
Hari ini hasil sidang keputusan atas kasus KDRT yang di lakukan Leon Talah menemui titik temu, tepat di hari itu pak Kades dan Bu kades datang untuk melihat Leon
Pak Ilham juga datang di persidangan putusan hukuman apa yang akan Leon terima
"Maaf kan anak saya pak?, Sungguh aku tidak menyangka jika kejadian nya akan seperti ini, saya pikir dengan saya menikah kan Leon dengan Diva , Leon perlahan bisa berubah tapi nyatanya malah semakin menjadi-jadi?", Pak kades berbicara dengan raut wajah penyesalan
"Saya sendiri masih harus bertemu dengan Diva pak, saya ingin tau kejadian yang sebenar nya dan saya ingin melihat kondisi anak saya, saya pribadi sangat kecewa dengan kejadian yang di lakukan Leon pada putri saya pak, kami memang miskin tapi bukan berarti Leon dapat menindas dan menyiksa anak saya", balas pak Ilham dengan raut penuh kecewa
"Setidak nya jika nanti pak Ilham bertemu dengan Diva tolong minta agar hukuman Leon di ringan kan, saya pikir Leon tidak mungkin asal hajar jika tidak ada sebab yang jelas!", Tegas Bu kades dengan mata memerah
"Itu pasti Bu kades, saya akan meminta alasan kenapa Leon sampai menghajar anak saya sampai sedemikian, tapi tunggu sebentar.... bukan kah Itu Diva", pak Ilham melangkah mendekati putri kesayangan nya
"Bapak", ucap Diva sambil menghambur memeluk pak Ilham dengan erat, suara isakan pak Ilham terdengar jelas
"Haig... Haig....", Suara isakan pak Ilham
"Loh bapak kenapa menangis?", Tanya Diva dan melepas pelukan nya
"Maaf kan bapak nak, maaf kan bapak, tidak seharus nya bapak membuat mu menderita, maaf kan bapak, kalau bapak tidak bisa membuat mu bahagia tidak sepantas nya bapak membuat mu selalu menderita, bapak jahat nak, maaf kan bapak?"
"Pak sudah lah Diva gak kenapa-napa, lihat lah sekarang Diva sudah jauh lebih baik, sudah bapak jangan bersedih lagi ya?", Diva kembali memeluk pak Ilham
"Va maafkan Leon ya, tidak seharus nya kemarin bapak menjodohkan mu dengan Leon, bapak menyesal va?", Ucap pak kades
"Sudah lah pak jangan saling menyalahkan begitu, ini semua takdir yang harus Diva terima yang terpenting jangan sampai ada kejadian yang seperti Diva alami sampai terulang kembali"
"Tapi apa harus melibatkan polisi, apa tidak bisa di selesaikan secara kekeluargaan, egois sekali kamu, masa depan anak ku bisa hancur karena kejadian ini?", Pekik Bu kades
"Apa ibu pikir masa depan Diva juga tidak hancur, Leon sudah melakukan tindak kekerasan yang bisa saja menyebabkan trauma pada Diva", seru Bu Aini
"Siapa kamu jangan ikut campur urusan keluarga saya!", Sengit Bu kades
"Oh perkenalkan nama saya Aini, saya ibu angkat Diva, dan saya selaku ibu angkat Diva merasa keberatan jika kasus ini harus berhenti di tengah jalan, saya mau Leon di hukum agar Leon merasa jera dan tidak mengulangi untuk kedua kalinya?"
"Apa kamu pikir setelah kejadian ini saya akan masih mau menerima Diva sebagai menantu saya tentu tidak, menantu kurang ajar dan tidak tau diri seperti Diva harus di buang jauh dari kehidupan anak saya"
"Hello siapa juga yang mau melanjutkan pernikahan gila ini Bu kades yang terhormat, setelah hasil sidang keluar saat itu juga Diva akan mengurus surat perceraian dengan Leon, meski harus menunggu Diva melahirkan bayi nya", kesal Bu Aini dengan sikap Bu Kades yang tidak ada simpati pada Diva, bukan kah Bu kades juga seorang wanita, tapi kenapa dia begitu egois
__ADS_1
"Apa kamu hamil va?", Tanya pak kades dan
Diva hanya menjawab dengan mengangguk pelan
"Kurang ajar si Leon itu memang, aku sangat menyesal telah mempercayakan anak ku padanya, bapak macam apa aku ini?", ungkap pak Ilham geram dan beesedih
"Pak sudah lah", Diva memegang erat pergelangan tangan pak Ilham yang bergetar menahan amarah
Pak kades nampak pucat setelah melihat bukti kekerasan yang di lakukan Leon terhadap Diva, banyak luka di sekujur tubuh Diva apalagi saat itu Diva masih dalam posisi mengandung tentu itu akan memberatkan hukuman Leon
"Diva maafkan Leon, bapak terima ini semua, memang Leon salah biar hukuman negara yang akan membuat nya jera?" ,Tegas pak kades dan di tatap nyalang oleh Bu kades yang tak terima atas ucapan pak kades yang terlihat membela Diva
Tidak menunggu Bu kades meledakan amarah pak kades pun segera pergi ke luar dari ruangan itu, meninggalkan Bu kades yang sudah naik darah
"Aku akan membebaskan anak ku, apapun caranya, aku tidak akan membiarkan wanita miskin seperti mu menghancurkan masa depan anak ku, dan kamu ingat akan ku balas kejahatan mu Diva!", Ancam Bu kades dengan mata berkilat penuh amarah
"Lakukan jika anda bisa Bu kades yang terhormat, saya pun tidak akan pernah membiarkan Anda untuk menyakiti Diva bahkan menyentuh sedikit pun tidak akan mampu lagi", Bu Aini geram dengan sikap Bu kades
"Dasar bed**ah", Bu Kades melengangkan kaki keluar dari ruangan
Pertama melihat pak Ilham Bu Aini merasa jatuh cinta, tapi Bu Aini menepis perasaan salah yang hadir di hatinya
Bagaimana pun Bu Aini masih mempunyai suami
Entah mengapa Bu Aini bisa jatuh cinta lagi, padahal ini bukan waktunya untuk jatuh cinta
Tapi Bu Aini merasakan jantung nya berdebar-debar saat pak Ilham melempar senyum ke arah nya..
