Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 44


__ADS_3

"minum lah agar pikiran mu lebih segar dan baik", Fadlu memberikan sebotol air mineral pada Diva yang masih terisak


"Aku tau ini berat, tapi itu juga sudah berlalu dan kamu pun mampu melaluinya va, aku yakin siapa yang menanam keburukan dia sendiri juga yang akan menuai nya", Fadlu berkata Lirih


"Aku ... Hanya sedih dlu, hatiku sakit jika teringat saat ibu pergi dengan meninggalkan hutang yang sama sekali ah.... Sakit dlu", lirih Diva mengusap air mata di kedua pipi nya


"Tenang lah, sekarang kan ada aku disini, aku janji mulai sekarang tidak akan meninggalkan mu lagi, aku tidak mungkin membiarkan ada orang yang berusaha menyakiti mu untuk kesekian kalinya lagi", Fadlu mengambil sapu tangan berwarna biru dari saku celananya dan menghapus sisa buliran air mata


"Kamu masih menyimpan sapu tangan ini?", Tanya Diva dengan mata yang semakin berembun tanpa aba-aba, sebuah sapu tangan berwarna biru bertuliskan FaVa yang berarti Fadlu dan Diva


"Tentu kenapa tidak", jawab Fadlu dan menghentikan usapan pada kedua pipi Diva


"Sudah lah kenapa kamu sekarang cengeng sekali, padahal kamu sudah jadi seorang ibu loh masa masih suka nangis, apa gak malu kalau di lihat Sky", Fadlu kembali menghapus air mata di pipi Diva yang terus menganak


"Terimakasih dlu", ucap Diva pelan


Fadlu menghentikan usapan di pipi Diva lalu mendekap tubuh Diva dengan erat


Hiks... Hiks....


"Maaf kan aku va, maaf", ucap Fadlu dengan bergetar, tangan Fadlu mengusap pucuk kepala Diva dengan penuh kepedihan


Setelah mereka saling mencurahkan kepedihan hati masing-masing, pelukan itu pun di longgarkan.


Fadlu menatap mata Diva yang sembab oleh air mata


"Untung ini di taman kalau di cafe tadi pasti kita akan jadi tontonan gratis sama orang", Fadlu menengadahkan wajah menatap sang mentari pagi


"Siapa perduli kita dlu?", Ucap Diva dan ikut menengadahkan wajah ke atas


"Va apakah di hati mu masih ada rasa dan cinta untuk ku, seperti apa yang di katakan mas Leon tempo hari?", Tanya Fadlu tanpa menoleh ke arah Diva


" Apakah kamu sangat ingin tahu, hingga berulang kali kamu menanyakan hal yang sama padaku dlu?"


"Tentu aku sangat ingin tau, karena aku berharap kita bisa bersatu", Fadlu mengenggam tangan Diva dan membuat Diva menoleh ke arah wajah Fadlu

__ADS_1


"Tidak apa-apa hanya pegang tangan", seru Fadlu


Saat Diva dan Fadlu mulai banyak bercerita selama mereka berpisah


Banyak canda dan tawa serta air mata yang tertumpah di antara keduanya hingga tak terasa waktu sudah beranjak siang


Dengan telaten Diva membantu Fadlu untuk latihan berjalan di taman, kemudian mendorong kursi roda yang di gunakan Fadlu untuk menuju sebuah kedai Bakso di pinggir taman


"Jadi ingat Bakso buatan pakde Kasim, apakah sekarang beliau masih jualan ya?", Lirih Diva sambil menempatkan kursi roda Fadlu di sebelah kursi tempat nya duduk


"Tentu masih kenapa tidak, suatu hari nanti aku akan ambil jasa pakde Kasim di pesta pernikahan kita, itu terlihat seru bukan", goda Fadlu dan mampu membuat Diva tersenyum malu


Dua mangkok pesanan bakso datang, asap yang masih mengepul mengeluarkan aroma seger mengunggah selera makan keduanya


"Saat aku jalan dengan Sherina aku tidak merasa senyaman saat saat bersama Diva, apakah aku sebenarnya mencintai Diva bukan Sherina", batin Fadlu


