Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 33


__ADS_3

Acara ijab qobul berjalan dengan hikmat dan lancar, Anis merasa tenang walau sebenarnya pernikahan ini termasuk dadakan, calon suami yang sesungguh nya minggat dan di gantikan oleh Aidil


Anis berharap pernikahan nya dengan Aidil bisa langgeng dan berjalan dengan baik, Anis tau dirinya bukan lah istri pertama buat Aidil, tapi Anis ingin membalas kebaikan Aidil dengan menjadi istri yang baik buat Aidil


Anis berharap ini adalah pernikahan yang pertama dan terakhir buat nya


"Sekarang aku dan Aidil sudah nikah, tinggal kamu va, lagian ku rasa sudah waktu nya kamu buat menikah jangan menunda-nunda lagi, kalau sudah ada yang cocok tinggal tancap gas", Anis yang masih di dandani pakai baju adat Sunda pun berucap sambil bercermin


"Sabar nis, nanti kalau sudah waktu nya pasti datang juga, jangan risau", jawab Diva membantu sang perias memasang dandanan


Mereka pun keluar dari kamar pengantin , Diva memegang tangan Anis dan membawa nya ke kursi pelaminan yang sudah ada Aidil duduk menunggu


Anis duduk di samping Aidil, Diva segera turun dari panggung pelaminan tapi suara fotografer membuat Diva tidak jadi turun


"Jangan turun dulu mba, katanya mas tadi ingin foto dulu?", Ucap sang kameramen


"Foto?", Diva menoleh ke arah Aidil


"Iya mba, ayo kita Foto dulu?", Ucap Aidil dan Aidil berdiri dengan mengandeng tangan Anis, Fadlu yang kebetulan lewat pun tak luput dari panggilan Aidil untuk foto bersama


"Kita foto dulu dlu?", Seru Aidil melambaikan tangan ke arah Fadlu


"Okay...", Fadlu naik ke pelaminan tanpa Sherina


"Mana pacar mu?", Tanya Aidil


"Ada di kamar, kepanasan disini kan gerah banget suasana nya, maklum lah dia kan gak biasa berada di lingkungan kayak gini, panas dan gerah ini kan acara outdoor mana matahrinya terik banget"


Mereka berempat berfoto dengan gaya yang sudah di arahkan oleh sang fotografer


Sebenarnya senyum dan tawa mereka nampak jujur tanpa di buat-buat, apalagi saat fotografer meminta mereka berpose mesra sungkan bukan maen


"Sky....", Aidil melambaikan tangan pada Sky yang sedang menoleh ke arah pelaminan dari bermain bersama teman-teman


Sky pun berlari dan ikut foto di pelaminan, walau Sky tampak malu-malu


Pada sesi dimana Diva, Fadlu dan Sky ada di tengah nya nampak seperti keluarga bahagia


Seandainya itu adalah sebuah kenyataan bukan hanya sebuah foto dan kamufalse pasti hidup Diva jauh lebih berwarna


Namun sayang semua itu mungkin selamanya hanya akan jadi harapan dan Doa Diva yang tidak akan terjawab


"Sudah ya aku mau turun?", Ucap Diva dan segera turun dari panggung pelaminan


Diva mengandeng tangan Sky menuju kursi yang ada di tenda halaman


Di Halaman rumah Anis banyak tamu undangan yang berdatangan untuk mengucapkan selamat dan membawa kado tentu nya

__ADS_1


"Bu... Sky pengen beli mainan boleh?", Tanya Sky yang menginginkan mainan di pedagang yang berjejer


"Mainan apa Sky?"


"Pistol eh bukan... Bukan, tapi tembak air Bu, boleh ya?", Rengek Sky


"Boleh emang berapa harga nya, di sebelah mana yang jual tembak air?", Seru Diva menyerahkan uang seratus ribuan pada Sky


"Gak tau Bu harga nya berapa, di sebelah sebrang sana tuh", Sky menunjuk salah satu pedangang yang memenuhi jalan dan dengan langkah cepat Sky bergegas menghampiri Abang penjual mainan


Dan segera memilih tembakan air yang Sky minat


"Ini berapa bang?", Tanya Sky menunjukan tembakan air pada Abang penjual


"Lima puluh ribu dek", sahut nya


Saat Sky mau membayar Fadlu terlebih dahulu sudah membayar nya


"Loh kok paman bayarin sih padahal Sky bawa uang dan mau bayar sendiri loh paman", Sky memegang tembakan Air di sebelah kiri tangan tembam nya


"Gak apa-apa Sky, sekalian saja"


"Emang paman beli apa?", Tanya Sky


"Ini... ", Fadlu menunjukan sebuah gantungan kunci karakter


"Hey Sky sudah gak usah, anggap saja itu hadiah dari paman, jarang kan paman beli kan kamu mainan, tapi nanti kalau ada waktu paman akan belikan kamu mainan yang bagus"


