Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 52


__ADS_3

"loh mas kok sudah di rumah?", Tanya Aldo saat mendapati Fadlu sedang menyesap secangkir teh duduk di sofa


Fadlu hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Aldo, Fadlu bimbang mau menjawab fakta atau sandiwara


"Mas dapat Chat dari Sky gak?", Tanya Aldo sambil merebahkan bokong di sofa samping Fadlu duduk


"Chat apaan?", Jawab Fadlu malas


"Malam ini kita di undang ke rumah nya untuk makan-makan kata Sky"


"Tapi Diva, Aidil atau siapa pun gak ada yang kasih kabar ke aku tuh do"


"Iya juga sih mas, tapi masa Sky bohong sih"


Fadlu pun mengambil ponsel yang ada di atas meja dengan bantuan Aldo lalu membaca beberapa chat yang datang dari Sky


"Paman datang ya di hari ulang tahun Sky yang ke sepuluh nanti malam, gak di rame in kok cuma keluarga Deket saja", begitulah isi chat dari Sky


Fadlu pun tersenyum dan mengajak Aldo untuk ke mall untuk membeli kado buat Sky


"Kita mau ke mall mana mas?", tanya Aldo saat mobil masih mulai berjalan


"Mall Century saja do!", Titah Fadlu


"Asiap....", Aldo pun melajukan mobil dengan sangat santai menuju mall Century


Aldo memutar lagu milik Poppy Mercury


.. ..surat undangan mu pernikahan itu ku genggam erat di tangan ku, hanya do' a restu yang ku persembahkan semoga engkau bahagia, menangis lagi seperti dahulu tanpa diri mu disisi ku...


"Sedih kali lagu mu tu do, ganti yang agak gembira gih", seru Fadlu


Aldo pun memutar mengganti lagu selanjut nya


....Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga hai begitulah kata para pujangga taman suram tanpa bunga.....


Fadlu pun melirik ke arah Aldo yang asyik sambil mengikuti lirik lagu dan begitu menikmati lagu dari Bang Haji Rhoma Irama tersebut.


Lagu berikut nya..


.....Biarkan waktu terus lah berputar mencintai kamu dengan penuh rasa sabar meski sakit hati ini kau tinggalkan ku ikhlas tuk bertahan, cinta ku padamu begitu besar namun kau tak pernah bisa merasakan....


Tek


Audio di dalam mobil pun mati seketika oleh tangan Fadlu dan membuat Aldo reflek menatap Fadlu heran

__ADS_1


Belum sempat Aldo bertanya mengapa di matikan, Fadlu sudah menatap Aldo garang seolah jangan bertanya apapun lagi.


Aldo pun terdiam hingga sampai di parkiran khusus mobil


Setelah Fadlu dan Aldo turun, dengan cekatan Aldo langsung mendorong kursi roda yang di tumpangi oleh Fadlu


"Lain kali jangan memutar lagi yang sedih-sedih ya do?", Pinta Fadlu merasa tak enak, karena sikap nya tadi Aldo jadi diam tak banyak bicara seperti biasanya


"Iya mas maaf", lirih Aldo


"Kamu gak salah, aku nya saja yang lagi sensi kayak perempuan saja", Fadlu terkekeh


"Ah mas bisa saja", goda Aldo dengan masih setia mendorong kursi roda Fadlu


Ketika hendak sampai pada pintu masuk Mall, meski masih harus melewati beberapa mobil lagi mata Fadlu di kejut kan oleh pemandangan yang sangat luar biasa menguncang hati


Tampak Sherina sedang berciuman or Kissing dengan seorang lelaki dewasa di samping mobil mewah berwarna merah menyala tersebut


Mata Fadlu mendelik tak percaya, hati nya berkata tidak tapi kenyataan nya jelas terpampang jelas dan nyata di depan nya


"Mas....", Lirih Aldo menepuk pundak Fadlu


Sedikit suara Aldo mampu membuat wajah Sherina menoleh, Sherina terbelalak tak percaya, wajah nya gusar dan cemas


"Jalan do, ngapain lihat orang Kissing kayak gak ada kerjaan saja", ucap Fadlu pada Aldo dan dengan sigap Aldo mendorong kursi roda Fadlu menuju masuk kedalam mall


"Kenapa memang nya", seru Fadlu


"Ya tadi kan mas sudah lihat mba Sherina Kissing sama cowok lain, masa mas Fadlu gak marah sih!"


