
Hari ini keluarga Aidil akan bergegas pulang ke kota bersama-sama tapi tidak dengan Aidil dan Anis
Aidil dan Anis akan pergi berlibur ke pulau Dewata untuk merayakan pernikahan mereka.
Sebenar nya masalah Aidil dan Liu belum sepenuh nya clear tapi Liu sendiri yang mempertegas jika dirinya sudah sangat ingin berpisah dengan Aidil sejak lama namun Aidil mengulur waktu hingga lima tahun lama nya
Bahkan dengan terang-terangan Liu mengatakan bahwa sudah tidak mencintai Aidil lagi dan bersyukur jika Aidil kini sudah menikah lagi, Liu turut bahagia
Bahkan Liu mengatakan akan segera menikah dengan kekasih baru nya
Entah lah pernikahan macam apa yang di bangun Aidil dan Liu
Mobil melaju dengan kecepatan pelan menuju kota, ada sopir dengan Bu Aini, Sky dan Diva serta Fadlu dan Sherina di jok belakang
Perjalanan terasa lambat karena beberapa kali terjebak macet, ada kecelakaan antara bus dan motor dan menyebabkan macet sangat lama hingga membuat Sherina lelah berlama-lama di dalam mobil
"Bagaimana kalau kita berhenti untuk makan siang dulu?", Terang Bu Aini yang melihat sebuah Gazebo tempat makan yang begitu nyaman dengan nuansa desa
"Haduh buk kayak nya gak perlu deh, lain kali saja. aku sudah ingin istirahat di rumah, sudah penat rasanya tubuh ku, semakin cepat sampai rumah itu semakin baik", seru Sherina dengan wajah lelah
"Baik lah", jawab Bu Aini dan menyuruh sopir untuk segera melajukan mobil menuju rumah milik nya
Setelah perjalanan yang cukup lama mereka telah sampai di rumah Bu Aini
Diva, sky dan Bu Aini bergegas turun dari mobil dan menyisakan Sherina serta Fadlu
"Bu... Boleh kah aku bermalam di rumah ibu, kebetulan Lift di apartemen ku rusak, dan ada pemadaman listrik lokal, aku malas harus naik tangga dan pasti gelap disana?", Ucap Fadlu dari balik kaca mobil
Bu Aini terdiam sesaat sebelum menjawab kemudian mengangguk mengiyakan
"Terimakasih Bu?", Ucap Fadlu lagi
Sherina pun memasang wajah cemberut dan tak suka "kan bisa menginap di rumah ku, kenapa harus di rumah Bu Aini?"
"Di rumah mu kan gak ada orang Sher takut terjadi hal-hal yang di ingin kan", Fadlu menggoda namun Sherina sama sekali tidak tergoda, Sherina juga tinggal di apartemen yang berbeda dari Fadlu
Sherina tinggal sendirian di apartemen, sedang kedua orang tua Sherina ada di Batam
"Biasanya juga kamu sering bermalam dengan ku, kenapa sekarang sok alim!", Ketus Sherina
"Ya sekarang aku akan belajar untuk tidak se agresif dulu lagi Sher, udah lah katanya tadi kamu ingin segera istirahat, besok kita harus masuk kerja loh"
Sherina menatap Fadlu tak suka lalu menyuruh sopir melajukan mobil menuju kediaman nya tanpa berpamitan terlebih dahulu
"Ayo masuk, ngapain masih bengong disitu?", Tegur Bu Aini
"Iya Bu", Fadlu mengekori Bu Aini dan duduk di sofa ruang tamu
__ADS_1
"Bik Ira tolong bersihkan kamar tamu, temen Aidil mau menginap disini?", Ucap Bu Aini
Bik Ira pun berlalu menuju ruang tamu untuk membereskan, Diva membawa baju kotor dan menaruh nya ke dalam mesin cuci untuk menggilas nya
"Nitip dong?", Seru Fadlu saat melihat Diva membawa keranjang baju kotor
Diva pun menghampiri Fadlu dan menaruh ranjang baju kotor di bawah
Dengan sigap Fadlu membuka tas ransel milik nya dan mengambil beberapa baju dan celana kotor
"Ini .... makasih ya?", Fadlu menaruh kedalam keranjang baju kotor
Diva pun berlalu ke ruang Laundry yang agak di pojok belakang rumah
"Paman gak mandi?", Sky yang sudah mandi terlihat nampak segar menghampiri Fadlu yang menyenderkan tubuh pada Sofa
"Mandi nya dimana ya Sky, paman pengen sih mandi tapi gak tau kamar mandi nya di sebelah mana?", Seru Fadlu
"Di kamar Sky ada kamar mandi nya paman, paman boleh mandi disana, ayo paman?", Sky menarik tangan Fadlu menuju kamar Sky
Sky membuka pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar Sky, "paman mandi lah dulu biar Sky ambil kan handuk?", Sky berlalu keluar dari kamar
Fadlu segera menutup pintu kamar mandi lalu menguyur seluruh tubuh nya menggunakan air
Lalu menggunakan sabun cair milik Sky
"Wangi buah kayak bayi", gumam Fadlu saat memakai sabun milik Sky
Mata Diva membelalak sempurna melihat Fadlu yang sedang telanjang sambil menyabuni seluruh badan nya
"Awh..... ", Diva menutup pintu kamar mandi kembali dengan dada yang berdegub kencang karena sangking terkejut nya
"Apa-apaan ini?", Omel Diva dari balik pintu menyadari kesalahan nya melihat tubuh orang lain apalagi berbeda jenis kelamin
"Ibu.... Kenapa?", Tanya Sky sambil membawa handuk bersih
"Gak apa-apa Sky sayang, ibu mau pergi ke dapur buat menyiapkan makan dari siang tadi kita belum makan?"
