Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Archie Menerima


__ADS_3

"Pa, bukankah itu akan membuat trauma Kimmy semakin dalam?" Archie merasa tidak mengerti dengan penawaran yang diajukan oleh Kai.


"Ar, dulu papa sudah pernah berkonsultasi dengan psikiater. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk kesembuhan Kimmy. Salah satunya adalah terapi diri sendiri dan juga terapi pasangan. Kimmy sudah pernah melakukan terapi diri sendiri. Kimmy berusaha untuk menerima masa lalunya. Akan tetapi, itu tidaklah berhasil. Yang ada trauma Kimmy malah semakin dalam. Papa yakin dengan cara kedua yaitu terapi pasangan, Kimmy bisa sembuh," jelas Kai.


"Terapi pasangan? Seperti apa, Pa?" Archie pun bingung dengan apa yang harus ia lakukan untuk menyembuhkan trauma Kimmy.


"Bisa dengan menghabiskan waktu akhir pekan bersama, liburan bersama. Itu akan membuat Kimmy merasa diiinginkan dan di hargai," Kai menyampaikan apa yang pernah psikiater jelaskan padanya.


"Pa, Kimmy seorang psikolog. Sepertinya dia bisa mengatasi traumanya."


"Ar, jika pemikiranmu seperti itu, apakah seorang dokter onkologi bisa menyembuhkan dirinya yang terkena kanker? Apakah seorang dokter spesialis kandungan bisa melahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain? Tentu mereka tidak bisa mengobati dan menangani dirinya sendiri. Pasti seseorang yang ahli pun membutuhkan orang lain," Kai membuat analogi.


"Tapi bagaimana, Pa? Bagaimana jika Archie malah semakin menggoreskan luka yang lebih dalam untuk Kimmy?" Archie merasa sangat yakin ia tidak akan jatuh cinta pada istrinya.


"Lebih baik kamu jalankan saja penawaran dari papa! Untuk hasil akhir, sebaiknya kita lihat nanti saja. Papa tidak ingin berspekulasi terhadap apa yang belum terjadi. Bagaimana? Apa kamu tertarik dengan penawaran papa? Setelah Kimmy sembuh, kamu bebas memilih jalanmu sendiri dan papa tidak akan keberatan jika kamu memilih untuk berpisah."


Walau berat, Kai harus mengatakan penawarannya itu. Ia ingin membuat penawaran yang menggiurkan bagi Archie. Kai sangat mengenali kondisi Archie sekarang. Archie saat ini pasti ingin berpisah dari Kimmy, dan pasti Archie akan menyetujui penawaran itu. Kai melihat Archie yang kini sedang berpikir keras.


"Baiklah, Pa. Aku setuju dengan penawaran papa. Dengan syarat, bila Kimmy sudah sembuh aku bisa bercerai darinya dan kembali kepada orang yang aku cintai," Archie menerima penawaran dari Kai. Kai pun menjabat tangan Archie sebagai tanda kesepakatan mereka.

__ADS_1


****


Sepulang bekerja, Archie menjemput Kimmy di kilinik psikologinya. Ia memang diwanti-wanti oleh Nino dan Tifanny untuk menjemput istrinya itu.


"Sudah selesai?" Tanya Archie saat Kimmy keluar dari pintu.


"Ya ampun! Kau mengagetkanku!" Kimmy memegangi dadanya karena terkejut dengan kehadiran suaminya yang tidak terduga.


"Maaf mengagetkanmu!" Archie menggaruk rambutnya. Merasa canggung berhadapan dengan Kimmy, si gadis dingin dan juga datar.


"Mau apa kau ke sini? Mau berkonsultasi denganku? Jika iya, klinikku sudah tutup," Kimmy berjalan meninggalkan Archie.


"Ya ampun! Aku ke sini bukan untuk menjadi pasienmu. Aku ke sini karena ingin menjemputmu pulang," Archie menahan tangan Kimmy. Kimmy spontan melepaskan tangan Archie dari lengannya.


"Memangnya kenapa jika aku menjemputmu? Bukankah kau istriku?" Archie balik bertanya.


"Istri? Oh iya, aku hampir lupa jika aku sudah menikah dan mempunyai suami," Kimmy menepuk keningnya.


"Dia bahkan melupakanku. Bagaimana bisa aku masuk ke dalam kehidupannya dan menyembuhkan traumanya?" Archie pesimis.

__ADS_1


"Tapi aku tidak akan menyerah. Ini semua demi kebahagiaanku dengan Flowi. Aku mencintai Flowi. Semakin cepat Kimmy sembuh, semakin cepat pula aku bisa meraih kebahagiaanku bersama Flowi. Setelah lepas dari Kimmy, aku akan segera menikahi Flowi," Archie menyemangati dirinya sendiri dan membayangkan kehidupannya nanti bersama wanita yang ia cintai.


"Bagaimana bisa kau melupakan suamimu yang tampan dan berkharisma ini?" Archie tersenyum manis. Biasanya senyum itu akan meluluhkan hati Flowi. Archie menatap Kimmy, tidak ada ekspresi apapun dari wajah istrinya.


"Percaya diri sekali! Bahkan Squidward lebih tampan darimu!" Kimmy berjalan melewati Archie.


"Squidward? Hey, kau menyamakan aku dengan gurita pemalas itu?" Archie mengejar langkah Kimmy.


Kimmy menghentikan langkahnya, kemudian ia berbalik ke arah suaminya. Kimmy menatap Archie dengan intens. Itu membuat Archie gelagapan dan salah tingkah.


"Hey, mengapa kau menatapku seperti itu?" Wajah Archie seketika menjadi gugup. Mengapa tatapan Kimmy selalu saja membuatnya grogi?


"Katanya kau menjemputku?" Kimmy menyabet kunci mobil yang ada di tangan Archie kemudian ia masuk ke dalam mobil suaminya itu.


"Hey, aku tidak mau disupiri lagi olehmu! Kau seakan membawaku selangkah lebih dekat dengan maut!" Archie mengejar Kimmy yang sudah masuk dan duduk di kursi pengemudi.


"Aku yang menyetir," Kimmy menolak.


"Aku yang menyetir. Aku tidak mau dibawa kebut-kebutan lagi," Archie menarik tangan Kimmy dari sana.

__ADS_1


"Aku tidak mau jadi penumpang dan menatap jalanan saja. Aku yang akan menyetir!" Kimmy menarik tangannya, berusaha melepaskan dari genggaman suaminya.


"Pokoknya aku!!" Archie masih keukeuh. Kimmy menarik lebih keras, sehingga Archie terjerembab di atas tubuhnya. Mata mereka bertemu dan bersitatap di keheningan malam.


__ADS_2