Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Bertemu Kembali


__ADS_3

Kimmy menatap rumah megah tempat tinggal barunya kini. Ia menatap bangunan bergaya Eropa Klasik itu dengan bingung. Mereka hanya tinggal berdua, bagaimana bisa Archie membeli rumah sebesar ini?


"Ayo kamar kita di lantai atas!" Ajak Archie sembari menarik koper-kopernya.


"Kamar kita?" Kimmy bertanya dengan menyipitkan matanya. Tentu ia khawatir Archie akan meminta kembali haknya.


"Memangnya kau ingin kita pisah kamar?" Archie berkata dengan sedikit kesal.


"Iya sih," Kimmy berkata dengan jujur yang membuat Archie semakin merengut.


"Pokoknya kita harus sekamar berdua. Tidak ada alasan kita berpisah kamar," putus Archie. Kimmy pun hanya mengalah saja. Ia tidak ingin berdebat dengan Archie.


Mereka tiba di lantai atas. Kimmy dan Archie masuk ke dalam kamar bernuansa gold itu.


"Kamarnya besar sekali!" Puji Kimmy kepada kamar barunya dengan Archie.


"Syukurlah jika kau suka. Ada balkon juga seperti di kamarku dan kamarmu yang dulu," Archie menunjuk balkon.


Kimmy langsung berlari ke arah balkon dan ia langsung berdiri di atas balkon dengan raut wajah ceria.


"Kau suka?" Archie memeluk Kimny dari belakang dengan posesif.


"Suka, lepaskan tanganmu!" Pinta Kimmy sembari berusaha melepaskan pegangan tangan Archie dari pinggangnya.


"Tidak mau. Aku kan suamimu. Aku berhak memelukmu seperti ini," Archie tidak patah arang.


Kimmy hanya diam saja. Toh hanya memeluk ini kan, bukan yang lain? Perlahan Kimmy mulai rilex. Ia menikmati kembali hempaan angin yang membuai wajahnya.


"Ar, andai saja kau bisa menentukan hatimu. Apakah di sana ada Flowi atau tidak. Tentu aku tidak akan menjaga diriku seperti ini. Aku hanya sedang membentengi hatiku agar aku tidak terluka lagi," lirih Kimmy dengan sedih.


***


Keesokan harinya, Kimmy dan Archie berangkat bekerja seperti biasa. Semalam mereka tidur di kasur yang sama. Akan tetapi, Archie hanya memeluk Kimmy saja karena wanita itu lagi-lagi menolak saat Archie meminta haknya.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Kimmy ke klinik, Archie langsung memacu mobilnya ke arah kantor. Hari ini Kimmy tidak membuatkan Archie bekal, karena di dapur belum ada persediaan apapun.


"Perutku lapar!" Keluh Archie sembari mengelus perutnya.


Archie memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu ke restoran yang ada di sekitar kantornya. Archie memesan beberapa makanan sekaligus. Perutnya memang keroncongan karena dari semalam perut Archie belum terisi sama sekali oleh makanan.


Saat waitress mengantarkan makanan dan minuman yang Archie pesan, seorang wanita tampak mendekat ke arah Archie dengan senyum cantiknya. Archie tertegun melihat wanita itu. Ya, dia adalah Flowi Brandie, mantan kekasihnya. Tapi sedang apa Flowi ada di sini? Archie merasa bingung.


"Babe, maksudku Ar, mengapa kau ada di sini?" Pertanyaan bo-doh terlontar dari bibir manis Flowi. Tentu saja Archie datang untuk makan ke restoran, bukan untuk menguras air kolam apalagi menyedot stip-tank.


"Aku sedang sarapan. Mengapa kau ada di sini?" Archie bertanya dengan bingung.


"Kantor siaranku pindah ke sekitaran kantormu. Ternyata kita dipertemukan secepat ini ya?" Flowi tersenyum. Ia mendudukan dirinya di depan mantan kekasihnya itu.


"Oh begitu," Archie mengangguk-nganggukan kepalanya. Entah mengapa saat ini Flowi terlihat biasa saja di matanya.


"Ar, semalam aku melihatmu di Brooklyn Villages. Mengapa kau ada di sana?" Flowi tampak ingin tahu.


"Pasti kau mengenang aku bukan?" Flowi berkata dengan penuh percaya diri.


"Maksudmu kau membawa Nona Kimmy ke rumah impian kita?" Terdengar nada tidak terima saat Flowi bertanya demikian.


"Iya. Memangnya kenapa?" Archie berkata dengan enteng.