Diva pun keluar dari kamar Sky sambil membatin dan merutuki diri, dari apa yang barusan dia lihat
"Sky mana handuk nya, paman sudah selesai mandi nya?", Seru Fadlu dari dalam kamar mandi
"Iya paman", Sky memberikan handuk pada Fadlu dan Fadlu segera mengusap dan mengeringkan tubuh nya
"Sky paman lapar, apa Sky gak lapar?, Bagaimana kalau kita masak mi rebus sepertinya enak", ajak Fadlu
"Iya sih paman tapi apa boleh sama ibu, soalnya Sky boleh makan mi tapi hanya seminggu sekali", Sky menunduk tanda sedih
__ADS_1
"Tenang saja nanti paman yang akan bilang sama ibu mu, ayo kita ke dapur?"
Sky dan Fadlu bergegas ke dapur, Diva sedang meracik bumbu
"Ibu mau masak apa?", Tanya Sky saat melihat ibu nya sedang berkutat di dapur
"Mi rebus Sky", jawab Diva masih memotong wortel dan sayuran
"Wah pas banget tau Bu, tadi Sky dan paman mau masak mi rebus eh ibu malah sudah masak", seru Sky merasa gembira
"Sini aku bantuin?", Fadlu mengambil alih mengiris wortel
"Makasih tapi Gak perlu dlu, kamu tunggu saja di kursi meja makan"
"Gak apa-apa Va, aku sudah biasa masak sendiri, semenjak aku sekolah di luar aku sudah terbiasa dengan memasak", Fadlu memotong cabe dan mengiris sosis
Diva tersenyum menanggapi cerita Fadlu dan Sky hanya mematung sambil mencuci sayuran
"Wah kayak keluarga bahagia kalian ini, seorang Ayah yang sedang memotong cabe, anak yang sedang mencuci sayuran dan seorang ibu yang meracik bumbu, sebuah keluarga yang kompak", seru Bu Aini yang tiba-tiba datang ke dapur
"Ibu...", Ucap Diva lirih
Sekilas Bu Aini melihat semburat aneh dari wajah Diva yang seperti menahan sesuatu hal yang berat, sedang Fadlu nampak santai dengan ucapan nya barusan
Setelah hampir sepuluh menit mi rebus dengan berbagai isi sudah siap santap
Mereka bersama-sama bergegas untuk makan
"Bik Ira mana Bu, kenapa tidak ikut makan kita?", Ucap Diva di saat meniup asap dari mi yang masih mengepul
"Pergi ke luar untuk membeli beberapa bahan makanan yang sudah habis"
"Oh.... ", Diva mulai memakan mi buatan mereka yang sangat enak
"Paman mi rebus nya enak banget loh, kapan-kapan paman buat kan Sky lagi ya?", Ucap Sky
"Boleh banget, tapi kita buat nya gantian di rumah paman ya biar impas"
"Tapi apa boleh sama ibu?", Sky menatap mata Diva yang terlihat sedih melihat Sikap Sky yang terlalu berlebihan pada Fadlu
Entah mengapa Diva merasa Sky begitu dekat dan akrab dengan Fadlu
Padahal mereka bertemu baru kemarin di pernikahan Anis dan Aidil namun Sky sudah seperti begitu lama mengenal Fadlu
"Aku tidak boleh berpikir yang aneh-aneh harus positif", batin Diva
"Boleh saja Sky tapi kamu harus ingat bahwa paman Fadlu itu seorang Dokter, sudah pasti paman sangat sibuk dan hampir gak ada waktu Free", jawab Diva pelan
__ADS_1
"Ada kali VA, aku setiap seminggu di berikan libur sehari tepat hari Jum'at, jadwal aku kerja juga gak over dua puluh empat jam kali va ", senyum Fadlu mengembang
"Ehem.... Ehem....", Bu Aini berdehem saat melihat kedua insan beda jenis kelamin itu saling menatap dan tersenyum