Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 47


__ADS_3

Malam ini Sherina terlihat sangat cantik, dengan baju berwarna merah muda, gaun dress yang begitu anggun dengan panjang di atas lutut, di bagian lengan hanya seperti tali, di bagian dada kain ber tile aksen mutiara dan berbentuk V


Rambut di bawah bahu yang di beri jepit di salah satu sisi, ber-make up pink nude yang menambah kecantikan Sherina semakin menawan


Saat Fadlu dan Sherina bercerita sesekali Aldo melirik sekilas ke arah calon istri bos nya, bagi Aldo jangan kan memiliki gadis secantik dan se sempurna Sherina bahkan sekedar bermimpi saja sudah tidak akan sanggup


Sherina wanita mandiri, karir nya jelas dan cantik menambah nilai plus bagi seorang Sherina sang dokter kandungan


Tak butuh waktu lama dan kini Mobil terparkir sempurna dengan cekatan Aldo mentitah Fadlu keluar dari mobil dan mendudukkan nya ke kursi roda.


Setelah selesai selanjutnya Sherina lah yang akan membawa Fadlu masuk kedalam gedung party


Setelah kepergian Sherina dan Fadlu, Aldo gegas pergi ke rumah Diva untuk makan malam, setelah Fadlu mengatakan pukul sebelas malam Aldo harus datang menjemput dirinya lagi


Di dalam pesta Banyak pasang mata lelaki yang kagum terhadap kecantikan dan karir Sherina, bagaimana tidak di pesta peresmian yang di gelar cukup meriah itu di hadiri dari berbagai kalangan, ada sang direktur rumah sakit, dari berbagai dokter, karyawan berpotensi dan beberapa teman dari sang direktur juga turut hadir di pesta tersebut


Banyak lelaki mapan yang terlihat berusaha meminta nomor telepon Sherina, ya Fadlu duduk di pinggir sebelah tempat makan sementara Sherina berjalan untuk mengambil beberapa makanan untuk mereka berdua


Fadlu hanya tersenyum kecut ketika melihat Sherina di dekati pria kaya


"Sher....?", Fadlu memanggil nama Sherina yang masih fokus menyuap makanan kedalam mulut nya


"Hem....", Sherina hanya berdehem


"Aku merasa malu sher jalan dengan mu!", Lirih Fadlu


"Malu.. malu kenapa dlu?"


"Aku merasa tidak pantas menjadi kekasih mu, sementara banyak lelaki tampan yang mengharapkan mu, aku merasa egois jika terus memaksakan hubungan ini"


"Dlu, jangan ngomong begitu, aku yakin suatu hari nanti kamu akan sembuh dan kaku tidak akan merasa malu lagi", Sherina tersenyum


"Dan kalau tidak sembuh?", Tanya Fadlu sendu


"Kamu ngomong apa sih dlu?"


"Kalau aku selamanya seperti ini bagaimana Sher, itu akan sangat merepotkan mu, kamu cantik, kamu cerdas dan kamu seorang dokter, bagaimana reaksi orang jika melihat kita bersatu, dan mungkin saja orang tua mu tidak akan merestui hubungan kita?"


"Dlu....", Sherina berkata Lirih dengan mengenggam tangan Fadlu


"Aku hanya ingin tau jawaban mu Sher, dan ternyata kamu tidak akan sanggup jika harus hidup bersama ku dalam kelumpuhan iya kan Sher, kamu pasti tidak akan betah berlama-lama dengan si lumpuh, lumpuh yang hanya akan mematung dan menerima?"


Sherina terdiam, tak mungkin bagi Sherina untuk mengatakan kebenaran nya jika memang Sherina tidak mau selamanya hidup bersama Fadlu jika benar Fadlu lumpuh selamanya.


