Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 29


__ADS_3

"nis .... Pikir kan ini baik-baik ini bukan hal yang bisa untuk di permain kan?", Seru Diva


"Aku bingung va, mungkin ini jawaban atas kesedihan ku, calon suami ku pergi sebelum hari pengantin kami dan ada sosok yang mau mengantikan nya, ah betapa Tuhan itu maha baik?", Jawab Anis dengan air mata yang berderai menyesali kebodohan nya


"Nis, Aidil itu masih resmi suami Liu, bahkan mereka harus bercerai dulu agar Aidil dapat menikahi mu, lagi pula ini terlalu cepat dan terbiru-buru Anis?"


"Aku tak apa va jika hanya menikah secara agama, yang penting aku tak membuat malu kedua orang tua ku di kampung!"


"Nis.... ?", Diva tampak khawatir akan masa depan sahabatnya yang terlihat sangat frustasi


"Va aku mohon jangan katakan apapun lagi, aku butuh sosok yang mau menikahi ku dan aku butuh sosok yang akan meminjami ku uang, setelah semuanya membaik baru kita pikirkan apa jalan selanjut nya?"


Aidil yang masih mematung pun menatap Anis tak percaya, sedang kan Bu Aini sudah meninggalkan mereka bertiga di ruang keluarga


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu nis?", Tanya Aidil


"Calon suami ku minggat dan membawa serta uang tabungan ku, sementara pesta pernikahan akan di gelar seminggu ke depan di kampung halaman ku, dan aku harus pulang sebelum hari H pernikahan ku dil!", Anis menundukkan kepalanya


"Hah kenapa kamu bisa ceroboh begitu sih nis?", Aidil tak habis pikir


"Aku tidak tau Aidil... Aku memang ceroboh, aku memang bodoh hiks... Hiks....", Anis masih saja bersedih dan menyesal akan ketololan nya


"Sudahlah nis", Diva mengusap punggung Anis yang bergetar karena menahan suara tangisan nya


"Baik lah nis aku akan menikahi mu, tapi ingat satu hal jangan kamu anggap ini gratis ya, ada suatu hal jika nanti aku akan meminta sesuatu hal yang berat untuk mu?"


"Maksud mu!", Tanya Anis datar

__ADS_1


"Aku akan menikahi mu secara Agama terlebih dahulu, baru setelah aku dan Liu resmi bercerai maka aku akan mengajukan dokumen pernikahan kita secara hukum negara, aku tidak ingin jika suatu hari nanti kita punya anak, anak kita tidak ada wali karena dokumen kita yang belum lengkap"


"Ya memang seharusnya begitu kan?"


"Tapi ada satu hal lagi yang harus ku katakan padamu, tapi aku hanya ingin mengatakan nya padamu?", Diva yang tau maksud Aidil pun pamit untuk ke kamar


"Baik lah aku rasa aku perlu istirahat jadi kalian bicara lah berdua terlebih dahulu", Diva melangkah kan kaki jauh dari kedua insan yang sedang dilema itu


"Katakan?", Seru Anis saat Diva sudah benar-benar masuk kedalam kamar dan tak terlihat lagi


"Tapi bisakah kamu berjanji untuk tidak mengatakan nya pada siapa pun?", Jawab Aidil tegas


"Tentu kamu bisa pegang ucapan ku, apa selama ini aku pernah mengobral omongan dan rahasia orang!"


"Baik lah, sejujur nya aku kini masih dalam masa pengobatan", Aidil menunduk dan memejamkan mata nya


"Apa kamu sakit, apa hidup mu hanya tinggal di hitung bulan, Aidil benarkah begitu?", Anis terperangah saking terkejut nya


"Kamu ini diam dulu aku belum juga selesai bicara sudah kamu potong terus?", Aidil tampak jengah dengan pertanyaan Anis yang beruntun seperti rel kereta api


"Baik lah... Bicara lah?", Anis menghela nafas


"Aku mengalami ngangguan penyakit kel***n, maksud ku ada masalah dengan kesuburan ku, mau kah kamu menemani ku untuk sembuh total dan merahasiakan sakit ku?", Tanya Aidil masih dengan mata terpejam Karana malu


"Apa kamu suka jajan di luar sampai kamu punya penyakit ke***in?", Tanya Anis serius


"Kamu ini bicara apa sih nis, ya enggak lah... ", Sahut Aidil jengkel

__ADS_1


"Apa Liu menjauhi mu dan berselingkuh karena penyakit mu?", Tanya Anis lagi


"Ini bukan penyakit Anis aku salah bicara, aku hanya susah untuk ah nanti dokter yang akan menjelaskan padamu?", Ketus Aidil dengan wajah merah sangking malu


"Baik lah Aidil, kamu mau membantu ku saja aku sudah sangat bersyukur, jadi aku janji aku akan membantu mu juga, percaya padaku?", Anis menyakinkan Aidil


"Apa kamu tidak akan berlaku sama dengan apa yang Liu lakukan padaku?, Apa kamu akan tetap bersama dan menua dengan ku jika nanti akhir nya aku benar-benar di katakan imp**n?", Tanya Aidil dan menatap manik Anis yang kecil Karana mata nya bengkak karena lelah menangis


"Berarti jika kamu tidak kunjung sembuh berarti aku akan menjadi seorang istri tapi perawan dong seumur hidup ku, tapi tidak mengapa Dil asal kamu selalu sayang dengan ku?", Jawab Anis dengan senyum getir


"Apakah ucapan mu dapat di percaya nis?"


"Kita jalani aja dulu Dil, kita juga sudah saling kenal kan hanya kita belum saling mencintai satu sama lain saja kan, aku yakin dengan kita sering bertemu cinta itu perlahan akan hadir dengan sendirinya?"


"Awalnya pernikahan ku dan Liu baik-baik saja tapi setelah dua tahun pernikahan aku mulai mempunyai penyakit ini nis, aku bingung kenapa aku punya penyakit memalukan seperti ini?", Ucap Aidil dan menatap manis Anis


"Sudah enggak apa-apa, aku janji akan menemani mu sampai sembuh okay?", Anis tersenyum simpul dan merasa lebih lega karena Aidil mau membantu nya


Anis masih belum bisa membayangkan bagaimana nasib rumah tangga dengan Aidil kedepan nya


Anis menyeruput teh hangat yang di hidangkan bik Ira dengan perlahan


Hati nya belum sepenuh nya kering dari luka yang di gores oleh calon suaminya


Untung nya Aidil mau menikahi nya dan menanggung segala materil yang telah dikeluarkan di kampung halaman nya


Jika tidak maka bapak Anis akan mengorok leher Anis karena malu dan kecewa, atau bahkan ibu nya Anis bisa langsung jatuh stroke karena ulah Anis

__ADS_1


__ADS_2