
Sampai di rumah pak Hadi, Diva menata hati dan berusaha kuat apapun hasil pernyataan Fadlu nanti
"Akhir nya kalian datang juga", Sherina menatap sumringah
"Duduk lah, apa kalian sudah makan, kalau belum ibu akan menyiapkan makan malam untuk kalian bertiga", seru Bu Hadi
"Sudah Bu kami sudah makan", seru Fadlu dan duduk di kursi yang ada di rumah orang tua nya tersebut
"Dlu langsung saja deh, bagaimana jawaban mu, aku enggak mau terlalu lama menunggu"
Sherina nampak berubah ketus dan terlihat terburu-buru
"Jawaban nya masih sama, aku enggak akan pernah mau menikah dengan mu, sedang kamu sendiri kan tau tidak ada sebulan lagi aku akan melangsungkan pernikahan dengan Diva, aku tetap kuat pada pendirian ku"
"Jadi kamu memilih aku memakai jalur hukum untuk hal ini", tekan Sherina
"Lakukan jika menurut mu itu bisa membantu mu, tapi percayalah kebenaran akan selalu menang"
"Sok baik kamu, berkaca lah sebelum bicara!"
"Ya aku tau dan aku sadar aku bukan orang baik tapi setidaknya aku berkata benar"
"Coba kamu pikir kan lagi dlu, ini tawaran yang tidak akan datang sampai dua kali?"
"Maaf Sher aku enggak bisa"
"Baik sampai bertemu di persidangan kelak dan jangan salahkan aku jika kamu harus mendekam di balik jeruji besi karena telah menghina ku, kamu tidak mau menikah dengan ku itu suatu bukti penghinaan mu"
"Lakukan, aku juga butuh tes DNA atas bayi yang kamu kandung itu, dan aku yakin bukan aku bapak nya"
Sherina menyambar tas dan pergi berlalu dari rumah pak Hadi dengan perasaan emosi yang menyala luar biasa
Bagaimana mungkin Sherina bisa menghadapi kenyataan ini, siapa ayah biologis anak yang di kandung nya, sedang Sherina melakukan dengan dua orang berbeda
Dulu untuk pertama kalinya Sherina melakukan dengan Fadlu dan sudah hampir enam bulan tidak melakukan hubungan badan dengan Fadlu membuat Sherina merasa haus belaian
setelah itu, Sherina mengenal Bram seorang pengusaha tekstil terkenal dan Sherina menjalin hubungan dengan nya dan melakukan dengan Bram berulang kali, bahkan Sherina juga melakukan nya dengan seorang pejabat penting pemerintahan sekelas kabupaten, bernama Yuda yang baru Sherina ketahui bahwa lelaki tersebut pria beristri
"Kemana aku harus mencari ayah untuk janin yang aku kandung, bisa jadi ini adalah anak Yuda si lelaki brengsek beristri tersebut", Sherina memukul-mukul setir kemudi
Sherina sungguh tidak mau jika harus melakukan DNA, Sherina tau bahaya apa yang akan janin nya alami apalagi si janin masih terlalu muda, Sherina kembali memutar otak mencari cara
__ADS_1
Dan suatu hari Sherina memutuskan untuk menikah dengan Yuda dan manjadi istri simpanan dari Yuda, Sherina tau itu salah tapi tidak ada pilihan lain, Sherina tidak mau anak nya lahir tanpa nama ayah di Akta kelahiran nya
Toh jika masalah uang dirinya tidak merasa kesulitan, Sherina punya pekerjaan yang bagus dan cukup jika hanya untuk menyenangkan anak lelaki nya, ya walaupun Bram sendiri selalu mengirim sejumlah uang setiap bulan untuk Axel anak Sherina dan Bram
****
"Alhamdulillah, akhir nya kita berhasil Dil?", Anis memeluk erat Aidil
Sebuah tespack dan surat keterangan dari dokter di Singapura menyatakan jika Anis kini hamil lima Minggu
Begitu pun Aidil menyambut pelukan Anis dengan begitu erat, tak terasa air mata Aidil turun sangking bahagia nya
"Kok malah nangis", Anis yang melonggarkan pelukan mendapati Aidil meneteskan air mata
"Nangis bahagia nis, aku bersyukur banget, terimakasih ya Allah.. aku sungguh bahagia nis, hiks.... Hiks....", Aidil menahan suara isakan dan air matanya agar tidak terjatuh lagi
Anis kembali memeluk Aidil sambil mengusap pundak Aidil dengan lembut
"Terimakasih banyak nis, terimakasih...", Lirih Aidil
Anis mengusap air mata Aidil dan memegang kedua pipi Aidil dan menatap begitu dalam
"Terimakasih juga, karena dulu di tengah keterpurukan kamu pun membantu ku"
Mereka kembali berpelukan karena bahagia yang memasuki seluruh jiwa dan raga serta hati yang mereka miliki, sebuah keajaiban Aidil bisa sembuh dan kini bisa memiliki anak
Dan setahun kemudian..
