap Diva merasa tidak enak


"Siapa yang repot Diva, ibu tidak merasa di repotkan lagian ibu tau bagaimana rasanya makan makanan di rumah sakit sangat tidak ada rasa?", Ibu Aini pun bergegas keluar dari ruangan Diva


"Aku juga ikut ibu?", Seru Aidil anak Bu Aini


"Kalau kamu pergi siapa yang jagain Diva?"


"Ya aku saja yang beli, ibu disini yang temani Diva", Aidil melangkah pergi


"Dasar... Tapi itu bukan ide yang buruk, ini uang nya apa kamu bawa uang?", Seru Bu Aini


"Hehehe", Aidil kembali mendekati Bu Aini dan mengambil uang di genggaman Bu Aini


*****


"Diva.... Astaga Diva!", Seru Anis yang baru saja masuk ke dalam ruangan Diva yang tanpa salam


"Anis....", Ucap Diva


Anis memeluk Diva dengan erat sambil menangis


"Nis jangan kencang-kencang, sakit", lirih Diva


"Maafkan aku va?", Anis menatap wajah Diva yang penuh lebam dan menatap tangan Diva yang memar


"Jadi mas Leon masih saja melakukan kekerasan pada mu, aku sudah pernah mengatakan pada mu kan va tapi kamu beesikeras untuk berusaha bertahan dan lihat sekarang sekujur tubuh mu, astaga betapa menyakitkan nya ini?"


"Iya nis, maafkan aku yang tidak mendengar nasihat mu?"


"Sudah lah tidak apa-apa, sekarang yang penting kamu sembuh dulu dan kita akan menjebloskan Mas Leon ke penjara, ini sungguh tak termaafkan va?"


Diva berusaha tersenyum dan mengenggam tangan Anis meminta kekuatan pada Anis


"Apa kamu sudah memberi tahu kabar ini pada keluarga mu?", Anis bertanya


"Belum nis, aku rasa jangan di beri tau dulu, aku takut mereka syok nis biarkan aku sembuh dulu baru akan ku beri tau"

__ADS_1


"Baik lah aku akan mengikuti apa mau mu", Anis mengusap lengan Diva


Sungguh Anis merasa kasian dan miris melihat kondisi Diva yang tidak beruntung


__ADS_2