"Makan lah yang banyak", Diva memberikan separuh bakso dari mangkuk nya ke dalam mangkok Fadlu, karena di mangkok Fadlu sudah tidak nampak bakso hanya tinggal kuah sama mi nya saja


"Va jangan nanti kamu gak kenyang, lagian malu kalau di lihat orang, kok aku kayak rakus gitu", lirih Fadlu


"Udah gak apa-apa dlu, jangan khawatir aku sudah kenyang, apalagi kalau lihat kamu nafsu makan begitu aku senang banget lihat nya, lagian disini gak ada yang lihatin kita ngapain malu", Diva menyudahi makan nya dan meneguk segelas es teh


"Sky....", Panggil Diva di pagar sekolahan, saat Sky keluar dari sekolahan


"Loh kok ibu jemput Sky, kan biasanya Sky naik bus sekolah, ada apa Bu?", Tanya Sky heran


"Tidak ada apa-apa, ibu hari ini pengen jemput kamu saja dan mengajak Sky untuk jalan-jalan, bagaimana?", Diva mensejajarkan tubuh dengan Sky, kini Sky sudah berusia sembilan tahun dan tingginya sudah mencapai pundak Diva lebih


"Asik.... eh Itu paman Fadlu ya Bu?", Tanya Sky saat melihat sebuah mobil yang parkir tak jauh dari tempat nya berdiri


"Iya sayang....", Diva mengenggam tangan Sky untuk masuk kedalam mobil Fadlu,


"Hay bagaimana kabar paman?", Sapa Sky dengan ramah dan senyum


"Kabar paman baik, kabar Sky bagaimana!"

__ADS_1


"Kabar Sky buruk paman", jawab Sky malas


"Loh kok bisa buruk ada apa gerangan?"


"Tadi Sky di hukum paman", lirih Sky dan melirik ke arah wajah ibu nya, Diva langsung menoleh ke arah Sky dengan tatapan singa kelaparan


"Kenapa bisa di hukum?", Sergah Diva cepat


"Gak bisa ngerjain tugas", jawab Sky enteng


"Apa?????", Diva melongo mendengar ucapan Sky yang begitu santai


"Tidka apa-apa, lain kali kalau belum paham boleh di tanyakan sama guru sampai benar-benar paham, jangan terlalu di pikirkan yang penting Sky terus belajar", ucap Fadlu


"Iya paman, sky memang gak maksud apa yang di bilang Bu guru"


"Nanti paman akan bantu Sky mengerjakan PR di rumah, paman juga akan memberi materi Sky cara penyelesaian nya, agar Sky paham dan tidak akan di hukum lagi", Fadlu tersenyum ke arah Sky dan Sky merespon dengan rasa senang luar hiasa


Setelah beberapa saat, mobil yang di kemudikan oleh seorang sopir berhenti di sebuah tempat wisata pantai


Dengan sigap Sky meminta agar dirinya lah yang mendorong kursi roda yang di tumpangi Fadlu


Sky terus mengobrol dengan Fadlu dengan sangat akrab, hingga saat mulai masuk ke area pantai angin mulai berhembus sepoi-sepoi menambah kesejukan yang luar biasa


"Sky... Ganti baju dulu ya, masa iya masih pakai baju sekolah iya kan?", Diva mengenggam tangan Sky menuju sebuah toko pakaian yang tersedia di pinggir pantai


Diva membeli baju lengkap dengan sandal


Setelah selesai merapikan baju sekolah dan melipat ke dalam tas dan menaruh nya ke dalam mobil Fadlu, dengan cepat Diva membeli es cincau tiga cup dan memberikan pada Sky dan Fadlu


Mereka bertiga duduk di sebuah bawah pohon yang tumbuh di pinggir pantai


Saling bercerita dan berbagi Asa...


Sky pun teramat riang, banyak makanan yang tersedia di depan mata nya, sebenarnya Sky sudah ingin main air laut tapi Diva melarang nya karena hari masih sangat siang dan terik, setelah agak sorean baru Diva mengijin kan Sky untuk bermain air

__ADS_1


"Paman cobain deh sate ini?", Sky menyuapi Fadlu


"Masih enak buatan nenek ya kan?", Seru Sky sambil mengunyah


__ADS_2