
Archie menatap nanar pada setiap tamu undangan yang hadir. Ia dan Kimmy baru saja resmi menikah. Mereka sudah mengucapkan janji suci pernikahan. Archie tidak pernah menyangka bila ia bisa menikah secepat ini bersama wanita yang tidak ia cintai dan tidak ia harapkan. Ya, wanita itu adalah Kimberly Allen atau yang kerap disapa Kimmy. Archie merasa sangat bersalah kepada Flowi kekasihnya. Mengapa tadi ia tidak lebih keras menolak permintaan ayahnya? Mengapa rasanya Archie seperti terhipnotis oleh semua kata-kata ayahnya? Archie mengusap wajahnya dengan kasar.
Semua tamu yang hadir merasa sangat terkejut dengan pengumuman kesalahan nama pengantin pria. Tentu saja mereka merasa janggal, karena mereka tahu mengenai keluarga Galvin Weems. Mereka sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi. Akan tetapi, mereka memilih untuk bungkam mengingat siapa keluarga Kai dan Nino.
"Silahkan Tuan Archie, cium istri anda!" Perintah MC kepada Archie yang terlihat kebingungan.
"Archie?" Seorang pria yang tengah asik memakan Canape semenjak tadi terkejut mendengar nama Archie diucapkan. Pria itu adalah rekan bisnis, sekaligus sahabat Nino dan Kai yang bernama Alden.
"Mengapa Archie ada di sana?" Alden menyemburkan makanan yang ada di dalam mulutnya saking terkejutnya.
"Pelan-pelan!" Sang istri menepuk punggung Alden dengan lembut. Alden menghiraukan istrinya. Ia merasa harus meminta penjelasan.
"Nino, ada apa ini?" Alden berlari ke arah Nino yang tengah tersenyum bahagia. Keinginannya tuntas sudah melihat Archie menikah dengan Kimmy, putri dari sahabatnya.
"Ada apa? Mengapa kau baru terlihat?" Nino bersidekap di hadapan Alden.
"Aku dari tadi di stand makanan," Alden tertawa renyah.
"Mengapa putramu ada di atas? Dan apa itu tadi? Putramu dititah untuk mencium Kimmy?' Alden menunjuk Kimmy dan Archie yang tengah menatap satu sama lain dengan gugup.
"Ya ampun!" Nino merasa jengah akan tingkah sahabatnya.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan sedari tadi?" Nino merasa kesal. Ia tak mengerti bagaimana bisa Alden tidak mendengar janji suci pernikahan yang Archie dan Kimmy ucapkan.
"Aku dari tadi makan. Perutku keroncongan," Alden mengelus perutnya yang membuncit.
"Putraku menikah dengan Kimmy. Jadi, aku dan Kai resmi berbesan sekarang. Paham?" Nino langsung memberi tahu ke intinya.
"Hah? Menikah dengan Kimmy? Bukannya Galvin nama mempelai pria hari ini?" Alden merasa bingung.
__ADS_1
"Mungkin kau salah baca. Jelas-jelas putraku yang ada di sana!" Nino menunjuk Archie yang sangat tampan dengan tuxedo hitamnya.
"Mungkin benar aku yang salah baca," Alden menggaruk rambutnya dengan bingung.
"Dengan Kai kau mau berbesan. Denganku kau tidak mau. Padahal aku sudah ribuan kali menawarkan putriku," Alden mencebikan bibirnya.
"Aku tidak mau memiliki besan sepertimu," Nino melengos pergi meninggalkan Alden.
Akan tetapi, langkahnya terhenti saat ia melihat seorang wanita berparas cantik masuk ke dalam kastil dengan senyum lembutnya.
"Flowi? Mengapa dia bisa hadir di sini? Padahal aku sudah mengurus semuanya agar dia tidak ke sini," Nino mengepalkan tangannya geram. Ia merasa sangat kesal setiap melihat wajah Flowi.
Kepala Flowi celingak-celinguk mencari keberadaan kekasih yang dicintainya. Archie adalah sumber kebahagiaannya karena hanya Archie pria yang sangat royal padanya. Dapat dipastikan semua kebutuhan hidup Flowi yang mewah bisa ditanggung oleh Archie.
