
Kimmy dan Archie sampai di restoran hotel yang sudah Archie booking khusus untuk acara mereka. Kimmy menatap sekitar. Ia melihat restoran itu sudah didekorasi dengan sangat cantik dan tentunya terlihat berkelas dan mewah.
"Kau yang menyiapkan ini untukku?" Kimmy menatap suaminya seraya tersenyum.
"Tentu saja. Memangnya kau kira siapa? Papa?" Archie tertawa.
"Ya biasanya papa yang menyiapkan," sindir Kimmy yang membuat Archie mengerucutkan bibirnya.
"Aku yang membuat ini semua untukmu!" Archie menekankan.
"Kalau begitu terima kasih," Kimmy berjinjit dan mencium pipi suaminya. Archie terkejut dan tersipu malu karena Kimmy menciumnya secara tiba-tiba.
"Ayo kita duduk!" Archie mengatasi keterkejutannya dan menggandeng tangan Kimmy untuk duduk.
"Terima kasih," ucap Kimmy saat Archie menarik kursi agar Kimmy bisa mendudukinya.
"Ini bunga untukmu," Archie mengambil buket bunga yang diberikan oleh waitress dan memberikannya kepada Kimmy.
Suasana semakin romantis ketika dua orang pria memainkan piano dan biola untuk mengiringi makan malam Archie dan juga Kimmy.
"Mengapa kau tahu semua makanan kesukaanku?" Mata Kimmy berbinar saat ia melihat semua makanan favoritnya terhidang di meja.
"Dari kakakmu," Archie berterus terang. Ia memang sempat bertanya kepada Jasper apa yang Kimmy suka dan apa yang tidak gadis itu suka.
"Aku merindukan Jasper! Mengapa dia tidak datang menemuiku saat Galvin menyekapku?" Kimmy berkata dengan sedih.
"Kim, keponakanmu sedang di rawat di rumah sakit ketika kau diculik oleh Galvin. Apa iya Jasper harus meninggalkan anaknya yang sedang di rawat? Belum lagi Rachel sedang sibuk mengurus anak kedua mereka," Archie memberikan pengertian.
"Iya. Dia memang video call kepadaku. Tapi aku tetap saja merindukan dia. Aku juga merindukan keponakanku yang lucu-lucu," Kimmy membayangkan wajah Emrick keponakannya yang begitu menggemaskan.
"Bagaimana jika kita menbuat anak-anak yang lucu saja agar kau tidak terlalu merindukan keponakanmu?" Goda Archie dengan senyumnya.
"Anak?" Kimmy mengulang dengan gugup.
__ADS_1
"Iya. Anak," Archie tersenyum.
"Emm, aku ingin makan ini, Ar!" Kimmy menunjuk sepiring Wagyu Beef dengan tingkat kematangan medium. Kimmy tentu saja melakukan hal itu untuk mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah," Archie langsung memgambilkan makanan yang istrinya minta.
"Lihat saja! Malam ini kita akan melakukannya," Archie berkata di dalam hatinya.
"Bagaimana pekerjaanmu?" Kimmy mengalihkan topik.
"Semuanya baik. Tidak ada yang aneh," Archie menjawab sembari meneguk wine di gelasnya.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu, sayang?" Archie balik bertanya.
Apa tadi katanya? Sayang?
Kimmy terlihat salah tingkah dengan panggilan yang Archie lontarkan untuknya. Pipinya bersemu merah di panggil dengan panggilan seperti itu. Kimmy seolah ingin mendengar kembali Archie menyebut panggilan itu untuknya.
"Psikolog baru sudah masuk. Aku harap semoga saja dia bisa menghandle sebagian pekerjaanku," Kimmy berterus terang.
"Ar, psikolog adalah impianku. Aku mengurangi jamku di klinik karena aku masih terbayang-bayang dengan tindakan Galvin. Terkadang aku takut, Ar. Aku juga merasa tidak maksimal dalam memberikan konseling kepada pasienku. Aku takut tidak membantu masalah mereka. Maka dari itu, aku kurangi jamku agar aku bisa mengobati rasa takut dan traumaku," Kimmy berkata dengan sendu.
"Aku di sini. Aku tidak akan membiarkan pria itu atau siapa pun menyakitimu lagi," Archie langsung berdiri dari duduknya. Ia menghampiri Kimmy dan memeluknya.
"Terima kasih, Ar," hati Kimmy menghangat mendengar penuturan manis dari bibir Archie.
"Kalau begitu, ayo kita makan lagi!" Archie melepaskan pelukannya dan duduk kembali di kursinya.
