Menggapai Asa Dalam Doa

Menggapai Asa Dalam Doa
episode 26


__ADS_3

Sepuluh Tahun kemudian....


"Dil.... ?", Fadlu menepuk pundak Aidil yang sedang makan di sebuah resto


"Eh kamu dlu ngagetin saja deh!", Balas Aidil yang hampir tersedak karena minuman di mulut nya


"Eilah kayak gitu saja kaget sampai jadi sewot, oh iya bagaimana kabar mu kok kelihatan nya kayak kusut banget tu muka?", Tanya Fadlu dan tanpa permisi menyeruput minuman Aidil


"Kebiasaan deh, pesen sana nanti aku yang bayar", sungut Aidil kesal karena Fadlu menyeruput minuman nya


"Yeah emang kamu pikir aku gak bisa bayar makan dan minum, aku ini bukan pria tipe romantis alias pria yang hobby rokok makan gratis Aidil, uang ku banyak sekarang jadi jangan khawatir"


"Ya ya terserah kamu aja lah apa kata mu selalu benar walau faktanya salah", Aidil memesan jus mangga pada pelayan dan memberikan pada Fadlu


"Ha... Eitz... Kenapa sih kamu Dil, ada masalah apa, cerita dong sama aku kalau lagi ada problem jangan di pendam sendiri, kalaupun nanti nya aku bisa bantu pasti aku bantu jangan sungkan!"


"HM.... Banyak banget yang aku pikirin dlu, aku sudah menikah hampir lima tahun tapi pernikahan kami tak kunjung di karuniai seorang anak, rasanya hampa dlu, aku ini anak tunggal sudah ku pastikan aku sangat menginginkan seorang generasi penerus, apalagi ibu ku pasti ingin sekali menimang cucu", Aidil bersedih


"Ya kan bisa adopsi apa gimana lah caranya dil?", Fadlu menyesap jus mangga di genggaman nya


"Adopsi... Hah.... Bini ku mana mau adopsi sembarang anak yang tidak jelas asal usul nya dlu, kamu tau lah gimana persis watak Liu istri ku, ah entah lah aku lagi butuh saran dari mu?"


"Ya kalau gitu coba deh ikut program kehamilan, siapa tau saja bisa dil, jangan patah semangat dong?", Bujuk Fadlu sambil tersenyum penuh semangat


"Aku dan Liu sudah progam bayi tabung sebanyak tiga kali tapi gagal dlu, ah aku jadi frustasi memikir kan nya, sudah banyak dana yang sudah aku keluarkan untuk itu dlu"


"Mungkin kamu harus banyak bersabar Dil, soal anak kan itu urusan Tuhan, sekuat apa kita berusaha kalau belum saat nya ya mau bilang apa, jadi bersabar dulu itu nasihat ku?", Nasihat Fadlu sambil menepuk pundak Aidil


Aidil tersenyum hampa, dan mengaduk-aduk minuman di depan nya tanpa ekpresi lagi, yang jelas Aidil Dilema tingkat tinggi


"Tapi sampai kapan aku harus bersabar?", Keluh Aidil pelan


"Sampai Amanah itu hadir di dalam pernikahan mu, memangnya bagaimana hasil tes kesuburan kalian berdua?", Kepo Fadlu


"Is apaan sih kepo amat", sungut Aidil


"Hey... Aku ini dokter, yah walaupun bukan dokter kandungan tapi setidaknya aku sedikit paham lah"


"Ya gitu.... Aku itu tidak subur dlu, aku sudah berusahan sabar dan memaklumi keadaan ku tapi semakin aku melupakam aku semakin perih dlu"


Fadlu tampak mendesah hampa, Fadlu kasian dengan Aidil yang sudah begitu mendambakan seorang anak, tapi masalah kesuburan menghambat nya


"Lagian Liu tidak begitu tertarik dengan kehadiran anak, mungkin disini hanya aku yang terlalu memikirkan ini, Liu terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan pribadi nya sendiri", keluh Aidil mencoba mengungkapan isi hati yang selalu ia pendam


"Coba kamu diskusikan dengan Liu minta pendapat nya bagaimana, namanya rumah tangga ya begitulah Dil tidak selalu berjalan mulus"


"Aku tidak yakin dlu, Liu tidak menginginkan anak mungkin seperti itu?"