Namun Sherina juga takut menyakiti hati Fadlu jika mengatakan nya terlalu dini


Sherina mencoba meredam segala emosi yang ada di hati


Tiba-tiba seoarang dokter salah satu teman mereka bekerja datang menghampiri untuk sekedar bercengkrama dan itu membuat Fadlu maupun Sherina meembubarkan pikiran mereka yang di terjang kebimbangan


Bahkan sampai acara selesai Fadlu masih menutup diri dan masih irit bicara


Fadlu semakin bimbang, bimbang dan bimbang, sesungguh nya Fadlu hanya sedang mendalami karakter Sherina disaat hidup nya sedang di uji


Aldo yang menjemput pun merasa keheranan dengan sikap kedua penumpang di mobil nya


Tadinya sebelum berangkat mereka berdua rame banget ngomong, sekarang saling diam

__ADS_1


Tanpa kata sampai mereka benar-benar pulang kerumah masong-masing


"Do tolong buatkan aku mi kuah ya, jangan lupa pakai cabai biar mantap?", Titah Fadlu yang merebahkan tubuh di sofa


Aldo yang merasa heran pun hanya bisa menimpali tanpa bertanya lebih jauh


"Oke mas, tapi memang nya mas tadi gak makan disana apa?", Aldo yang menjarang air panas pun masih berusaha sedikit mencari tahu alias kepo tentang apa sebenarnya yang terjadi


"Gak nafsu makan", jawab Fadlu pendek sambil menyalakan televisi


"Coba tadi ikut aku ke rumah mba Diva mas, disana banyak banget makanan nya, enak-enak lagi, aku juga masih di bawain sih?", Seru Aldo dan menaruh semangkok mi instan di depan meja


"Di pesta pun makanan nya gak kalah enak kali do, yang masak loh chef terkenal, lagian kamu gak ngomong jika bawa lauk dari rumah Diva jadi aku kan gak minta di buatkan mi"


"Siapa yang tau jika mas mau makan masakan mba Diva?", Keluh Aldo dan Menganti Chanel siaran di televisi


"Besok pagi hangatin sayur dari Diva aku mau memakan nya bersama mu?", Seru Fadlu


Aldo hanya mengangguk dan tersenyum atas titah Fadlu


Aldo memutar sebuah stasiun televisi dimana disitu ada film action yang mencengangkan plus menegangkan


"Do... ", Panggil Fadlu yang sudah selesai makan, namun Aldo tak mendengar saking fokus nya


"Do Aldo...", Suara Fadlu lagi dan Aldo pun langsung menoleh "mas sudah selesai makan nya, ya udah lah mas biar nanti Aku bersihkan", Aldo kembali menatap layar televisi di depan nya


Fadlu pun ikut menonton film tersebut dan duduk di samping Aldo


Film yang ada romantis nya, sedih nya, bahagian nya membuat siapa pun yang melihat merasa di aduk-aduk perasaan nya


Fadlu masih serius menyaksikan film di depan matanya bersama Aldo hingga


Tak terasa film pun sudah berakhir tepat jam satu malam lebih beberapa menit


"Salah nya jadi orang plin plan gak percaya diri dan tegas, huh ...?", Seru Aldo saat tokoh Liu Yan mati secara tragis saat sedang memperjuangkan cinta untuk Xou we agar mereka dapat bersatu


Fadlu pun menoleh ke arah Aldo yang meneguk air minum bersoda dengan mengolok-olok Xou we yang plin plan


"Ada apa dengan mu, itu kan hanya film, kayak Mak aku saja kamu tu do?", Fadlu tertawa ke arah Aldo


"Aku tau mas itu hanya Film, dan untung nya gak ada dalam kehidupan nyata, kalau ada ya salah sendiri jadi cowok kok lembek, kalau sudah gak ada baru mamp*s tau rasa kan rasanya di tinggal untuk selama-lama nya"


"Do... Menurut mu apa aku plin plan seperti tokoh Xou we?", Fadlu terdiam menatap Aldo menunggu jawaban


"Ya lain cerita lah mas?", Seru Aldo sambil mengunyah camilan di dalam toples


"Kayak nya hampir mirip deh"


"Mirip yang mana nya coba mas, disini kan mas dan mba Sherina saling mencintai dan akan segera menikah", ucap Aldo tegas


"Apa menurut mu Sherina tulus mencintai ku do, dan apa kah menurut mu Sherina akan selalu ada di samping ku sampai nanti ajal menjempit ku?"