"Makasih banyak ya paman?", Seru Sky gembira


"Iya sama-sama Sky?", Fadlu mengajak Sky untuk kembali ke tenda halaman dekorasi


Tak lupa Fadlu membelikan jajanan dan cemilan untuk Sky dan dirinya


"Kita makan ini sambil lihat pertunjukan hiburan yang di adakan untuk memeriahkan acara pernikahan tante Anis dan paman Aidil?", Ucap Fadlu membawa beberapa kantong makanan


"Wah banyak sekali paman?", sky tampak gembira


"Iya nanti teman-teman mu ajak semua buat makan ini bareng-bareng", Fadlu duduk di belakang kursi Diva


"Ibu....", Sky memberikan uang seratus ribuan pada Diva


"Loh kok uang nya masih, ini mainan nya berapa harganya?"


"Harganya lima puluh ribu Bu, tapi sudah di bayari sama Paman Fadlu"


"Kenapa Sky mau, harusnya Sky menolaknya dong, Sky jangan membiasakan menerima pemberian orang secara terus menerus dong, lain kali gak boleh kayak gitu?", Ucap Diva

__ADS_1


"Kamu ngajarin anak kok kayak gitu sih va, lagian aku ikhlas ngasih Sky, kok kamu yang sewot nyuruh Sky gak boleh Nerima pemberian ku itu apa maksud nya?"


"Bu..kan gitu dlu", diva yang tak tau jika Fadlu ada duduk di belakang kursinya hanya menghela napas berat merasa malu dan sungkan


"Sudah Sky sini sama Paman dan panggil temen-temen mu kita makan bakso dan sosis bakar bersama?", Fadlu membuka kantong kresek berisi aneka bakso dan sosis bakar


"Oke paman", Sky berlalu untuk memanggil teman-teman nya, Diva hanya bisa diam tanpa bisa berkata apapun lagi


Jika dulu Diva dan Fadlu sangat akrab lain dengan sekarang entah mengapa Diva sekarang sungkan terhadap Fadlu


Apalagi sekarang Fadlu sudah mempunyai kekasih tentu Diva harus membatasi agar tidak terlalu dekat dengan Fadlu


Diva sadar siapa dirinya dan Siapa Fadlu sekarang, jika dulu mereka berteman sekarang juga masih berteman


Hanya sedikit berbeda, jika dulu mereka masih bebas karena sahabat jika sekarang harus bisa menjaga hati


"Mau gak?", Fadlu menawari Diva setusuk bakso bakar tepat di depan wajah nya


"Gak maaksih", jawab Diva dan mendorong tangan Fadlu menjauh dari depan wajah nya


"Baik lah kalau kamu gak mau, aku makan sendiri, HM yummi enak", Fadlu mengigit potongan bakso demi bakso dari tusukan yang terlihat banyak saus dan kecap tersebut


"Beneran kamu gak mau va, ini enak banget loh, biasanya dulu kamu paling suka makanan kayak gini, coba cicipin dulu gih!", Seru Fadlu masih dengan mulut mengunyah


"Tidak dlu, makasih....", Balas Diva dan mencoba mengalihkan pandangan pada kedua mempelai yang kini bersanding dengan senyum yang terukir indah


"Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan mu Dil, aku tau lima tahun menikah dengan Liu bukan bukan waktu yang singkat dan selama itu kamu berusaha mengatakan kalau pernikahan kalian baik-baik saja, nyata nya kamu menutupi kepedihan itu sendirian?", Batin Diva dan menatap Aidil lekat


Tak di pungkiri Diva pun turut sedih saat orang yang selalu di pihak nya dan selalu menolong nya mendapatkan kepahitan hidup


"Dan kamu nis semoga kamu akan bahagia membina rumah tangga dadakan ini, jangan main-main lagi harus belajar serius", Diva menatap Anis dan tersenyum bahagia tanpa sadar mata Diva mengembun


"Va.... ", Suara Fadlu Memecahkan lamunan Diva, dengan spontan Diva menatap ke arah lain


"Kamu sudah ingin bersanding ke pelaminan ya, ku doa kan semoga jodoh mu di segerakan, semoga di pernikahan mu yang kedua itu selalu bahagia tanpa ada air mata lagi"


"Makasih...., Aku pergi dulu?", Diva beralih menuju ke rumah pakde Parman


Diva ingin merebahkan tubuh yang hampir seharian duduk menyaksikan acara pernikahan sahabat dan adik angkat nya


Lelah dan letih membuat diva menguap berkali-kali, Diva mencoba membuka kamar kedua namun terkunci dari dalam


"Ya ampun ngapain pakai di kunci segala sih?", Gumam Diva


Diva melihat kursi kayu yang terpampang di ruang tamu, Diva segera menyenderkan bokong pada bangku dan sesekali menguap menahan kantuk


Huam.... Huam....

__ADS_1


Lambat laun Diva tertidur dengan posisi duduk karena sangking ngantuk dan lelah nya


__ADS_2