Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 55


__ADS_3

"nanti malam bisa enggak dinner bareng aku di cafe Zonama jam tujuh malam", sebuah pesan masuk di ponsel Diva


Diva yang masih sibuk memilih kain dan membentuk pola pun tak berniat membuka pesan, paling juga dari call center kartu handphone milik nya


Diva terus saja membentuk pola dan menjahit


Huam.... Diva menguap begitu lebar nya, ngantuk yang tiba-tiba mendera kedua netra nya "ah enggak ada salah nya tidur barang sebentar", batin Diva lalu memejamkan mata


Tring... Tring... Jam di dinding terus berdetak memutari angka


"Bu... Ibu ...", Seseorang karyawati membangunkan Diva yang sedang asik bermimpi di Nusantara jaya angkasa sana


"Bu.... Bu Diva", panggil karyawati itu lagi


"HM.. ", balas Diva dan mengerjapkan mata lalu menatap sang karyawati "ada apa mba, maaf aku ketiduran", jawab Diva sambil menutupi wajah nya yang awut-awutan habis bobok


"Sudah jam setengah enam sore Bu, toko boleh di tutup"


"Benarkah, boleh dong", Diva menatap yakin ke arah sang karyawati dengan anggukan iya


Sang karyawati pun gegas bersiap-siap untuk menutup butik, setelah butik rapi dan bersih sang karyawati membalik tulisan open ke close sebagai tanda butik sudah tutup, secara otomatis papan plang butik pun menyapa berwarna warni Diva Fashion


Setelah semua karyawati semua keluar dari ruangan butik, Diva pun dengan langkah malas beranjak pulang


"Aku lupa memesan taksi", Diva menatap sekeliling senja sudah mulai berangsur gelap


Tap.. tap..


Suara sandal Flat milik Diva menyusuri langkah demi langkah di jalan


Setelah lama Diva berjalan ada sebuah mobil berhenti tak jauh dari Diva berdiri.


Dengan sedikit penasaran Diva menoleh ke arah mobil tersebut, sesosok yang Diva kenal keluar dari dalam mobil menampilkan sebuah senyum mengerikan


Mata Diva mengerjap "mas Leon", lirih Diva mencoba akan kembali berjalan namun langkah nya tertahan karena Leon menarik pergelangan tangan nya dengan cengkeraman yang kuat


"Lepasin mas, kalau gak mau lepasin aku akan teriak", seru Diva


"Teriak.. wanita bodoh, lihat lah tempat ini begitu sunyi sepi, kamu yakin akan ada orang yang mendengar teriakan mu", sergah Leon dan menarik lengan Diva secara paksa


Diva meronta sekuat tenaga dan satu pukulan Leon daratkan di tengkuk Diva, hingga samar dan pasti Diva tersimpuh di tanah


Leon segera memasukan Diva kedalam mobil milik nya menuju suatu tempat


Seringai Leon nampak tergambar disana


"Rasakan pembalasan ku wanita bodoh yang sok baik dan sok pintar", lirih Leon dengan menarik gas sekencang mungkin


Sementara di luar sana hujan gerimis menguyur jalanan yang sepi dan sunyi


Fadlu sudah bersiap dengan rapi menuju Cafe Zonama dengan di antar Aldo

__ADS_1


Beberapa kali Fadlu tersenyum dan merasa gerigi saat membayangkan dirinya menyatakan cinta untuk Diva dan ini terjadi untuk kedua kalinya


Kenanagan dulu saat masih kecil dan bersama membayangi setiap langkah kaki Fadlu menjejaki sebuah Cafe lumayan ramai tersebut


Hidangan sudah sukses Fadlu pesan, Fadlu masih gugup menantikan kedatangan Diva


Aldo menunggu di mobil sambil mendengarkan musik DJ


Jam beranjak merangkak ke arah sepuluh malam namun tak ada tanda-tanda Diva akan datang apakah Diva lupa atau tidak membaca pesan darinya


Fadlu mencoba menghubungi nomor Diva namun senyap tanpa ada ada jawbaan


Fadlu jengah berlama-lama disana, lalu membalikan badan hendak pulang ke rumah saja, mungkin Diva tidak akan datang menemuinya, pikiran Fadlu campur aduk menjadi satu


"Do ayo kita pulang?", Ajak Fadlu lemas


"Loh mba Diva enggak datang mas", Aldo menatap ke arah kanan dan kiri dan tak mendapati apa yang ia cari


"Enggak tau kenapa Diva enggak datang, aku akan tanyakan itu besok, lebih baik sekarang kita pulang dulu"


"Kenapa kita enggak kerumah nya saja mas?", Usul Aldo


"Untuk apa do, pikiran ku terasa kacau do, apa mungkin Diva sudah enggak ada rasa lagi padaku?"


"Jangan pesimis dong mas, belum juga ngomong sudah down duluan, sudah ayo ikut", Aldo segera membuka pintu mobil dan membaringkan Fadlu masuk kedalam sana


Setelah Fadlu duduk di dalam mobil.