Sekuat hati Bu Aini mencoba menetralkan rasa yang membuat lidah nya terkadang Kelu saat harus menjawab pertanyaan pak Ilham
"Kenapa nenek tidak ikut pak?", Diva merasa sedih karena tidak bertemu sang nenek
"Nenek sudah tua va, kasian jika harus bepergian jauh, nanti kalau kamu mau lahiran baru deh nenek bisa jaga kamu sampai kamu pulih dan sehat lagi, bapak janji akan bawa nenek ke kota okay"
"Ah masih lama pak!"
"Ya tidak lah va, berapa bulan lagi kamu lahiran coba, sekarang sudah dua bulan kan ya berarti tinggal tujuh bulan lagi, sabar lah, apa kamu mau pulang bareng bapak hari ini?"
__ADS_1
"Tidak pak, kalau Diva pulang pasti akan merepotkan bapak dan nenek, bisa kerja apa Diva di kampung, Diva mau kerja disini saja pak?"
"Baik lah apapun keputusan mu yang terpenting bisa membuat mu bahagia bapak akan setuju, sekarang bapak tidak akan memaksa ataupun melarang mu lagi, bapak sungguh ingin kamu bahagia"
"Terimakasih ya pak?"
Pak Ilham menganggukan kepala dan menegelus pucuk kepala Diva
"Maafkan bapak ya va?"
"Pak sudah jangan minta maaf terus dong!"
"Bapak merasa salah terus menerus va, sepanjang hidup kamu banyak menderita va, bapak merasa tidak becus jadi orang tua, bapak yakin seandainya ibu mu masih hidup pasti ibu mu akan marah dan kecewa dengan bapak"
"Pak... Hiks... Hiks.... ", Diva memeluk pak Ilham dengan rasa penuh kasih
"Bu Aini terimakasih banyak atas pertolongan dan bantuan nya, tanpa Bu Aini saya tidak tau bagaimana nasib putri saya, saya ceroboh saya yang salah telah menikahkan putri saya dengan lelaki jahat seperti itu, saya benar-benar sedih, saya sendiri tidak pernah memukul Diva tetapi kenapa Leon yang bergelar sebagai suami malah memukuli Diva secara membabi buta"
"Iya pak saya mengerti perasaan pak Ilham, tapi bapak tenang saja saya akan mengurus Diva sebaik mungkin, saya akan menganggap Diva sebagai anak kandung sendiri, percaya lah itu pak?", Ucap Bu Aini dengan yakin
"Sekali lagi terimakasih Bu?"
Pak Ilham menjabat tangan Bu Aini dan bergegas pulang ke kampung, karena hasil sidang sudah di nyatakan siang tadi
Leon sudah di vonis empat tahun penjara
Tadinya Leon akan di penjara sembilan tahun tapi mendapat keringanan
Kasus tindak kekerasan dan kasus penggunaan narkoba yang di lakukan Leon
Di beri keringanan karena campur tangan Bu Kades yang menyewa pengacara
"Pak Ilham ingat ini dengan sungguh-sungguh, ingat bahwa aku tidak Sudi menjalin hubungan baik dengan bapak, mulai besok jangan mengharap ladang saya lagi, saya pastikan setelah ini hidup anda akan kembali susah dan ingat bahwa Leon tidak akan mendekam di penjara selama empat tahun ", itu lah yang sekarang tercipta dan berputar di memori ingatan pak Ilham
Pak Ilham meninggalkan Diva dan Bu Aini dengan penuh harapan, semoga setelah kejadian ini semua hidup Diva akan jauh lebih baik, seandainya Diva ikut pulang ke kampung pak Ilham takut Diva akan jauh lebih menderita
"Jaga baik- baik dirimu sayang", batin pak Ilham sambil membatin dan memejamkan mata berharap semua akan tetap baik dan selalu baik
__ADS_1