"Aku bisa apa do?", Jawab Fadlu pelan


Aldo menghentikan kursi roda dan diam di tempat, perkataan Fadlu seolah menikam hati


"Mas kan bisa tanya sama mba Sherina, ngapain Kissing di tempat umum, siapa lelaki itu dan apa mau nya mba Sherina", jawab Aldo geram


"Do sudah lah, kita kesini untuk cari kado buat Sky jangan ingat-ingat lagi kejadian tadi okay!", Fadlu menyuruh Aldo membawanya ke sebuah toko mainan ber merk yang ada di mall Century tersebut


Dengan langkah cepat dan emosi Aldo membawa Fadlu ke sebuah toko mainan anak


Hatinya mengutuki dirinya yang tak bisa berbuat apapun untuk majikan nya tersebut


"Menurut mu bagus yang mana do?", tanya Fadlu pada Aldo meminta pendapat


"Bagus semua", jawab Aldo malas

__ADS_1


"Ini pilihan Aldo", tegur Fadlu tak suka dengan jawaban Aldo


"Sama dengan pilihan hati mas, ada mba Diva yang selalu mencintai mas dari dulu hingga sekarang dan ada mba Sherina yang mencintai mas dengan begitu indah", tegas Aldo


"Jangan samakan hati sama mainan dong do, kamu ini apa-apaan sih!"


"Okay aku pilih yang....", Aldo melihat barang itu memutar dan membolak balikan benda di hadapan nya dengan sangat teliti membuat Fadlu menatap intens ke arah Aldo


"Cepetan dong!", Seru Fadlu


Aldo hanya tersenyum miring dan menyerahkan mainan sebuah pesawat yang tertera harga lebih mahal di banding yang satu nya


"Jadi menurut mu yang ini yang bagus", tanya Fadlu


"Sama kayak wanita mas, semakin mahal harga nya akan semakin bagus kualitas setia nya, lain dengan yang murah meriah"


"Maksud kamu apa do?", Ketus Fadlu


"Nanti di rumah mas renung kan saja ya?", Aldo pun membantu Fadlu menuju kasir untuk membayar tagihan mainan pesawat yang di beli oleh Fadlu dengan harga yang lumayan mahal


Di sepanjang jalan Aldo dan Fadlu saling diam tak berbicara lagi.


Aldo terlalu gemas dengan sikap Fadlu yang terlalu plin plan dan tidak tegas itu, menawan dua hati wanita sekaligus tanpa memberi kejelasan yang sejelas-jelas nya.


Sedang Fadlu masih diam dengan pilihan hati, Fadlu masih merahasiakan bahwa pemilik hati yang sesungguh nya adalah Diva


Fadlu masih ingin tau letak Cinta kedua wanita yang kini tengah dekat dengan nya, Fadlu masih ingin tau siapa yang paling tulus dan iklhas menerima kekurangan nya


"Diva jadilah pemenang di hati ku selamanya", batin Fadlu sambil memejamkan mata untuk menghilangkan penat di dalam dada nya


"Mas....", Panggil Aldo


"Iya va, kita pasti bersama", lirih Fadlu dan membuat Aldo menyipitkan mata dengan ungkapan lirih Fadlu yang nyarik tak terdengar itu


"Mas Fadlu", sekali lagi Aldo memanggil Fadlu


Dengan sedikit terkejut Fadlu membuka matanya dan mengedarkan pandangan kesamping


"Oh kita sudah sampai rupanya!"


"Iya di pamggilin malah nyebut nama mba Diva balik kan lucu", goda Aldo


"Hah...", Fadlu terkejut


"Aku lebih terkejut mas", bisik Aldo sambil mendorong kursi Fadlu menuju masuk kedalam rumah Sky

__ADS_1


Fadlu terdiam merasa malu atas kecerobohan nya menyebut nama Diva saat mata nya terpejam nurani nya lancar berjalan


__ADS_2