"Hus ngomong apa kamu ini?", Seru Fadlu membekap mulut Aidil

__ADS_1


"Apaan sih, itu fakta nya dlu, pernikahan ku dengam Liu itu terasa hambar, Liu selalu sibuk dengan aktivitas dan tidak mau sedikit pun memahami keinginan ku dan rasanya aku ingin selingkuh saja!", Aidil menyeruput jus sampai tandas


"Hais mulut mu tuh Dil kalau ngomong kayak kaset rusak, suka rombeng gak jelas", Fadlu menatap ke arah pelayan seksi yang sedang mengantar makanan ke meja sebelah


"Oh iya gimana hubungan mu dengan Sherina?, Kapan kamu mau menikahi nya, haduh Dlu jangan lama-lama pacaran nya dong kalau sudah sama-sama saling cocok mau nunggu apalagi coba?", Keluh Aidil


"Entah lah Dil saat ini aku dan Sherina hanya bisa menjalani hubungan ini dan membiarkan semuanya mengalir apa adanya tanpa adanya ikatan yang lebih"


"Eh kamu gila Ngantung perasaan anak orang bertahun-tahun lama nya!", Sinis Aidil


"Apa kelihatan seperti itu Dil, aku rasa tidak, aku dan Sherina sama-sama belum ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, kami masih ingin menjalani masa-masa seprti ini sebelum benar-benar terikat?"


"Ah terserah kamu saja dlu, kamu sudah dewasa sudah tentu kamu tau mana yang terbaik untuk mu tanpa aku beritahu pun"


Kring.... Kring....


"Bentar ya aku angkat telpon dulu?", Pamit Aidil dan mengangkat telpon


"Hallo Sky ada apa?, Iya nanti paman bakal jemput kamu jangan khawatir"


Sambungan telepon pun Aidil matikan dan kembali menghadap ke arah Fadlu sambil tersenyum


"Siapa!", Tanya Fadlu


"Biasa Sky keponakan ku minta di jemput, sekarang Sky ada di danau Anau bersama guru dan teman-teman nya untuk rekreasi akhir tahun, tapi bus nya rusak jadi harus di jemput bagi siapa yang bersedia menjemput kalau tidak ada yang menjemput ya harus nunggu bus di perbaiki terlebih dahulu, ibu nya Sky gak bisa jemput lagi sibuk"


"Keponakan , bukan kah kamu anak tunggal?", Tanya Fadlu dengan nyengir


"Wah baik sekali kamu?", Goda Fadlu


"Tentu aku baik, apalagi aku sangat menyayangi Sky sedari Sky ada di kandungan sampai sky lahir Ayah nya tidak pernah muncul hanya sekedar melihat wajah Sky, aku merasa kasian dengan dia dlu?"


"Kenapa bisa Setega itu ayah dari Sky, ya walaupun antara ibu dan ayah Sky tidak ada hubungan apapun lagi tapi tidak seharus nya Sky di abaikan begitu?"


"Aku pernah datang ke rumah ayah Sky dan mengatakan kepada ayah Sky jika putra nya telah lahir ke dunia tapi dia hanya tersenyum miring dan menyuruh ku untuk mencari pria yang di cintai ibu sky, aneh kah?"


"Maksud nya?"


"Kata Ayah Sky sejak awal pernikahan ibu Sky tidak pernah mencintai dirinya melainkan mencintai pria lain dan itu membuat ayah Sky benci pada Ibu Sky, miris" Aidil menatap dinding sambil membayangkan nasib kakak angkat nya


"Oh gitu ceritanya cukup rumit dan bar-bar..., Jadi kamu sekarang mau ke danau Anau, aku boleh ikut dong biar kepala ku sedikit fresh tidak memikirkan pekerjaan melulu"


"Ayo kita on the way sekarang?", Aidil pun bergegas menuju danau Anau dengan mobil sport milik nya


Karena hal itu lah yang disukai Sky, Sky suka mobil sport yang keren atau motor trail tapi ibu nya selalu melarang Sky untuk belajar motor trail


****


Mobil Aidil berhenti tidak jauh dari parkiran danau Anau persis seperti apa yang di katakan Sky dan Aidil pun turun dari mobil untuk mencari Sky