Sebuah kebahagiaan untuk pasangan Anis dan Aidil saat baby girl bernama Scarlet di gendong dalam pelukan Aidil memasuki supermarket dan berjumpa dengan Liu, secara tidak langsung Anis telah membuktikan bahwa Aidil bisa sembuh dan kini memiliki Anak
****
Aldo pun kini mejalani ta'aruf dengan Fany adik kandung Fadlu, jodoh siapa tau hanya Allah lah yang maha tau
Fany sendiri kini lebih suka menjadi seorang pengisi acara di acara kajian-kajian di lingkungan desa
Untuk Anggia sendiri kini sudah menikah dengan lelaki pujaan hati nya dan tinggal di kota, mengubur kenangan Leon dari memori ingatan nya, lalu bagaimana kabar Leon, apakah Leon kini di dalam penjara atau malah sebalik nya?
Leon kini menderita berbagai macam penyakit dan menyebabkan kaki nya tidak bisa di gerakan, berbagai macam cara sudah di tempuh untuk mengobatinya namun sampai kini penyakit nya masih ada, mobil, rumah, motor dan uang tabungan nya habis di gunakan untuk berobat
Setelah menderita seperti itu Leon baru menyadari betapa berharganya kehadiran Sky di Dunia yang Fana ini
__ADS_1
Di saat orang malas menegur nya karena kejahatan di masa silam, Sky masih mau datang menjenguk dan memberi semangat pada Leon, menyesal itulah yang dirasakan Leon
Menyesal telah menyia-nyiakan dan melukai orang yang begitu tulus dan berhati baik
Meylin... Kini ibu tiri Diva yang dulu sempat menyia-nyiakan Diva, memilih menikah kembali dengan seorang duda di desa Campa, setelah beberapa kali menggoda pak Ilham namun tidak berefek
*****
Sebuah bukti ketulusan cinta, bahwa cinta yang ikhlas akan membawa kepada kebahagiaan, begitu pun dengan nasib Diva
Diva pernah menikah dengan Leon tanpa Cinta, awal nya Diva pikir Cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu namun Diva salah semakin Diva mencoba mengubur cinta, Cinta itu semakin nyata
Status bukan lah sebuah penghalang untuk mendapatkan Cinta yang indah.
Kini di desa Campa yang masih asri itu hiduplah keluarga kecil yang bahagia
Fadlu menyayangi Sky layak nya anak sendiri, begitu pun Sky mencintai Fadlu seolah Fadlu adalah ayah kandung yang ia harapkan selama ini
Sebuah Klinik dokter umum Fadlu Ariawan, klinik yang menyediakan pelayanan yang memuaskan dan baik bagi setiap pasien yang datang
Tepat di samping Klinik sebuah butik pun menjadi tempat Diva menyalurkan kejenuhan dari aktivitas harian pekerjaan rumah
Sedang usaha butik di kota Diva hanya mengontrol nya sesekali dalam seminggu dengan orang kepercayaan nya
Resto bersama antara keluarga Fadlu dan keluarga Aidil pun masih berjalan lancar dan semakin berkembang maju, yang lebih penting kini Diva dan Fadlu sudah hijrah lebih religius, Fadlu dan Diva mengutamakan kepentingan Agama khusus di desa Campa dan sekitar
Sebuah pondok pesantren berhasil Fadlu dan Diva bangun dengan bantuan beberapa donatur yang tak lain adalah teman Fadlu saat menjadi dokter di kota dahulu, dan niat nya Fany dan beberapa teman nya akan di jadikan tenaga guru pengajar disana
Jika masalah materi Diva dan Fadlu tidak mengalami kekurangan, siapa yang membiasakan diri bersedekah maka Allah melopayk gandakan kekayaan tersebut, kaya bukan terhitung dari berapa banyak jumlah nya tapi berapa banyak syukur itu terucap dan di jalani
Jika menilik dari luar dan masuk kedalam Diva dan Fadlu adalah sebuah keluarga bahagia dan harmonis
Apalagi kini Diva dan Fadlu telah di anugerahi seorang buah cinta berjenis kelamin perempuan, itu menambah kebahagiaan mereka, apalagi Sky yang begitu bahagia menyambut kelahiran adik perempuan nya yang cantik, bahkan Sky terlihat agak over protektif pada Adik perempuan yang ia beri nama Pelangi, seolah Pelangi enggak boleh nangis harus selalu bahagia
Jika Sky yang bermakna langit kakak nya, maka Pelangi adalah adik yang banyak memberi warna pada hidup dan keluarga kecil mereka "Pelangi, aku mau adek di beri nama pelangi, sedangkan kepanjangan nya terserah Ayah", begitulah suara Sky saat mereka sedang mencari nama untuk adik Sky tersebu!
End
Terimakasih ya kawan-kawan sudah membaca karya imajinasi aku yang masih berantakan dan belum rapi ini
Jangan lupa komentar, like dan vote ya!
__ADS_1
Terimakasih....
Salam sejahtera dari Author Rodiahu Anha, Palembang