Nino memperhatikan langkah Flowi. Wanita cantik itu menyipitkan matanya saat ia melihat sang kekasih sedang di atas pelaminan, tepatnya di tengah-tengah kastil. Flowi bertanya kepada salah satu tamu dan kemudian senyum di wajahnya menghilang. Wajah cantik itu kini terlihat menahan amarah dan siap untuk diledakan. Flowi dengan cepat berjalan menghampiri Archie. Nino tidak tinggal diam, ia pun langsung menyusul langkah Flowi.
"Kau!!" Flowi langsung memukulkan tas branded berhuruf LV ke tubuh kekasihnya.
"Apa yang kau lakukan, hah?" Flowi memukulkan tasnya dengan membabi buta ke tubuh Archie.
Kimmy yang melihat dibuat terkejut apalagi Flowi datang secara cepat dan tiba-tiba.
"Flo, aku bisa menjelaskan!" Archie hendak mengambil tangan Flowi. Tapi Flowi menangkisnya dengan cepat. Semua tamu yang hadir pun merasa terkejut dengan pertunjukan yang mereka lihat.
"Kepada para tamu, dipersilahkan ke halaman bekalang kastil untuk melihat kembang api yang sebentar lagi akan dit*mbakan ke langit!" Alden dengan cepat berlari ke arah MC dan mengambil microfonnya.
Para tamu saling berpandangan karena bingung. Mereka tidak tahu ada pertunjukan kembang api.
"Ayo! Semuanya segeralah berjalan ke arah belakang kastil!" Alden memberikan senyum terbaik layaknya MC sungguhan. Walaupun bingung dan masih ingin melihat pertunjukan antara Flowi dan Archie, para tamu pun dengan terpaksa berjalan ke luar.
__ADS_1
"Flo!" Archie mengambil tangan Flowi. Ia seperti hendak menjelaskan semuanya.
"Dasar pria si*lan! Teganya kau mencampakan aku! Kau mengajakku untuk datang ke pesta pernikahan seseorang, dan ternyata pernikahan itu adalah pernikahan dirimu?" Flowi berteriak seakan kesetanan. Ia begitu amat murka, karena tidak ada angin maupun hujan, Archie menikah dengan wanita lain.
"Maaf, Flo! Aku tidak bermaksud membuatmu terluka," Archie mengambil tangan Flowi di depan Kimmy istrinya. Flowi menangkis tangan Archie dengan kasar.
"Kau! Kau pasti jal*ng yang menggoda kekasihku!" Flowi hendak menyerang Kimmy yang berdiri mematung di samping Archie. Akan tetapi, sebuah tangan menahan lengan Flowi.
"Selama aku hidup di dunia ini, tidak akan ada yang bisa menyakiti putriku," Kai menghunuskan tatapan tajamnya ke arah Flowi. Ia menghempaskan tangan Flowi dengan kasar.
"Oh, jadi dia putrimu? Bilang padanya untuk tidak menggatal menggoda kekasih orang lain!" Flowi dengan beraninya menunjuk wajah Kai.
"Apakah kau tidak diajari berlaku sopan santun kepada yang lebih tua, Nona?" Tanya Nino tepat di belakang Flowi. Flowi terlihat gelagapan menatap Nino.
"Tolong bersikaplah sopan di pesta pernikahan kami!" Tifanny menatap tajam ke arah Flowi.
"Lihatlah! Semua mengeroyokku seakan-akan aku adalah tersangkanya di sini. Aku adalah korban!! Kalian manusia-manusia jahat teganya melakukan ini padaku!!" Pekik Flowi dengan menangis histeris.
"Aku korban dari pengkhianatan yang dilakukan dia!" Flowi menunjuk Archie. Air mata tampak memenuhi seluruh wajahnya. Riasan yang ia poles dengan sempurna seakan hilang tersapu cairan bening yang terjatuh begitu saja tanpa permisi.
"Flo, maafkan aku!" Archie merasa sangat sakit melihat wanita yang dicintainya menangis hebat.
"Mengapa kau tega?" Flowi menunjuk wajah Archie.
"Berhentilah! Kau dan putraku tidak berjodoh. Terimalah nasib!" Nino menautkan alisnya. Ia merasa kesal dengan tingkah Flowi. Padahal ia yakin Flowi tidak sesakit hati itu.
"Kau bisa berkata demikian karena tidak berada di posisiku. Bagaimana bila kejadian ini ada di posisimu?" Flowi menatap nyalang ke arah Nino.
"Ya tidak akan, karena Nino kan sudah menikah dan dia sudah tua bangka, haha!" Alden tertawa nyaring. Semua yang ada di sana melihatnya dengan kesal.
__ADS_1