Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 46


__ADS_3

"sayang.. aku pengen beli mobil baru tapi uang ku belum cukup, boleh gak aku pinjam uang mu dulu untuk melunasi biaya pembelian mobil baru ku?", Tanya Sherina di sofa ruang tamu


"Boleh Sher, Tapi sebenarnya, bukan nya aku gak mau meminjamkan padamu, jangan kan pinjam bahkan aku akan memberikan nya padamu tapi tidak untuk sekarang, kamu tau kan Sher bagaimana keadaan ku yang mengharuskan aku terapi setiap waktu dan itu memerlukan uang yang cukup banyak"


"Huh... Baik lah tidak apa-apa kalau kamu gak mau kasih pinjam aku?", Lirih Sherina


"Memang kamu butuh berapa duit lagi?", Tanya Fadlu


"Sembilan puluh tujuh juta lagi dlu, tapi kalau kamu gak mau kasih pinjam juga gak apa-apa sih aku gak maksa", wajah Sherina nampak kecewa


"Sher bukan kah tempo hari aku pernah mengatakan bahwa aku akan segera menikahi mu, kita sudah sama-sama dewasa, dan aku pikir tidak ada salah nya kita segera melangsungkan pernikahan dari pada lama-lama menunda tanpa kepastian"


"Terserah kamu saja lah dlu"


"Loh kok terserah, ini harus dua pendapat menjadi satu, ketika dua orang dewasa sudah merasa cocok mau nunggu apa lagi?"


"Iya aku tau tapi gak secepat ini dlu, dulu kita sudah sepakat kalau kita akan menikah setelah mempunyai rumah dan mobil, terus kenapa sekarang harus gitu sementara kita belum mencapai target kita!"


"Ibu dan Bapak yang meminta ku untuk segera menikah, sementara kekasih ku kan kamu, lalu bagaimana dong?", Fadlu bertanya pada Sherina


Sherina kembali menatap wajah Fadlu yang kusut "hello Sherina banyak di luar sana lelaki yang mapan dan tampan kenapa harus setia menunggu dokter Fadlu untuk sembuh, iya kalau sembuh kalau selamanya lumpuh bagaimana?", Sherina ingat salah satu kawan nya pernah mengucapkan kalimat itu


Sherina masih bimbang antara yakin atau bagaimana, kalau seandainya Fadlu tidak lumpuh pasti keadaanya tidak serumit ini


"Sher... Apa ada yang kamu pikirkan?", Fadlu mengoyangkan bahu Sherina yang mematung


"Iya... Eh tidak maksud ku Apakah nanti malam kamu akan datang ke undangan pesta di tempat kita bekerja di Bougenvile Hospital untuk merayakan peresmian Hospital di blok 189, dan apakah kamu akan datang kesana dlu?", Tanya Sherina


"Entah lah sher, kamu tau sendiri aku kesulitan datang kesana sedang aku gak mungkin membawa ibu atau bapak ku kan, mereka tidak akan bisa masuk tanpa kartu undangan tersebut lagian bapak dan Ibu sudah pulang kampung hehehe!"


"Kalau kesana nya bareng aku gimana?", Tanya Sherina sambil memainkan ponsel tanpa membalas candaan Fadlu


"Apa kamu tidak malu jalan dengan orang lumpuh?", Tanya Fadlu menatap ke arah Sherina


Sherina spontan menaruh ponsel kedalam tas milik nya


"Kamu ngomong apa sih dlu, ya gak lah", jawab Sherina yakin


"Jika kamu merasa tidak malu aku akan pergi dengan mu", tegas Fadlu


"Baik lah, kalau begitu ayo kita ke butik sekarang, kita akan memesan baju couple untuk kita pakai nanti malam biar kita terlihat serasi?", Seru Sherina


"Bagaimana kalau kita pesan ke butik milik Sahabat ku?", Seru Fadlu sambil menunjukan ponsel milik nya

__ADS_1


"Apaan ini?", Tanya Sherina dan enggan menerima handphone Fadlu


"Itu nama toko nya kita bisa order lewat aplikasi, kita juga bisa chat admin disana tentang ukuran dan ketersediaan stok, jangan khawatir soal kualitas, di sana kualitas bagus no kaleng-kaleng"


"Tapi no Brand dlu, aku malu jika harus pergi ke pesta dengan pakaian KW atau no label", Sherina mengerucutkan bibir


"Itu pakaian bukan KW Sher, mereka jahit sendiri dan mendesain sendiri", jawab Fadlu memberi penjelasan


"Aku pokok nya gak mau, aku tetap mau ke butik langganan aku, disana pakaian selalu up to date setiap Minggu nya dan hanya di jual limited edition bukan pasaran"


"Baik lah kalau itu mau kamu sher?", Fadlu pun meminta sopir untuk membawa nya ke dalam mobil


Semenjak Fadlu mengalami kecelakaan Fadlu sengaja menyewa jasa sopir untuk membawanya kemana pun yang Fadlu mau


