Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Kedatangan


__ADS_3

Angela segera membawa Kimmy sesuai perintah dari Galvin. Setelah ini, Angela akan memulai hidup barunya di Irlandia bersama keluarganya. Angela sudah sangat muak harus bekerja bersama Kimmy. Dirinya bukanlah wanita pekerja keras. Angela hanya dipaksa bekerja oleh keadaan. Semenjak keluarganya mengalami kebangkrutan, Angela memang dipaksa untuk bertahan hidup dengan membanting tulang. Ia memilih keluar dari Irlandia agar dapat mudah mendapatkan pekerjaan.


"Kimmy, jangan khawatir! Malam ini kau akan bersenang-senang," Angela tersenyum sinis sembari terus mengemudikan mobilnya menuju hotel yang telah disebutkan oleh Galvin.


Sementara itu tanpa sepengetahuan dari Angela, Archie tengah mengemudikan mobilnya mengikuti mobil yang ditumpangi istrinya. Saat di kantor, hati Archie begitu tidak tenang. Pikirannya terus saja teringat dengan Kimmy. Ia memutuskan untuk segera menjemput Kimmy dan meninggalkan pekerjaannya. Dari kejauhan, Archie melihat Kimmy masuk ke dalam mobil Angela. Archie ingin menyalip dan menyuruh istrinya turun. Akan tetapi, firasatnya tambah buruk saat Angela tidak berbelok menuju jalan ke rumahnya.


"Kimmy, sedang apa kau di dalam mobil?" Archie terus menaikan kecepatan mobilnya.


Mobil Angela melaju melewati jalanan sepi. Terbentang pohon cemara yang menjulang tinggi disepanjang kanan kiri jalan raya. Archie harus mengemudi dengan esktra berhati-hati karena jalanan yang sangat licin oleh salju yang mulai mencair dan akan segera digantikan dengan musim semi.


"Ke mana wanita itu akan membawa istriku?" Archie semakin resah saja. Matanya benar-benar fokus memperhatikan ke mana perginya mobil Angela.


Sedangkan di dalam mobil, Angela kehilangan konsentrasinya karena Galvin sudah meneleponnya berulang kali. Ia tidak bisa mengangkat telepon sambil mengemudi, Angela menginjak pedal gas. Ia melakukan kecepatan mobil dua kali lipat.


Bibir Angela tersenyum menyeringai saat matanya melihat hotel yang ia tuju. Wanita itu langsung memasuki pelataran hotel tanpa menyadari bahwa Archie mengekorinya sejak dia meninggalkan klinik milik Kimmy.


"Si*lan! Mengapa wanita itu membawa Kimmy ke hotel? Apa jangan-jangan?" Archie semakin panik saja saat membayangkan Galvin dibalik semua kejadian ini. Ia pun mengikuti mobil Angela memasuki pelataran hotel, tetapi ia tak boleh gegabah. Archie tak boleh membuat Angela menyadari dirinya mengikutinya.


Archie melihat wanita yang duduk di kursi pengemudi turun. Ia lalu berbisik dengan seorang wanita berambut lurus yang menunggunya di luar mobil. Terlihatlah Kimmy dipapah turun dari mobil. Kimmy terlihat tidak sadar. Kedua wanita itu memapah Kimmy dengan kesusahan. Archie sudah tidak tahan lagi. Ia langsung keluar dari mobilnya dan hendak mengejar kedua wanita yang membawa Kimmy. Namun langkahnya terhenti saat Archie menabrak pria paruh baya hingga pria itu jatuh tersungkur di depan hotel.


"Maafkan aku, tuan!" Ucap Archie cepat. Ia mengulurkan tangannya pada arah pria tua itu.


"Tidak apa-apa," pria paruh baya itu tersenyum.


Archie menganggukan kepalanya sopan, ia meneruskan langkahnya. Namun jantungnya semakin cepat berdetak tatkala Archie kehilangan jejak Kimmy dan kedua wanita yang membawanya. Archie berlari ke arah lobby, ia bertanya ke seorang wanita yang bekerja sebagai resepsionis.


"Apa kau melihat wanita yang dipapah oleh dua wanita? Dia adalah istriku. Tolong beritahu di kamar berapa dia dibawa oleh kedua wanita tadi! Kedua wanita tadi menculik istriku!!" Tanpa basa-basi Archie memberondong sang resepsionis dengan mata yang memerah. Ia sangat khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Kimmy.

__ADS_1


Resepsionis tadi menunduk, ia ingin sekali memberitahukan semuanya pada Archie. Tapi ia tak seberani itu. Galvin mengancam akan memecat dirinya jika ia sampai memberitahukan infomasi mengenai Kimmy kepada siapa pun. Ancaman Galvin ini terasa menakutkan, mengingat Galvin pemilik hotel mewah ini.


"Maaf, Tuan! Tapi saya tidak bisa memberitahu anda," lirih petugas resepsionis itu.


Archie menggebrak meja. Emosinya meledak sudah. "Katakan di mana istriku! Jika kau diam saja, aku akan merobek mulutmu yang tak berguna itu!"


"Tapi, tuan!" Sang resepsionis tertunduk dengan penuh ketakutan.


"Cepat katakan! Atau aku benar-benar akan melakukannya!"


Archie memecahkan vas bunga yang ada di meja, ia lalu mengambil sudut vas itu dan mengacungkannya di depan sang resepsionis, hingga resepsionis cantik itu ketakutan. Wajah wanita berambul cepol itu pucat pasi seperti tidak di aliri darah sama sekali. Namun ia masih bersikeras untuk tetap bungkam.


