Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Satu Mobil


__ADS_3

"Kau ini kenapa berisik sekali?" Kimmy membuka matanya dan melihat Archie dengan kesal.


"Kau baik-baik saja?" Raut wajah Archie berubah menjadi lebih tenang.


"Nona Kimmy baik-baik saja. Tidak ada luka dalam. Dia hanya mengalami luka-luka di daerah siku dan juga lutut," para medis menjelaskan mengenai kondisi Kimmy kepada Archie.


"Kalau boleh tahu anda siapanya?" Tanya para medis itu.


"Aku suaminya," jawab Nino dengan kikuk.


"Oh, aku pikir Nona Kimmy belum menikah. Kalau begitu, Nona Kimmy emm maksudku Nyonya Kimmy bisa dibawa pulang. Untuk mobilnya yang jatuh ke parit di urus oleh pihak kepolisian. Dan satu lagi, lengan kanan Nyonya Kimmy terkilir. Saya harap anda bisa membantu aktivitas sehari-harinya untuk beberapa waktu," jelas para medis itu dengan gamblang.


Archie hanya menganggukan kepala, lalu mengucapkan terima kasih. Archie memangku Kimmy untuk dipindahkan ke dalam mobilnya.


"Badanmu ringan sekali! Kau seperti tidak ku beri makan saja," Archie berceloteh sembari memangku tubuh ramping Kimmy.


"Ya aku seperti ini karena tidak bahagia dengan pernikahan kita," Kimmy berucap dengan simpul.


"Kalau begitu, aku akan membuat pernikahan kita bahagia!" Archie menjawab dengan yakin. Apalagi ia mengingat janjinya kepada Kai.


"Dasar buaya! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu, sedangkan kau sudah memiliki kekasih. Pria memang sama saja," Kimmy berucap dengan raut wajah sinis.


"Mengapa tidak kau bahagiakan saja kekasihmu itu? Bukankah kau selalu memanjakannya dengan uangmu itu?" Sindir Kimmy yang membuat Archie mati kutu. Tanpa mereka sadari, Nino dan Kai sudah tiba di sana dan mendengar ucapan mereka.

__ADS_1


Archie membawa Kimmy ke rumah. Di sepanjang perjalanan, mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing.


"Kimmy?" Panggil Archie di sela-sela keheningan yang tercipta.


"Hmm?" Kimmy berdehem. Matanya menelisik luka-luka yang telah di obati oleh para medis tadi.


"Apa kau cemburu?" Archie sekilas menoleh ke arah istrinya kemudian ia memfokuskan kembali matanya ke jalanan.


"Cemburu? Maksudnya?" Kimmy tidak mengerti dengan arah pertanyaan suaminya.


"Iya. Kau cemburu karena hubunganku dengan Flowi?" Archie bertanya dengan hati-hati.


"Cemburu? Kau gila? Mengapa aku harus cemburu? Atas dasar apa aku cemburu kepadamu?" Kimmy tergelak tertawa.


"Hey, dengar! Tidak ada yang cemburu atau pun peduli dengan hubungan percintaanmu yang menyedihkan itu! Aku mengomentari itu karena menurutku kau ini terlalu bodoh!" Kimmy mengeluarkan uneg-uneg dalam hatinya.


"Terlalu bodoh? Kau tidak tahu jika IQ ku di atas rata-rata?" Archie tampak tidak terima.


"Serius?" Kimmy pura-pura terkejut.


"Iya. Tanyakan saja pada kakakmu. Aku ini bintang sekolah dan kampus," Archie berkata dengan penuh percaya diri.


"Jika kau pintar, lalu mengapa kau mau dijadikan mesin ATM berjalan oleh kekasihmu?" Kimmy menoleh ke arah suaminya yang sedang menyetir.

__ADS_1


" Aku tidak merasa dijadikan mesin ATM oleh Flowi. Dia membeli barang memang sesuai dengan kebutuhannya," Archie membela diri.


"Sesuai kebutuhan? Termasuk jet pribadi?" Kimmy berpura-pura berpikir.


"Iya, dia kan butuh kendaraan untuk pergi ke luar negeri."


"Oh begitu," Kimmy membulatkan bibirnya.


"Ya sudahlah, terserah padamu. Sepertinya tidak akan berguna aku menasehatimu. Kata orang, jatuh cinta itu membuat buta. Semuanya serba indah walau ada perbuatan yang menyimpang," Kimmy menyindir.


"Lalu, apa salah aku bersikap royal kepada Flowi?"


"Aku hanya kasihan padamu. Kau sibuk bekerja dan orang lain yang menghabiskan uangmu. Oh iya satu lagi, karena aku sekarang istrimu, maka semua uang yang kau keluarkan harus ada persetujuan dariku!" Kimmy berkata sambil menggerak-gerakan tangannya.


"Maksudmu?" Archie terdengar kaget dengan penuturan istrinya.


"Iya. Bukankah tadi kau bilang bahwa kau suamiku kepada para medis di sana? Nah, kau pun tahu bila sepasang suami istri itu harus tahu ke mana larinya uang yang dihasilkan. Mulai hari ini, semua uang yang kau dapat dan kau keluarkan, aku wajib tahu," Kimmy memberikan keputusan.


"Baiklah."


Archie mengalah karena bagaimana pun ia bertanggung jawab untuk menafkahi Kimmy. Walau pernikahannya tanpa di landasi cinta, akan tetapi Archie ingin menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Apalagi Kimmy adalah adik dari sahabat karibnya. Archie menekankan dalam hati bahwa Kimmy adalah adik yang harus ia lindungi.


Sementara itu, setelah dari lokasi kecelakaan menantunya, Nino mengemudikan mobilnya ke suatu tempat. Nino turun dari mobil setelah melihat rumah yang ia tuju. Rumah itu adalah rumah Flowi. Nino mengetuk pintu dengan sangat keras. Ia begitu tidak sabar untuk bertemu Flowi dan ibunya. Saat pintu terbuka, mata Flowi dan ibunya membulat kala melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Hallo Flowi! Hallo Fiona! Lama tak berjumpa!" Ucap Nino dengan senyum seringainya.


__ADS_2