Sebenarnya bukan hanya seorang Sopir tapi juga seorang asisten rumah tangga untuk Fadlu, Fadlu tidak mungkin memperkejakan seorang perempuan di rumah nya karena ia sendiri masih lajang


Lagi pula pak Hadi dan Bu Hadi juga sudah pulang ke kampung setelah Aldo sang sopir datang sampai di kota dan menemui Fadlu


Ya Aldo adalah tetangga Fadlu di kampung yang tak lain anak dari pak RT di desa Campa


Aldo baru saja lulus sekolah SMK dan tidak berniat melanjutkan sekolah dan memilih untuk bekerja dan dengan senang hati Aldo bekerja di rumah Fadlu


"Mas kita mau kemana?", Tanya Aldo saat mobil sudah berjalan


"Ke mall Century do", jawab Fadlu dan di balas anggukan oleh Aldo


Harga mahal tak jadi masalah asal tidak terlihat kampungan dan murah


Penampilan adalah segalanya bagi Sherina, ia dokter, ia cerdas, ia cantik , ia trendy dan ia dia lah Sherina gadis cantik yang Sempurna


Setelah puas berbelanja, mereka makan di sebuah cafe dan berakhir dengan mengantar Sherina pulang ke rumah nya untuk bersiap-siap


Sherina mengatakan akan banyak kegiatan di siang hari sampai sore hari berlanjut untuk pesta di malam hari, ia akan melakukan Treatmen wajah di rumah


"Mas kita langsung pulang apa mau kemana dulu nih?", Tanya Aldo masih fokus menyetir


"Bagaimana kalau kita beli bahan makanan dulu do, bukan kah di rumah persediaan mie instan sama minuman kaleng sudah tinggal sedikit?"


"Iya mas, berarti kita mau ke supermarket nih, kenapa tadi gak sekalian belanja di supermarket yang ada di mall Century mas?", Keluh Aldo


"Entah lah pikiran ku buntu tadi!", Fadlu menilik sebuah kedai hampir seperti supermarket khusus sembako yang ada di pinggir jalan


"Kita berhenti disitu saja do, sepertinya itu toko sembako", Fadlu menunjuk ke sebelah kiri jalan

__ADS_1


Setelah mobil terparkir Aldo dengan sigap membantu Fadlu turun dari mobil dan mendorong kursi roda yang Fadlu tumpangi


"Mas, sepertinya ini minuman bersoda jenis baru, beli ya mas?", Aldo menujuk sebuah produk minuman dan melihat nya dengan membolak balikan kaleng


"Boleh", jawab Fadlu


"Mas mau beli sabun sekalian gak, soalnya kayak nya sabun cair mas yang biasa mas gunakan buat mandi sudah habis deh udah aku kocok isi air malah", Aldo tertawa pelan


"His kamu ini do, jangan keras-keras malu kalau di dengar orang, aku bukan gak mau beli tapi gak sempet!", Fadlu menyuruh Aldo membawanya ke rak khusus sabun


"Makanya segera menikah mas biar ada yang merawat mas dengan baik, aku sih ya merawat mas ya begitu lah namanya juga laki-laki kurang fasih dalam masak, bebenah rumah dan lain sebagainya", Aldo mengambil sebuah merk Sabun dan memasukan nya kedalam troli


"Va....?", Seru Fadlu saat melihat Diva sedang berjongkok utuk memilih sabun


Diva pun menoleh dan mendapati Fadlu sudah terlebih dahulu menatap nya


"Beli sabun juga?", Tanya Fadlu


"Iya dlu, sabun di rumah sudah habis jadi harus beli deh", jawab Diva dan memasukan sabun kedalam troli belanjaan


"Wih sabun nya merk nya samaan", goda Aldo


Ya Aldo adalah anak pak RT di desa Campa jadi sudah mengenal Diva dengan baik


Bahkan dulu Diva sering membantu mengasuh Aldo di saat ibu Aldo sedang beberes rumah


"Apalagi nih bocil?", Seru Diva dengan seulas senyum


Aldo hanya tertawa dan berlanjut mendorong kursi roda Fadlu menuju rak mi instan dan beberapa camilan


"Mba nanti malam aku main kerumah mba ya?", Aldo mendekat ke Diva


Diva tersenyum dan menimpuk punggung Aldo


"Untuk apa, emang boleh sama bos mu?"


"Ya setelah aku antar bos ke pesta lah mba, aku pengen makan masakan mba, di rumah bos aku kadang masak sendiri, kadang beli di warteg dan kadang hanya masak mi instan mba?"


"His ... Kalau tidak repot dan selama tidak menganggu pekerjaan mu, maka pergilah untuk makan bersama di rumah"


"Yes makasih mba", seru Aldo.


Setelah selesai berbelanja Aldo bersikeras mengantar Diva pulang kerumah nya sebelum mengantar Fadlu kembali pulang.

__ADS_1


Awalnya Diva menolak tapi Aldo terus membujuk hingga Diva menyerah dan mengikuti kemauan Aldo untuk mengantarkan nya pulang


butuh bantuan Semangat nih jangan lupa tap Like dan komen dong gaes!


__ADS_2