"Kenapa mas tanya begitu?", Tanya Aldo heran, kenapa harus bertanya masalah sepribadi ini pada dirinya itu pikiran Aldo


"Aku hanya ingin kamu menjawab nya, jangan bertanya balik okay"


"Baik lah..., kalau menurut ku sih... Aku gak bisa menebak mas"

__ADS_1


"Tapi kamu kan bisa melihat dari bagaimana cara dan sikap Sherina memperlakukan aku?"


"Tapi aku tidak menemukan sesuatu di mata mba Sherina mas", Aldo tampak khawatir mengatakan itu


"Sesuatu .. apakah itu cinta do?"


"Tidak mas, aku tidak bilang begitu, maksud ku sesuatu yang menyatakan kebenaran itu, sulit bagi ku untuk menerawang perasaan mba Sherina ke mas"


"Lalu bagaimana menurut mu tentang perasaan Diva padaku?", Tanya Fadlu lagi


Aldo pun membelalakan mata karena terkejut


"Gak usah sok terkejut gitu kali Aldo!", Seru Fadlu menyadari keterjutan Aldo


"Hehehe maaf mas", Aldo mengaruk hidung yang tidak gatal


"Tapi bagaimana menurut mu tentang pertanyaan ku tadi?"


"Ya aku beberapa kali melihat bahkan menemani mas dan mba Diva bersama, kalau dari sorot mata aku selalu melihat ketulusan di mata mba Diva"


"Maksud mu apakah Diva benar-benar tulus orang nya?"


"Iya mas, aku tau mba Diva orang yang tulus dan baik tanpa di buat-buat, mba Diva kan memang selalu tulus dan baik ke semua orang bukan ke mas saja"


"Hey... Jangan bilang aku ke GR an ya, aku dan Diva sudah berteman lama dan kami juga pernah saling mencintai, dan aku tau bahkan sampai detik ini Diva masih menyimpan cinta itu dengan baik"


"Apa, benarkah demikian mas?", Seru Aldo merasa terkejut


"Iya benar, aku tau saat mantan suami Diva mengatakan nya padaku, dan aku bisa merasakan masih adanya Cinta itu saat bersama diva"


"Lalu kenapa mas tidak mau berjuang untuk menyatukan cinta itu kembali, kan mba Diva kini sendiri, maksud ku .... Yah aku tau walau status nya single parent's"


"Apa bedanya status do!", Seru Fadlu menahan tawa meledek


"Ya beda lah mas, kalau Janda kan sudah pernah ehem ehem apalagi sudah pernah melahirkan, kalau gadis kan masih ada segel nya", jawab Aldo yakin


"Apa kamu yakin gadis jaman sekarang masih banyak yang bersegel, ya meski tidak semuanya", jawab Fadlu sengaja menggoda


"Maksud mas", Aldo mengernyitkan dahi penasaran


"Hahaha kenapa, kok jadi serius gitu wajah nya?" Fadlu menepuk bahu Aldo


Aldo berdecak kesal di goda oleh Fadlu


"Berarti mas ini status single tapi nyatanya sudah bukan single lagi nyatanya sudah tau beda membedakan , lain lah sama Aku yang masih polos?", Sewot Aldo


"Bagus yang kayak kamu malah do, lebih baik begitu daripada seperti aku yang sudah terlalu berpengalaman, lagian usia kamu baru berapa coba, delapan belas tahun itu usia yang masih sangat muda, usia dimana harus banyak-banyak belajar dari pengalaman orang terdekat"


"Apa mas dan mba Sherina pernah melakukan itu?", Tanya Aldo kepo


"Melakukan apa do, itu apa?", Goda Fadlu dan membuat Aldo menunduk


"Maaf", jawab Aldo


"Menurut mu bagaimana sudah apa belum, jawaban nya ada di dalam pikiran mu sendiri, ya benar itu jawaban nya", Fadlu masih menggoda Aldo terus menerus


Dan itu membuat Fadlu sedikit gembira hati

__ADS_1


__ADS_2