
Kimmy mencoba melawan. Namun cekalan tangan Angela dan Jessica membuatnya terpaksa harus bergerak mengikuti Galvin dan anak buahnya.
"Ar, Tolong aku! Jerit Kimmy dalam hatinya.
Galvin melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan rahasia yang ada di dalam hotel itu. Hotel itu terletak di bagian paling atas. Nampak seperti kamar biasa, hanya ada tempat tidur, lemari, dan berbagai furniture lain. Namun saat Galvin mendorong lemari panjang yang ada di kamar itu, terbukalah sebuah ruangan. Nyali Kimmy semakin menciut saja. Ia yakin Archie tak mungkin menemukannya, mengingat semua orang pasti mengira itu hanyalah lemari biasa.
Angela dan Jessica menyeret Kimmy dengan paksa. Mereka terpukau dengan interior ruangan rahasia itu. Mereka tak menyangka di sebuah hotel ada ruangan rahasia seperti ini. Apalagi di dalamnya benar-benar terlihat ruangan yang mewah.
"Buka lakban mulutnya! Aku ingin berbincang dengan wanita cantik ini," senyum Galvin begitu mengerikan. Ia menatap Kimmy seolah tak sabar untuk menyentuhnya.
Angela menuruti permintaan Galvin. Ia mendudukan Kimmy di atas lantai. Dengan satu tarikan, Angela membuka lakban yang menutupi mulut Kimmy hingga membuat Kimmy meringis kesakitan.
"Angela, tolong aku! Lepaskan ikatannya! Kita teman bukan?" Teriak Kimmy penuh permohonan pada Angela. Namun Angela menatapnya dengan bengis. Ia mengajak Jessica dan kedua bodyguard tadi untuk segera meninggalkan ruangan itu
"Angela! B3r*ngsek kau! Aku akan pastikan papaku akan menghancurkan hidupmu! Aku bersumpah untuk itu!" Teriak Kimmy berapi-api. Rahangnya mengeras seiring dengan gejolak amarah yang menguasai dirinya.
"Ssst!! Harusnya kau yang berterima kasih pada wanita itu. Dia sudah mempertemukan kita lagi," ledek Galvin dengan senyum yang menggoda.
"Pergilah! Jangan dekati aku!" Kimmy beringsut mundur dari duduknya. Walaupun ia merasa kesulitan karena tangannya yang diikat sangat kencang.
Namun galvin berusaha mendekati Kimmy. Ia memangkas jarak di antara mereka hingga Galvin duduk tepat di hadapan Kimmy.
"Kenapa kau begitu ketakutan, sayang?" Seringai Galvin membuat Kimmy muak. Ia langsung meludahi wajah Galvin dengan tatapan jijik. Namun Galvin tak bergeming, ia hanya terkekeh dan menyeka ludah Kimmy dari wajahnya.
"Aku sudah bilang sayang, aku akan mendapatkanmu apapun caranya. Lihatlah! Bahkan seorang Kaivan Allen, seorang pria terhebat pun tak bisa mengalahkan aku!!" Tawa Galvin menggelegar memenuhi langit kamar.
Galvin begitu dendam pada keluarga Kimmy dan juga keluarga Archie. Jika saja Nino tak melaporkannya ke polisi, Galvin tak akan mendekam di penjara dan membuat citranya buruk. Ditambah dengan Kai yang langsung menerima lamaran dari keluarga Nino membuat darah Galvin semakin mendidih. Ia bertekad untuk menghancurkan kedua keluarga itu.
__ADS_1
"Lepaskan aku, b*j1ngan! Setelah ini, Papaku akan tahu dan membunuhmu. Memang lebih baik kau membusuk di neraka!! Iblis sepertimu memang harus segera mati!!" Kimmy balas berteriak.
Plak...
Sebuah tamparan Galvin layangkan di pipi kanan Kimmy. Tamparan itu sangat keras hingga membuat pipi Kimmy memar dan berbekas. Kimmy hanya tersenyum sinis, ia lalu menatap Galvin dengan penuh kebencian.
"Dasar manusia tidak berguna! Kau pun hanya berani pada seorang wanita. Nyalimu menciut jika berhadapan dengan suamiku bukan? Kasihan sekali! Seharusnya kau pakai rok saja! Itu lebih baik!" Ejek Kimmy lagi yang membuat pipi sebelah kirinya ditampar Galvin lagi, dan membuat sudut bibirnya berdarah.
Galvin mencengkram dagu Kimmy. Ia menatap Kimmy dengan intens. "Jangan terus membuatku marah, atau aku akan menyakitimu lebih dari ini! Tujuanku ke sini hanya untuk mengajakmu bersenang-senang. Maka, jangan pancing aku untuk terus menyakitimu!" Urat-urat di leher Galvin terlihat menonjol menandakan emosi pria itu sudah sampai puncaknya.
"Sakitilah aku! Kalau perlu bunuh aku sekalian! Aku lebih rela kau bunuh dari pada harus disentuh oleh sampah sepertimu!!"