"Katakan!" Hardik archie dengan mata yang memerah, ia menatap resepsionis itu seakan ingin melahapnya hidup-hidup.


Archie melempar vas bunga itu. Ia segera mendekat ke arah wanita itu. Archie mencekik leher sang resepsionis dengan membabi buta.


"Katakan di mana istriku di bawa! Aku akan memb*unuhmu saat ini juga jika kau terus menahanku! Aku tidak peduli dengan hukum. Aku tidak peduli dengan penjara. Aku seorang pengusaha sukses. Aku banyak uang dan bisa keluar dengan mudah! Tapi kau akan membusuk di tanah karena lebih memilih membantu orang jahat itu!" Archie terus menekan leher resepsionis dengan kencang.


"Ampun, tuan!" Resepsionis itu berusaha melepaskan tangan Archie namun nihil. Tenaga Archie sangat besar.


"Di lantai 8, kamar no 121, tuan," Resepsionis itu akhirnya menjawab dengan tubuh yang gemetar. Ia tak mau mengorbankan diri demi pekerjannya. Baginya, nyawanya lebih berharga.


Archie melepaskan tangannya di leher resepsionis itu. Wanita itu langsung terbatuk-batuk. Sementara di kamar hotel, Angela dan temannya yang bernama Jessica sudah mengikat Kimmy. Tak lupa Angela melakban mulut Kimmy agar ia tidak bisa berteriak. Kimmy perlahan mengerjapkan matanya. Wanita cantik itu sudah sadar. Ia meronta dan meminta penjelasan pada Angela dengan matanya.


"Maafkan aku, Nona Kimmy!" Angela tersenyum menyeramkan membuat Kimmy membelalakan matanya.


"Kau akan bersenang-senang malam ini dengan tuan Galvin. Nikmatilah hadiahmu!" Lanjut Angela lagi dengan senyum miring, membuat Kimmy terkejut sekaligus sangat marah.

__ADS_1


Kimmy mulai bersikap waspada saat Galvin memasuki kamar hotel. Pria itu datang dengan membawa secawan sampanye yang sedang ia minum. Galvin menatap tubuh Kimmy dengan tatapan mendamba.


"Sayang, akhirnya kita bertemu lagi!" Galvin duduk di hadapan Kimmy. Ia menyimpan cawannya. Lalu tangannya beralih menyentuh pipi Kimmy yang mulus. Namun Kimmy menepis. Ia memalingkan wajahnya dengan wajah yang muak dan jijik.


"Tak usah takut, sayang. Aku akan melakukannya pelan-pelan. Nanti juga kau akan menikmatinya," Galvin terkekeh. Ia lalu mengusap sudut bibirnya membuat Kimmy semakin takut.


"Em.em," Kimmy mulai menangis, ia menggerakkan tubuhnya berharap ikatan yang melilit tubuhnya bisa lepas.


"Suamimu yang tak berguna itu tak akan menolongmu, sayang! Aku juga tidak tahu apakah dia pria atau bukan. Bisa-bisanya dia menganggurkan dirimu yang cantik dan mempesona ini. Kau dan aku sudah ditakdirkan bersama!" Lagi-lagi Galvin bersuara, membuat Kimmy semakin benci saja dan ingin meludahinya.


Angela dan Jessica tersenyum, mereka saling berpandangan dengan senyum sinis. Setelah itu keduanya memutuskan meninggalkan majikannya berdua dengan Kimmy. Namun saat membuka pintu, dua orang bodyguard datang dengan nafas terengah-engah.


"Ada apa kalian kemari?" Jessica bertanya dengan raut wajah keheranan.


"Ada seorang pria yang berbuat kekacauan, tuan. Dia meneriaki di mana Kimmy dan menanyakan keberadaan tuan!" Jawab salah satu bodyguard ke arah Galvin.


"Si*l*n! Itu pasti Archie!!" Murka Galvin. Ia menatap Angela dengan tatapan membunuh.


"Tuan, bukan aku yang memberitahukan Kimmy ada di sini," Angela menjelaskan dengan ketakutan.


"Dasar wanita bodoh! Sepertinya Archie mengikutimu ketika kau sedang dalam perjalanan ke sini! Seharusnya aku tidak mengandalkan mu! Kau sangat bodoh! Si*lan!" Maki Galvin dengan raut wajah yang penuh kemarahan.


"Bereskan kekacauan ini! Bawa Kimmy keluar dari hotel ini!" Perintahnya pada Angela dan Jessica.


Akhirnya Angela dan Jessica memapah Kimmy keluar dari kamar. Tangan Kimmy masih terikat dan mulutnya masih dibungkam. Mereka mengikuti langkah Galvin. Dengan tergesa, ketiga orang jahat dan bodyguardnya melewati lorong dan menaiki Lift. Tidak ada pengunjung sama sekali di sana, karena khusus hari itu Galvin tidak menerima tamu yang menyewa hotelnya. Semuanya untuk Kimmy, ia ingin bersenang-senang dengan Kimmy tanpa diganggu oleh siapapun. Kimmy mencoba melawan. Namun cekalan tangan Angela dan Jessica membuatnya terpaksa harus bergerak mengikuti Galvin dan anak buahnya.


"Ar, Tolong aku!" Jerit Kimmy dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2