Hati Flowi bagaikan ditusuk belati yang amat tajam. Sakit rasanya ketika mengetahui rumah yang mereka impi-impikan kini ditinggali oleh seorang wanita lain dan bukanlah dirinya.


"Ar, kau tidak bisa seperti itu! Itu rumah impian kita!" Flowi berkata dengan sendu.


"Flo, hubungan kita sudah berakhir. Tidak ada kau dan aku yang akan menghuni rumah itu. Rumah impian kita sudah hancur setelah kau memutuskan untuk meninggalkanku," Archie menjawab dengan tegas.


"Ar, papamu yang memaksaku untuk meninggalkanmu. Papamu memaksa agar aku memutuskan hubunganku denganmu. Mama disandera oleh papamu dan diancam akan diper-ko-sa oleh papamu, Ar!" Flowi berpura-pura menangis.


Saat Flowi mengetahui Archie pindah rumah, Flowi sudah memutuskan untuk mengambil kembali hati Archie. Flowi yakin hubungan Archie dan Nino sudah sedikit renggang karena mereka tidak berada di bawah atap yang sama. Tentu itu kabar baik untuk Flowi. Sementara Archie terlihat mengerutkan alisnya. Archie tahu betul siapa ayahnya. Nino yang sudah membesarkan dan mendidiknya dengan baik. Mana mungkin Nino berusaha untuk mele-cehkan wanita lain? Archie tahu pasti jika ayahnya hanya mencintai Tifanny, ibunya dan akan selalu begitu.

__ADS_1


"Benarkah?" Archie berpura-pura syok.


"Tentu, Ar. Papamu sangat jahat. Dia ingin sekali kita berpisah. Aku juga tidak menyukai istrimu. Tentu dia dan papamu merencanakan semuanya agar kau bisa menikah dengan Kimmy. Ar, Kimmy itu wanita jahat! Demi uang dia rela memaksamu untuk menikahinya. Aku yakin Kimmy ingin menikah denganmh karena uangmu. Aku juga lihat Kimmy sangat agresif. Pasti dia memakai tubuhnya untuk memanjakanmu agar kau selalu memberikannya materi yang berlimpah," Flowi mengata-ngatai Kimmy dengan keji.


"Sangat agresif?" Archie tersenyum samar.


"Iya. Pasti dia selalu menyerahkan dirinya padamu untuk dapat uang. Dia memang wanita licik!" Flowi kembali memaki Kimmy.


"Flo, bahkan sampai detik ini istriku menolak untuk aku sentuh."


"Jadi, apa yang harus aku lakukan?" Archie tampak memancing.


"Ceraikan saja dia, Ar! Bukankah traumanya sudah sembuh?" Flowi makin berani saja. Ia seolah tidak takut lagi kepada Nino. Kini Flowi yakin jika Archie telah lepas dari bayang-bayang ayahnya.


Archie berpura-pura berpikir.


"Ar, ini arloji Swiss keluaran tahun ini kan?" Mata Flowi berbinar menatap arloji yang tengah Archie pakai.


"Iya, memangnya kenapa?" Archie berkata dengan heran.


"Tidak. Aku hanya menyukai motifnya saja. Itu sangat bagus dan mahal, Ar. Aku sangat sedih. Sudah lama aku tidak membeli barang-barang branded. Kau tahu kan gaji seorang reporter kecil," Flowi memasang raut sedihnya.


"Bukankah kau sudah masuk ke dalam jajaran presenter termahal?" Archie berkata sambil menyendokan makanan ke mulutnya.


"Ya, tapi itu semua habis dipakai kebutuhan sehari-hari. Kau tahu kan, aku tulang punggung untuk ibuku?" Flowi lagi-lagi memelas dengan suaranya.


"Sepertinya papa dan Kimmy benar. Flowi hanya mengincar uangku selama ini."


"Semoga kehidupanmu lebih baik," Archie akhirnya menjawab. Tentu Flowi kesal dengan jawaban mantan kekasihnya itu. Biasanya saat dirinya bercerita mengenai kesulitan keuangan, tentu Archie akan memberikan uang padanya atau memberikan barang yang Flowi sebutkan.


"Ar, bisakah kita bertemu lagi di sini besok?" Tanya Flowi dengan penuh harap. Ia harus mendekati Archie dan membuat pria itu menjadi miliknya lagi.


"Oh tentu bisa," Archie langsung mengiyakan.

__ADS_1


"Oke, aku akan membuat sebuah rencana. Aku akan berpura-pura bangkrut kepada Flowi dan juga Kimmy. Aku ingin melihat bagaimana reaksi dari mereka," Archie membuat suatu rencana tanpa diketahui oleh siapa pun.


__ADS_2