
Kimmy berbaring di atas kasur. Ia menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya. Kimmy terisak dalam diam. Ia tidak ingin tangisnya mengeluarkan suara. Mengapa ini terjadi di saat ia mencoba membuka hati untuk suaminya? Archie berhasil membuat hatinya terluka.
Tidak. Kimmy tidak boleh lemah. Wanita itu dengan cepat mengusap bulir-bulir air mata yang lolos begitu saja tanpa permisi. Ini bukan dirinya. Cukup sekali saja Kimmy dipermainkan oleh seorang pria dan pria itu adalah Aaron, cinta pertamanya.
Kimmy terus mengeringkan matanya. Ia tidak ingin berlarut sakit hati terhadap pria yang mencintai wanita lain. Kimmy tidak boleh kalah. Perasaan yang mulai tumbuh itu harus ia cabut hingga habis sampai akar-akarnya. Tak lama, mata Kimmy mun memberat dan akhirnya gadis itu tertidur masih dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Sementara Archie di luar mendongkak melihat ke arah langit. Ia melihat aurora menari-nari di atas langit yang cerah. Ketika langit cerah, Aurora memang biasanya akan muncul di wilayah yang berdekatan dengan kutub utara. Terbesit perasaan bersalah pada hatinya. Apa tadi ia sudah keterlaluan terhadap Kimmy? Apa kata-katanya terlalu kasar? Apa ia menyakiti hati istrinya? Tapi, mengingat perkataan Kimmy tadi membuat hati Archie tersinggung. Selama ini ternyata Kimmy hanya melihatnya sebagai sang pengganti saja dan itu membuat harga diri Archie terluka. Archie diam terpaku sembari menatap aurora. Ia mengingat Flowi yang sudah memutuskan untuk berpisah darinya. Tapi, Archie tidak bergeming pada perasaannya. Setibanya di Inggris nanti, Archie akan menemui Flowi dan membicarakan masalah perpisahan mereka secara langsung.
Puas menatap aurora, Archie memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang ia dan Kimmy pesan. Archie melihat Kimmy tengah berbaring di atas kasur. Selimut tebal tampak menutupi tubuh gadis cantik itu. Archie berjalan mendekat, ia membuka selimut itu. Hal yang pertama Archie lihat adalah wajah teduh Kimmy yang sedang tertidur. Archie diam terpaku menatap wajah cantik Kimmy.
"Kata-katamu itu selalu saja tajam!" Archie bergumam sambil menyelimuti Kimmy kembali dengan selimut tebal itu.
__ADS_1
"Mengapa kau selalu banyak stok kata untuk membuatku tutup mulut dan tidak bisa melawan perkataanmu?" Archie naik ke atas kasur dengan pelan. Archie takut gerakannya membuat Kimmy terbangun.
"Tidurlah! Besok aku akan membawamu ke tempat yang lebih indah!" Gumam Archie kemudian ia merebahkan dirinya di samping Kimmy yang sudah terlelap.
****
Archie terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat pelan mengusir rasa pegal di bahunya. Archie menoleh ke samping, dan menemukan Kimmy sudah tidak ada di sisinya.
Archie turun dari atas kasurnya yang hangat. Ia melihat jam menunjukan pukul 8 pagi. Archie kemudian membuka pintu. Matanya membulat ketika melihat di luar sedang terjadi badai salju.
"Cuacanya sangat ekstrem," Archie dengan cepat menutup kembali pintu. Hawa dingin benar-benar menyeruak dan menusuk kulitnya.
__ADS_1
"Kimmy!!" Archie berjalan cepat ke arah kamar mandi. Ia berharap Kimmy berada di dalam sana. Mendadak hatinya menjadi tidak karuan. Archie memutar knop pintu. Ia tidak melihat istrinya di sana.
"Kimmy? Jangan bercanda!" Archie meninggikan suaranya. Ia menyingkirkan beberapa barang seperti mencari kucing kecil yang hilang.
"Kimmy? Kau di mana? Jangan bilang kau kabur!" Archie dengan cepat mencari koper Kimmy. Ia bernafas lega saat melihat koper besar milik istrinya masih ada. Archie dengan cekatan membuka koper milik Kimmy. Paspor dan dokumen penting masih ada di sana. Berarti Kimmy belum meninggalkan negara ini.
"Ke mana dia?" Archie semakin frustasi.
Pria itu segera memakai dua lapis mantel yang tebal dan keluar untuk mencari keberadaan istrinya. Archie berlari mendatangi resepsionis hotel yang tak jauh dari hotel iglonya. Resepsionis hotel menjawab dia tidak melihat Kimmy. Kemungkinan Kimmy keluar saat dini hari. Resepsionis itu juga menyarankan agar Archie tidak keluar dari hotel iglonya karena sedang terjadi badai salju.
"Kimmy, sebenarnya kau ke mana? Apa semalam aku keterlaluan?" Archie berkata dengan wajah yang sangat cemas. Archie memutuskan untuk berjalan menerjang badai salju yang sedang terjadi. Bagaimana pun ia harus menemukan istrinya dan membawanya kembali pulang ke hotel mereka.
__ADS_1
"Semoga aku bisa cepat menemukanmu," Archie terus berjalan menembus salju yang kian menebal.