"Tapi sayangnya menyentuhmu yang aku inginkan. Setelah menyentuhmu, aku akan membuangmu seperti seonggok sampah tak berguna, dan lihatlah kehancuran suamimu dan beserta keluargamu!" Kekehan jahat terdengar dari mulut Galvin membuat Kimmy berangsur mundur karena ketakutan.
Galvin berusaha menggapai wajah Kimmy, namun Kimmy membuang wajahnya.
"Lepaskan aku, b*rengsek!" Teriak Kimmy di sela-sela tangisnya.
Galvin membuka dasinya. Ia lalu melemparnya ke sembarang arah. Galvin lalu mendekati Kimmy yang terisak karena ketakutan. Galvin mencengkram dagu Kimmy dan hendak menc*umnya. Namun sebuah gedoran ruangan itu menghentikan niatnya. Terdengar langkah kaki memasuki kamar persembunyiannya. Galvin berharap orang itu tidak sampai mendorong lemari panjang yang ada di dalam ruangan rahasianya.
"Siapa pun tolong aku!" Jerit Kimmy saat menyadari ada orang yang masuk ke ruangan itu.
"Diam!!" Bentak Galvin, ia lalu membungkam mulut Kimmy dengan tangannya.
"Kimmy, apa itu kau?" Terdengar suara Archie yang membuat Kimmy membulatkan matanya. Kimmy ingin sekali berteriak, namun tangan Galvin sangat kuat menutup mulutnya.
"Diam! Atau aku akan membunuhmu!!" Bisik Galvin tepat di telinga Kimmy. Namun Kimmy tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia lalu menggigit tangan Galvin, hingga membuat Galvin melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Archie ini aku! Dorong lemarinya, Ar!" Perintah Kimny dengan jeritan yang memilukan.
"Keluar kau b*jingan! Lepaskan istriku!" Teriak Archie dengan murka.
Sementara Archie yang telah berhasil meluluhkan bodyguard itu pun, segera mendorong lemari rahasia hingga ia melihat pemandangan yang menyakiti matanya. Ia melihat Kimmy sedang duduk di lantai dengan tangan yang terikat. Ia juga melihat Galvin yang menatapnya penuh dengan kebencian.
"B*jingan!!!" Umpat Archie, ia berlari dan menerjang tubuh Galvin hingga membuat pria bermata hijau itu jatuh terhuyung. Archie menghajar Galvin dengan membabi buta.
Galvin balas mendorong Archie. Ia mendekati Archie dan membalas pria itu dengan meninju wajahnya dengan kontinu. Namun Archie tak diam begitu saja, ia mendorong Galvin dan menendang pipinya hingga perkelahian pun tak terelakan.
Mereka sama-sama terlibat adu jotos. Wajah mereka sudah memar dan berdarah. Namun tak ada satu pun dari mereka yang ingin mengakhiri perkelahian.
"Bagus kau mengantarkan nyawamu ke mari! Aku tak perlu repot-repot untuk membunuhmu!" Galvin masih berusaha memainkan emosi Archie, walaupun dirinya sudah tersudut.
"Lihatlah! Istrimu itu bukan gadis lagi!!" Kekehan Galvin membuat Archie menghentikan aksi brutalnya. Archie lalu menatap Kimmy yang sedang terisak. Dilihatnya baju bagian bahu kanan Kimmy yang sudah robek.
"Tidak, Ar! Dia berbohong!! Aku masih istrimu yang utuh!" Teriak Kimmy dengan berurai air mata.
"Bahkan istrimu itu sangat menikmati permainanku!!" Ledek Galvin lagi yang sukses membuat Archie murka.
"Si*lan" Hardik Archie. Ia melayangkan bogem mentah nya pada wajah Galvin membuat wajah Galvin semakin memar dan tidak berdaya.
"Lihatlah istrimu itu! Suruh dia mengakui apa yang kami lakukan tadi!!" Teriak Galvin lagi tanpa memperdulikan pukulan Archie yang menyakitkan.
Dilihatnya Kimmy yang sedang terisak. Kimmy menggeleng meminta Archie untuk tidak percaya. Archie menatap Kimmy dengan dalam. Hal itu membuatnya lengah. Dengan satu dorongan, Galvin mendorong Archie yang sedang duduk di dadanya, Archie jatuh tersungkur. Dengan cepat Galvin berlari ke arah Kimmy, ia mengeluarkan senjata api di balik saku jasnya. Dengan cepat, Galvin menodongkan senjata itu tepat di kepala Kimmy.
"Menjauh atau aku akan menembak istrimu!" Ancam Galvin seraya tersenyum penuh dengan kemenangan.
__ADS_1
Hey semua!! Selagi menunggu novel ini update, kalian bisa baca novel otor yang lain ya. Novel yang sedang on going ada "Godaan Sang Pelakor". Kalian bisa berngenes-ngenes ria di sana ya. Dukung karya otor dengan tinggalkan jejak kalian berupa like, komentar atau vote ya. Terima kasih. 😘