"Ar, bagaimana dengan Angela? Aku dengar Papa membuat perhitungan kepadanya. Tapi aku tidak tahu perhitungan itu seperti apa," Kimmy berbicara pelan. Ada rasa sedih, marah saat ia mengingat mantan asistennya itu.
"Papa menyerahkan Angela ke polisi. Tidak ada hal lain yang di lakukan papa. Lalu, yang aku tahu, ayah Angela yang ada di Irlandia sudah berpulang karena kondisinya terus menurun mengetahui Angela mendekam di balik jeruji besi," beri tahu Archie.
Raut wajah Kimmy terlihat sedih mendengar kabar dari Archie.
__ADS_1
"Jangan kasihani dia! Angela memang harus mempertanggung jawabkan semua yang ia lakukan. Untuk masalah ayahnya, itu sudah ajalnya. Ada atau tidaknya peristiwa itu, ayah Angela akan tetap berpulang pada hari itu. Jadi, jangan merasa kasihan kepada Angela!"
Kimmy pun mengangguk walau sebenarnya hatinya bersedih.
"Bagaimana dengan Galvin!" Kimmy menahan sesak di dadanya ketika menyebutkan nama pria yang hampir saja merusak harga dirinya itu.
"Galvin dan ayahnya sudah mendekam di balik jeruji dan sedang mengikuti persidangan. Perusahaannya bangkrut, keluarganya pun berantakan karena keluarga besar mereka menganggap Adam dan Galvin mencoreng nama baik keluarga. Galvin dan Adam tidak kuat dengan semua ini. Kemarin orang kepercayaanku bilang jika polisi memasukan mereka ke rumah sakit jiwa karena Galvin dan Adam mengalami depresi yang hebat. Dokter di rumah sakit jiwa memvonis mereka mengalami gangguan jiwa berat. Mereka akan dirawat di sana. Jika mereka sembuh, polisi akan menjemput mereka lagi. Tapi jika tidak, mereka mungkin akan seterusnya tinggal di rumah sakit jiwa itu," Archie menjelaskan.
Kimmy lega mendengarnya. Bukan lega atas penderitaan hidup yang dialami oleh Galvin dan ayahnya. Akan tetapi, Kimmy lega karena sekarang pria itu tidak akan bisa mengusik hidupnya lagi.
"Nikmatilah makananmu, sayang! Jangan memikirkan hal yang tidak menyenangkan dan merusak mood!" Archie berkata sembari menangkup tangan Kimmy
"Baiklah, ayo kita makan!" Kimmy mengarahkan perhatiannya kembali ke arah makanan yang tersaji rapi di meja.
Setelah makan malam romantis yang mereka lakukan, Archie dan Kimmy naik ke lantai 5 untuk sampai di kamar yang Archie pesan. Entah mengapa perasaan Kimmy tidak enak. Archie dan Kimmy masuk ke dalam kamar bertipe Presidential Suite itu. Kimmy membulatkan matanya saat ia melihat kamar sudah di dekor seakan-akan mereka akan melakukan honeymoon yang penuh cinta.
"Ar, apa maksudnya ini?" Kimmy tampak meminta penjelasan.
"Aku hanya meminta hotel mendekornya saja agar kamar ini terlihat lebih hidup," Archie mengelak.
"Begitu," Kimmy mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Kalau begitu kau ganti baju dulu ya?" Archie menyerahkan baju piyama Kimmy yang ia bawa dari rumah.
Kimmy menerima baju itu. Ia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan berganti baju di sana. Selesai berganti baju, Kimmy keluar dari kamar mandi. Ia melihat Archie tengah bertel*anjang dada sembari terduduk di sofa. Kimmy terlihat gelagapan melihat tubuh kekar suaminya itu.
"Aku tidur duluan ya?" Kimmy melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur.
Gadis itu menyingkirkan taburan kelopak bunga mawar merah yang di rangkai di atas kasur menjadi bentuk hati. Tak lama Kimmy berbaring dan memejamkan matanya. Kimmy membuka kembali matanya saat ia merasakan seseorang menindih tubuhnya.
"Jangan dulu tidur! Ayo kita nikmati malam ini!" Archie yang sudah berada di atas tubuh Kimmy tersenyum penuh damba.
"Ar, apa yang kau lakukan?" Kimmy berusaha mendorong tubuh Archie dari atas tubuhnya.
__ADS_1
"Sayang?" Lirih Archie. Ia mendaratkan bibirnya di bibir Kimmy dengan pandangan berkabut.