Dengan sedikit perlahan Aldo mulai melajukan mobil nya menyusuri jalan menuju apartemen Fadlu


"Apa mas Aldo lihat ibu?" Tanya Sky pelan


"Emang ibu mu kemana?", Tanya Aldo balik


"Enggak tau mas, tapi belum pulang kerumah, tadi Sky telpon ke butik enggak di angkat, Sky telpon mba yang kerja di butik katanya Ibu sudah pulang, apa Ibu sama paman Fadlu ya mas?", Tanya Sky dari seberang sana


Fadlu pun menajamkan pendengaran dan menatap ke arah Sky yang nampak gusar mencari ibu nya


"Paman Fadlu sama mas Aldo sekarang sky"


"Terus ibu dimana ya mas?, Ini sudah malam loh kok ibu enggak pulang-pulang, nanti kalau lihat ibu suruh pulang ya mas", titah Sky


"Okay", jawab Aldo singkat


"Nanti paman Fadlu sama mas Aldo bakal bantu Sky buat nyari Ibu Sky ya, pokok nya kalau Ibu sudah pulang telpon kami ya"


"Baik mas", panggilan via Video call pun berkahir dan menyisakan tanya di hati Fadlu


"Do coba kita ke butik nya Diva?", Titah Fadlu dan di jawab iya oleh Aldo


Mobil berwarna hitam itu menyusuri menuju dimana tempat butik Diva berada

__ADS_1


Butik terlihat sepi dan dalam kondisi close


"Coba kamu telpon salah satu cewe yang kamu kenal yang bekerja di butik Diva", seru Fadlu


"Baik mas", Aldo pun menelpon seseorang perempuan salah satu karyawati di tempat Diva


Tut.... Tut....


"Hallo mas, ada apa tumben telpon malam-malam", seru si oemilik nomor


"Maaf kalau ganggu jam istirahat kamu"


"Iya enggak apa-apa lagi", Aldo pun sedikit mengobrol dengan si perempuan, mata Fadlu menatap tajam ke arah Adlo hingga membuat Aldo menciut dan balik ke tujuan pertama telpon


"Apa tadi kamu lihat mba Diva benar-benar pulang dari butik"


"Iya lah mas, tadi aku keluar dan Ibu Diva pun pulang", jawab Si perempuan


"Oh gitu ya apa kamu tau tujuan mba Diva setelah pulang dari butik mau kemana dulu gitu"


"Enggak tau mas, Ibu enggak ada bilang apa-apa ke aku"


Telepon berakhir


Mata Fadlu memanas mendengar ucapan si karyawati "jalan saja do, kita pelan-pelan cari Diva", seru Fadlu menyuruh Aldo melajukan mobil perlahan


Mata Fadlu menyusuri kanan dan kiri sepanjang perjalanan


"Kamu dimana va, aku mohon jangan sampai kamu kenapa-napa", batin Fadlu sambil menatap ke samping


Mobil berhenti dan Aldo keluar dari mobil mengambil sesuatu yang ada di jalan yang sudah basah karena gerimis


"Mas apa ini tas mba Diva?", Tanya Aldo mendekatkan sebuah tas pada Fadlu


Dengan cepat Fadlu mengambil tas dan membuka isinya "handphone tidak ada lagi, dompet pun kosong tak ada isinya", ucap Fadlu masih mengacak-acak isi tas


.tangan Fadlu menemukan sebuah kalung berliontin "FaVa", gumam Fadlu lirih dan mengenggam kalung tersebut dengan menahan amarah


"Lajukan mobil lebih cepat, Diva mungkin sudah jauh, ini perbuatan berandal yang merampok bisa saja", Fadlu berkata dengan bergetar


"Dimana kamu va?", Fadlu mengenggam kalung dengan erat dan menahan perih di ulu hati


Fadlu mengirim pesan pada Aidil tentang penemuan tas milik Diva tapi Fadlu melarang Aidil menyampaikan penemuan tas tersebut pada Sky


Aidil dan Anis pun tengah mencari Diva dan berusaha membuat laporan ke polisi namun polisi tak bisa memproses harus menunggu 1x24 jam atas hilang nya Diva dan membuat Emosi Aidil membara


"Kamu dimana sih va, kami semua mencari dan mengkhawatirkan mu tahu?", Lirih Anis sambil menatap ke arah luar mobil


"Sabar lah, aku yakin mba Diva enggak kenapa-napa, mba Diva wanita yang kuat", Aidil mencoba menenangkan Anis yang sudah menangis


"Kuat sih kuat tapi hiks.. hiks...", Anis menutup mulut nya karena menangis dan terlalu khawatir dengan keadaan Diva yang tiba-tiba menghilang

__ADS_1


"Mba Diva pasti kita temukan okay", Aidil mengusap rambut Anis yang berantakan


Anis Yang hanya memakai baju tidur saking panik nya mendengar kabar Diva menghilang dan Fadlu menemukan tas milik Diva


__ADS_2