__ADS_1


"Dimana bocah kecil itu?", Gumam Aidil sambil celingukan


"Dlu apakah kamu mau ikut, atau mau nunggu di mobil saja!", Tanya Aidil


"Aku nunggu di mobil saja lah?", Ucap Fadlu dan segera turun dari mobil untuk menatap Danau Anau dari parkiran


"Ya sudah aku cari Sky dulu?", Aidil melangkah kan kaki menuju area terdekat untuk mencari Sky


Fadlu menikmati angin yang bersemilir sepoi-sepoi, Fadlu menarik napas dan menghembuskan nya berulang-ulang


Fadlu merasa jauh lebih fresh dan bugar


Hingga suara bising dua bocah membuat Fadlu membuka mata nya perlahan


"Jangan .... ", Ucap bocah perempuan dengan kuncir dua itu dan mengejar bocah lelaki yang membawa tas pink milik nya


"Hentikan atau aku akan mennagis, dan nanti mama ku bakal marahin kamu, kembalikan tas milik ku?"


"Wk... Wk... Ambil saja kalau bisa, masa apa-apa main aduin ke mama, ih anak mama banget ya?", Goda bocah lelaki itu dengan gaya nakal


Bocah lelaki itu menatap Fadlu dan menatap mobil di samping nya?, "paman siapa?, Kenapa ada di mobil paman saya?", Ketus Sky dengan berkacak pinggang


"Kembalikan tas ku?", Ucap bocah perempuan yang mencoba mengambil tas nya dengan mata yang hampir menangis Karana merasa kesal


"Hey kembalikan tas milik nya?", Ucap Fadlu pada Sky


"Kenapa paman nyuruh saya mengembalikan tas milik Deora, kalau saya mengembalikan tas nya sekarang pasti Deora tidak akan mengejar saya lagi?", Jawab Sky


"Lalu? Kamu akan membuat Deora menangis, Deora tentu lelah mengejar mu secara terus menerus, ayolah kembalikan tas milik Deora, apa kamu tidak kasian pada Deora lihat lah Deora terlihat kecapek an, jika kamu menyayangi Deora jaga dia dari siapa pun yang membuat nya menangis bukan malah kamu sendiri yang membuat nya menangis?", Ucap Fadlu


"Benarkah Deora akan menangis?"


"Tentu, ayo minta ma'af dengan Deora?", Suruh Fadlu pada Sky


Sky pun mendekati Deora dan mengembalikan tas milik Deora "maafkan aku ya Deora aku gak bermaksud membuat mu bersedih aku hanya ingin kamu tertawa sambil mengejar ku untuk mendapatkan tas milik mu?", Ungkap Sky dengan memelas


"Kamu nakal, aku gak suka anak nakal", jawab Deora dan pergi dengan berlari meninggalkan Sky yang terdiam menyadari kesalahan nya


"Sudah lah tidak apa-apa besok kamu boleh temui Deora lagi dan ajak Deora bermain atau kamu kasih Deora hadiah pasti Deora akan mau memaafkan mu tapi ingat jangan membuat Deoara menangis lagi apalagi sampai hati Deora membenci mu wah itu lebih gawat lagi?", Fadlu berbicara tepat di samping telinga Sky


"Paman siapa?", Tanya Sky curiga kalau Fadlu adalah penculik anak


"Aku temen nya paman Aidil, perkenalkan nama paman Fadlu..., Nama kamu siapa?"


"Sky tampan , begitu nama ku paman", ucap Sky sambil mengelap keringat di dahi Sky dan menjabat tangan Fadlu


"Baik lah kita tunggu disini, paman Aidil masih mencari mu, biar paman chat paman Aidil untuk memberi tahu kalau kamu sudah ada disini", seru Fadlu sambil mengelengkan kepala


Tak lama kemudian Aidil datang dan tersenyum merekah "Hay Sky.... Gimana rekreasi nya apa menyenangkan?"

__ADS_1


"Iya paman, kapan-kapan Sky mau datang kesini lagi tapi sambil mengajak ibu dan Ama untuk ikut kesini, ibu pasti suka tempat ini, Danau ini bagus banget paman", seru Sky dengan wajah gembira


"Wah ide bagus, ya sudah ayo kita pulang dulu sebentar lagi mau gelap hari sudah petang?", Aidil menyuruh Sky duduk di belakang, dan menyuruh Sky tidur jika merasa ngantuk


__ADS_2